12 Macam Obat Psoriasis yang Digunakan dari Tahap Awal Hingga Lanjutan

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 01/04/2020
Bagikan sekarang

Psoriasis tidak bisa disembuhkan. Namun, gejala psoriasis dapat diatasi dengan penggunaan obat. Sebagian besar obat psoriasis berfungsi untuk meredakan rasa gatal, meredakan peradangan dan kemerahan, serta menghentikan pengelupasan yang menyebabkan kulit bersisik. Pengobatan juga dapat membantu menekan risiko kekambuhan psoriasis di kemudian hari sekaligus menjaga kesehatan kulit.

Lantas, apa saja pilihannya? Obat yang digunakan dalam rejimen pengobatan psoriasis jangka panjang dapat berupa obat topikal (oles), oral (minum), maupun injeksi (suntikan). Berikut penjelasannya lebih lanjut.

Pengobatan psoriasis lewat obat topikal (obat oles)

Pada umumnya dokter akan menganjurkan Anda untuk menghindari pemicu kemunculan psoriasis sebagai langkah antisipasi utama. Sebagai contoh bila gejala psoriasis Anda rentan kambuh akibat paparan bahan kimia pada kulit, dokter dapat menyarankan menggunakan sabun, deterjen, dan pelembap tanpa alkohol, pewangi, dan pewarna.

Selain lewat prinsip perawatan kulit di atas, dokter juga dapat meresepkan obat topikal berbentuk krim, salep, losion, atau gel yang penggunaannya dioleskan langsung ke permukaan kulit.

Penggunaan obat topikal merupakan pengobatan lini pertama untuk mengatasi gejala psoriasis ringan sampai sedang. Jenis obat topikal yang biasa diresepkan untuk psoriasis adalah:

1. Kortikosteroid topikal

Krim dan salep kortikosteroid adalah jenis obat oles yang paling umum digunakan untuk meredakan gejala psoriasis.

Obat ini membantu meredakan peradangan pada permukaan kulit, mengendalikan produksi sel kulit yang berlebih, dan menghaluskan tekstur kulit yang terdampak psoriasis.

Kortikosteroid topikal tidak boleh digunakan sembarangan. Dokter akan memberikan dosis dengan aturan penggunaan yang tepat untuk Anda.

Pemakaian berulang dalam jangka panjang dan tidak perlu dapat meningkatkan risiko efek samping steroid yang berbahaya.

2. Retinoid topikal

Retinol merupakan zat turunan vitamin A yang memperlambat aktivitas pertumbuhan sel kulit abnormal.

Alhasil, proses regenerasi sel kulit akan kembali pada laju yang normal sehingga tidak menyebabkan penebalan pada permukaan kulit. Retinol juga memperlambat proses peradangan. Walau begitu, cara kerja retinol tidak secepat kortikosteroid topikal.

Pengobatan psoriasis dengan retinoid topikal memiliki lebih sedikit efek samping. Akan tetapi, wanita yang sedang atau berencana hamil dilarang menggunakan retinoid karena dapat meningkatkan risiko bayi lahir cacat.

Bentuk umum dari obat psoriasis ini adalah Tazorac dan Avage.

3. Vitamin D analogue

Dokter dapat meresepkan obat ini sendiri atau bersamaan dengan obat lainnya untuk mengatasi psoriasis tahap ringan sampai sedang.

Obat yang mengandung vitamin D analogue meliputi calcipotriene (Dovonex) dan calcitriol (Rocaltrol). Dua obat ini merupakan bentuk sintetis dari vitamin D yang memperlambat pertumbuhan sel kulit.

4. Anthralin atau Dritho-Scalp

Krim ini bekerja menormalkan laju pertumbuhan sel kulit dan menghilangkan sisik pada kulit kering.

Namun, obat ini bukan ditujukan untuk pemakaian mandiri. Dokter akan meresepkan obat anthralin untuk penderita psoriasis bersamaan dengan rejime pengobatan lewat fototerapi.

Obat psoriasis ini juga dianjurkan hanya dipakai untuk waktu yang singkat karena dapat menyebabkan flek dan iritasi pada kulit jika digunakan terlalu lama.

5. Krim atau salep coal tar

Pengobatan psoriasis dengan obat topikal yang mengandung coal tar alias tar batubara bekerja mengurangi gatal dan radang.

Pengobatan psoriasis dengan coal tar dapat menyebabkan noda pada pakaian dan memiliki bau yang tidak sedap. Maka itu, Anda harus berhati-hati ketika mengoleskannya pada kulit.

Obat dengan konsentrasi coal tar yang tinggi  hanya bisa diperoleh dengan menggunakan resep.

6. Sampo antiketombe

Mengatasi psoriasis pada kulit kepala membutuhkan bantuan shampo antiketombe dengan kandungan obat khusus.

Shampo khusus psoriasis biasanya mengandung asam salisilat, coal tar, atau steroid, dan bisa juga kombinasi dari obat-obatan tersebut. Keramaslah dengan sampo dan pijat area kulit kepala yang bermasalah.

Shampo khusus untuk mengobati psoriasis hanya dapat dibeli dengan menebus resep dokter

7. Krim asam salisilat dan asam laktat

Kedua obat psoriasis ini tersedia di apotek dan dengan resep. Pengobatan psoriasis ini bertujuan untuk meluruhkan sel kulit mati. Pengunaannya bisa dikombinasikan dengan perawatan psoriasis lainnya.

Pengobatan psoriasis lewat terapi sistemik (obat minum dan suntik)

Obat topikal dapat mengatasi penyakit dengan mengurangi peradangan sebatas pada permukaan kulit. maka itu, dokter biasanya mengawali pengobatan psoriasis dengan obat topikal. Apabila gejala psoriasis semakin parah atau tidak merespon pada pengobatan topikal, pemberian obat secara sistemik diperlukan.

Pada kasus tertentu, penggunaan obat topikal untuk psoriasis juga dapat dikombinasikan dengan pengobatan secara sistemik. Pengobatan sistemik artinya pemberian obat melalui aliran darah agar zat obat beredar ke seluruh tubuh. Pemberian obat secara sistemik dapat dilakukan dengan cara diminum (obat oral) maupun injeksi (lewat suntikan).

Berikut adalah beberapa pilihannya:

1. Methotrexate

Methotrexate mengurangi produksi sel kulit dan menekan respon imun. Dokter biasanya meresepkan obat ini untuk kasus psoriasis tahap sedang sampai parah.

Obat ini adalah salah satu pengobatan yang paling efektif untuk orang dengan psoriasis eritrodermik atau psoriasis pustulosa. Akhir-akhir ini, dokter memulai memberikan obat ini sebagai pengobatan untuk psoriasis arthritis juga.

Efek samping meliputi:

  • Kehilangan nafsu makan
  • Lelah
  • Sakit perut

Wanita yang sedang atau berpotensi hamil dilarang menggunakan methotrexate karena risiko kehamilan ektopik dan keguguran. Pria yang sedang atau baru menggunakan obat ini juga harus menghindari menyebabkan wanita hamil.

Menurut National Psoriasis Foundation, penggunaan jangka panjang dapat menyebabkan kerusakan hati dan penurunan sel darah merah dan putih serta platelet.

2. Cyclosporine

Cyclosporine adalah obat-obatan yang sangat efektif untuk menekan sistem imun. Dokter biasanya hanya meresepkan obat ini untuk kasus psoriasis yang parah karena dapat melemahkan sistem imun.

Dokter hanya meresepkan obat ini untuk waktu yang sebentara karena risiko tekanan darah tinggi. Anda dapat menggunakannya selama 3 sampai 6 bulan.

Pasien yang menggunakan obat ini memerlukan tes darah dan cek tekanan darah rutin untuk memonitor potensi masalah.

3. Retinoid oral

Retinoid oral dapat mengobati psoriasis tahap sedang sampai parah dengan mengurangi produksi sel kulit. Dokter dapat merekomendasikan penggunaan dengan terapi cahaya.

Obat ini memiliki efek samping yang cukup besar. Dokter dapat meminta tes darah rutin untuk memeriksa kolestrol. Retinoid juga dapat menyebabkan cacat lahir. Wanita yang sedang atau berencana hamil dilarang menggunakan obat ini, setidaknya 3 bulan sebelum hamil.

Satu-satunya retinoid oral yang disetujui FDA untuk pengobatan psoriasis adalah acitretin (Soriatane).

4. Hydroxyurea

Hydroxyurea dapat digunakan bersama fototerapi, namun tidak se-efektif cyclosporine dan methotrexate. Kemungkinan efek samping meliputi kadar sel darah merah yang terlalu rendah (anemia) dan penurunan sel darah putih dan platelet.

Wanita yang sedang atau berencana hamil dilarang menggunakan hydroxyurea karena risiko cacat lahir dan keguguran.

5. Imunomodulator

Imunomodulator adalah golongan obat-obatan baru yang menargetkan respon imun tubuh. Obat-obatan ini diberikan dengan suntikan atau IV (infus). Dokter biasanya meresepkan obat-obatan ini untuk kasus sedang sampai parah yang tidak merespon terapi tradisional.

Biologics yang disetujui untuk pengobatan psoriasis meliputi:

  • Adalimumab (Humira)
  • Alefacept (Amevive)
  • Etanercept (Enbrel)
  • Golimumab (Simponi)
  • Infliximab (Remicade)
  • Ustekinumab (Stelara)
  • Thioguanine

Thioguanine memiliki efek samping yang lebih kecil daripada methotrexate atau cyclosporine. Namun, obat ini tetap dapat meningkatkan risiko bayi cacat lahir. Wanita yang sedang atau berencana hamil dilarang menggunakannya.

Kebanyakan pengobatan secara sistemik memiliki efek samping serius. Maka itu, dokter membatasi penggunaannya hanya untuk kasus yang serius.

Konsultasi ke dokter untuk mendapatkan pengobatan psoriasis yang paling tepat

Cara mengobati psoriasis melalui obat-obatan masih menjadi solusi utama. Meski demikian, jenis pengobatan psoriasis yang tepat untuk Anda akan tergantung pada tingkat keparahan penyakit, usia, kondisi kesehatan, dan efek pengobatan yang dijalani selama ini.

Pengobatan psoriasis secara medis biasanya juga tetap membutuhkan dampingan dari metode lain, perubahan gaya hidup dan pemenuhan nutrisi yang tepat untuk kulit. Diskusikan lebih lanjut dengan dokter Anda.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Psoriasis Guttata

Psoriasis guttata (gutata) adalah psoriasis yang menyebabkan bintik-bintik merah menyebar luas pada kulit. Ketahui penyebab dan pengobatannya di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Psoriasis Inversa

Psoriasis inversa adalah jenis psoriasis yang menyerang area kulit yang berlipat dan berkerak. Kenali gejala, penyebab, dan pengobatannya di ulasan ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Psoriasis Eritroderma (Psoriasis Eritrodermik)

Psoriasis eritroderma adalah jenis psoriasis yang paling berbahaya dan berakibat fatal. Ketahui apa gejala, penyebab, dan obatnya di sini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Psoriasis Pustulosa

Psoriasis pustulosa atau pustular adalah kondisi peradangan kulit yang ditandai dengan kemunculan bintil pustula. Ketahui secara lebih dalam di artikel ini!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Direkomendasikan untuk Anda

obat pemicu psoriasis

Punya Psoriasis? Waspada, 5 Obat Ini Bisa Jadi Pemicu Gejalanya Makin Parah

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020
penanganan psoriasis arthritis

Penanganan Psoriasis Arthritis dengan Tips Menjalani Hidup Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 23/05/2020
Salep psoriasis

6 Pilihan Salep yang Ampuh Redakan Gejala Psoriasis

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 25/04/2020
Psoriasis kulit kepala

Benarkah Ada Hubungan Psoriasis dengan Insomnia?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 18/03/2020