home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Awas Risiko Impotensi! Ini 3 Tips Penting Menjaga Kesehatan Penis Pesepeda

Awas Risiko Impotensi! Ini 3 Tips Penting Menjaga Kesehatan Penis Pesepeda

Selain menjadi pilihan alat transportasi, bersepeda juga merupakan olahraga yang menyehatkan tubuh. Namun hati-hati, kesehatan penis pesepeda perlu diperhatikan dengan baik dan benar agar terhindari dari masalah kesehatan, salah satunya adalah disfungsi ereksi (impotensi).

Lantas, apakah bersepeda bisa mengganggu kesehatan organ vital pria? Untuk Anda yang rutin bersepeda, bagaimana cara menjaga kesehatan penis selama melakukan aktivitas ini? Tenang, semua jawabannya bisa Anda dapatkan dalam ulasan berikut ini.

Benarkah ada efek berbahaya bersepeda bagi kesehatan penis pria?

Menurut penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Acta Neurologica Scandinavica, terlalu lama bersepeda membuat 20 persen laki-laki mengalami penis kebas (mati rasa). Sementara itu, ada sekitar 13 persen lainnya bahkan mengalami impotensi yang berlangsung lebih dari tujuh hari. Kondisi gangguan ereksi ini disebabkan karena peserta mengalami kerusakan pada saraf pudendal dan jaringan kavernosa akibat terlalu lama bersepeda.

Saraf pudendal adalah saraf utama yang terletak di daerah perineum, area di antara testis dan anus, yang terlibat dalam proses ejakulasi dan orgasme pada pria. Sedangkan jaringan kavernosa (corpus cavernosa) adalah jaringan spons yang mengandung banyak pembuluh darah yang juga merupakan jaringan ereksi.

Saat duduk selama bersepeda, berat badan keseluruhan ditumpu oleh bantalan bokong. Hal ini menyebabkan terjadinya penekanan pada daerah perineum. Pada bagian perineum inilah terdapat saraf pudendal yang memasok aliran darah ke penis pria.

Jika Anda terlalu lama duduk di jok sepeda yang tidak ideal, biasanya jok sepeda yang kecil, sempit, dan memiliki “hidung” panjang di ujungnya, kondisi ini akan memberikan banyak tekanan pada saraf pudendal.

Akibatnya, aliran darah ke penis mengalami penurunan hingga 66 persen dan perlahan-lahan bisa menyebabkan kerusakan. Inilah sebabnya, penis bisa menjadi mati rasa (kebas), nyeri panggul, sulit berejakulasi, atau bahkan disfungsi ereksi (impotensi).

Efek bersepeda lainnya adalah striktur uretra, yakni suatu kondisi penyempitan pada saluran kencing (uretra) yang diakibatkan oleh adanya luka atau pembengkakan di area tersebut. Hal ini dapat melemahkan atau menghalangi aliran urine saat Anda berkemih.

Dikutip dari Columbia University Medical Center Department of Urology, striktur uretra juga dapat disebabkan oleh cedera straddle—jatuh pada bar sepeda—yang dapat melukai saluran uretra, selain dari faktor bentuk jok yang tidak ideal. Cedera ini biasanya banyak terjadi pada pesepeda BMX atau mountain bike.

Bagaimanakah cara menjaga kesehatan penis pesepeda?

efek bersepeda

Setelah mengetahui bahayanya, bukan berarti Anda lantas menghentikan kebiasaan sehat ini. Efek berbahaya saat bersepeda, biasanya tergantung pada seberapa lama Anda naik sepeda setiap harinya. Bila frekuensi bersepeda bisa Anda kurangi, maka risiko bahaya pada penis pun ikut juga dapat Anda hindari.

Beberapa cara yang dapat membantu menjaga kesehatan penis pesepeda antara lain sebagai berikut.

1. Memperbaiki postur tubuh

Postur tubuh terbaik untuk menjaga kesehatan penis pesepeda adalah dengan menyeimbangkan berat badan Anda pada tulang duduk. Tulang duduk ini terletak pada area bokong yang menjadi tumpuan berat badan Anda saat duduk.

Mencondongkan tubuh ke arah depan memang dapat mempercepat laju sepeda. Sayangnya, posisi ini juga memberikan tekanan berlebih pada saraf genital. Maka untuk menjaga kesehatan penis Anda, duduklah dengan nyaman dan seimbangkan tubuh Anda sebaik mungkin. Selama bersepeda, usahakan bagian punggung Anda tetap lurus saat bersepeda untuk mengurangi tekanan pada tulang duduk.

Selama bersepeda, Anda juga bisa menggunakan celana khusus yang dirancang melindungi pinggang dan area selangkangan, sehingga dapat menjaga kesehatan penis pesepeda. Celana ini memiliki padding atau busa yang lentur dan cukup tebal, sehingga dapat melindungi saat terjadi goncangan saat bersepeda, terutama saat melalui jalan yang tidak mulus.

2. Mengubah ukuran dan tinggi jok sepeda

Bagi yang suka bersepeda, kesehatan penis Anda tergantung pada ukuran jok sepeda yang Anda miliki. Pasalnya, menurut sebuah studi yang diterbitkan pada Sexual Medicine Journal, ukuran jok sepeda yang lebih lebar dapat mengurangi tekanan pada area kelamin Anda.

Jok sepeda yang lebih sempit membuat penis Anda tertekan. Tekanan yang terus berulang membuat penis menjadi kebas atau mati rasa akibat terhambatnya aliran darah dan oksigen ke bagian ini. Sehingga lebih berisiko menurunkan gairah seksual Anda di kemudian hari.

Gantilah jok sepeda Anda dengan tipe tanpa “hidung” (no-nose/noseless) dan permukaan yang lebih lebar dan empuk agar tumpuan berat badan tidak menekan organ vital. Kalaupun tidak, pilihlah jenis jok sepeda dengan “hidung” yang panjangnya tidak lebih dari 6 centimeter.

Selain itu, sebuah studi yang diterbitkan oleh The Journal of Urology menemukan bahwa tinggi jok sepeda yang sama atau lebih rendah dari setang sepeda dapat meningkatkan risiko disfungsi ereksi. Sementara posisi jok yang lebih tinggi dari setang sepeda dapat membuat bagian bokong sedikit terangkat, sehingga mengurangi tekanan pada bagian perineum.

3. Membatasi intensitas bersepeda

Tidak ada yang salah dengan olahraga sepeda, akan tetapi perhatikan juga frekuensi yang Anda lakukan. Berikan jeda yang cukup — sekitar satu atau dua minggu — sebelum Anda mulai bersepeda lagi di lain hari.

Setidaknya, berikan ruang dan waktu yang cukup bagi organ vital Anda dari tekanan saat bersepeda. Jangan biarkan ketakutan terhadap masalah seksual memengaruhi rutinitas bersepeda. Pasalnya, bersepeda justru menurunkan risiko tekanan darah tinggi (hipertensi) yang malah merupakan salah satu faktor penyebab disfungsi ereksi.

Apabila Anda mengikuti anjuran di atas, setidaknya Anda bisa mengurangi risiko gangguan sekaligus menjaga kesehatan penis khususnya untuk pesepeda. Namun bila merasakan timbulnya gangguan, segera konsultasikan ke dokter Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Stanger, E. (2017). Is Your Bike Killing Your Boner?. Retrieved 3 September 2018, from https://www.menshealth.com/health/a19539158/can-bicycles-cause-erectile-dysfunction/

Tarafdar, T. (2017). Can cycling hurt your penis? (Fitness query) | TheHealthSite.com. Retrieved 3 September 2018, from https://www.thehealthsite.com/diseases-conditions/can-cycling-hurt-your-penis-fitness-query-t0117-461314/

Hutchison, P. (2018). Testicle Damage From Cycling – Healthfully. Retrieved 3 September 2018, from https://healthfully.com/testicle-damage-from-cycling-7823193.html

Harvey B. Simon, M. (2012). Biking and sex—avoid the vicious cycle – Harvard Health Blog. Retrieved 3 September 2018, from https://www.health.harvard.edu/blog/biking-and-sex-avoid-the-vicious-cycle-201209145290

Can cycling cause erectile dysfunction? – Harvard Health. (2018). Retrieved 3 September 2018, from https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/can-cycling-cause-erectile-dysfunction

Bicycle Riding: Erectile Dysfunction and Urethral Stricture Risks. (2018). Retrieved 3 September 2018, from https://www.columbiaurology.org/bicycle-riding-erectile-dysfunction-and-urethral-stricture-risks 

Using No-nose (Noseless) Bicycle Saddles to Prevent Genital Numbness and Sexual Dysfunction | | Blogs | CDC. (2009). Retrieved 3 September 2018, from https://blogs.cdc.gov/niosh-science-blog/2009/04/22/bicycle/ 

Andersen, K. V., & Bovim, G. (1997). Impotence and nerve entrapment in long distance amateur cyclists. Acta neurologica Scandinavica, 95(4), 233–240. https://doi.org/10.1111/j.1600-0404.1997.tb00104.x

Foto Penulis
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri Diperbarui 08/04/2021
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x