4 Cara Mengatasi Alergi Dingin Saat Hamil Andalan Para Bunda

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Masa kehamilan bisa jadi merupakan masa-masa paling indah sekaligus berat bagi seorang calon ibu. Pasalnya, Anda harus menjaga perkembangan janin sekaligus melindungi diri dari berbagai gangguan kesehatan, tidak terkecuali alergi yang bisa muncul akibat cuaca buruk dan udara dingin. Agar momen kehamilan tidak terganggu, ada sejumlah cara mengatasi alergi dingin saat hamil yang bisa Anda lakukan.

Gejala alergi dingin saat hamil

Alergi merupakan satu dari sekian banyak kondisi kesehatan yang dapat terjadi saat Anda hamil. Mengutip informasi pada laman What to Expect, rata-rata 1 dari 4 wanita umumnya mengalami alergi selama masa kehamilan. Risiko alergi bahkan bisa lebih tinggi jika Anda memiliki riwayat kondisi ini dalam keluarga.

Sebelum menerapkan cara mengatasi alergi dingin, pertama-tama Anda perlu mengenali gejalanya. Tanda-tanda alergi saat hamil umumnya menyerupai alergi rinitis atau hay fever, yaitu:

  • hidung tersumbat atau meler
  • batuk dan bersin
  • napas nyaring
  • sakit kepala
  • ruam pada kulit
  • telinga dan tenggorokan gatal
  • mata gatal dan berair

Terkadang, hidung tersumbat bisa jadi hanyalah efek kehamilan dan bukan merupakan tanda alergi. Tingginya hormon estrogen dan progesteron selama kehamilan akan meningkatkan aliran darah, termasuk menuju hidung. Membran mukosa di area tersebut kemudian mengalami pembengkakan sehingga hidung Anda tersumbat.

Kondisi ini dapat bertambah parah saat Anda terpapar pemicu seperti cuaca dingin. Jika gejala yang Anda alami tidak disertai dengan bersin atau mata gatal dan berair, maka Anda mungkin hanya mengalami hidung tersumbat dan bukan alergi.

Cara mengatasi alergi dingin saat hamil yang disarankan

Meskipun tidak membahayakan ibu maupun kandungan, alergi dingin saat hamil dapat mengganggu fokus Anda selama memantau perkembangan janin. Berikut adalah tips mengatasi alergi dingin yang disarankan.

1. Menggunakan obat semprot hidung

Obat semprot hidung (nasal saline) merupakan sejenis larutan garam yang aman digunakan saat hamil. Untuk menggunakannya, semprotkan obat pada masing-masing lubang hidung sebanyak 3-6 kali. Diamkan selama 30 detik, lalu embuskan napas Anda dengan keras hingga larutan garam keluar.

2. Menjaga kelembapan udara

Salah satu cara mengatasi alergi dingin saat hamil adalah dengan menjaga kelembapan udara di rumah Anda. Gunakan humidifier bila tersedia, dan aturlah kelembapan rumah Anda agar berada di bawah 50 persen karena kelembapan udara di atas 60 persen adalah tempat yang ideal bagi tungau dan jamur untuk berkembang. Keduanya dapat memperparah gejala alergi yang Anda alami.

3. Minum obat antihistamin

Antihistamin adalah golongan obat yang banyak digunakan untuk mengobati alergi, termasuk rinitis. Salah satunya adalah difenhidramin yang sering direkomendasikan untuk ibu hamil. Pilihan lain yang cukup aman adalah loratadine, tapi Anda tetap harus berkonsultasi dengan dokter apalagi kalau Anda berada di trimester pertama.  

4. Minum dekongestan

Dekongestan adalah obat yang digunakan untuk meredakan hidung tersumbat, baik akibat flu ataupun alergi. Obat dekongestan yang digunakan untuk mengatasi hidung tersumbat biasanya mengandung pseudoefedrin.

Namun, penggunaan obat ini sebaiknya dihindari selama trimester pertama. Jika obat ini sering digunakan maka dapat membatasi aliran darah ke plasenta. Jadi, pastikan bahwa Anda telah berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini.

Cara mengatasi alergi dingin secara alami terkadang tidak cukup untuk meredakan gejala yang Anda alami. Selalu sampaikan keluhan Anda selama hamil pada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Bila alergi Anda termasuk parah, dokter dapat menyarankan metode lain yang bersifat medis seperti terapi imun.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Maret 21, 2019 | Terakhir Diedit: November 15, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca