Setiap Jenis Cacar Berbeda Penyebabnya, Bagaimana Pengobatannya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28/05/2020 . 8 menit baca
Bagikan sekarang

Sebagaian besar orang mungkin hanya mengenal satu bentuk penyakit cacar, yakni cacar air. Chickenpox atau cacar air memang termasuk penyakit kulit menular yang paling umum. Sebagian besar kasus cacar air terjadi pada anak-anak. Namun, tahukah jika Anda berisiko terkena jenis cacar lainnya di kemudian hari setelah sembuh dari penyakit ini, yaitu cacar api? Ya. Terdapat beberapa jenis penyakit cacar lainnya dengan tingkat keparahan yang berbeda sehingga perlu diwaspadai.

Jenis cacar yang disebabkan varicella-zoster

Infeksi virus varicella-zoster dapat menyebabkan dua jenis penyakit cacar, yaitu cacar air dan cacar api atau herpes zoster. Virus ini mulanya menginfeksi saluran pernapasan kemudian virus menyebar dalam pembuluh darah dan menyebabkan infeksi di jaringan kulit.

Baik cacar air dan cacar api memunculkan gejala khasnya masing-masing meski penyebabnya sama. Maka itu, langkah pengobatannya juga berbeda. Bagaimana infeksi virus yang sama menghasilkan jenis penyakit kulit yang berbeda?

1. Cacar air (chickenpox)

Gejala utama cacar air ditandai dengan munculnya ruam kulit berupa bintik-bintik merah yang menimbulkan rasa gatal yang kuat. Satu sampai dua hari sebelum kemunculan gejala utama, orang yang terinfeksi jenis cacar ini akan terlebih dulu menagalami demam dan gejala mirip penyakit flu.

Dalam waktu beberapa hari ruam akan berubah menjadi vesikel atau lenting yang berisi cairan. Lenting kemudian akan mengempis menjadi papula sebelum akhirnya mengering membentuk keropeng.

Cacar air merupakan jenis penyakit yang bersifat self-limiting, artinya infeksi penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya. Perkembangan penyakit cacar air hingga keropeng mengelupas dengan sendirinya, dan dalam waktu 24 jam tidak ada lagi ruam kulit muncul, biasanya membutuhkan waktu 2-3 minggu.

Pengobatan cacar air

Pengobatan untuk jenis penyakit cacar ini bertujuan untuk mempersingkat masa infeksi sehingga penyakit bisa sembuh lebih cepat, sekaligus mengendalikan gejala. Namun penyakit ini bisa dicegah sepenuhnya melalui vaksinasi.

Untuk gejala demam di awal, penggunaan obat pereda nyeri seperti acetaminophen bisa menjadi pilihan. Sementara, antivirus seperti acyclovir yang fokus menghambat infeksi bisa diberikan dalam waktu 24 jam setelah ruam kulit pertama muncul.

Rasa gatal yang ditimbulkan jenis cacar ini bisa sangat mengganggu terutama di malam hari, membuat penderitanya tak berhenti menggaruk bagian kulit yang terdampak. Oleh karena itu, dokter biasanya juga memberika obat seperti antihistamin.

Selain penggunaan obat cacar air, terdapat berbagai langkah perawatan suportif yang bisa dilakukan untuk mengatasi penyakit ini salah satunya adalah dengan mandi cacar air menggunakan campuran oatmeal dan soda kue.

2. Cacar api (herpes-zoster)

Jenis cacar air ini juga sering disebut shingles atau cacar ular disebabkan karena ruam kulit yang ditunjukkan dengan warna merah menyala dan pola penyebarannya mengumpul dan melingkar di salah satu area tubuh.

Banyak yang menduga seseorang akan terserang cacar api ketika orang yang pernah terinfeksi cacar air tertular untuk kedua kalinya. Padahal, penyakit cacar api tidak  diakibatkan oleh re-infeksi virus varicella-zoster.

Pada saat Anda terserang cacar air dan sembuh, virus ini tidak hilang dari tubuh Anda. Virus varicella-zoster dapat hidup dan “tidur” dalam sistem saraf selama bertahun-tahun lamanya sebelum aktif kembali sebagai cacar api.

Sangat mudah membedakan cacar api dan cacar air. Selain pola penyebaran ruamnya, jenis cacar ini juga  menyebabkan timbulnya rasa nyeri dan sensasi terbakar pada kulit. Kondisi ini disebabkan oleh rusaknya sel-sel saraf akibat re-aktivasi virus.

Pengobatan cacar api

Jenis cacar ini umumnya dialami oleh orang-orang berusia lanjut di atas 60 tahun. Akan tetapi orang-orang yang memiliki kondisi sistem imun yang terus-menerus melemah, seperti ibu hamil dan penderita HIV/AIDS juga berisiko tinggi mengalami cacar api.

Selain menggunakan obat antivirus seperti acyclovir, untuk meredakan rasa nyeri maka pengobatan cacar api biasanya dikombinasikan dengan obat kortikosteroid seperti prednisone dan analgesik. Dosis yang diperlukan akan disesuaikan oleh dokter dengan tingkat keparahan rasa sakit.

Jenis cacar dari keluarga virus pox

Virus dari genus Orthopoxvirus yang menyebabkan cacar (smallpox), cacar monyet, dan moluskum kontangiosum menimbulkan gejala utama penyakit kulit yang serupa dengan cacar air.

Ketiga penyakit cacar ini sebenarnya tidak umum di Indonesia, bahkan salah satu jenisnya telah dinyatakan punah oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada akhir 1980 silam.

Tidak seperti cacar air dan cacar api yang umum menyerang kelompok umur tertentu, jenis penyakit cacar ini dapat membahayakan siapapun. Masing-masing memiliki kriteria penyakit yang khas, secara umum dibedakan melalui gejala.

Cacar termasuk salah satu penyakit mematikan sebelum ditemukan vaksinnya, cacar monyet punya tingkat keparahan penyakit yang serius, sedangakan moluskum kontangiosum berpotensi menjadi penyakit menular seksual ketika menyerang kemaluan.

Berikut ini adalah penjelasan mengenai gejala, penyebab, dan cara penanganan untuk ketiga jenis penyakit cacar tersebut.

1. Cacar (smallpox)

Virus penyebab penyakit cacar atau smallpox adalah variola. Karakteristik utama dari cacar adalah penyebaran lenting atau bintil lepuhan yang berisi nanah di sekujur tubuh. Gejala memang mirip dengan penyakit cacar air, tak jarang keduanya kerap disamakan.

Akan tetapi, jenis cacar ini telah dinyatakan musnah sejak tahun 1980. Catatan kasus terakhir dari penyakit ini adalah kasus di Afrika pada tahun 1977. Sebelumnya, cacar sempat menjadi wabah berbahaya yang menelan banyak nyawa sejak abad ke-18.

Kemusnahan penyakit cacar merupakan salah satu pencapaian besar dalam dunia medis, hal ini tidak terlepas dari gencarnya program vaksin cacar yang telah dilakukan selama berpuluh-puluh tahun. Vaksin cacar adalah vaksin pertama yang diproduksi untuk menghentikan penyakit yang disebabkan infeksi virus.

Tidak ada pengobatan khusus untuk jenis penyakit cacar ini. Meskipun vaksinnya dapat diandalkan untuk pencegahan penyakit sejenis, tapi sekarang ini vaksin cacar mungkin sulit diperoleh akibat langkanya jenis cacar ini.

2. Cacar monyet (monkeypox)

Cacar monyet alias monkeypox adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus langka. Virus ini merupakan virus zoonosis atau virus yang berasal dari hewan. Sebelumnya monyet adalah inang utama dari virus monkeypox. Oleh sebab itu, penyakit ini disebut dengan cacar monyet.

Gejala penyakit ini secara umum mirip dengan penyakit cacar (smallpox), tetapi diiringi gangguan kesehatan seperti demam, ruam kulit yang melepuh, dan pembengkakan pada kelenjar getah bening di ketiak.

Dari kasus cacar monyet yang ditemukan. Penularan jenis cacar ini awalnya berlangsung dari kontak langsung dan tak langsung antara manusia dengan hewan liar yang terinfeksi.

Sementara, penularan penyakit cacar monyet di antara manusia diduga berlangsung melalui kontak langsung dengan lesi kulit, cairan tubuh, droplet mukosa yang dikeluarkan saat bersin dan batuk, serta paparan material yang terkontaminasi virus cacar monyet.

Bahaya penyakit ini dapat dicegah dengan efektif melalui vaksin. Sementara, antivirus untuk pengobatan cacar air masih terus diteliti secara lebih lanjut.  Jenis cidofovir atau tecovirimat sejauh ini menjadi antivirus yang efektif membantu penyembuhan dalam beberapa kasus. Vaksin cacar bisa turut mencegah jenis cacar ini.

3. Moluskum kontangiosum

Infeksi moluskum kontagiosum menyebabkan munculnya ruam atau atau bintil berwarna kemerahan. Bintil biasanya berukuran 2-5 mm dengan bintik di bagian tengah.

Bintil kecil ini dapat muncul pada kulit di bagian tubuh yang terkena virus, seperti di wajah, kelopak mata, ketiak, badan, dan paha (selangkangan). Tidak seperti jenis cacar lainnya, gejala ini tidak muncul di telapak tangan, telapak kaki, dan mulut.

Kemunculan benjolan biasanya tidak disertai peradangan, kecuali jika Anda menggaruk kulit yang terdampak, gejala bintil akan menyebar dalam pola baris, kondisi ini disebut crop.

Jika jenis cacar ini muncul di kelopak mata, maka dapat menyebabkan gejala penyakit mata merah yang juga menular.

Moluskum kontagiosum akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa minggu. Jenis cacar ini biasanya tidak meninggalkan bekas.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Salep Apa yang Baik untuk Mengatasi Gatal Cacar Air?

Obat oles seperti salep dapat digunakan untuk membantu mengatasi rasa gatal akibat cacar air. Bagaimana cara penggunaannya yang efektif?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Health Centers 22/05/2020 . 6 menit baca

Waspadai Penyebab Cacar Air dan Berbagai Faktor Risikonya

Penyebab utama penyakit cacar air adalah infeksi virus varicella-zoster. Bagaimana infeksi memengaruhi keparahan penyakit? Bisakah sembuh dengan sendirinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Health Centers 20/05/2020 . 6 menit baca

Waspadai Ciri Scabies Berdasarkan Jenis dan Parahnya Gejala Kudis

Scabies atau kudis merupakan penyakit kulit menular. Penting bagi Anda mengenali ciri dan gejala scabies (kudis) untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Health Centers 20/05/2020 . 6 menit baca

Cara Membunuh Kutu Scabies untuk Hindari Infeksi Kudis Berulang

Tungau scabies yang bersarang di dalam kulit bisa menyebabkan kudis. Cari tahu cara mematikan dan membunuh kutu scabies agar terbebas dari risikonya!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Health Centers 19/05/2020 . 6 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

Cacar api pada anak dan bayi

Cacar Api pada Anak: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Cara Mencegahnya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020 . 6 menit baca
Vaksin cacar air

Vaksin Cacar Air (Varisela), Ketahui Manfaat dan Jadwal Pemberiannya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020 . 8 menit baca
ilustrasi wanita terkena infeksi jamur kulit yang dapat diatasi dengan obat oles atau salep jamur kulit

Kapan Harus Menggunakan Obat Antijamur Saat Muncul Gatal pada Kulit?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 22/05/2020 . 4 menit baca
Obat kudis tradisional alami

6 Bahan Alami yang Bisa Dimanfaatkan untuk Obat Kudis Tradisional

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 22/05/2020 . 6 menit baca