5 Obat Tradisional yang Membantu Penyembuhan Cacar Air Secara Alami

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: | Oleh

Tanggal update Mei 18, 2020
Bagikan sekarang

Terdapat berbagai cara yang bisa Anda lakukan untuk menyembuhkan cacar air, termasuk dengan obat tradisional yang dibuat dari bahan-bahan alami. Penyakit cacar air biasanya akan menyebabkan sejumlah gangguan kesehatan  sampai akhirnya infeksi virus melemah dengan sendirinya. Perawatan rumahan melalui obat tradisional membantu mengatasi gejala cacar air  tersebut serta memperkuat daya tahan tubuh untuk melawan infeksi virus.

Bahan alami untuk obat tradisional cacar air

Penyebab utama cacar air adalah infeksi virus varicella-zoster (VZV). Penularan virusnya sendiri dapat berlangsung melalui udara, paparan lendir yang terkontaminasi, serta kontak langsung dengan lenting pada permukaan kulit yang terdampak cacar air.

Dalam periode awal infeksi VZV, cacar air bisa menyebabkan seseorang mengalami demam, pusing, dan rasa nyeri pada sendi dan otot. Beberapa hari kemudian, ruam kulit berupa bintik kemerahan muncul menyebabkan rasa gatal yang kuat.

Beberapa bahan alami dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk meredakan gejala-gejala cacar air ini. Namun, peran obat tradisional tidak langsung mematikan virus atau melemahkan kemampuan virus bereplikasi sebagaimana obat antivirus untuk cacar air bekerja.

Pilihan obat herbal untuk cacar air ini diyakini dapat membantu mengurangi intensitas rasa gatal sekaligus mengatasi deman dan gejala lainnya selama perawatan di rumah.

1. Oatmeal

Salah satu cara perawatan yang kerap dianggap ampuh mengatasi cacar air adalah melarang penderita untuk mandi. Ruam cacar air memang perlu dibiarkan mengering sehingga lebih cepat mengerak dan bisa mengelupas dengan sendirinya. Akan tetapi, bukan berarti Anda jadi tidak menjaga kebersihan kulit sama sekali.

Secara medis, tidak ada larangan mandi untuk penderita cacar air. Mandi malah dianjurkan karena dapat mengangkat kotoran di permukaan kulit yang sebenarnya bisa memperparah rasa gatal atau memicu terjadinya infeksi sekunder dari bakteri kulit.

Namun, Anda memang perlu mengikuti aturan mandi yang tepat sehingga tidak membuat kondisi ruam cacar air memburuk. Misalnya, menggunakan air hangat ketimbang air dingin dan beralih menggunakan sabun yang tidak mengandung alkohol atau pewangi.

Bahan alami seperti oatmeal juga bisa menjadi obat tradisional cacar air yang digunakan saat mandi. Oatmeal memiliki kandungan antiradang bernama beta glukon yang dapat membantu meringankan rasa gatal cacar air yang kerap tidak tertahankan.

Cara mandi dengan oatmeal

Untuk mencoba mandi dengan oatmealAnda dapat menggunakan produk mandi berbahan oatmeal yang biasanya dijual bebas di supermarket atau apotek agar lebih praktis.

Akan tetapi, Anda juga bisa memanfaatkan bahan oatmeal secara langsung sebagai obat tradisional cacar air dengan mengikuti cara berikut ini:

  • Hancurkan 1 gelas, atau 1/3 gelas oatmeal untuk balita, menggunakan blender hingga menjadi bubuk. Pastikan butir bubuk sudah cukup halus sehingga bisa larut ke dalam air.
  • Setelah bubuk cukup halus, masukan ke dalam bak berisi air hangat lalu aduk hingga merata.
  • Berendamlah di dalam campuran air dan bubuk oatmeal selama 15-20 menit.
  • Selama berendam, usapkan larutan oatmeal secara halus ke permukaan kulit yang terdampak.

2. Soda kue

Sama halnya dengan oatmeal, baking soda atau soda kue juga dapat memberikan efek menenangkan di kulit sehingga membantu mengurangi rasa gatal akibat cacar air.

Soda kue sendiri terdiri dari sodium dan ion biokarbonat yang bisa larut dengan cepat di dalam air. Cara menggunakan soda kue sebagai obat cacar air tradisional ini bisa dilakukan dengan mencampurkannya ke dalam campuran air hangat dan oatmeal yang digunakan ketika Anda mandi.

Mandi menggunakan obat alami untuk cacar air dari oatmeal dan soda kue dapat dilakukan 2-3 kali dalam sehari.

3. Chamomile

Teh chamomile ternyata dapat membantu menenangkan area cacar yang terasa gatal. Bahan alami chamomile memiliki efek antiseptik dan antiradang ketika digunakan langsung pada kulit sehingga tepat digunakan sebagai obat tradisional cacar air.

Dalam memanfaatkan chamomile sebagai obat tradisional cacar air, pertama-tama Anda perlu menyeduh dua hingga tiga kantong teh.

Setelah itu, celupkan kapas atau kain lembut ke dalam teh dan tempelkan pada permukaan kulit yang terdampak. Tepuk lembut agar air teh terserap sempurna ke dalam kulit.

Konsumsi teh chamomile secara langsung juga bermanfaat untuk mengatasi gejala seperti mulut dan tenggorokan yang terasa kering.

Ruam cacar air terkadang juga bisa muncul di dalam mulut atau di bagian tenggorokan sehingga menyulitkan penderitanya untuk menelan.

Beberapa daftar pantangan makanan cacar air juga perlu ditaati agar ruam tidak bertambah parah. Meminum teh chamomile dapat membantu meredakan peradangan yang terjadi di area tersebut.

4. Madu Manuka

Madu manuka adalah madu yang berasal dari New Zealand. Tidak hanya harganya yang dibanderol lebih mahal daripada madu lokal, kandungannya pun disinyalir 4 kali lipat lebih banyak dari madu biasa.

Nah, sebuah penelitian dari jurnal Translational Biomedicine pada tahun 2012 menemukan potensi manfaat madu manuka untuk cacar air. Penelitian tersebut melaporkan, madu manuka diperkuat oleh sifat antiradang, antibakteri, antijamur, dan antineoplastik (menghambat pertumbuhan sel kanker).

Sebagai obat tradisional cacar air, peneliti menggunakan konsentrat madu manuka yang disuntikkan pada sampel jaringan kulit manusia yang terinfeksi virus varicella zoster virus (VZV). Hasilnya, madu dapat mengurangi ukuran plak virus VZV secara drastis di dalam sel kulit.

Masih butuh penelitian lebih lanjut untuk memastikannya. Namn, tidak ada salahnya untuk coba sesekali mengoleskan madu pada lenting cacar yang gatal. Agar lebih aman, konsultasikan dengan dokter Anda.

5. Losion calamine

Losion calamine mungkin bukan termasuk obat tradisional, tapi bisa mengatasi cacar air secara alami dari luar.

Mengoleskan losion calamine secara rutin bisa menjadi cara mengatasi rasa gatal yang diakibatkan oleh cacar air. Salep cacar air ini mengandung seng dioksida atau seng karbonat yang dapat mengurangi rasa gatal dan meredakan peradangan di kulit.

Berhati-hatilah saat mengaplikasikan obat ini, jangan menekan kulit terlalu keras karena khawatir lenting akan pecah.

Selain itu, salep cacar ini juga tidak boleh dioleskan pada mata karena bisa membakar kulit di sekitarnya. Begitupun, pada bagian dalam mulut untuk mencegah kandungan obat tertelan dan menyebabkan masalah pencernaan.

Jangan menggaruk lenting cacar air

Baik pengobatan medis maupun tradisional untuk mengobati cacar air yang telah Anda lakukan, efeknya tidak optimal jika Anda masih menggaruk gatalnya.

Lenting yang digaruk dapat menimbulkan luka terbuka yang memicu infeksi bakteri di kulit. Alhasil, penyakit cacar jadi tidak kunjung sembuh, sekalipun telah sembuh efek menggaruk lenting bisa menghasilkan bekas cacar air yang sulit hilang.

Oleh karena itu, pastikan selalu menjaga kuku jari selalu pendek dengan memotongnya secara rutin. Saat ruam terasa sangat gatal, cobalah untuk melakukan cara berikut ini:

  • Jangan menggaruk kulit yang terdampak, tepuk-tepuk permukaan kulit dengan pelan.
  • Gunakan sarung tangan selama tidur.
  • Gunting kuku jari-jari tangan.
  • Berendam dengan campuran air hangat dan baking soda.
  • Menggunakan pakaian longgar berbahan halus yang tidak memicu gatal atau iritasi kulit.

Kapan sebaiknya menemui dokter?

Penyembuhan cacar air memang bisa didukung dengan pengobatan alami. Namun jika pengobatan ini tidak segera menunjukkan hasil efektif atau gejala seperti demam dan ruam bertambah parah, Anda perlu segera berkonsultasi dengan dokter.

Pada beberapa kasus terutama saat imunitas menurun drastis, Anda bisa memerlukan obat cacar air yang diresepkan dari dokter atau bahkan perawatan intensif di rumah sakit.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Waspadai Penyebab Cacar Air dan Berbagai Faktor Risikonya

Penyebab utama penyakit cacar air adalah infeksi virus varicella-zoster. Bagaimana infeksi memengaruhi keparahan penyakit? Bisakah sembuh dengan sendirinya?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala

Apa Saja Perbedaan Cacar Air dan Campak?

Cacar air dan campak sama-sama menimbulkan ruam merah di kulit. Meski tampak mirip, keduanya berbeda. Apa saja perbedaan cacar air dan campak?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Ihda Fadila

5 Pilihan Obat untuk Mempercepat Penyembuhan Cacar Air

Dengan minum obat, gejala cacar air yang mengganggu bisa segera diatasi, termasuk lenting lebih cepat mengering tanpa berisiko menyebabkan infeksi bakteri.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala

4 Penyakit yang Menimbulkan Bentol Berair pada Kulit Bayi

Bentol berair pada kulit bayi tidak hanya terjadi akibat lecet saja. Namun, pada juga muncul akibat masalah kesehatan tertentu. Apa saja? Baca di sini.

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Aprinda Puji
Kulit Bayi, Parenting Maret 14, 2020

Direkomendasikan untuk Anda

Memahami Cara Kerja dan Kegunaan Vaksin Cacar Air

Memahami Cara Kerja dan Kegunaan Vaksin Cacar Air

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala
Tanggal tayang Mei 24, 2020
Jenis Sabun Scabies dan Perilaku Hidup Bersih untuk Bantu Sembuhkan Penyakit Kudis

Jenis Sabun Scabies dan Perilaku Hidup Bersih untuk Bantu Sembuhkan Penyakit Kudis

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala
Tanggal tayang Mei 23, 2020
Salep Apa yang Baik untuk Mengatasi Gatal Cacar Air?

Salep Apa yang Baik untuk Mengatasi Gatal Cacar Air?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala
Tanggal tayang Mei 22, 2020
Setiap Jenis Cacar Berbeda Penyebabnya, Bagaimana Pengobatannya?

Setiap Jenis Cacar Berbeda Penyebabnya, Bagaimana Pengobatannya?

Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Fidhia Kemala
Tanggal tayang Mei 21, 2020