3 Tanda di Kulit yang Harus Segera Diperiksakan ke Dokter

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Banyak orang yang menganggap sepele masalah kulit yang sedang dialaminya. Padahal, berbagai tanda yang muncul pada kulit bisa jadi pertanda kondisi kesehatan Anda, loh! Jika kebanyakan wanita menganggap jerawat adalah masalah kulit yang serius, nyatanya ada masalah kulit lain yang harusnya lebih Anda waspadai. 

Masalah kulit yang harus Anda waspadai

Setiap orang pasti memiliki tahi lalat, freckles (bintik di kulit), atau tanda lahir. Nah, seiring bertambahnya usia, tahi lalat, freckles, dan tanda lahir tersebut memungkinkan mengalami perkembangan dari waktu ke waktu. Bisa jadi perkembangan tersebut tidak memunculkan gejala apapun. Namun ada juga kemungkinan jika ketiganya merupakan gejala dari sesuatu yang lebih serius, misalnya kanker kulit.

Menurut  Arielle Kauvar, seorang dokter kulit sekaligus direktur New York Laser and Skin Care, ada tiga jenis kanker kulit yaitu: basal cell carcinoma, squamous cell carcinoma, dan malignant melanoma. Setiap jenis kanker tersebut memiliki penampilan yang berbeda dan memiliki tanda peringatan awal yang perlu diperhatikan.

Selain faktor genetik, penyebab lain dari penyakit tersebut adalah seringnya kulit terpapar sinar matahari

Berikut ini ada beberapa tanda keanehan kulit yang sebaiknya segera Anda periksakan ke dokter kulit.

1. Timbul bercak merah yang melebar dan tidak mau hilang

Perlu diketahui, setiap jenis kemerahan yang timbul di kulit yang terjadi terus-menerus, harus segera Anda konsultasikan ke dokter. Pasalnya ini bisa jadi menunjukkan iritasi serius. Entah karena adanya infeksi jamur, infeksi bakteri, ruam akibat demam, alergi ataupun hal lainnya.

Selain itu apabila ada bercak di tubuh Anda yang secara perlahan bertambah lebar, itu waktunya untuk periksa ke dokter. Hal ini dikarenakan timbulnya bercak merah yang melebar atau semakin besar berpotensi sebagai tanda dari basal atau squamous cell carcinoma. Meski begitu, bercak di kulit tidak selalu berwarna merah. Bercak kulit yang melebar itu bisa warna apa saja, mulai dari putih keabuan, coklat, hitam atau beberapa warna.

2. Tahi lalat yang membesar

Banyak yang menganggap tahi lalat sebagai penanda kecantikan. Padahal, terkadang tahi lalat membawa risiko yang harus diwaspadai. Pasalnya ada tahi lalat jenis tertentu yang merupakan sebuah peringatan tahap awal kanker kulit.

Coba mulai sekarang perhatikan bentuk tahi lalat yang ada di tubuh Anda. Waspadai tahi lalat yang berbentuk tidak oval atau bulat sempurna. Selain itu, perhatikan juga apakah pinggiran tahi lalat merata atau tidak. Anda juga harus waspada, apabila ada salah satu tahi lalat di tubuh Anda yang memiliki warna tidak seragam dan terlihat ada warna yang berbeda. Dan, yang terakhir pastikan jika tahi lalat yang Anda miliki tidak mengalami perubahan bentuk atau semakin membesar dari waktu ke waktu.

Agar lebih aman, jika Anda termasuk orang yang memiliki banyak tahi lalat, misalnya lebih dari seratus, ada baiknya memeriksakan diri ke dokter kulit secara rutin.

3. Munculnya benjolan di kulit

Sering kali tanpa ada sadari muncul benjolan yang Anda sendiri tidak tahu asalnya dari mana. Beberapa benjolan mungkin bisa sembuh dan tidak mengalami masalah yang serius, namun di lain sisi benjolan itu bisa juga berubah menjadi masalah serius. Terlebih jika benjolan tersebut dibarengi dengan munculnya kulit yang bersisik, pendarahan, terkelupas atau gatal.

Tidak dipungkiri untuk membedakan mana bercak sementara, bintik kulit atau tahi lalat yang merupakan tanda kanker terkadang membingungkan. Itu sebabnya, sebaiknya periksalah ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyebab Masalah Kulit Saat Karantina dan Cara Merawatnya

Meskipun kulit aman dari polusi, faktor lainnya di rumah bisa memicu masalah kulit. Ini sederet tips merawat kulit saat karantina.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Perawatan Kulit, Hidup Sehat 27/04/2020 . Waktu baca 6 menit

Muncul Ruam dan Gatal Sebelum Melahirkan? Itu Adalah PUPPP

PUPPP atau PUPPS adalah masalah kulit yang sering terjadi pada ibu hamil. Namun, apa yang membuat kondisi ini terjadi dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 26/03/2020 . Waktu baca 4 menit

4 Penyakit yang Menimbulkan Bentol Berair pada Kulit Bayi

Bentol berair pada kulit bayi tidak hanya terjadi akibat lecet saja. Namun, pada juga muncul akibat masalah kesehatan tertentu. Apa saja? Baca di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 14/03/2020 . Waktu baca 6 menit

4 Penyebab Bercak Putih Pada Kulit Bayi dan Cara Mengatasinya

Bercak putih pada kulit bayi bisa menandakan masalah kesehatan. Apa saja, ya? Lantas, bagaimana cara mengibatinya? Baca di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 28/02/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

teledermatologi saat pandemi

Teledermatologi, Layanan Konsultasi Masalah Kulit Online di Tengah Pandemi

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 04/07/2020 . Waktu baca 6 menit
gatal karena kulit kering

Kulit Kering Bikin Gatal? Begini Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
obat untuk infeksi jamur kulit

Cara Memilih Obat untuk Kulit yang Gatal Karena Infeksi Jamur Kulit

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020 . Waktu baca 6 menit
cara mengobati kalazion benjolan di mata

6 Cara Menghilangkan Benjolan di Kelopak Mata (Kalazion)

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 01/05/2020 . Waktu baca 4 menit