Olahraga yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan untuk Penderita Asma

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Olahraga itu penting bagi siapa saja, termasuk penderita asma. Meskipun bagi beberapa penderita asma olahraga bisa memicu serangan asma, bukan berarti Anda harus menghindari berolahraga. Supaya bisa berolahraga dengan tenang, kuncinya hanya satu; selektif dalam memilih olahraga yang aman bagi pernapasan Anda. Lantas, apa saja olahraga yang boleh dan tidak boleh untuk penderita asma? Berikut daftar rekomendasinya. 

Olahraga yang boleh untuk penderita asma

Tidak ada alasan bagi penderita asma untuk tidak berolahraga. Dengan strategi yang tepat, mereka yang punya asma bisa olahraga dengan tenang sehingga badan bugar dan fit bukan ilusi belaka.

Berikut beragam pilihan olahraga yang boleh dan aman dilakukan untuk penderita asma.

1. Berenang

epilepsi tidak boleh berenang

Berenang merupakan salah satu olahraga yang paling sering dianjurkan oleh dokter untuk penderita asma. Dibanding olahraga jenis lain seperti maraton, renang dinilai lebih aman karena tidak terlalu merangsang kekambuhan asma.

Udara di sekitar kolam renang yang lembap menjadi alasan utamanya. Ya, tingginya kelembapan udara di dalam kolam akan membantu melembapkan saluran pernapasan penderita asma. Alhasil, risiko kekambuhan serangan asma selama olahraga dapat diminimalisir.

Di samping itu, posisi tubuh yang mendatar saat berenang juga dapat membuat saluran pernapasan penderita asma lebih rileks. Ketika di kolam renang, beban tubuh Anda akan ditopang oleh air. Hal inilah yang membuat tubuh penderita asma tidak terlalu banyak tekanan ketika sedang berenang.

Hal ini pun diperkuat dengan laporan sejumlah penelitian yang mengungkapkan bahwa berenang secara rutin dapat membantu menurunkan gejala asma.

2. Jalan kaki

jalan cepat

Tak ingin mengeluarkan banyak tenaga tapi tetap ingin aktif bergerak? Jalan kaki bisa jadi solusinya. Jalan kaki termasuk olahraga sederhana untuk penderita asma yang bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Manfaat yang ditawarkan dari jalan kaki pun tidak sesederhana kelihatannya.

Jalan kaki dapat membantu meningkatkan kapasitas paru-paru dan membuat Anda rileks. Satu studi yang dipublikasikan dalam jurnal Allergy, Asthma and Clinical Immunology pun menemukan hal yang serupa.

Dalam studi tersebut, peneliti menemukan bahwa rutin berjalan kaki setidaknya tiga kali seminggu efektif meningkatkan kebugaran tanpa memicu serangan asma.

3. Yoga

pose yoga supaya cepat hamil

Yoga menawarkan banyak manfaat kesehatan untuk tubuh. Salah satunya, membantu mengendalikan gejala asma.

Bahkan, Constatine Saadeh, MD, direktur Allergy ARTS (Asthma, Rheumatology Treatment Specialists) di Texas mengatakan bahwa yoga dapat mengatasi dan mencegah kekambuhan penyakit asma secara alami. Dalam laman Everyday Health, Constatine mengatakan bahwa yoga membantu mengatur pola tarikan dan hembusan napas penderita asma.

Pada prinsipnya, semakin rumit pose yoga yang Anda lakukan, tubuh akan otomatis memerintahkan paru untuk mengambil dan membuang napas panjang secara perlahan. Tanpa disadari, teknik ini akan membantu meningkatkan kapasitas paru. Dengan begitu, Anda dapat menghirup volume oksigen dalam jumlah yang lebih banyak saat bernapas pendek.

Selain meningkatkan fungsi paru-paru, yoga juga bisa mengurangi gejala stress yang bisa memicu asma. Itu sebabnya, yoga jadi pilihan olahraga yang aman untuk para penderita asma.

Olahraga lain seperti pilates dan Tai Chi juga menawarkan manfaat yang sama seperti yoga.

