3 Prinsip Menjaga Kesehatan Penis untuk Anda yang Sering Bersepeda

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 27 Maret 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Bersepeda bukan hanya sekedar sarana transportasi untuk Anda pergi ke sekolah atau kantor. Naik sepeda juga bisa menjadi olahraga yang menyehatkan tubuh. Namun hati-hati, bersepeda yang tidak dilakukan dengan baik dan benar dapat menyebabkan masalah pada kesehatan penis. Lantas, apa bahayanya dan bagaimana cara menjaga kesehatan penis saat bersepeda? Tenang, semua jawabannya bisa Anda dapatkan dalam ulasan berikut ini.

Bagaimana rutinitas bersepeda bisa membahayakan penis?

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Acta Neurologica Scandinavia, terlalu lama bersepeda membuat 20 persen laki-laki mengalami penis kebas (mati rasa), sementara 13 persen lainnya bahkan mengalami impotensi yang berlangsung lebih dari tujuh hari. Ini disebabkan karena peserta mengalami kerusakan pada saraf pudendal dan jaringan kavernosa akibat terlalu lama bersepeda.

Saraf pudendal adalah saraf utama yang terletak di daerah perineum (area di antara testis dan anus), terlibat dalam proses ejakulasi dan orgasme pada pria. Sedangkan jaringan kavernosa (korpus kavernosa) adalah jaringan spons yang mengandung banyak pembuluh darah yang juga merupakan jaringan ereksi.

Saat duduk di sepeda, berat badan keseluruhan ditumpu oleh bantalan bokong. Hal ini menyebabkan terjadinya penekanan pada daerah perineum, daerah antara anus dan organ intim. Pada perineum inilah letak saraf pudendal yang memasok aliran darah ke penis pria.

Terlalu lama duduk di jok sepeda yang tidak ideal – biasanya jok sepeda yang kecil, sempit, dan panjang memiliki ‘hidung’ di ujungnya – memberikan banyak tekanan pada saraf pudendal. Akibatnya, aliran darah ke penis mengalami penurunan hingga 66 persen dan perlahan-lahan bisa menyebabkan kerusakan. Ini sebabnya, penis bisa menjadi mati rasa (kebas), nyeri panggul, sulit berejakulasi, atau bahkan disfungsi ereksi (disebut juga impotensi).

Bagaimana cara menjaga kesehatan penis saat bersepeda?

Setelah mengetahui bahaya bersepeda untuk kesehatan penis, bukan berarti Anda lantas menghentikan kebiasaan sehat ini. Sebab, hal ini tergantung pada seberapa lama Anda bersepeda setiap harinya. Bila frekuensi bersepeda bisa dikurangi, maka risiko bahaya pada penis pun ikut berkurang.

Beberapa cara yang dapat membantu menjaga kesehatan penis saat bersepeda adalah sebagai berikut:

1. Memperbaiki postur tubuh

Postur tubuh terbaik untuk menjaga kesehatan penis saat bersepeda adalah dengan menyeimbangkan berat badan Anda pada tulang duduk. Tulang duduk ini terletak di area bokong yang menjadi tumpuan berat badan Anda saat duduk.

Mencondongkan tubuh ke arah depan memang dapat mempercepat laju sepeda. Sayangnya, posisi ini juga memberikan tekanan berlebih pada saraf genital Anda. Maka untuk menjaga kesehatan penis Anda, duduklah dengan nyaman dan seimbangkan tubuh Anda sebaik mungkin. Usahakan bagian punggung Anda tetap lurus saat bersepeda untuk mengurangi tekanan pada tulang duduk dan organ di sekitarnya.

2. Mengubah ukuran jok sepeda

Bagi Anda yang suka bersepeda, kesehatan penis Anda tergantung pada ukuran jok sepeda yang Anda miliki. Pasalnya, menurut sebuah studi yang diterbitkan pada Sexual Medicine Journal, ukuran jok sepeda yang lebih lebar dapat mengurangi tekanan pada area kelamin Anda.

Jok sepeda yang lebih sempit membuat penis Anda tertekan. Tekanan yang terus berulang membuat penis menjadi kebas (mati rasa) sehingga berisiko menurunkan gairah seksual Anda di kemudian hari.

Karena itu, gantilah jok sepeda Anda dengan permukaan yang lebih lebar agar tumpuan berat badan tidak menekan organ vital. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan celana khusus yang dirancang untuk melindungi pinggang dan area selangkangan saat bersepeda. Celana ini memiliki padding atau busa yang lentur dan cukup tebal, sehingga dapat melindungi saat terjadi goncangan saat bersepeda, terutama di jalan yang tidak mulus.

3. Membatasi intensitas bersepeda

Tidak ada yang salah dengan olahraga sepeda, akan tetapi perhatikan juga frekuensi olahraga Anda. Berikan jeda yang cukup lama sebelum Anda mulai bersepeda lagi di lain hari.

Setidaknya, berikan ruang cukup bagi organ vital Anda dari tekanan saat bersepeda. Jangan biarkan ketakutan Anda terhadap masalah seksual memengaruhi rutinitas bersepeda. Sebab dilansir dari Livestrong, bersepeda justru menurunkan risiko hipertensi yang bisa menyebabkan disfungsi ereksi.

Yang terpenting adalah mengatur waktu dan intensitas bersepeda, memperbaiki posisi duduk, dan mengganti jok sepeda untuk menjaga kesehatan penis Anda.

Berapa Pengeluaran Rokok Anda Sehari?

Hitung dan coba alihkan uang itu untuk aktivitas lain yang membantu kesehatan Anda.

Cek Sekarang!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Olahraga malam hari bisa membantu Anda tidur nyenyak dan menghindarkan diri dari sengatan sinar matahari. Berikut 4 olahraga untuk dilakukan di malam hari.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Olahraga Lainnya, Kebugaran 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ngantuk atau lemas habis makan adalah hal yang biasa. Lalu, bagaimana kalau Anda justru sakit kepala setelah makan? Cari tahu penyebabnya di sini, yuk.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Baru Pakai Skincare Antiaging Usia 50 Tahun ke Atas, Bermanfaatkah?

Produk skincare antiaging fungsinya adalah mencegah penuaan dini. Namun, kalau baru pakai antiaging di usia 50 tahun ke atas, apa hasilnya akan sama?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Lansia, Gizi Lansia 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
penis bengkok

Bisakah Penis yang Bengkok Diluruskan Kembali?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit