home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Makanan yang Ternyata Bisa Menurunkan Kadar Hormon Testosteron Pria

5 Makanan yang Ternyata Bisa Menurunkan Kadar Hormon Testosteron Pria

Hormon testosteron punya peran yang tidak main-main, salah satunya sering dikaitkan sebagai penentu gairah seks pria. Maka tak heran, banyak pria yang berlomba-lomba melakukan berbagai cara demi menjaga kadar testosteron dalam tubuh. Sayangnya, alih-alih mengoptimalkan jumlahnya, kadar testosteron pria bisa saja menurun akibat salah memilih makanan harian. Memangnya, apa saja makanan memicu penurunan hormon testosteron?

Daftar makanan yang membuat kadar testosteron pria rendah

Kadar testosteron pria tidak selalu berada dalam jumlah yang memadai. Ada kalanya hormon penting ini menurun drastis yang kemudian berpengaruh besar terhadap kesehatan tubuh dan kehidupan seksual Anda.

Sebelum menyalahkan diri sendiri atas hal ini, coba ingat-ingat kembali apakah Anda sering makan beberapa jenis makanan yang bisa memengaruhi jumlah testosteron dalam tubuh?

Nyatanya, ada beberapa makanan yang tanpa disadari dapat memicu penurunan pada kadar testosteron pria, seperti:

1. Minyak sayur

minyak sayur, minyak goreng

Minyak canola, jagung, kelapa sawit, serta jenis minyak sayur lainnya memang digadang-gadang mengandung asam lemak tak jenuh ganda yang masuk dalam kategori sumber lemak sehat.

Namun di sisi lain, sebuah penelitian yang dimuat dalam Nutrition and Cancer Journal menunjukkan bahwa penggunaan minyak sayur lambat laun dapat menurunkan kadar testosteron pria.

Meski begitu, masih diperlukan penelitian lanjutan untuk lebih memastikan efek dari minyak sayur terhadap tingkat testosteron dalam tubuh pria, tentunya dalam populasi yang lebih besar.

2. Biji rami

Biji rami

Biji rami adalah salah satu anggota dari keluarga biji-bijian yang yang kaya akan lemak sehat, serat, dan berbagai vitamin serta mineral penting. Biji rami mungkin jadi makanan yang disarankan untuk pria dengan kanker prostat yang harus menurunkan kadar hormon androgen, seperti testosteron, dalam tubuhnya.

Namun bagi pria dengan kadar testosteron normal, makan biji rami dalam jumlah berlebih bisa berdampak terhadap penurunan jumlah testosteron. Ini karena biji rami mengandung senyawa lignan yang mampu mengikat testosteron hingga kemudian mengeluarkannya dari dalam tubuh.

Dibuktikan oleh sebuah penelitian di tahun 2007 dari Current Topics in Nutraceutical Research, bahwa rutin mengonsumsi suplemen biji rami mampu menurunkan kadar hormon testosteron pada wanita dengan PCOS, yang mengalami kadar testosteron berlebih.

3. Teh herbal mint

minum teh panas

Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Phytotherapy Research, menemukan bahwa wanita yang mengidap PCOS akan mengalami penurunan kadar testosteron yang signifikan jika minum teh herbal mint secara teratur.

Wanita dengan PCOS umumnya memiliki masalah serius akibat sedikitnya produksi hormon estrogen dan progesteron, tapi tinggi hormon androgen (hormon seks pria). Akhirnya, justru mengganggu sistem reproduksi wanita.

Sementara pada pria, tidak menutup kemungkinan akan terjadi hal serupa bila “hobi” menikmati teh rasa mint. Khususnya spearmint dan peppermint, yakni dua jenis tanaman mint yang telah terbukti punya dampak langsung pada kadar testosteron tubuh.

4. Makanan olahan

setelah makan junk food

Makanan olahan telah diproses sedemikian rupa dengan diberi tambahan natrium, kalori, serta gula, yang semakin memperkaya cita rasanya. Itu sebabnya, sebagian besar orang tidak dapat menolak godaan makanan yang satu ini.

Namun sayang, makanan olahan merupakan salah satu sumber lemak trans tinggi yang kerap kali dikaitkan dengan risiko penyakit jantung, diabetes, hingga obesitas.

Tidak hanya itu, sekelompok ilmuwan dari European Society of Human Reproduction and Embryology, ternyata menemukan fakta baru bahwa sering mengonsumsi lemak trans bisa berujung pada berkurangnya kadar testosteron dalam tubuh pria.

Bahkan, volume testis pria akan ikut menurun yang diiringi dengan berkurangnya produksi sperma. Lama-lama, kondisi ini dapat memicu penurunan fungsi testis.

5. Akar licorice (akar manis)

Akar licorice adalah bahan dasar yang biasanya digunakan sebagai pemanis permen dan minuman. Akar licorice termasuk tanaman herbal yang sering dicampur bersama akar astragalus dalam penggunaannya, dan diyakini ampuh untuk mengobati penyakit kronis.

Meski begitu, beberapa penelitian mendapatkan hasil bahwa akar licorice bisa berpengaruh terhadap kadar testosteron. Terjadi sekitar 26 persen penurunan hormon testosteron dalam tubuh setelah rutin mengonnsumsi akar licorice selama satu minggu.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

8 Foods that Lower Testosterone Levels. https://www.healthline.com/nutrition/foods-that-lower-testosterone Diakses pada 10 September 2018.

Foods to Lower Testosterone. https://www.verywellhealth.com/foods-to-lower-testosterone-2616293 Diakses pada 10 September 2018.

Nutrition and Cancer. Relationship Between Types of Fat Consumed and Serum Estrogen and Androgen Concentrations in Japanese Men. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/11525593 Diakses pada 10 September 2018.

Current Topics in Nutraceutical Research. The Effect of Flaxseed Supplementation on Hormonal Levels Associated with Polycistic Ovarian Syndrome: A Case Study. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2752973/ Diakses pada 10 September 2018.

Phytotherapy Research. Spearmint Herbal Tea Has Significant Anti-Androgen Effects in Polycystic Ovarian Syndrome. A Randomized Controlled Trial. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/19585478 Diakses pada 10 September 2018.

European Society of Human Reproduction and Embryology. Trans Fatty Acid Intake is Inversely Related to Total Sperm Count in Young Healthy Men. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3923511/ Diakses pada 10 September 2018.

 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Tanggal diperbarui 24/09/2018
x