Apa Bedanya Alergi Susu dan Intoleransi Laktosa?

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20/03/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Alergi susu sapi dan intoleransi susu sapi (intoleransi laktosa atau lactose intolerance) layaknya sebuah koin yang memiliki dua permukaan berbeda. Banyak orang yang menganggap sama, walaupun sebenarnya sama sekali berbeda.

Alergi susu adalah ketika sistem kekebalan tubuh bayi Anda bereaksi terhadap protein dalam susu. Ini adalah alergi anak yang paling umum, terjadi pada 2-7 persen bayi. Bayi yang memiliki eksim lebih mudah menderita alergi susu.

Intoleransi laktosa adalah ketika bayi Anda memiliki kesulitan mencerna laktosa, yaitu gula alami yang terkandung dalam susu. Intoleransi laktosa pada bayi biasanya terjadi setelah infeksi perut (viral gastroenteritis). Hal ini dapat berlangsung  sekitar empat minggu sebelum usus pulih dan mulai mengalami kerusakan laktosa lagi.

Alergi susu pada bayi

Bayi Anda mendapat protein susu melalui ASI jika Anda sering minum atau makan produk susu. Atau, bayi mungkin bereaksi terhadap susu formula sapi.

Susu mengandung dua jenis protein:

  • Kasein, yaitu dadih yang terbentuk ketika susu berubah menjadi asam
  • Whey, merupakan bagian berair yang tersisa ketika curd hilang

Bayi Anda mungkin alergi terhadap satu atau kedua protein ini.

Jika bayi Anda alergi, dia akan bereaksi langsung setelah minum atau makan sesuatu dengan bahan susu. Wajahnya akan memerah dan muncul ruam merah, dan juga cenderung memiliki mata berair dan hidung tersumbat. Bayi juga akan mengalami diare, dan dapat mengalami reaksi yang jarang terjadi tetapi lebih serius, disebut anafilaksis.

Dokter Anda dapat mengetahui apakah bayi Anda memiliki alergi dengan membicarakan reaksi bayi dan mengambil sampel darah. Dokter Anda mungkin hanya perlu melakukan tes heel-prick untuk mendapatkan sampel darah untuk diuji.

Kebanyakan alergi susu dapat langsung terlihat reaksinya, namun telatnya reaksi alergi yang muncul juga umum terjadi. Bayi Anda mungkin mengalami eksim, refluks, diare atau sembelit, dan mungkin berat badan tidak bertambah (gagal tumbuh). Ingatlah bahwa bayi sering memiliki gejala seperti ini, dan alergi merupakan satu-satunya penyebab hal ini.

Gejala alergi susu mirip dengan sakit perut, fase yang banyak dialami oleh bayi. Namun, jika bayi Anda terus-menerus menangis, salah satu penyebabnya mungkin karena alergi susu. Maka periksalah bayi Anda ke dokter untuk mencari tahu.

Akan sulit untuk mengetahui jika bayi Anda mengalami reaksi alergi yang terlambat, karena melibatkan sistem kekebalan tubuh yang membutuhkan waktu lebih lama untuk merespon.

Dokter dan ahli gizi akan melarang Anda mengonsumsi susu jika Anda menyusui, atau meminta Anda untuk tak memasukkan susu ke menu makan bayi jika ia sudah mulai makan makanan padat. Ini bisa menjadi proses yang panjang. Ahli gizi akan meninjau gejala pada  bayi dan secara bertahap mencoba meningkatkan jumlah susu untuk melihat apakah gejala akan kambuh. Selalu beri tahu dokter atau ahli gizi sebelum memutuskan untuk menghentikan makanan tertentu dari menu makanan harian bayi Anda.

Jika bayi Anda alergi terhadap susu, bicarakan dengan dokter sebelum mengubah formulanya. Hal ini mungkin bukan alasan untuk beralih ke produk berbasis kedelai, karena banyak bayi yang alergi susu juga dapat memiliki reaksi yang sama terhadap susu kedelai.

Dokter mungkin menyarankan untuk memberikan bayi Anda formula hypoallergenic khusus dalam situasi ini. Mungkin akan berbentuk susu formula berbasis asam amino atau sepenuhnya dihidrolisis, yang dapat Anda peroleh dari resep.

Alergi susu pada bayi Anda umumnya akan hilang seiring waktu. Jika reaksi alergi terhadap susu telat muncul, anak Anda mungkin akan bisa mengatasi alergi ini saat dia berusia tiga tahun. Jika dia mengalami reaksi alergi langsung, alergi mungkin berakhir pada masa remajanya. Alergi susu jarang terjadi pada orang dewasa, kurang dari satu persen yang mengalami alergi ini.

Namun, sekitar setengah dari bayi dan anak-anak yang alergi terhadap susu akan memiliki alergi lain ketika mereka lebih tua. Sayangnya, antara setengah sampai 80 persen dari anak-anak beralergi susu memiliki penyakit asma.

Intoleransi laktosa pada bayi

Reaksi intoleransi tidak melibatkan sistem kekebalan tubuh. Jika bayi Anda memiliki intoleransi laktosa, kemungkinan ia akan mengalami kekurangan enzim laktase, yang diperlukan untuk menghasilkan laktosa.

Bayi Anda dapat mengalami intoleransi laktosa dalam waktu yang singkat setelah dia mengalami gangguan perut. Jika bayi Anda diberi susu formula, dokter mungkin menyarankan Anda untuk memberikan susu formula yang bebas laktosa untuk waktu yang singkat.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

    Munculnya kista saat hamil adalah hal yang umum terjadi. Walau biasanya tidak berbahaya, ibu hamil perlu memahami apa saja pengaruhnya terhadap kandungan.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Ternyata Ayah Juga Bisa Kena Depresi Pasca Melahirkan

    Postpartum depression tak cuma menyerang wanita yang baru melahirkan. Depresi pasca melahirkan juga bisa dialami para ayah. Inilah tanda-tandanya.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Parenting, Tips Parenting 14/06/2020 . Waktu baca 5 menit

    Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

    Tak hanya wanita yang harus memerhatikan perubahan pada dirinya. Sebagai suami Anda juga harus peka melihat tanda istri hamil dan segera mempersiapkan diri.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Kesuburan, Kehamilan, Hidup Sehat 13/06/2020 . Waktu baca 6 menit

    Hal yang Harus Diketahui Jika Ingin Cepat Hamil Setelah Keguguran

    Bukanlah hal yang mustahil jika Anda ingin segera kembali hamil setelah mengalami keguguran, tapi ketahui dulu beberapa hal berikut ini.

    Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Winona Katyusha
    Kesuburan, Kehamilan 18/05/2020 . Waktu baca 5 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    cara memandikan bayi yang baru lahir

    Agar Tidak Bingung, Berikut Cara Memandikan Bayi Baru Lahir

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Riska Herliafifah
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 9 menit

    Ini Akibatnya Jika Bayi Memakai Popok Terlalu Lama

    Ditulis oleh: Arinda Veratamala
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit
    pelukan bayi perkembangan bayi 14 minggu perkembangan bayi 3 bulan 2 minggu

    Ilmuwan Jepang Ungkap Cara Sempurna Memeluk Bayi

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
    Dipublikasikan tanggal: 25/06/2020 . Waktu baca 4 menit
    akibat anak terlalu sering dibentak

    Apa Akibat Anak Sering Dibentak? Orangtua Perlu Tahu Ini

    Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Annisa Hapsari
    Dipublikasikan tanggal: 22/06/2020 . Waktu baca 8 menit