7 Cara Mengatasi Gejala Alergi yang Kumat

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Alergi terjadi karena sistem imun Anda salah mengira zat yang pada dasarnya tidak berbahaya sebagai ancaman bagi tubuh. Zat yang tidak berbahaya ini disebut sebagai alergen. Pada orang kebanyakan, paparan alergen lewat hirupan, konsumsi, atau kontak kulit tidak akan menimbulkan dampak negatif. Namun pada orang yang sangat sensitif, paparan alergen dapat memicu tubuh melepaskan antibodi yang menghasilkan reaksi negatif. Lantas, bagaimana cara mengatasi alergi agar tidak sampai berakibat fatal?

Cara mengatasi dan mengobati gejala alergi

Gejala alergi umumnya ringan, berupa kulit gatal-gatal, mata berair, atau bersin-bersin. Namun pada kasus tertentu, reaksi alergi dapat berubah menjadi syok anafilaksis yang membahayakan nyawa.

Apabila Anda atau orang lain mengalami reaksi alergi, ikuti beberapa cara di bawah ini untuk mengobati gejalanya sampai mereda:

1. Segera hindari alergen

Sesaat setelah gejala alergi muncul, Anda harus segera kenali dan menghindari sumber pemicunya. Pemicu alergi umumnya ada di sekitar Anda, bisa berupa makanan, debu polusi, bulu hewan, hingga obat-obatan tertentu. 

Jika pemicu alergi Anda adalah makanan, segera hentikan makan. Sementara jika alergi Anda dipicu oleh debu atau bulu hewan, segera pindah ke ruangan lain yang tidak “tercemar”.

Selama waktu ini, Anda juga harus bersikap tenang. Merasa panik atau cemas justru malah dapat memperparah reaksi alergi Anda. 

2. Minum obat

Langsung minum obat alergi begitu gejala pertama muncul untuk segera mengobati kondisi Anda.  Obat alergi umumnya dapat digunakan sebagai cara pertama mengatasi gejala alergi yang umum seperti gatal, bersin, dan bengkak di bibir.

Berikut obat-obatan yang bisa dibeli di apotek terdekat:

  • Obat antihistamin bekerja memblokir reseptor histamin yang keluar sehingga tubuh Anda tidak bereaksi terhadap alergen. 
  • Obat steroid umumnya akan diresepkan apoteker untuk mengobati gejala alergi yang disertai pembengkakan, kemerahan, dan gatal-gatal pada kulit. Ada obat steroid yang diminum, ada juga yang berbentuk salep dan krim untuk dioles ke kulit.
  • Obat dekongestan dapat diminum apabila gejala alergi yang muncul menyebabkan hidung jadi berair dan tersumbat. Mengobati gejala alergi pakai obat dekongestan tidak boleh terlalu lama, maksimal 72 jam setelah alergi. 

3. Oles krim alergi

Bentol dan gatal akibat alergi tidak boleh digaruk. Kebiasaan ini dapat menyebabkan luka lecet dan gejala semakin parah.

Sebagai cara mengatasi sekaligus mengobati gejala alergi tersebut, Anda bisa lebih dulu mengeringkan badan dan mengganti pakaian. Gunakan pakaian berlengan panjang berbahan katun lembut sebagai cara mengobati gatal karena alergi. Hindari memakai pakaian yang ketat karena dapat membuat gejala alergi, seperti gatal-gatal dan sesak napas, semakin parah.

Untuk meredakan gatal, Anda bisa mencoba salah satu dari dua cara berikut ini:

  • Mengoleskan krim kortikosteroid topikal. Kortikosteroid mengandung steroid yang mengurangi peradangan dan gatal-gatal. 
  • Oleskan losion calamine. Losion calamine dapat menyejukkan kulit yang sedang panas meradang akibat gatal-gatal.

4. Berendam air hangat yang dicampur oatmeal koloid

Anda juga bisa mengatasi gatal karena alergi dengan berendam air hangat dan dicampur oatmeal koloid. Ini adalah oatmeal yang ditumbuk halus hingga menjadi bubuk.

Mengobati gatal dengan berendam oatmeal koloid dapat menenangkan kulit meradang karena alergi.

Pastikan Anda menggunakan campuran air yang benar-benar hangat. Pasalnya, jika menggunakan air panas, ini dapat mengiritasi dan membuat kulit Anda yang sedang terkena gejala alergi jadi kering. 

5. Kompres es 

Anda juga dapat mengatasi gatal atau bengkak akibat gejala alergi dengan cara mengompreskan es.

Isi kantong plastik dengan beberapa bongkah es batu. Balut plastik tersebut dengan kain waslap tipis dan tempelkan langsung di bagian tubuh yang gatal atau bengkak. Kompres selama 10 hingga 15 menit.

Cara ini boleh digunakan berulang kali sampai gejala mereda, namun berikan jarak antar sesi pengompresan per 15 menit.

6. Pakai saline spray untuk meredakan hidung tersumbat

Anda bisa menggunakan semprotan hidung sebagai cara mengobati sekaligus meredakan hidung tersumbat saat alergi. 

Maka itu American Academy of Allergy, Asthma & Immunology (AAAAI) merekomendasikan Anda untuk mengatasi kondisi tersebut dengan menggunakan air saline. Membilas dengan air saline dapat menghilangkan alergen dan membersihkan saluran udara. 

Baik sediaan air saline dan alat semprotannya bisa dibeli di apotek. Namun, Anda juga bisa membuat semprotan saline sendiri di rumah sebagai cara mengatasi sinus akibat alergi:

  • Aduk 3 sendok teh garam (tanpa iodida) dan 1 sendok teh baking soda dalam wadah.
  • Ambil 1 sendok teh campuran tersebut, lalu tambahkan ke segelas (235 ml) air matang.
  • Masukkan ke neti pot yang bisa dibeli di apotek, dan semprot ke hidung Anda

Pertolongan pertama mengatasi syok anafilaksis karena alergi

Reaksi alergi bukan hanya sekadar gatal, bersin, dan bengkak saja. Alergi yang parah juga dapat menyebabkan anafilaksis. Ini adalah kondisi yang fatal, karena dapat menyebabkan kematian. 

Reaksi ini umumnya terjadi beberapa menit setelah Anda terpapar alergen parah dan tidak diobati. Alhasil, tubuh yang tidak diatasi segera dapat dapat menyebabkan hilangnya kesadaran, gangguan pernapasan, dan detak jantung berhenti.

Sebelum mengetahui cara mengobati gejala alergi parah ini, ketahui dulu tanda-tanda anafilaksis yang harus diwaspadai:

  • Reaksi kulit seperti gatal-gatal, gatal atau warna kulit jadi pucat
  • Susah bernapas sampai mengi
  • Pusing dan pingsan
  • Mengalami pembengkakan di wajah
  • Mual 
  • Detak jantung lemah dan cepat

Jika Anda melihat atau sedang bersama orang yang mengalami anafilaksis Anda wajib melakukan cara mengatasi alergi yang membahayakan jiwa dengan tahapan berikut ini:

  • Hubungi rumah sakit atau unit gawat darurat segera
  • Ketahui apakah orang tersebut punya suntikan epinefrin (EpiPen) atau tidak. Semakin cepat mengobati orang yang terkena anafilaksis dengan suntikan epinefrin, semakin baik untuk kondisi orang tersebut.
  • Jika ada suntikan epinefrin, bantu mereka menyuntikkan atau suntikan obat alergi tersebut ke lengan
  • Usahakan orang yang mengalami anafilaksis tetap tenang.
  • Bantu orang yang mengalami kondisi tersebut untuk berbaring telentang.
  • Angkat kaki sekitar 30 cm dan tutupi dengan selimut.
  • Balikkan tubuh jika mereka muntah.
  • Pastikan mereka mengenakan pakaian yang longgar sehingga mereka bisa bernapas.
  • Hindari memberikan obat, minuman, atau mengangkat kepala, terutama jika mereka kesulitan bernapas.
  • Segera telepon dan bawa ke rumah sakit jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami anafilaksis, bahkan jika gejalanya mulai membaik.

Jika orang menderita anafilaksis tidak bernapas, batuk, atau bergerak, Anda mungkin perlu melakukan CPR (Cardiopulmonary resuscitation). Ini adalah cara mengatasi gejala alergi anafilaksis dengan menekan dada korban sebanyak 100 kali per menit sampai petugas medis datang. 

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Januari 24, 2020 | Terakhir Diedit: November 27, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca