Daftar Obat Bisul yang Bisa Dibeli di Apotek

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Bisul adalah benjolan berisi nanah pada kulit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Staphylococcus aureus. Benjolan ini umumnya muncul di daerah wajah, leher, ketiak, bokong, dan paha. Sebetulnya, bisul bisa disembuhkan dengan kompres air hangat untuk meringankan nyerinya. Akan tetapi, kalau cara ini dirasa tak juga ampuh, sudah saatnya bagi Anda untuk pergi ke apotek dan membeli obat bisul berikut ini.

Deretan obat bisul yang ampuh dan tersedia di apotek

Diflorasone adalah obat

Pada dasarnya, bisul bukanlah masalah kulit yang serius dan mudah disembuhkan. Ya, Anda bisa mengobati bisul dengan obat bisul yang ada di apotek. Biasanya, apoteker atau dokter akan meresepkan antibiotik untuk meringankan infeksi dan mencegah penyebarannya.

Terlebih jika bisul terletak pada wajah dan menyebabkan demam, maka antibiotik adalah solusi yang tepat. Pasalnya, infeksi bisul yang telanjur parah dan tidak segera disembuhkan berisiko memicu komplikasi.

Nah, berikut ini beragam obat bisul yang dapat membantu mempercepat proses penyembuhan benjolan yang meradang.

1. Mupirocin

Mupirocin (Bactroban®) adalah salah satu salep antibiotik yang bisa dimanfaatkan sebagai obat bisul. Salep yang satu ini sering digunakan untuk melawan infeksi bakteri Staphylococcus aureus, bakteri penyebab berbagai masalah kulit seperti impetigo, eksim, psoriasis, herpes, dan sebagainya.

Mupirocin bekerja efektif dengan menghalangi aktivitas enzim isoleusil-tRNA sintetase. Enzim ini digunakan bakteri untuk membuat protein yang kemudian menginfeksi tubuh manusia. Tanpa enzim ini, bakteri akan mati secara perlahan sehingga proses penyembuhan bisul jadi lebih cepat.

Selain itu, mupirocin juga mengandung polyethylene glycol yang mudah diserap oleh kulit yang terinfeksi. Namun, hati-hati dan gunakan salep sesuai petunjuk dokter atau yang tertera pada label kemasan.

Pasalnya, kandungan bahan kimia pada obat bisul ini dapat memengaruhi kerja ginjal jika digunakan secara berlebihan. Efek samping lainnya berupa kulit gatal dan panas di sekitar area bisul, bengkak di wajah atau bibir, sakit kepala, hingga sesak napas. Maka itu, pastikan Anda mengikuti petunjuk pemakaiannya, ya.

2. Gentamicin

Gentamicin adalah jenis salep antibiotik spektrum luas yang ampuh mengobati bisul pada kulit. Salep bisul yang satu ini termasuk dalam kelas aminoglikosida yang efektif menghentikan pertumbuhan bakteri penyebab bisul.

Lagi-lagi, pastikan Anda menggunakan salep ini sesuai dengan aturan pemakaian. Pasalnya, salah pemakaian obat dan tidak sesuai dosis dapat menurunkan efektivitas obat. Ini juga yang membuat kenapa bisul tak kunjung sembuh atau bahkan semakin meluas.

Sebelum mengoleskan salep, cuci tangan terlebih dahulu hingga benar-benar bersih. Sehabis itu, oleskan salep secara tipis-tipis pada benjolan sebanyak 3-4 kali sehari. Gunakan pada waktu yang sama setiap hari supaya hasilnya lebih efektif dan mempercepat penyembuhan bisul.

3. Benzocaine

Benzocaine termasuk obat bisul berbentuk salep yang dapat membantu meredakan sakit akibat bisul. Pasalnya, cara kerja salep ini mirip seperti bius lokal yang dapat meredam sinyal rasa sakit pada kulit.

Itulah kenapa dengan hanya mengoleskan sedikit salep saja sudah mampu mengurangi rasa sakit Anda. Maka itu, cukup oleskan sedikit salep ke permukaan bisul sesuai dengan anjuran dari dokter atau yang tertera pada kemasannya.

Jika digunakan secara berlebihan, salep benzocaine dapat menimbulkan efek samping berupa iritasi kulit, kemerahan, bengkak di wajah atau lidah, dan ruam. Jangan ragu untuk menanyakan pada dokter atau apoteker jika Anda masih bingung harus seberapa banyak saat menggunakan salep ini.

4. Clindamycin

Clindamycin (Cleocin®) adalah obat oral yang biasanya digunakan untuk mengatasi infeksi serius, termasuk juga benjolan berisi nanah karena bisul. Obat bisul ini bekerja dengan cara menghambat kemampuan bakteri untuk memproduksi protein, yang digunakan untuk menginfeksi tubuh.

Karena termasuk obat golongan antibiotik, sebaiknya patuhi aturan minum dan lanjutkan hingga yang diresepkan habis. Menghentikan penggunaan obat yang terlalu cepat, terutama antibiotik, dapat membuat bakteri lanjut berkembang dan pada akhirnya membuat bisul tak kunjung sembuh.

5. Cephalexin

Cephalexin merupakan jenis antibiotik oral yang termasuk dalam kelas cephalosporins. Jika digunakan sesuai aturan pakai, salep bisul yang satu ini sangat efektif  menghambat pertumbuhan bakteri penyebab bisul.

Sama seperti jenis antibiotik lainnya, salep cephalexin juga punya efek samping yang perlu Anda waspadai. Efek sampingnya dapat berupa diare, mual, muntah, sakit perut, sakit kepala, ruam, dan demam. Maka itu, pastikan Anda benar-benar mengikuti aturan pemakaian dari dokter maupun yang tertera pada kemasannya.

6. Paracetamol atau ibuprofen

Jika infeksi bisul telah menjebar ke jaringan yang lebih dalam atau meluas, maka Anda memerlukan antiperadangan tertentu seperti paracetamol atau ibuprofen. Obat minum ini dapat membantu meringankan rasa sakit akibat benjolan berisi nanah yang meradang.

Akan tetapi, jika bisul terus melebar hingga lebih dari 1 cm, mengalami pembengkakan pada kelenjar getah bening, sakit yang tak tertahankan, atau bisul tak juga kempes dan kering setelah diberi obat, sebaiknya segera periksakan diri Anda ke dokter. Dokter mungkin akan menyuntikkan bius lokal untuk mengeluarkan nanah pada bisul dan mencegah infeksi lanjut yang mungkin terjadi.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Oktober 25, 2018 | Terakhir Diedit: November 15, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca