home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengenal Manfaat dan Risiko Berenang untuk Penderita Asma

Mengenal Manfaat dan Risiko Berenang untuk Penderita Asma

Asma adalah penyakit yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran pernapasan. Kondisi ini menyebabkan penderitanya merasa sesak atau kesulitan ketika bernapas. Maka itu, penderita asma dianjurkan untuk memilih olahraga yang tepat untuk kondisinya. Salah satu jenis olahraga yang sangat direkomendasikan untuk penderita asma adalah berenang. Yuk, simak apa saja manfaat berenang untuk asma.

Mengapa berenang untuk asma sangat direkomendasikan?

Sejak dulu, berenang merupakan olahraga yang disarankan untuk penderita asma. Hal ini dikarenakan berenang tidak terlalu memicu asma kambuh jika dibandingkan olahraga lain.

Ini bisa disebabkan karena tingginya kelembapan udara di sekitar kolam renang. Dengan begitu, udara yang masuk tidak terlalu kering dan saluran pernapasan orang dengan asma tidak teriritasi.

Tak hanya itu, posisi tubuh yang mendatar (bukan tegak lurus) saat berenang juga memiliki efek yang positif terhadap saluran pernapasan penderita asma. Dibandingkan dengan olahraga lain, posisi tubuh ini akan membuat saluran pernapasan lebih rileks. Tubuh Anda tidak perlu menopang terlalu banyak tekanan seperti kalau Anda sedang berdiri. Di kolam renang, sebagian beban tubuh Anda akan ditopang oleh air.

Manfaat rutin berenang untuk penderita asma

anak takut berenang

Banyak penderita asma yang takut berolahraga. Umumnya, mereka khawatir kelelahan yang membuat serangan asma kumat. Nah, berenang bisa jadi solusi bagi penderita asma untuk tetap aktif bergerak dan berolahraga.

Pasalnya, kurang olahraga juga bisa membuat kondisi fisik penderita asma jadi lebih rentan terhadap penyakit, hingga asma jadi lebih mudah kambuh.

Olahraga berenang memang lebih aman daripada jenis olahraga seperti maraton. Selain itu, berenang juga sering direkomendasikan untuk pasien asma karena bermanfaat menjaga fungsi paru-paru.

Beberapa penelitian juga mengungkapkan bahwa gejala asma dapat berkurang pada pasien asma yang rutin melakukan olahraga renang dibanding yang tidak.

Meski bermanfaat, adakah risiko berenang untuk pasien asma?

Olahraga renang sendiri aman buat penderita asma. Akan tetapi, ada kandungan berbahaya dalam kolam renang yang harus Anda waspadai. Beberapa penelitian terakhir mengungkapkan bahwa kadar klorin tinggi yang terdapat pada kolam renang dapat memiliki efek iritasi pada saluran pernapasan, sehingga berisiko menjadi penyebab asma yang Anda miliki kambuh.

Klorin merupakan senyawa pembunuh kuman, bakteri, dan kotoran yang sering digunakan untuk kolam renang. Pada saat kita berenang, sebagian kecil klorin dapat terhirup masuk ke saluran pernapasan. Hal ini bisa menyebabkan iritasi, terlebih pada penderita asma.

Menurut sebuah studi dari jurnal Pediatrics, klorin yang terhirup berisiko menyebabkan saluran pernapasan perenang lebih sensitif terhadap alergen, yaitu pemicu serangan asma karena alergi.

Terlebih lagi, telah diketahui bahwa paparan klorin terhadap bayi juga dapat menyebabkan asma. Pasalnya, bayi memiliki paru-paru yang masih berkembang dan belum sempurna, sehingga sangat sensitif terhadap zat kimia yang bisa menyebabkan iritasi seperti klorin.

Meski ada risikonya, manfaat yang lebih besar dari berenang untuk penderita asma mungkin perlu menjadi pertimbangan utama Anda. Efek samping yang ditimbulkan klorin mungkin tidak sebesar efek samping yang terjadi jika Anda tidak berolahraga sama sekali.

Ditambah lagi, sensitivitas masing-masing orang berbeda. Bisa jadi saluran pernapasan Anda tidak terlalu sensitif sehingga akan baik-baik saja. Apabila Anda ragu, cobalah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan jawaban pasti.

Hal yang harus diperhatikan penderita sebelum berenang

Sayangnya, klorin sampai saat ini merupakan salah satu zat kimia yang sering digunakan sebagai agen disinfektan atau pembunuh bakteri. Itu sebabnya, ada baiknya untuk menjaga kebersihan ketika Anda yang punya asma hendak berenang.

Beberapa kolam renang menyediakan informasi nilai klorin. Mungkin, Anda bisa memilih yang kadar klorinnya tidak terlalu tinggi. Hal ini penting supaya Anda bisa menjaga kesehatan saluran pernapasan dan mencegah asma kambuh.

Pastikan juga setelah berenang Anda langsung membersihkan diri, mandi dengan air mengalir dan sabun. Jangan bersantai terlalu lama di pinggir kolam dengan baju renang untuk meminimalkan risiko menghirup partikel yang berpotensi memicu asma.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Bernard, A. (2010). Asma e natação: pesando os benefícios e os riscos. Jornal De Pediatria86(5). doi: 10.1590/s0021-75572010000500002

Piacentini, G., & Baraldi, E. (2011). Pro: Swimming in Chlorinated Pools and Risk of Asthma. American Journal Of Respiratory And Critical Care Medicine183(5), 569-570. https://doi.org/10.1164/rccm.201008-1277ED

Asthma and swimming – Swimming.org. (2020). Retrieved May 28, 2020, from https://www.swimming.org/justswim/asthma-and-swimming/

Exercise-Induced Bronchoconstriction (EIB) – American College of Allergy, Asthma, and Immunology. (n.d.). Retrieved May 28, 2020, from https://acaai.org/asthma/types-asthma/exercise-induced-bronchoconstriction-eib

Bernard, A., Nickmilder, M., Voisin, C., & Sardella, A. (2009). Impact of Chlorinated Swimming Pool Attendance on the Respiratory Health of Adolescents. PEDIATRICS124(4), 1110-1118. https://doi.org/10.1542/peds.2009-0032

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Shylma Na'imah Diperbarui 12/10/2020
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x