4. Olahraga lainnya

Sumber: Livestrong

Olahraga lain yang aman untuk penderita asma adalah bersepeda. Namun, pastikan Anda hanya bersepeda santai dengan kecepatan yang relatif rendah, ya. Sebab, jika Anda mengayuh sepeda dengan kecepatan tinggi atau bersepeda di daerah pegunanan akan memicu serangan asma.

Bila ragu mengayuh sepeda di ruangan terbuka, Anda bisa olahraga sepeda statis di dalam ruangan. Sepeda statis cenderung lebih aman karena membuat Anda terhindar dari paparan polusi udara.

Voli juga bisa dijadikan pilihan olahraga yang aman untuk penderita asma. Selain tidak melibatkan terlalu banyak gerakan, olahraga ini juga tidak mengharuskan Anda untuk terlalu banyak berlari.

Olahraga yang tidak boleh untuk penderita asma

Penderita asma sebaiknya menghindari segala jenis olahraga dengan intensitas tinggi. Aktivitas fisik yang mengharuskan tubuh bergerak cepat dalam waktu lama dapat memberi tekanan berlebih pada paru-paru yang pada akhirnya memicu sejumlah gejala asma. Mulai dari napas pendek, sesak napas, hingga dada yang terasa sakit seperti tertindih batu.

Kalau penderita asma tetap nekat melakukan aktivitas fisik yang berat, mereka juga akan lebih mungkin untuk mengalami serangan asma yang parah. Kondisi ini diperparah bila sebelumnya Anda tidak terbiasa berolahraga.

Berikut sejumlah olahraga yang sebaiknya dihindari oleh penderita asma:

  • Sepak bola
  • Bola basket
  • Lari jarak jauh
  • Ice skating 

Mungkin masih banyak olahraga lain yang belum disebutkan di atas. Anda bisa berkonsultasi ke dokter untuk mencari tahu jenis olahraga apa saja yang sebaiknya dihindari penderita asma.

Yang perlu diperhatikan penderita asma saat berolahraga

Sebelum memulai berolahraga, sebaiknya Anda bertanya lebih dulu dengan dokter. Dokter akan membantu memutuskan aktivitas fisik apa saja yang sekiranya cocok untuk kondisi Anda.

Dikutip dari Get Asthma Help, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan penderita asma saat berolahraga.

  • Lakukan pemanasan selama 15 menit untuk membuat paru-paru mengatur asupan oksigen ke dalam tubuh.
  • Dalam cuaca dingin, tutup mulut dan hidung dengan masker atau syal tebal untuk menghangatkan udara sebelum masuk ke paru-paru.
  • Hindari pemicu asma yang bisa membuat asma kambuh atau memburuk.
  • Selalu membawa obat-obatan asma seperti inhaler sebagai langkah antisipasi bila gejala asma muncul sewaktu-waktu.  
  • Jika Anda berolahraga berkelompok atau bersama tim, pastikan teman atau pelatih Anda tahu Anda mengidap asma dan tahu apa yang harus dilakukan jika asma Anda kambuh.
  • Tingkatkan kewaspadaan Anda bila Anda pilek atau terkena infeksi pernapasan lainnya, serta bila sedang musim debu, dingin, atau hari sedang panas dan gersang.
  • Setelah berolahraga, lakukan pendinginan selama 15 menit dengan baik.
  • Segera berhenti berolahraga dan lakukan aksi cepat asma bila Anda mengalami tanda-tanda asma kambuh.

Sudah tahu ‘kan mana olahraga yang boleh dan tidak boleh untuk penderita asma? Pada intinya, lakukan aktivitas fisik yang membuat Anda merasa nyaman dan tidak memberikan tekanan berlebih pada paru-paru.

Ingat, asma bukan alasan untuk menghindari olahraga. Dengan diagnosis dan perawatan yang tepat, Anda dapat merasakan manfaat olahraga tanpa perlu khawatir dengan kekambuhan serangan asma.

Jadi, bijaklah dalam memilih jenis olahraga yang akan Anda lakukan.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca