Gejala Herpes Pada Pria yang Mungkin Tidak Disadari

Oleh

Herpes adalah salah satu jenis penyakit kelamin menular yang paling umum terjadi di berbagai belahan dunia. Sayangnya, herpes sering muncul tanpa gejala. Dan jika memang muncul, gejala penyakit herpes sering kali disalahartikan sebagai gejala penyakit lainnya. Terlebih lagi, infeksi herpes lebih umum terjadi pada wanita daripada laki-laki.

Berikut adalah sejumlah ciri gejala penyakit herpes pada yang harus diwaspadai.

Apa saja gejala penyakit herpes yang mungkin muncul pada pria?

Herpes disebabkan oleh virus herpes simpleks yang ditularkan dan menyebar melalui hubungan seks tanpa kondom atau seks oral dan berciuman.

Begitu virus masuk melalui luka kulit terbuka atau lewat membran mukosa (jaringan lunak basah) di mulut atau alat kelamin, virus akan berjalan menelusuri sepanjang jalur saraf. Dari waktu ke waktu, virus dapat menjadi aktif. Ketika ini terjadi, virus akan berenang kembali ke permukaan di bawah kulit untuk mulai beraksi.

Pada titik ini, virus dapat menyebabkan wabah gejala. Gejala penyakit herpes biasanya muncul antara dua hari hingga dua minggu setelah paparan infeksi pertama kali. Gejala penyakit herpes pada pria yang paling umum, meliputi:

1. Flu dan tidak enak badan

Selama kemunculan wabah di tahap awal, gejala penyakit herpes biasanya menimbulkan gatal-gatal di penis yang disertai gejala flu umum, seperti demam, sakit kepala, badan pegal linu, tidak nafsu makan, dan kelenjar getah bening membengkak — terutama di selangkangan. Pria yang menunjukkan gejala herpes ringan mungkin tidak menduga bahwa mereka telah terinfeksi herpes.

2. Bintil di penis

Gejala penyakit herpes genital pada pria meliputi bintil kecil di sekitar penis. Bintil di penis sebenarnya merupakan hal umum. Benjolan di penis mungkin merupakan bagian alami dari kulit penis sehat, seperti pearly penile papules (PPP) atau bintik Fordyce, yang tidak perlu dikhawatirkan.

Bedanya, bintil penis yang menandakan gejala penyakit herpes mulanya berawal dari daerah kulit normal yang terasa gatal, kesemutan, atau hangat, dan berkembang menjadi benjolan yang teriritasi dan terasa menyakitkan. Bintil gejala penyakit herpes biasanya kecil berwarna kemerahan dan bertekstur padat, berisi cairan putih atau transparan. Kutil ini bisa muncul terpisah satu per satu atau secara berkelompok.

Bintil herpes bisa juga muncul di kulit tubuh lainnya, seperti bokong, paha, dan lengan, hingga di area sekitar mulut — jika kontak pertama Anda dengan virus adalah melalui seks oral atau berciuman.

3. Luka di kulit penis

Bintil gejala penyakit herpes pada akhirnya akan pecah dan menyebabkan luka borok terbuka yang basah dan terasa perih. Infeksi herpes berada di tahap yang paling menular selama pembentukan luka borok. Luka dapat tetap terbuka selama satu sampai empat hari.

Lama kelamaan kemudian akan muncul kerak di pinggiran luka, yang akan mengeras menjadi kopeng. Dalam dua-tiga hari, kulit baru akan terbentuk di bawah kopeng. Proses ini akan menyebabkan kulit retak dan timbul pendarahan dari kopeng, serta kulit terasa rasa nyeri, gatal, atau kering bersisik.

Dalam beberapa hari, keropeng yang terbentuk pada luka borok herpes akan mengelupas dan memperlihatkan kulit baru dan bebas virus di bawahnya. Waktu penyembuhan berlangsung selama sekitar tiga sampai tujuh hari. Jangan mencongkel, menarik, atau menggaruk kopeng sebelum luka benar-benar sembuh.

Hati-hati, gejala penyakit herpes dapat timbul kembali

Menurut CDC, gelombang pertama dari gejala penyakit herpes biasanya merupakan periode penyakit yang terburuk. Untuk mencegah penyebaran infeksi ke orang lain, hubungan seksual tidak disarankan selama periode ini.

Gejala penyakit herpes biasanya hilang dalam waktu 2 sampai 3 minggu, atau mungkin lebih cepat. Sayangnya, virus tetap tinggal di sistem tubuh Anda selamanya, dan bisa “menyala” lagi di lain waktu.

Infeksi herpes pada umumnya bisa kambuh hingga 4-5 kali dalam waktu satu tahun setelah Anda sembuh total dari wabah gejala pertama. Beberapa pasien melaporkan rasa kesemutan ringan di daerah bekas infeksi sebelum akhirnya mengalami gejala penyakit herpes kambuhan. Dengan berjalannya waktu, tubuh Anda membangun kekebalan terhadap virus, dan wabah mungkin timbul makin jarang, bahkan berhenti sama sekali pada beberapa orang.

Apakah herpes bisa disembuhkan?

Satu-satunya cara untuk mendeteksi gejala yang Anda alami merupakan herpes atau bukan adalah melalui pemeriksaan fisik dan tes sampel jaringan lunak atau tes darah oleh penyedia perawatan kesehatan di rumah sakit.

Namun, tidak ada obat untuk menyembuhkan herpes genital. Gejala penyakit herpes dapat dikurangi dan dicegah dengan terapi pengobatan. Pengobatan juga dapat mengurangi risiko Anda menulari orang lain.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Februari 11, 2017 | Terakhir Diedit: November 15, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca