backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

10

Tanya Dokter
Simpan

9 Penyebab Bintik Merah pada Penis dan Cara Mengatasinya

Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa · General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 21/06/2023

9 Penyebab Bintik Merah pada Penis dan Cara Mengatasinya

Pernahkah Anda mendapati munculnya bintik merah pada penis? Tentu hal ini bisa bikin sebagian pria merasa khawatir. Simak pembahasan berikut ini untuk mengetahui penyebab bintik merah pada kelamin pria.

Beragam penyebab bintik merah pada kelamin pria

Bintik merah pada Mr. P atau kelamin pria tidak selalu menandakan penyakit serius. Kondisi ini bisa saja disebabkan oleh kurangnya kebersihan atau iritasi ringan pada area kelamin pria.

Pada kondisi seperti ini, bintik-bintik merah tersebut biasanya akan hilang sendiri dalam 1–2 hari.

Walau begitu, kemunculan gangguan pada kulit ini juga bisa menandakan gejala kondisi serius, seperti infeksi menular seksual.

Untuk mengetahui lebih jelas mengenai berbagai penyebab bintik merah pada penis dan cara mengatasinya, mari simak pembahasan di bawah ini.

1. Herpes genital

herpes genital adalah penyakit kelamin

Herpes genital merupakan jenis penyakit kelamin yang sering menimbulkan bintik merah pada kelamin pria. Bintik-bintik ini juga bisa muncul pada buah zakar, paha, hingga bokong.

Di samping itu, bintik merah akibat herpes genital terkadang berupa lepuh (blister) berisi cairan atau darah saat pecah. Area kulit yang terinfeksi juga terasa gatal, perih, dan sakit.

Penyakit kelamin ini disebabkan oleh virus herpes simplex. Virus ini bisa masuk ke dalam tubuh saat berhubungan intim tanpa pengaman dengan orang yang telah terinfeksi.

Untuk mengatasinya, dokter bisa meresepkan obat antivirus, seperti acyclovir dan valacyclovir. Obat ini dapat meredakan gejala dan mencegah penyebaran virus ke orang lain.

2. Sifilis

Penyakit kelamin lainnya yang bisa menyebabkan bintik merah pada kelamin pria adalah sifilis. Infeksi menular seksual ini disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum.

Dikutip dari Mayo Clinic, tahap awal infeksi sifilis pada pria ditandai dengan luka cekung (ulkus) yang disebut chancre. Luka ini biasanya muncul pada kepala atau batang penis.

Setelah beberapa minggu, infeksi bakteri dapat menimbulkan gejala lain, seperti ruam, demam, sakit kepala, nyeri otot, dan pembengkakan kelenjar getah bening. 

Sifilis cukup mudah diobati pada tahap awal. Dokter bisa meresepkan obat antibiotik, termasuk penicillin, ceftriaxone, dan doxycycline, yang bisa disuntik atau diminum.

3. Kudis

Kudis atau juga disebut scabies adalah masalah kulit yang disebabkan oleh Sarcoptes scabiei.

Tungau yang memicu bintik merah pada penis ini dapat menyebar melalui kontak kulit ke kulit saat berhubungan intim atau saat berbagi mainan seks (sex toys).

Selain bintik merah yang terasa gatal, gejala lain yang dapat Anda rasakan yakni kulit kering dan bersisik, melepuh, serta kerak tebal pada kulit.

Untuk mengobati dan membersihkan tungau, dokter Anda mungkin akan memberikan resep krim oles, seperti permethrin atau crotamiton.

4. Molluscum contagiosum

Infeksi poxvirus bisa menimbulkan penyakit yang disebut molluscum contagiosum. Penyakit ini biasanya ditandai dengan benjolan kecil pada kulit dengan titik di tengahnya.

Molluscum contagiosum pada penis bisa terjadi akibat kontak kulit ke kulit ketika berhubungan. 

Virus ini juga bisa menyebar melalui handuk, pakaian, atau perlengkapan pribadi lainnya yang digunakan bersama dengan orang yang terinfeksi.

Penyakit infeksi kulit ini sering hilang dengan sendirinya. Akan tetapi, dokter bisa meresepkan obat oles, seperti asam salisilat, untuk membantu mengempiskan benjolan.

5. Balanitis

penis yang sehat

Munculnya bintik merah pada kepala penis kerap disebabkan oleh balanitis. Penyakit ini biasa terjadi pada pria yang tidak disunat dan tidak menjaga kebersihan area genitalnya.

Selain bintik merah, balanitis juga dapat menyebabkan penis gatal, nyeri ketika buang air kecil, hingga membuat kulup tidak bisa ditarik ke belakang kepala penis saat ereksi (fimosis).

Balanitis dapat Anda atasi dengan menjaga kebersihan area kelamin. Bersihkan penis dengan sabun, lalu keringkan dengan menepuk-nepuk lembut penis dan area di bawah kulup.

Jika gejala tidak kunjung membaik, dokter dapat meresepkan krim hidrokortison, krim antijamur (clotrimazole), atau antibiotik (metronidazole).

6. Infeksi jamur

Infeksi jamur pada penis atau kandidiasis disebabkan oleh jamur Candida. Penyakit ini umumnya terjadi akibat kurangnya kebersihan penis atau hubungan intim dengan orang yang terinfeksi.

Gejala yang paling umum yakni iritasi dan bintik merah pada kemaluan pria. Infeksi ini juga dapat menimbulkan sensasi gatal dan munculnya bau tidak sedap.

Kandidiasis dapat hilang sendiri dengan cara menjaga kebersihan area kelamin dan mengenakan celana longgar. Jika gejala makin parah dan tidak sembuh, segera temui dokter.

Dokter Anda mungkin meresepkan krim atau obat minum untuk melawan infeksi jamur, seperti clotrimazole, untuk meringankan gejala yang dialami.

7. Kutu kemaluan

Kemunculan bentol merah pada Mr. P dapat disebabkan oleh kutu kemaluan (Phthirus pubis).

Parasit yang hidup pada rambut kemaluan ini menggigit kulit untuk meminum darah manusia. Gigitan serangga kecil inilah yang menyebabkan iritasi dan munculnya bentol merah.

Kutu kemaluan dapat menyebar melalui kontak saat berhubungan. Dilansir oleh Sexual Health Victoria, kutu juga bisa bertahan pada handuk dan pakaian sebelum menyebar ke orang lain.

Pada umumnya, kutu kemaluan bisa Anda obati dengan krim oles yang mengandung bahan aktif, seperti permethrin atau pyrethrin. Keduanya ampuh untuk membunuh kutu dan telurnya.

8. Eksim genital

penis gatal

Eksim dapat menyebabkan iritasi pada kemaluan pria. Tergantung pada jenisnya, eksim bisa disebabkan oleh faktor genetik dan lingkungan, seperti stres, merokok, dan alergen.

Gejala eksim genital dapat berupa iritasi, ruam, atau bintik merah pada kelamin pria dan sekitarnya.

Dokter mungkin dapat memberikan kortikosteroid topikal untuk meredakan rasa gatal. Jika diperlukan, Anda juga bisa mengonsumsi antibiotik untuk mencegah dan melawan infeksi.

Di samping obat, mandi air hangat atau kompres pada kulit yang terdampak juga membantu meredakan rasa gatal pada area kelamin pria yang terkena eksim.

9. Psoriasis genital

Psoriasis terjadi ketika sel-sel kulit tumbuh terlalu cepat sehingga menyebabkan iritasi. Ini tergolong sebagai penyakit autoimun yang tidak diketahui pasti penyebabnya.

Jika psoriasis memengaruhi area kelamin pria, salah satu gejalanya ialah munculnya bintik merah pada penis.

Area kulit yang terdampak juga bisa dipenuhi ruam kemerahan, terasa gatal, kering, sakit, dan bahkan berdarah bila digaruk.

Meski tidak bisa sembuh sepenuhnya, dokter bisa meresepkan obat oles seperti kortikosteroid atau retinoid untuk membantu meredakan peradangan dan gejala lainnya.

Prosedur terapi cahaya atau fototerapi juga membantu membunuh sel darah putih yang terlalu aktif menyerang sel kulit sehat pada pengidap psoriasis.

Kesimpulan

  • Bintik merah pada penis bisa disebabkan oleh berbagai masalah kesehatan, seperti herpes genital, sifilis, kudis, balanitis, infeksi jamur, kutu kemaluan, eksim, dan psoriasis genital.
  • Menjaga kebersihan area genital dan menghindari hubungan seks berisiko dapat membantu Anda menurunkan risiko gangguan pada pria ini.
  • Jika bintik merah pada penis tidak kunjung hilang, konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebab dan langkah perawatan yang tepat.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa

General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 21/06/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan