7 Tips Jitu Mencegah Asma Kambuh Saat Berolahraga

Author: dr. Tania Savitri Kedokteran Olahraga

Tak cuma debu atau alergi terhadap sesuatu, serangan asma bisa terjadi akibat olahraga. Ya, asma saat olahraga kerap kali terjadi dan tidak disangka-sangka. Meski begitu, sebenarnya olahraga bisa jadi salah satu pengobatan alternatif bagi orang dengan asma, supaya mengurangi gejalanya.

Bahkan sebuah penelitian yang diterbitkan dalam European Respiratory Journal, membuktikan bahwa melakukan olahraga rutin selama 12 minggu dapat membuat gejala asma lebih terkontrol.

Tentu saja, serangan asma saat olahraga bisa dicegah kok. Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah asma saat olahraga. Yuk ikuti, supaya olahraga tenang dan tubuh pun bugar.

Kiat mudah mencegah asma kambuh saat olahraga

1. Kendalikan asma dengan baik

minum obat osteoporosis bisfosfonat

Mungkin Anda sudah tahu jika asma adalah penyakit kambuhan yang tidak bisa disembuhkan. Walaupun begitu, Anda tetap bisa mencegah asma kambuh. Nah, supaya tak terjadi serangan asma saat olahraga, Anda harus memastikan bahwa penyakit ini terkendali dengan baik.

Kendalikan penyakit asma yang Anda miliki dengan mengonsumsi obat-obatan yang dianjurkan dengan rutin. Ingat, beberapa obat memang disarankan untuk diminum rutin.

Nah, cara mencegah asma saat olahraga lainnya adalah dengan menghindari berbagai pemicunya. Ya, dari mulai debu, udara dingin, asap rokok, hingga polusi udara.

Alih-alih melakukan olahraga di luar ruangan yang dingin, berdebu, dan penuh dengan polusi, Anda bisa berolahraga di dalam ruangan. Jangan lupa untuk memastikan bahwa ruangan yang Anda pakai untuk olahraga bersih dari debu dan udaranya cukup bersih.

2. Tutup mulut dan hidung saat berolahraga di cuaca dingin

hidung meler

Ingat, asma dapat kumat bila Anda menghirup udara yang dingin dan kering. Menutup mulut dan hidung akan Anda menghalangi udara dingin untuk masuk ke saluran napas.

Anda dapat menggunakan selendang atau masker. Trik ini akan menjaga udara di sekitar mulut dan hidung Anda tetap hangat dan lembab.

3. Jangan lupa pemanasan dulu

pemanasan sebelum lari

Banyak yang menyepelekan pemanasan sebelum olahraga. Padahal pemanasan ditujukan untuk membuat tubuh siap dan tidak kaget ketika berolahraga. Hal ini penting dilakukan oleh siapapun, termasuk Anda yang memiliki penyakit asma.

Pasalnya, pemanasan adalah salah satu cara mencegah asma saat olahraga. Dimulai dari jalan perlahan kemudian dilanjutkan dengan lari-lari kecil selama 30 detik dan istirahat 60 detik. Anda bisa melakukan hal ini 2-3 kali.

Pemanasan sebelum olahraga bisa dilakukan selama 5-10 menit, tergantung dengan kondisi tubuh masing-masing.

4. Pilih jenis olahraga yang sesuai

manfaat yoga

Supaya asma tidak kambuh saat olahraga, pilih jenis olahraga yang sesuai, yaitu yang tidak membuat Anda terengah-engah.

Beberapa olahraga membuat Anda bernapas lebih cepat dibandingkan olahraga lainnya, contohnya lari jarak jauh, basket, dan sepakbola. Semakin cepat napas Anda, maka kemungkinan asma kambuh pun semakin tinggi.

Sementara itu, olahraga yang aman bagi Anda seperti sprint, baseball, voli, angkat beban, gulat, golf, voli, dan yoga. Jenis olahraga tersebut berlangsung singkat sehingga Anda tidak perlu terlalu sering mengambil napas dan memberikan Anda kesempatan untuk mengatur napas.

5. Biasakan menarik napas lewat hidung saat berolahraga

wajah merah setelah olahraga
Sumber: Fitness Tracker

Pada umumnya, ketika berolahraga, orang-orang sering kali menarik napas melalui mulut. Memang, menarik napas dengan mulut akan menarik jumlah udara yang lebih banyak dibandingkan menarik napas lewat hidung.

Namun berbeda dengan hidung, mulut tidak memiliki rambut-rambut dan rongga sinus seperti hidung yang membantu menghangatkan dan melembabkan udara yang masuk.

Dengan membiasakan menarik napas lewat hidung, Anda akan menjaga udara yang terhirup tetap hangat dan lembab sehingga Anda terhindar dari kumatnya asma.

6. Lakukan persiapan sebelumnya

nebulizer dan inhaler

Meski Anda bisa mencegah asma saat olahraga, sebaiknya tetap siapkan nebulizer dan inhaler ketika Anda berolahraga. Bila Anda takut untuk memulai olahraga karena asma yang Anda miliki, lebih baik konsultasi dan diskusikan hal ini pada dokter.

Apakah saya tidak boleh lari jarak jauh atau berkompetisi dalam basket atau sepakbola?

Bila lari maraton, basket, atau sepak bola merupakan olahraga favorit Anda, tapi Anda memiliki asma, jangan berkecil hati! Anda tetap bisa melakukan olahraga ini dengan aman.

Anda bisa mencegah asma dengan menggunakan obat-obatan seperti short-acting beta-2-agonist (SABA), low-dose inhaled corticosteroid, long-acting beta-2-agonist (LABA), dan higher-dose inhaled corticosteroid.

Beberapa obat-obatan ini termasuk ke dalam golongan obat yang diizinkan untuk digunakan dalam kompetisi (tidak dianggap sebagai doping).

Namun ada pula obat yang perlu Anda laporkan ke badan anti-doping bila digunakan saat berkompetisi. Konsultasikanlah dengan dokter Anda mengenai dosis dan pemakaian yang tepat.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: September 26, 2018 | Terakhir Diedit: November 15, 2019

Sumber