Tips Berolahraga untuk Penderita Asma

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13/03/2020
Bagikan sekarang

Apa itu exercise-induced asthma?

Seperti namanya, exercise-induced asthma (EIA) adalah jenis asma yang dapat dipicu oleh olahraga berat dan berkelanjutan. Kebanyakan orang dengan asma yang kronis akan mengalami gejala asma selama berolahraga. Namun, masih banyak orang tanpa asma yang kronis yang juga memperlihatkan gejala asma saat berolahraga.

Kenapa olahraga dapat memicu asma?

Ketika bernapas normal, kita menghirup udara yang hangat dan lembap melalui saluran hidung. Karena orang lebih cenderung bernapas melalui mulut saat berolahraga, mereka menghirup udara yang lebih dingin dan kering.

Dalamexercise-induced asthma, ikatan otot di sekitar saluran pernapasan sangatlah sensitif pada perubahan suhu dan kelembapan, serta bereaksi atas kontraksi, yang dapat mempersempit saluran pernapasan. Hal ini akan menyebabkan gejala seperti:

  • Batuk disertai asma
  • Sesak pada dada
  • Mengi
  • Kelelahan yang tidak biasa saat berolahraga
  • Napas menjadi pendek ketika berolahraga

Gejala ini mungkin membuat Anda khawatir, tetapi Anda tidak harus menghindari aktivitas fisik karena jenis asma ini. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat Anda ambil untuk mencegah gejala asma yang dapat membuat Anda mengontrol aktivitas fisik Anda secara normal.

Bagaimana agar dapat tetap berolahraga

1. Selalu waspada kapanpun dan dimanapun Anda berolahraga

Memiliki gejala asma ketika berolahraga tidak berarti Anda tidak bisa atau tidak boleh berolahraga. Tetapi berhati-hati dan waspadalah terhadap pemicu asma Anda.

Udara dingin dan kering dapat menjadi pemicu gejala asma. Jika Anda berolahraga di udara yang dingin dan kering:

  • Bernapaslah melalui hidung
  • Gunakan pelindung leher atau masker di sekitar mulut Anda
  • Jangan berolahraga ketika udara tercemar. Jangan berolahraga didekat lahan yang baru dipangkas
  • Lakukan pemanasan sebelum berolahraga, dan lanjutkan dengan relaksasi
  • Untuk pemanasan, berjalanlah atau lakukan olahraga Anda secara perlahan sebelum Anda mempercepatnya
  • Semakin lama pemanasan semakin baik
  • Untuk relaksasi, berjalanlah atau lakukan gerakan dengan lambat selama beberapa menit.

Beberapa jenis olahraga mungkin memiliki lebih kecil kemungkinan dalam memicu asma dibanding yang lain. Aktivitas yang melibatkan olahraga singkat atau periode tertentu biasanya lebih dapat ditolerir. Olahraga seperti berjalan, voli, basket, dan senam atau kasti. Berenang adalah olahraga yang baik untuk orang dengan EIA. Udara yang hangat dan lembap dapat membantu gejala asma Anda mereda. Sepak bola, kasti, dan olahraga lain dengan jeda di mana Anda tidak harus bergerak banyak juga lebih berisiko kecil memicu gejala asma Anda.

Namun, aktivitas yang menuntut Anda bergerak cepat setiap waktunya akan lebih dapat memicu gejala asma, seperti berlari, basket, dan sepak bola. Dan, olahraga di udara dingin seperti hoki es atau ice skating tidak akan dapat ditolerir.

2. Gunakan obat asma Anda sebelum berolahraga

Gunakan obat atau obat darurat Anda, pengobatan dari dalam sebelum Anda berolahraga.

  • Konsumsi sekitar 10-15 menit sebelum olahraga.
  • Obat ini akan membantu Anda selama 4 jam.

Obat jangka panjang dengan pengobatan dari dalam juga dapat membantu.

  • Konsumsi setidaknya 30 menit sebelum berolahraga.
  • Obat ini akan membantu Anda selama 12 jam. Anak-anak dapat menggunakan obat ini sebelum sekolah, dan ini akan membantu Anda sepanjang hari.
  • Waspadalah dalam mengkonsumsi obat ini setiap hari sebelum beraktivitas dapat mengurangi efektivitasnya seiring waktu.

Ikuti saran dokter Anda tentang obat apa yang harus Anda gunakan dan kapan harus menggunakannya.

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Manfaat Rutin Melakukan Yoga Bridge Pose pada Fisik dan Mental

    Bridge pose menjadi salah satu pose yoga yang memiliki banyak manfaat. Ragam manfaat tersebut mulai dari kesehatan fisik hingga menjaga kesehatan mental.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu

    6 Manfaat Jalan Kaki untuk Penderita Diabetes

    Penderita diabetes perlu mengontrol diabetesnya. Salah satu yang bisa dilakukan, yaitu jalan kaki. Apa manfaat jalan kaki bagi penderita diabetes?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Ihda Fadila

    Bagaimana Atlet Menjaga Fisik dan Mental Selama Pandemi COVID-19?

    Saat pandemi COVID-19 semua kejuaraan olahraga harus tertunda, ini bisa mempengaruhi performa, kesehatan fisik, dan kesehatan mental para atlet.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Coronavirus, COVID-19 14/04/2020

    Apa Benar Cuaca Dingin Dapat Memicu Asma Kambuh?

    Saat terpapar cuaca atau udara dingin ternyata memang dapat memicu asma untuk kambuh. Apa hubungannyas dan bagaimana hal ini dapat terjadi?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Roby Rizki
    Asma, Health Centers 13/04/2020

    Direkomendasikan untuk Anda

    10 Cara Mudah Turun Berat Badan Tanpa Olahraga

    10 Cara Mudah Turun Berat Badan Tanpa Olahraga

    Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
    Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
    Agar Tetap Bugar Selama Liburan, Sontek 4 Tips Olahraga Mudah Ini

    Agar Tetap Bugar Selama Liburan, Sontek 4 Tips Olahraga Mudah Ini

    Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
    Ditulis oleh: Fajarina Nurin
    Dipublikasikan tanggal: 25/05/2020
    Panduan bagi Penderita Asma Selama Pandemi COVID-19

    Panduan bagi Penderita Asma Selama Pandemi COVID-19

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020
    Teknik Latihan Pernapasan untuk Mengurangi Gejala Asma

    Teknik Latihan Pernapasan untuk Mengurangi Gejala Asma

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Dipublikasikan tanggal: 11/05/2020