backup og meta

5 Fungsi Hormon Testosteron dan Cara Meningkatkannya

5 Fungsi Hormon Testosteron dan Cara Meningkatkannya

Berbicara mengenai kesehatan pria, tentu tidak akan lepas dari pembahasaan tentang hormon testosteron. Hormon ini memiliki banyak fungsi penting pada laki-laki, secara khusus berkaitan dengan kesehatan seksualnya. 

Apa itu hormon testosteron?

Testosteron adalah hormon reproduksi yang berperan penting dalam kesehatan seksual dan perkembangan tubuh pria.

Saat laki-laki beranjak remaja atau memasuki masa pubertas, umumnya produksi hormon testosteron akan mengalami peningkatan. 

Hormon ini memengaruhi perkembangan kelamin dan karakteristik seks sekunder pria, seperti:

  • pertumbuhan penis dan testis,
  • pertumbuhan janggut, kumis, dan rambut kemaluan,
  • pembentukan karakteristik suara,
  • perkembangan otot dan kekuatan tulang, serta
  • produksi sel sperma dan dorongan seks (libido).

Produksi testosteron dimulai dari area otak yang disebut hipotalamus. Bagian dari sistem endokrin ini mengirim sinyal ke kelenjar pituitari (hipofisis) untuk menghasilkan hormon sesuai dengan kebutuhan tubuh.

Sinyal tersebut akan diteruskan ke testis untuk memproduksi testosteron. Selain pada testis, hormon reproduksi ini juga dapat diproduksi oleh kelenjar adrenal.

Kadar hormon umumnya akan meningkat dan bertahan hingga seorang pria berumur 30-an. Setelah itu, pria yang berusia lebih tua cenderung memiliki kadar hormon lebih rendah.

Penting untuk menjaga kadar testosteron normal. Pasalnya, produksi hormon yang lebih sedikit maupun lebih banyak bisa menimbulkan gangguan pada tubuh.

Apakah tubuh wanita juga memiliki hormon testosteron?

Kadar testosteron pada wanita tidak sebanyak pria. Hormon ini dihasilkan oleh indung telur dan kelenjar adrenal untuk menjalankan beberapa fungsi, seperti meningkatkan libido, mengatur suasana hati, dan menjaga kesehatan tulang wanita.

Fungsi hormon testosteron

hormon testosteron pria

Testosteron memiliki beberapa peran penting dalam tubuh pria, khususnya berkaitan dengan perkembangan sistem reproduksi. 

Secara umum, berikut ini adalah beberapa peranan penting dari hormon pria yang perlu diketahui.

1. Perkembangan organ reproduksi

Produksi testosteron yang meningkat selama masa pubertas akan mematangkan fungsi penis dan testis sebagai bagian dari organ reproduksi pria.

Selama fase ini juga, testis pada pria mulai bisa memproduksi sel sperma (spermatozoa) yang diperlukan dalam proses pembuahan setelah berhubungan intim. 

2. Perkembangan karakteristik seks sekunder

Selain perkembangan organ reproduksi, hormon testosteron juga merangsang perkembangan karakteristik seks sekunder pada pria.

Hal ini meliputi pertumbuhan rambut halus pada tubuh (seperti jambang, jenggot, bulu kemaluan, dan bulu ketiak), suara yang lebih dalam, dan munculnya jakun.

3. Perkembangan tulang dan otot

Hormon testosteron diperlukan untuk menjaga kepadatan tulang. Kekurangan testosteron bisa membuat tulang lemah dan rapuh sehingga meningkatkan risiko pria mengalami osteoporosis

Hormon ini juga membangun serta mempertahankan massa otot. Distribusi lemak tubuh yang didukung pula oleh testosteron juga bisa membuat tubuh pria lebih maskulin.

4. Peningkatan gairah seksual

Peningkatan produksi hormon testosteron selama masa pubertas umumnya membuat remaja laki-laki merasakan adanya desakan atau hasrat seksual.

Ketika organ reproduksi dan mental seorang pria sudah cukup matang, gairah seksual ini akan membantunya untuk melakukan hubungan intim hingga mendapatkan keturunan.

5. Pembentukan kebiasaan tertentu

Kebiasaan berkompetisi pada pria dipengaruhi oleh kadar hormon testosteron. Beberapa pria percaya bahwa memenangkan kompetisi bisa membuatnya lebih percaya diri.

Rendahnya kadar hormon bisa membuat pria merasa kurang termotivasi. Hal ini juga mungkin berpengaruh pada kurangnya energi dan munculnya gangguan tidur pada pria.

Gangguan produksi hormon testosteron

Ketidakseimbangan hormon dalam tubuh, seperti kelebihan atau kekurangan kadar testosteron akan membawa dampak buruk seperti di bawah ini.

Gangguan akibat kelebihan testosteron

Kelebihan testosteron bukanlah suatu kondisi yang serius. Pasalnya, kadar hormon ini biasanya bervariasi dan berubah-ubah dari waktu ke waktu.

Beberapa masalah kesehatan yang mungkin timbul akibat kelebihan testosteron antara lain:

  • jumlah sperma rendah,
  • mengerutnya testis,
  • disfungsi ereksi (impotensi),
  • kerusakan otot jantung dan serangan jantung,
  • tekanan darah tinggi,
  • gangguan pembekuan darah,
  • penyakit liver,
  • kulit berminyak dan jerawatan,
  • pembesaran prostat,
  • kesulitan buang air kecil,
  • kenaikan berat badan,
  • insomnia,
  • sakit kepala,
  • perilaku agresif dan tidak biasa, serta
  • perubahan suasana hati dan mudah marah.

Sementara itu, kelebihan kadar testosteron pada wanita dapat meningkatkan risiko timbulnya sindrom ovarium polikistik (PCOS). 

Gangguan akibat kekurangan testosteron

Produksi testosteron yang rendah menjadi salah satu penyebab utama disfungsi ereksi. Dalam dunia medis, rendahnya produksi hormon reproduksi disebut sebagai hipogonadisme.

Mengutip siklus MedlinePlus, beberapa gangguan yang timbul bila tubuh Anda kekurangan testosteron antara lain:

  • rambut rontok hingga kebotakan,
  • libido rendah,
  • disfungsi ereksi,
  • mengerutnya testis, 
  • penurunan kekuatan dan massa otot,
  • gangguan kesuburan pada pria,
  • sensasi rasa hangat pada area wajah, leher, dan dada (hot flashes),
  • depresi dan kecemasan,
  • perubahan suasana hati (mood), serta
  • tulang rapuh, keropos, dan mudah patah.

Wanita juga berisiko mengalami kekurangan testosteron dalam tubuhnya. Gejala umumnya antara lain libido rendah, berkurangnya kekuatan tulang, sulit konsentrasi, dan depresi.

Cara meningkatkan kadar testosteron dalam tubuh

makan makanan sehat

Pada umumnya, masalah terkait ketidakseimbangan hormon dalam tubuh yang paling banyak dikeluhkan yakni saat tubuh kekurangan testosteron.

Berikut ini beberapa langkah sederhana untuk meningkatkan testosteron dalam tubuh Anda.

  • Menerapkan pola makan sehat dan makan makanan peningkat testosteron, seperti ikan tuna, susu rendah lemak, kuning telur, tiram, daging sapi, dan kacang-kacangan.
  • Menghindari konsumsi makanan olahan, minuman kemasan, dan alkohol secara berlebihan.
  • Berolahraga rutin minimal 30 menit per hari dengan intensitas ringan hingga sedang.
  • Menjaga berat badan sehat, sebab obesitas dan kegemukan bisa menurunkan produksi testosteron dalam tubuh.
  • Beristirahat dan tidur malam dengan waktu yang cukup, minimal 7–8 jam setiap malam.
  • Mengelola stres dengan baik, misalnya dengan olahraga, yoga, atau meditasi.

Jika Anda mengalami gejala yang berkaitan dengan gangguan testosteron, konsultasi dengan dokter untuk memperoleh diagnosis dan perawatan yang tepat.

Kesimpulan

  • Testosteron adalah hormon reproduksi yang berperan penting dalam kesehatan seksual dan perkembangan tubuh pria.
  • Gangguan produksi hormon testosteron, baik kelebihan atau kekurangan, dapat memiliki dampak buruk pada kesehatan tubuh.
  • Kelebihan testosteron dapat menyebabkan gangguan jantung, tekanan darah tinggi, dan perubahan perilaku.
  • Sementara itu, kekurangan testosteron bisa menyebabkan disfungsi ereksi, kehilangan massa otot, gangguan kesuburan, dan penurunan kekuatan tulang.
  • Perubahan gaya hidup, termasuk dengan diet sehat, olahraga rutin, dan istirahat cukup, dapat membantu menjaga kadar testosteron dalam rentang normal.

[embed-health-tool-bmi]

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Reproductive hormones. (2022). Endocrine Society. Retrieved May 23, 2023, from https://www.endocrine.org/patient-engagement/endocrine-library/hormones-and-endocrine-function/reproductive-hormones

Testosterone. (2020). You and Your Hormones – Society for Endocrinology. Retrieved May 23, 2023, from https://www.yourhormones.info/hormones/testosterone/

Testosterone — What it does and doesn’t do. (2019). Harvard Health. Retrieved May 23, 2023, from https://www.health.harvard.edu/medications/testosterone–what-it-does-and-doesnt-do

Understanding how testosterone affects men. (2016). National Institutes of Health (NIH). Retrieved May 23, 2023, from https://www.nih.gov/news-events/nih-research-matters/understanding-how-testosterone-affects-men

Could you have low testosterone? (2021). MedlinePlus. Retrieved May 23, 2023, from https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000722.htm

Versi Terbaru

26/05/2023

Ditulis oleh Satria Aji Purwoko

Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa

Diperbarui oleh: Diah Ayu Lestari


Artikel Terkait

Semua Hal yang Perlu Anda Ketahui Tentang Terapi Hormon untuk Pria

Penyebab dan Berbagai Faktor Risiko Terjadinya Kanker Prostat


Ditinjau secara medis oleh

dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa

General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 26/05/2023

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan