Benarkah Berenang Bisa Memicu Eksim Anak Kembali Kambuh?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Eksim merupakan gangguan kulit yang sering menyerang anak. Eksim merupakan penyakit yang sifatnya kambuhan, yaitu hilang gejalanya tapi bisa muncul kembali sewaktu-waktu. Nah, berenang disebut-sebut sebagai aktivitas yang dapat memicu kambuhnya eksim. Benarkah demikian?

Benarkah berenang memicu eksim kambuh?

Anak dengan eksim, memiliki kulit yang sangat sensitif. Untuk itu, butuh perhatian ekstra dari anak sekaligus orangtua untuk menjaga kulitnya agar tetap sehat.

Eksim menyebabkan kulit anak menjadi gatal. Selain itu, kulit juga akan jadi lebih kering, muncul bercak ruam, dan berkerak.

Gangguan kulit ini bisa terjadi pada seluruh bagian tubuh, tapi yang paling umum di sekitar siku, belakang lutut, serta pergelangan tangan dan kaki.

Saat kambuh, menggaruk kulit malah akan membuat eksim bertambah parah. Beberapa aktivitas juga disebut-sebut dapat memicu eksim kembali kambuh, salah satunya berenang. Bagaimana bisa?

Air kolam renang umumnya mengandung bahan kimia tambahan berupa klorin (chlorine/Cl). Bahan kimia yang dikenal dengan kaporit ini sebenarnya ditambahkan untuk menjaga air kolam agar tetap jernih.

Sayangnya, kadar klorin pada kolam renang umum terkadang cukup tinggi sehingga berisiko mengiritasi kulit. Itu artinya, berenang pada air yang mengandung klorin tinggi bisa memicu gejala eksim kembali kambuh.

Tips berenang tanpa memicu kambuhnya eksim pada anak

anak berenang

Meski dapat memicu eksim kambuh, anak dengan kondisi ini tetap boleh saja berenang. Salah satu alternatifnya, Anda bisa mengajaknya berenang di kolam renang karet yang diisi air tawar bersih tanpa tambahan bahan kimia.

Jika tetap ingin mengajak si kecil berenang di kolam renang umum tanpa masalah, ada beberapa tips yang bisa Anda ikuti.

1. Konsultasi pada dokter

Supaya eksim tidak kembali kambuh, konsultasi ke dokter sebelum berenang sangat dianjurkan.

Jika dokter memberikan lampu hijau, Anda tentu boleh mengajak si kecil berenang. Sebaliknya jika dokter melarang, Anda harus memilih aktivitas lain yang menyenangkan dan lebih aman selain berenang.

2. Pastikan kondisi kulitnya sehat

Ini merupakan tips yang paling wajib Anda lakukan agar berenang tidak sampai memicu eksim kambuh. Anda harus memastikan lebih dahulu kulit anak dalam kondisi baik sebelum berenang. Kulit anak harus bebas dari rasa gatal atau luka terbuka.

Jika cuaca dingin, sebaiknya Anda tidak mengizinkannya berenang. Selain bisa turun hujan, udara dingin dapat membuat kulit semakin kering. Akibatnya, eksim akan rentan kambuh.

3. Oleskan pelembap dan tidak berenang terlalu lama

air masuk hidung berenang

Memakai pelembap merupakan bagian dari perawatan eksim pada anak. Jadi, jangan lupa untuk membawa pelembap anak ke mana pun ia pergi.

Satu jam sebelum berenang, oleskan pelembap atau salep ringan secara tebal dan merata pada kulit.

Jangan biarkan anak main air dan berenang tanpa kenal waktu. Berenang terlalu lama dapat membuat kulitnya kering dan mengelupas lebih mudah sehingga bisa memicu eksim.

Anda bisa memasang timer atau alarm di ponsel Anda sebagai pengingat.

Setelahnya, ajak si kecil untuk membersihkan tubuhnya. Hal ini berguna untuk mencegah klorin memicu eksim kambuh.

Bersihkanlah tubuh anak dengan air dan sabun. Setelahnya, keringkan tubuh dan oleskan kembali pelembap kulit.

4. Jangan lupa minum air putih

Kondisi kulit yang kering selama atau setelah berenang bisa memicu eksim kambuh. Untuk itu, asupan cairan anak harus terpenuhi. Air yang masuk ke dalam tubuh mampu menjaga kelembapan kulit. Jadi, selalu ingatkan si kecil untuk minum air putih saat ia berenang.

Eksim pada anak memang dapat kambuh karena berenang. Namun, dengan melakukan berbagai persiapan dan menaati anjuran dokter, Anda dan anak Anda dapat tetap menikmati aktivitas ini dengan tenang.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Bahan Alami yang Bisa Dimanfaatkan untuk Obat Kudis Tradisional

Obat kudis tradisional dengan bahan-bahan alami dapat melengkapi pengobatan medis yang dilakukan sehingga penyakit kulit ini teratasi lebih cepat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Health Centers 22/05/2020 . 6 menit baca

Setiap Jenis Cacar Berbeda Penyebabnya, Bagaimana Pengobatannya?

Berbeda jenis cacar, maka berbeda pula cara mengobati gejalanya. Pastikan Anda mengenali setiap jenis cacar sehingga tidak salah melakukan penanganan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Health Centers 21/05/2020 . 8 menit baca

Waspadai Penyebab Cacar Air dan Berbagai Faktor Risikonya

Penyebab utama penyakit cacar air adalah infeksi virus varicella-zoster. Bagaimana infeksi memengaruhi keparahan penyakit? Bisakah sembuh dengan sendirinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Health Centers 20/05/2020 . 6 menit baca

Waspadai Ciri Scabies Berdasarkan Jenis dan Parahnya Gejala Kudis

Scabies atau kudis merupakan penyakit kulit menular. Penting bagi Anda mengenali ciri dan gejala scabies (kudis) untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Health Centers 20/05/2020 . 6 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

ruam susu bayi

Berbagai Cara Mudah Mengatasi Ruam Susu Pada Bayi ASI Eksklusif

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . 4 menit baca
bahan alami untuk mengusir kulit kepala gatal

Bahan-bahan Alami untuk Mengusir Kulit Kepala Gatal

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 09/06/2020 . 5 menit baca
Cacar api pada anak dan bayi

Cacar Api pada Anak: Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Cara Mencegahnya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020 . 6 menit baca
ilustrasi wanita terkena infeksi jamur kulit yang dapat diatasi dengan obat oles atau salep jamur kulit

Kapan Harus Menggunakan Obat Antijamur Saat Muncul Gatal pada Kulit?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Dipublikasikan tanggal: 22/05/2020 . 4 menit baca