Mengenal Manfaat dan Risiko Berenang untuk Penderita Asma

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22/06/2020 . 4 menit baca
Bagikan sekarang

Asma adalah penyakit yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran pernapasan. Kondisi ini menyebabkan penderitanya merasa sesak atau kesulitan ketika bernapas. Maka itu, penderita asma dianjurkan untuk memilih olahraga yang tepat untuk kondisinya. Salah satu jenis olahraga yang sangat direkomendasikan untuk penderita asma adalah berenang. Yuk, simak apa saja manfaat berenang untuk asma.

Mengapa berenang untuk asma sangat direkomendasikan?

Sejak dulu, berenang merupakan olahraga yang disarankan untuk penderita asma. Hal ini dikarenakan berenang tidak terlalu memicu asma kambuh jika dibandingkan olahraga lain.

Ini bisa disebabkan karena tingginya kelembapan udara di sekitar kolam renang. Dengan begitu, udara yang masuk tidak terlalu kering dan saluran pernapasan orang dengan asma tidak teriritasi.

Tak hanya itu, posisi tubuh yang mendatar (bukan tegak lurus) saat berenang juga memiliki efek yang positif terhadap saluran pernapasan penderita asma. Dibandingkan dengan olahraga lain, posisi tubuh ini akan membuat saluran pernapasan lebih rileks. Tubuh Anda tidak perlu menopang terlalu banyak tekanan seperti kalau Anda sedang berdiri. Di kolam renang, sebagian beban tubuh Anda akan ditopang oleh air.

Manfaat rutin berenang untuk penderita asma

anak takut berenang

Banyak penderita asma yang takut berolahraga. Umumnya, mereka khawatir kelelahan yang membuat serangan asma kumat. Nah, berenang bisa jadi solusi bagi penderita asma untuk tetap aktif bergerak dan berolahraga.

Pasalnya, kurang olahraga juga bisa membuat kondisi fisik penderita asma jadi lebih rentan terhadap penyakit, hingga asma jadi lebih mudah kambuh.

Olahraga berenang memang lebih aman daripada jenis olahraga seperti maraton. Selain itu, berenang juga sering direkomendasikan untuk pasien asma karena bermanfaat menjaga fungsi paru-paru.

Beberapa penelitian juga mengungkapkan bahwa gejala asma dapat berkurang pada pasien asma yang rutin melakukan olahraga renang dibanding yang tidak.

Meski bermanfaat, adakah risiko berenang untuk pasien asma?

Olahraga renang sendiri aman buat penderita asma. Akan tetapi, ada kandungan berbahaya dalam kolam renang yang harus Anda waspadai. Beberapa penelitian terakhir mengungkapkan bahwa kadar klorin tinggi yang terdapat pada kolam renang dapat memiliki efek iritasi pada saluran pernapasan, sehingga berisiko menjadi penyebab asma yang Anda miliki kambuh.

Klorin merupakan senyawa pembunuh kuman, bakteri, dan kotoran yang sering digunakan untuk kolam renang. Pada saat kita berenang, sebagian kecil klorin dapat terhirup masuk ke saluran pernapasan. Hal ini bisa menyebabkan iritasi, terlebih pada penderita asma.

Menurut sebuah studi dari jurnal Pediatrics, klorin yang terhirup berisiko menyebabkan saluran pernapasan perenang lebih sensitif terhadap alergen, yaitu pemicu serangan asma karena alergi.

Terlebih lagi, telah diketahui bahwa paparan klorin terhadap bayi juga dapat menyebabkan asma. Pasalnya, bayi memiliki paru-paru yang masih berkembang dan belum sempurna, sehingga sangat sensitif terhadap zat kimia yang bisa menyebabkan iritasi seperti klorin.

Meski ada risikonya, manfaat yang lebih besar dari berenang untuk penderita asma mungkin perlu menjadi pertimbangan utama Anda. Efek samping yang ditimbulkan klorin mungkin tidak sebesar efek samping yang terjadi jika Anda tidak berolahraga sama sekali.

Ditambah lagi, sensitivitas masing-masing orang berbeda. Bisa jadi saluran pernapasan Anda tidak terlalu sensitif sehingga akan baik-baik saja. Apabila Anda ragu, cobalah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan jawaban pasti.

Hal yang harus diperhatikan penderita sebelum berenang

Sayangnya, klorin sampai saat ini merupakan salah satu zat kimia yang sering digunakan sebagai agen disinfektan atau pembunuh bakteri. Itu sebabnya, ada baiknya untuk menjaga kebersihan ketika Anda yang punya asma hendak berenang.

Beberapa kolam renang menyediakan informasi nilai klorin. Mungkin, Anda bisa memilih yang kadar klorinnya tidak terlalu tinggi. Hal ini penting supaya Anda bisa menjaga kesehatan saluran pernapasan dan mencegah asma kambuh.

Pastikan juga setelah berenang Anda langsung membersihkan diri, mandi dengan air mengalir dan sabun. Jangan bersantai terlalu lama di pinggir kolam dengan baju renang untuk meminimalkan risiko menghirup partikel yang berpotensi memicu asma.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Panduan bagi Penderita Asma Selama Pandemi COVID-19

Penderita asma adalah salah satu kelompok yang berisiko mengembangkan kondisi parah akibat COVID-19. Apa saja yang perlu diperhatikan saat menderita asma?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 24/05/2020 . 6 menit baca

Teknik Latihan Pernapasan untuk Mengurangi Gejala Asma

Oang dengan asma memiliki saluran pernapasan yang menyempit dan meradang, latihan pernapasan yang benar bisa mengurangi gejala sesak yang sering timbul.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Asma, Health Centers 11/05/2020 . 4 menit baca

Apa Benar Cuaca Dingin Dapat Memicu Asma Kambuh?

Saat udara dingin, asma seseorang bisa lebih rentan kambuh. Apa yang menyebabkan hal ini? Apa kambuhnya asma berhubungan dengan alergi dingin?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Asma, Kesehatan Pernapasan 13/04/2020 . 4 menit baca

Panduan Olahraga untuk Pasien Kanker Tulang

Olahraga untuk Anda yang memiliki kondisi kanker tulang mungkin memang sulit, tapi bukan berarti mustahil dilakukan. Inilah panduannya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kebugaran, Hidup Sehat 25/03/2020 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

Serangan jantung bersepeda

Hati-hati Serangan Jantung Saat Bersepeda Terutama untuk Pemula

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 24/06/2020 . 4 menit baca
berenang saat covid-19

Ada Rencana Berenang Saat Pandemi COVID-19? Begini Risiko Penularannya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . 5 menit baca
susu memicu asma

Benarkah Produk Susu Bisa Memicu Gejala Asma?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . 4 menit baca
cedera olahraga

10 Jenis Cedera Olahraga yang Paling Sering Terjadi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 11/06/2020 . 8 menit baca