Mengenal Manfaat dan Risiko Berenang untuk Penderita Asma

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Asma adalah penyakit yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran pernapasan. Kondisi ini menyebabkan penderitanya merasa sesak atau kesulitan ketika bernapas. Maka itu, penderita asma dianjurkan untuk memilih olahraga yang tepat untuk kondisinya. Salah satu jenis olahraga yang sangat direkomendasikan untuk penderita asma adalah berenang. Yuk, simak apa saja manfaat berenang untuk asma.

Mengapa berenang untuk asma sangat direkomendasikan?

Sejak dulu, berenang merupakan olahraga yang disarankan untuk penderita asma. Hal ini dikarenakan berenang tidak terlalu memicu asma kambuh jika dibandingkan olahraga lain.

Ini bisa disebabkan karena tingginya kelembapan udara di sekitar kolam renang. Dengan begitu, udara yang masuk tidak terlalu kering dan saluran pernapasan orang dengan asma tidak teriritasi.

Tak hanya itu, posisi tubuh yang mendatar (bukan tegak lurus) saat berenang juga memiliki efek yang positif terhadap saluran pernapasan penderita asma. Dibandingkan dengan olahraga lain, posisi tubuh ini akan membuat saluran pernapasan lebih rileks. Tubuh Anda tidak perlu menopang terlalu banyak tekanan seperti kalau Anda sedang berdiri. Di kolam renang, sebagian beban tubuh Anda akan ditopang oleh air.

Manfaat rutin berenang untuk penderita asma

anak takut berenang

Banyak penderita asma yang takut berolahraga. Umumnya, mereka khawatir kelelahan yang membuat serangan asma kumat. Nah, berenang bisa jadi solusi bagi penderita asma untuk tetap aktif bergerak dan berolahraga.

Pasalnya, kurang olahraga juga bisa membuat kondisi fisik penderita asma jadi lebih rentan terhadap penyakit, hingga asma jadi lebih mudah kambuh.

Olahraga berenang memang lebih aman daripada jenis olahraga seperti maraton. Selain itu, berenang juga sering direkomendasikan untuk pasien asma karena bermanfaat menjaga fungsi paru-paru.

Beberapa penelitian juga mengungkapkan bahwa gejala asma dapat berkurang pada pasien asma yang rutin melakukan olahraga renang dibanding yang tidak.

Meski bermanfaat, adakah risiko berenang untuk pasien asma?

Olahraga renang sendiri aman buat penderita asma. Akan tetapi, ada kandungan berbahaya dalam kolam renang yang harus Anda waspadai. Beberapa penelitian terakhir mengungkapkan bahwa kadar klorin tinggi yang terdapat pada kolam renang dapat memiliki efek iritasi pada saluran pernapasan, sehingga berisiko menjadi penyebab asma yang Anda miliki kambuh.

Klorin merupakan senyawa pembunuh kuman, bakteri, dan kotoran yang sering digunakan untuk kolam renang. Pada saat kita berenang, sebagian kecil klorin dapat terhirup masuk ke saluran pernapasan. Hal ini bisa menyebabkan iritasi, terlebih pada penderita asma.

Menurut sebuah studi dari jurnal Pediatrics, klorin yang terhirup berisiko menyebabkan saluran pernapasan perenang lebih sensitif terhadap alergen, yaitu pemicu serangan asma karena alergi.

Terlebih lagi, telah diketahui bahwa paparan klorin terhadap bayi juga dapat menyebabkan asma. Pasalnya, bayi memiliki paru-paru yang masih berkembang dan belum sempurna, sehingga sangat sensitif terhadap zat kimia yang bisa menyebabkan iritasi seperti klorin.

Meski ada risikonya, manfaat yang lebih besar dari berenang untuk penderita asma mungkin perlu menjadi pertimbangan utama Anda. Efek samping yang ditimbulkan klorin mungkin tidak sebesar efek samping yang terjadi jika Anda tidak berolahraga sama sekali.

Ditambah lagi, sensitivitas masing-masing orang berbeda. Bisa jadi saluran pernapasan Anda tidak terlalu sensitif sehingga akan baik-baik saja. Apabila Anda ragu, cobalah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan jawaban pasti.

Hal yang harus diperhatikan penderita sebelum berenang

Sayangnya, klorin sampai saat ini merupakan salah satu zat kimia yang sering digunakan sebagai agen disinfektan atau pembunuh bakteri. Itu sebabnya, ada baiknya untuk menjaga kebersihan ketika Anda yang punya asma hendak berenang.

Beberapa kolam renang menyediakan informasi nilai klorin. Mungkin, Anda bisa memilih yang kadar klorinnya tidak terlalu tinggi. Hal ini penting supaya Anda bisa menjaga kesehatan saluran pernapasan dan mencegah asma kambuh.

Pastikan juga setelah berenang Anda langsung membersihkan diri, mandi dengan air mengalir dan sabun. Jangan bersantai terlalu lama di pinggir kolam dengan baju renang untuk meminimalkan risiko menghirup partikel yang berpotensi memicu asma.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kiat Sukses Membakar 100 Kalori dalam 10 Menit, Setiap Hari

Olahraga adalah cara membakar kalori yang paling ideal dan terbukti aman. Bagi Anda terlampau sibuk dan tidak punya waktu, cukup luangkan 10 menit saja.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Olahraga Kardio, Kebugaran 8 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit

Strategi Latihan Agar Tak Kehabisan Napas Saat Main Badminton

Badminton atau bulu tangkis memang perlu ketangkasan. Anda pun jadi mudah kehabisan napas. Yuk, cari tahu cara menjaga napas saat main badminton di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 6 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

5 Gerakan Olahraga Aman untuk Atasi Pergelangan Tangan Sakit (Carpal Tunnel Syndrome)

Pergelangan tangan sakit akibat carpal tunnel syndrome tentu membuat aktivitas Anda jadi terhambat. Yuk, ringankan sakitnya dengan gerakan olahraga ini!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal, Gangguan Muskuloskeletal 1 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Cepat lelah dan kehabisan napas bisa jadi tanda kebugaran jantung dan paru-paru Anda kurang baik. Tapi bagaimana cara mengukurnya? Simak di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Olahraga Lainnya, Kebugaran, Hidup Sehat 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

senam otak

3 Gerakan Dasar Senam Otak untuk Meningkatkan Fokus, Juga Mengasah Kreativitas

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 29 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit
otot kekar pada wanita

Apakah Sehat Jika Wanita Berotot Kekar Bak Pria Binaragawan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 19 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Fungsi Kaporit dalam Air Kolam Renang dan Bahayanya Bagi Kesehatan

Sering Berenang? Waspada 5 Bahaya Kaporit Dalam Kolam Renang

Ditulis oleh: Tiara Putri
Dipublikasikan tanggal: 9 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
memaksa anak olahraga

Memaksa Anak Jago Olahraga

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 9 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit