6 Macam Obat yang Ampuh Mengobati Cacar Api

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28/04/2020
Bagikan sekarang

Herpes zoster atau cacar api merupakan penyakit akibat virus cacar air (varicella zoster) yang kembali aktif menginfeksi tubuh. Gejala cacar api bisa bertahan dalam waktu lama sehingga konsumsi obat tertentu diperlukan sebagai cara mengobati penyakitnya agar penderita bisa cepat sembuh.

Gejala cacar api bisa lebih parah dibandingkan gejala cacar air, dan bahkan lebih berisiko mengarah pada gangguan saraf. Oleh karena itu, cara mengobati cacar api biasanya membutuhkan kombinasi beberapa obat. Rejime pengobatan umumnya termasuk obat untuk menghentikan infeksi virus akut, pengobatan untuk mengatasi rasa nyeri, dan pengobatan untuk mencegah terjadinya komplikasi.

Apa saja pilihan obatnya?

Obat antivirus untuk menyembuhkan cacar api

Antivirus adalah jenis obat lini pertama yang diresepkan dokter untuk mengatasi mempersingkat masa infeksi virus varicella-zoster. Dengan begitu, gejala cacar api lainnya seperti rasa gatal dan ruam merah bisa mereda dengan lebih cepat.

Terdapat beberapa jenis antivirus yang bisa digunakan sebagai cara mengobati cacar api, yaitu acyclovir, famciclovir, dan valacyclovir.

1. Acyclovir

Acyclovir merupakan obat antivirus yang bisa diberikan dalam bentuk pil atau melalui injeksi. Obat ini tidak dapat membunuh virus varicella-zoster secara menyeluruh dari dalam tubuh, tapi bisa menghentikan laju infeksinya.

Jenis obat acyclovir yang biasanya digunakan untuk mengatasi cacar api adalah Zovirax. Dokter biasanya menyarankan Anda untuk meminum dosis obat ini 2-5 kali dalam sehari. Dosis bisa berbeda tergantung dari tingkat keparahan gejalanya.

Penggunaan acyclovir dalam pengobatan cacar air hanya efektif ketika diberikan dalam waktu 72 jam setelah kemunculan ruam-ruam di kulit. Namun, obat antivirus ini juga tetap bisa mempersingkat perkembangan ruam-ruam merah yang baru muncul sampai ruam mengering dan tidak lagi menular.

Selain berfungsi menghambat infeksi virus dan menghentikan peradangan, obat acyclovir turut mengurangi gejala nyeri akibat cacar api.

2. Valacyclovir

Berbeda dengan acyvlovir, valacyclovir diberikan dengan dosis 3 kali dalam sehari. Menurut ulasan dalam jurnal American Family Physician, obat antivirus ini bisa bekerja lebih baik dalam mengatasi rasa sakit akibat cacar api. Obat ini tersedia dalam bentuk pil dan obat injeksi, tapi valacyclovir dalam bentuk pil lebih banyak ditemui.

3. Famciclovir

Jenis antivirus untuk obat cacar api lain yang bisa diresepkan oleh dokter adalah famciclovir. Sama halnya dengan valacyclovir, obat ini perlu diberikan dalam dengan dosis 3 kali dalam sehari.

Ketiga jenis antivirus ini aman dikonsumsi jika diberikan sesuai dengan dosis yang tepat. Ketiganya memiliki efek samping yang serupa, yaitu dapat menyebabkan sakit kepala, muntah-muntah, kejang, dan nyeri perut.

Cara mengobati gejala penyerta cacar api dengan obat kombinasi

Post herpetic neuralgia (PHN) adalah penyakit komplikasi yang dapat muncul pada orang yang telah menderita herpes zoster. Kondisi ini terjadi ketika saraf penderita menjadi rusak akibat reaktivasi virus.

Saraf yang rusak ini tidak dapat mengirim sinyal dari kulit ke otak, dan menyebabkan gangguan dalam penghantaran impuls yang menghasilkan nyeri kronid hebat. Nyeri dapat berlangsung bulanan bahkan tahunan.

Kebanyakan dokter akan dapat mendiagnosis post herpetic neuralgia (PHN) berdasarkan durasi nyeri sejak terjadinya herpes zoster. Pengobatan untuk post herpetic neuralgia bertujuan untuk mengontrol dan mengurangi nyeri hingga kondisi tersebut menghilang sepenuhnya.

Untuk mengatasi atau mencegah PHN tidak bisa mengandalkan satu jenis obat saja. Pengobatan untuk nyeri cacar api perlu mengombinasikan penggunaan beberapa obat berikut:

1. Obat analgesik

Rasa nyeri yang muncul akibat cacar api bisa bersifat ringan, sedang, hingga berat. Pasien dengan gejala nyeri ringan hingga sedang masih bisa diatasi dengan analgesik nonresep. Obat analgesik di apotek yang sering dipakai untuk mengatasi nyeri akibat cacar api di antaranya:

  • Losion calamine: untuk mempercepat kesembuhan ruam dan mengurangi rasa perih pada ruam.
  • Krim capsaicin: jenis analgesik yang berasal dari ekstrak cabai.
  • Lidocaine: obat ini biasanya digunakan dengan ditempel langsung pada kulit, merupakan obat yang berguna mengurangi rasa nyeri di kulit. Obat tempel ini hanya efektif meberikan efek pereda nyeri dalam waktu 12 jam.
  • Obat yang dapat Anda beli di apotek seperti acetaminophen atau ibuprofen.

Penderita dengan gejala yang berat biasanya membutuhkan kombinasi obat analgesik dengan obat yang pereda nyeri yang lebih kuat potensinya, seperti  codeine, hydrocodone, atau oxycodone. Namun, cara mengobati cacar api seperti ini tidak bisa dilakukan sembarangan. Aturan pemakaian dan dosis tetap harus berasal dari rekomendasi dokter.

2. Obat antidepresan trisiklik

Antidepresan biasanya diresepkan untuk mengobati depresi, tapi juga dapat digunakan sebagai cara mengobati rasa nyeri PHN yang disebabkan oleh komplikasi cacar api.

Cara kerja obat ini adalah dengan memengaruhi kerja neurotransmiter atau hormon yang mengantarkan rangsangan ke otak seperti serotonin dan norepinephrine.

Dosis obat antidepresan yang diberikan oleh dokter untuk  cacar api biasanya lebih sedikit daripada untuk pengobatan depresi. Dokter selanjutnya akan menaikan dosis obat setiap 2-4 minggu sekali untuk meberi efek yang lebih ampuh dalam meredakan nyeri.

Perlu diingat, obat ini memiliki efek samping yang dapat menimbulkan rasa kantuk dan lemas, mulut kering, serta penglihatan yang kabur. Jenis obat cacar api ini tidak bekerja secepat penghilang nyeri lain. Anti-deperesan trisiklik yang biasa digunakan adalah:

  • Amitriptyline
  • Desipramine
  • Imipramine
  • Nortriptyline

3. Obat anti-konvulsan

Jenis obat ini biasa digunakan untuk pasien dengan kejang, akan tetapi banyak penelitian menunjukkan bahwa dosis yang lebih rendah dapat digunakan untuk mengobati nyeri dari post herpetic neuralgia.

Cara kerja obat ini adalah memperbaiki  gangguan elektris pada bagaian saraf yang rusak. Efek samping dari penggunaan obat ini dapat menyebabkan rasa kantuk, kesulitan untuk konsentrasi, rasa gelisah, dan pembengkakan pada kaki.

Anti-konvulsan yang sering digunakan sebagai obat cacar api adalah:

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cacar Api pada Anak: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Cara Mencegahnya

Penyakit cacar api bisa muncul pada anak dan bayi jika pernah terinfeksi cacar air. Ketahui gejala dan cara mengatasinya di sini!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Memahami Cara Kerja dan Kegunaan Vaksin Cacar Air

Hati-hati. Cacar air paling mudah menular pada anak kecil dan orang dewasa yang tidak pernah mendapatkan vaksin lewat program imunisasi.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Salep Apa yang Baik untuk Mengatasi Gatal Cacar Air?

Obat oles seperti salep dapat digunakan untuk membantu mengatasi rasa gatal akibat cacar air. Bagaimana cara penggunaannya yang efektif?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Setiap Jenis Cacar Berbeda Penyebabnya, Bagaimana Pengobatannya?

Berbeda jenis cacar, maka berbeda pula cara mengobati gejalanya. Pastikan Anda mengenali setiap jenis cacar sehingga tidak salah melakukan penanganan.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala

Direkomendasikan untuk Anda

resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020

Berbagai Manfaat Daun Kale, Si Hijau yang Kaya Zat Gizi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
panduan diet sehat untuk menurunkan berat badan, cara diet sehat, menu diet sehat, makanan diet sehat, diet sehat alami

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
diagnosis hiv

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020