Kenapa Ada Orang yang Alergi Bawang Putih? Bisakah Diobati?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Alergi susu, telur, kacang, dan seafood bosa dibilang merupakan jenis alergi makanan yang populer. Tapi mungkin jarang yang tahu soal alergi bawang putih. Lalu, apa yang menyebabkan seseorang alergi bawang putih?

Alergi bawang putih disebabkan oleh enzim khusus dalam bawang putih

Alergi itu sendiri biasanya disebakan oleh sistem kekebalan tubuh yang bereaksi terhadap zat mengancam yang masuk ke dalam tubuh. Alergi bawang putih diduga disebabkan oleh enzim alliin lyase dalam bawang putih. Ini didukung oleh sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Journal of Allergy and Clinical Immunology pada tahun 2004. Ketika sistem imun “gagal paham” dan mengira bahwa enzim tersebut membahayakan nyawa si empunya tubuh, imun akan mulai menyerang balik dengan memproduksi antibodi. Pada akhirnya menimbulkan serangkaian gejala alergi.

Dalam beberapa kasus yang dilaporkan, ada juga orang yang alergi terhadap bawang putih mentah namun tidak alergi kalau bawang tersebut sudah dimasak. Para ahli menyimpulkan kalau hal ini bisa saja mengindikasikan protein dalam bawang putih yang mentah ataupun matang dapat memicu timbulnya alergi dan rasa panas pada pencernaan tubuh.

Apa saja reaksi alergi pada bawang putih?

Gejala yang umumnya timbul dari alergi pada bawang putih berupa kulit ruam kemerahan gatal bertekstur kering mengelupas, yang jika digaruk berlebihan akan meninggalkan bekas luka. Gejala alergi bawang putih juga bisa termasuk pilek, bersin, batuk, mengi, dan sesak napas.

Terkadang alergi yang menimbulkan rasa gatal juga disertai kondisi bengkak. Bengkak akibat alergi ini umumnya terjadi pada bagian wajah, bibir, mulut, lidah dan tenggorokan sebagai reaksi terhadap paparan bawang putih. Kadang-kadang, pembengkakan bisa sangat parah sehingga memengaruhi kemampuan Anda untuk bernapas. Hal ini bisa menyebabkan mengi, pusing dan bahkan pingsan karena kekurangan oksigen ke tubuh.

Menurut Journal of American Medical Association, reaksi alergi terhadap bawang putih juga bisa berdampak pada saluran pencernaan. Reaksinya bisa meliputi muntah, sakit perut serta kram, hingga diare dan mual. Gejala ini biasanya terjadi dalam beberapa menit setelah makan makanan yang mengandung bawang putih.

Pada kasus yang langka, alergi ini bisa menimbulkan syok anafilaktik yang mengancam nyawa. Gejala anafilaktik termasuk penurunan tekanan darah, sulit bernapas karena penyempitan saluran udara, peningkatan denyut nadi, pusing, dan kehilangan kesadaran.

Bagaimana cara mengatasi alergi bawang putih? Apakah bisa disembuhkan?

Berhubung tiap bumbu masakan Indonesia umumnya mengandung bawang putih, hal terbaik yang bisa Anda lakukan untuk mencegah alergi kambuh adalah dengan menghindari makanan yang menyebabkan alergi. Pengobatan lain yang bisa Anda lakukan adalah dengan mengonsumsi cetirizine (antihistamin). Tapi obat ini hanya bertujuan untuk mengurangi gejala alergi, karena pada dasarnya alergi itu tidak bisa disembuhkan. Klik tautan berikut untuk cari tahu cara mengatasi gejala reaksi alergi yang kambuh sewaktu-waktu.

Kemudian, apabila Anda merasa tidak bisa menghindari makanan yang memicu alergi, Anda bisa berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter untuk melakukan terapi alergi, dimana Anda akan diberikan zat alergen dalam jumlah kecil dan dikontrol secara rutin dalam waktu beberapa tahun yang bertujuan untuk membiasakan tubuh terhadap zat alergen tersebut sehingga bisa meminimalkan keluhan yang muncul ketika terpapar alergen.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Agustus 27, 2017 | Terakhir Diedit: November 15, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca