Hidradenitis Suppurativa, Peradangan Kulit Ketiak yang Sering Dikira Jerawat

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Jerawat biasanya muncul di wajah, meski sesekali bisa muncul juga di punggung. Namun jika timbul bintil mirip jerawat di daerah ketiak, ini bukanlah jerawat biasa melainkan hidradenitis suppurativa. Apakah kondisi ini berbahaya?

Apa itu hidradenitis suppurativa?

Hidradenitis suppurativa sering disalahartikan dengan jerawat. Kedua kondisi ini memang memiliki gejala dan tanda yang mirip. Keduanya sama-sama berupa benjolan berwarna merah yang terasa nyeri, berisi nanah, dan dapat menimbulkan bekas. Namun, hidradenitis suppurativa sama sekali berbeda dengan jerawat.

Hidradenitis suppurativa atau acne inversa adalah peradangan kronis di kelenjar apokrin (salah satu jenis kelenjar keringat). Sementara itu, jerawat merupakan peradangan kulit akibat penyumbatan kelenjar minyak.

Bintil hidradenitis biasanya muncul di tempat-tempat yang mudah berkeringat. Paling sering di daerah ketiak, selain itu dapat juga muncul di daerah genital, selangkangan, dada, dan bokong.

Perbedaan lainnya antara jerawat biasa dan hidradenitis suppurativa adalah ukuran benjolannya. Bint akibat hidradenitis suppurativa biasanya berukuran lebih besar dengan rasa nyeri seperti melepuh dan dapat berkembang menjadi abses (kantung berisi nanah).

Hidradenitis suppurativa bersifat kronis dan hilang-timbul. Seiring waktu, benjolan bisa mengempis dengan sendirinya, namun akan meninggalkan bekas jaringan parut. Dapat berupa perubahan warna kulit sampai keloid. Biasanya setelah sembuh, tidak berapa lama kemudian akan muncul benjolan lagi di daerah yang sama.

Siapa yang berisiko mengalami hidradenitis suppurativa?

Masalah kulit ini lebih sering menyerang wanita daripada pria. Biasanya bintil muncul pertama kali pada usia sekitar 20 tahun.

Selain itu, ditemukan bahwa merokok dan obesitas dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami masalah kulit ini.

Beberapa sumber juga mengutarakan bahwa orang-orang yang memiliki  hidradenitis suppurativa terlahir dari keluarga dengan riwayat penyakit serupa.

Apakah dapat disembuhkan?

Sampai saat ini, hidradenitis suppurativa belum dapat disembuhkan secara total. Beberapa pengobatan untuk kondisi ini bisa mengendalikan gejalanya, namun belum ada yang benar-benar dapat menyembuhkan. Pasalnya, kondisi ini bersifat kambuhan alias hilang-timbul terus menerus.

Beberapa hal yang dapat dilakukan adalah dengan mengatur pola diet. Sejumlah penelitian mengatakan bahwa mengurangi konsumsi produk dairy-free (non-dairy/bebas susu) dapat membantu meringankan kondisi ini. Selain produk dairy-free, hindari juga konsumsi makanan tinggi gula dan tepung-tepungan dapat membantu mengurangi tingkat kekambuhan.

Penting untuk menjaga kebersihan, menggunakan pakaian dalam yang longgar (untuk mengurangi gesekan dengan luka), dan mengompres hangat pada area yang bermasalah untuk mengurangi rasa nyeri dan peradangan.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Oktober 25, 2017 | Terakhir Diedit: November 15, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca