Mengatasi Stres yang Menyebabkan Asma

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14/05/2020
Bagikan sekarang

Penderita penyakit kronis sering mengalami kecemasan tertentu. Namun, penting untuk membedakan apakah kegelisahan bermanfaat atau mengganggu kehidupan sehari-hari Anda. Kecemasan yang bermanfaat dapat memotivasi tindakan yang diperlukan, seperti mengambil langkah untuk mengendalikan kondisi kronis, namun kecemasan berlebih dapat memperburuk kondisi.

Stres yang terus berlangsung atau kesulitan mengatasi stres, dapat menyebabkan beberapa masalah untuk penderita asma, seperti:

  • kesulitan tidur
  • tubuh kurang fit akibat kurangnya olahraga
  • kesulitan berkonsentrasi
  • mudah marah
  • menjauh dari teman-teman dan kegiatan
  • perubahan napsu makan depresi

Saat level stress meningkat, begitu juga dengan gejala asma, seperti sulit bernapas, dan batuk. Dengan meningkatnya gejala asma, rasa gelisah juga meningkat, menyebabkan semakin memburuknya kesehatan.

Jika stres parah, kecemasan dapat berubah menjadi serangan panik, dengan gejala seperti:

  • sesak napas
  • merasa seperti dicekik
  • palpitasi jantung
  • gemetar
  • pusing
  • berkeringat
  • serangan hawa panas atau keringat dingin
  • perasaan mengawang-awang atau seperti keluar dari rubuh
  • takut akan kematian, menggila atau kehilangan kendali

Apa saja yang dapat dilakukan untuk mengatasi stres dan kecemasan?

Berikut adalah tips untuk membantu mengatasi stres dan mengendalikan gejala:

  • Makan makanan yang sehat. Gula, kafein dan alkohol dapat meningkatkan level stres. Hindari makanan yang mengandung ketiga bahan ini.
  • Napas dalam-dalam. Cobalah untuk bernapas dari diafragma sesering mungkin dan perhatikan napas Anda. Saat panik atau terserang rasa cemas, napaslah perlahan-lahan dan dalam-dalam melalui hidung.
  • Olahraga. Aktivitas fisik setiap hari adalah langkah yang baik untuk mengatasi rasa cemas.
  • Tidur. Banyak orang yang tidak memiliki tidur yang cukup. Kurang tidur dapat mengurangi energi dan sumber daya emosi serta fisik untuk menghadapi stres. Untuk tidur yang lebih nyenyak:
    • jangan tidur sampai merasa lelah
    • ikuti rutinitas tidur
    • gunakan kamar hanya untuk tidur (dan seks)
    • jangan berolahraga sebelum tidur
    • hindari kafein
    • jangan tidur pada siang hari
    • tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari.
  • Kurangi stres. Kenali penyebab stres dan coba selesaikan. Stres adalah bagian dari kehidupan, namun ada hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencegahnya dengan lebih efisien dalam waktu, seperti membagi dan memilih prioritas. Menghadapi tantangan dari asma juga dapat menyebabkan stres. Mengendalikannya dengan baik dapat mengurangi level stres Anda.
  • Ubah pikiran buruk. Batasi waktu untuk khawatir, sebagai contoh, “Setelah 15 menit, saya akan berhenti memikirkan hal ini”. Tersedia CD, DVD, dan buku yang dapat membantu proses mengubah pikiran. Ahli kesehatan mental dengan spesialisasi terapi perilaku dapat membantu.
  • Relaksasi. Teknik relaksasi, seperti napas dalam-dalam dan yoga dapat membantu mengurangi stres. Kelas, CD, buku dan DVD tersedia untuk mempelajari teknik ini. Lakukan teknik relaksasi 2 – 3 kali sehari selama 15 – 20 menit setiap kali.
  • Gunakan kalimat yang positif. Pikirkan hal yang menenangkan, seperti, “Tenang. Saya dapat mengatasinya.”
  • Minta bantuan. Keluarga dan teman-teman bersedia untuk membantu Anda. Jaga hubungan dengan orang-orang terpenting yang dapat membantu meringankan stres dan cemas. Pertimbangkan bergabung dengan kelompok dukungan untuk berkenalan dengan orang lain yang memiliki situasi serupa dan pelajari pengalaman mereka.
  • Cari bantuan profesional. Jika teknik pertolongan diri sendiri tidak mengurangi stres dan rasa cemas, pertimbangkan mencari pertolongan dari profesional kesehatan mental yang terkualifikasi yang dapat menyediakan kombinasi terapi kognitif dan perilaku, serta dapat memberi Anda obat-obatan anti cemas.

You are already subscribed to notifications.

Yang juga perlu Anda baca

Begini Cara Mengatasi Stres Karena PHK Akibat dari Pandemi COVID-19

Imbas dari COVID-19 membuat sebagian pekerja diberhentikan dari pekerjaannya dan merasa stres. Yuk, kenali cara mengatasi stres karena PHK di sini.

Ditulis oleh: Nabila Azmi
Jennyfer, M.Psi, Psikolog
Coronavirus, COVID-19 04/05/2020

10 Tips Mencegah Ibu Hamil Stres Selama Pandemi COVID-19

Virus COVID-19 memang mengkhawatirkan dan terkadang membuat ibu hamil stres. Berikut tips mencegah stres pada ibu hamil selama COVID-19.

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Coronavirus, COVID-19 02/05/2020

Berapa Lama Waktu yang Dibutuhkan untuk Mengatasi Patah Hati?

Mengatasi patah hati adalah hal yang kompleks. Ada harapan yang pupus dan pertanyaan-pertanyaan yang tidak terjawab. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu

Benarkah Ibu Rumah Tangga Rentan Stres? Apa Alasannya?

Banyak orang berpikir menjadi ibu rumah tangga itu enak dan mudah. Namun, ibu rumah tangga pun disebut rentan mengalami stres. Benarkah?

Ditinjau secara medis oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila

Direkomendasikan untuk Anda

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 26/05/2020
Panduan bagi Penderita Asma Selama Pandemi COVID-19

Panduan bagi Penderita Asma Selama Pandemi COVID-19

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020
Teknik Latihan Pernapasan untuk Mengurangi Gejala Asma

Teknik Latihan Pernapasan untuk Mengurangi Gejala Asma

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Dipublikasikan tanggal: 11/05/2020
Kenapa Kita Mudah Marah Saat Sedang Lapar?

Kenapa Kita Mudah Marah Saat Sedang Lapar?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 10/05/2020