Impotensi (Disfungsi Ereksi)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 20 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Berapa Pengeluaran Rokok Anda Sehari?

Hitung dan coba alihkan uang itu untuk aktivitas lain yang membantu kesehatan Anda.

Cek Sekarang!
general

Definisi impotensi

Apa itu impotensi?

Impotensi atau lebih dikenal dengan sebutan impoten adalah kondisi ketika pria tidak bisa atau tidak memiliki kemampuan dalam mendapatkan dan mempertahankan ereksi secara optimal saat sedang berhubungan seks. Impotensi juga dikenal dengan istilah disfungsi ereksi.

Dikutip dari Mayo Clinic, memiliki masalah ereksi dari waktu ke waktu tidak selalu memprihatinkan.

Namun jika Anda mengalaminya, ada kemungkinan Anda akan merasa stres, berkurangnya rasa percaya diri, dan mengalami masalah dengan pasangan.

Masalah disfungsi ereksi juga bisa menjadi tanda gangguan kesehatan lain yang kemungkinan membutuhkan perawatan medis tertentu. Selain itu, kondisi ini bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah pada pria.

Seberapa umumkah disfungsi ereksi terjadi?

Impotensi atau disfungsi ereksi memengaruhi pria dari segala ras dan seluruh bagian di dunia.

Umumnya impotensi terjadi saat pria memasuki usia tua, namun tidak selamanya seperti itu. Sebagai contoh, masalah impoten dapat terjadi pada:

  • 26 persen pria dewasa di bawah 40 tahun
  • Sekitar 12 persen pria yang lebih muda dari 60 tahun
  • 22 persen pria usia 60-69 tahun
  • 30 persen pria usia 70 tahun ke atas

Berdasarkan data tersebut, bisa dikatakan bahwa impotensi umum terjadi seiring dengan bertambahnya usia. Akan tetapi, kondisi ini bukanlah bagian alami dari penuaan. Impotensi dapat diatasi dengan mengurangi faktor risikonya.

Ketika Anda mengalami impotensi dan merasakan gejalanya secara rutin, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan metode pengobatan yang sesuai.

Apakah impoten berhubungan dengan infertilitas?

Masalah kesuburan atau infertilitas pada pria dapat terjadi karena adanya faktor-faktor tertentu. Misalnya ketika kepuasan seksual menurun, maka akan terjadi beban psikologis.

Hal ini pula yang menjadikan impoten serta infertilitas saling berhubungan.

Salah satu gejala dari infertilitas adalah ketika pria mempunyai masalah dengan fungsi seksual, termasuk disfungsi ereksi.

Tanda & gejala impotensi

Apa saja tanda-tanda dan gejala impoten?

Gejala utama impotensi adalah ketidakmampuan penis untuk mencapai ereksi, walaupun sudah mendapatkan rangsangan saat melakukan hubungan seksual.

Gejala lainnya adalah kesulitan mempertahankan penis terus ereksi sehingga tidak bisa ejakulasi sampai kegiatan seks berakhir.

Beberapa ciri-ciri impoten lainnya yang mungkin terjadi, di antaranya:

  • Terkadang bisa ereksi, meskipun tidak setiap waktu.
  • Bisa ereksi, namun tidak berlangsung cukup lama untuk berhubungan seks.
  • Benar-benar tidak bisa ereksi.

Mungkin ada beberapa tanda atau gejala yang tidak tercantum di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang gejala disfungsi ereksi, silakan konsultasikan dengan dokter.

Kapan sebaiknya harus periksa ke dokter?

Dokter adalah tempat yang baik untuk mulai mencari tahu informasi apabila memiliki masalah ereksi. Segera temui dokter jika Anda mengalami kondisi, seperti:

  • Anda khawatir tentang ereksi atau pengalaman masalah seksual lainnya, termasuk impoten, ejakulasi dini, atau telat ejakulasi.
  • Anda memiliki diabetes, penyakit jantung, atau kondisi kesehatan lainnya yang terkait dengan impotensi.
  • Anda punya gejala lain bersamaan dengan impoten.

Penyebab impotensi

Apa saja penyebab impotensi?

Gairah seksual pria merupakan proses yang cukup kompleks. Hal ini karena melibatkan otak, hormon, emosi, saraf, otot, serta pembuluh darah.

Kombinasi dari penyebab fisik dan psikologis merupakan penyebab utama impotensi. Misalnya, kondisi fisik memperlambat respons seksual Anda sehingga berujung pada kecemasan mempertahankan ereksi.

Kecemasan inilah yang memperburuk disfungsi ereksi sehingga bisa menjadi penyebab impotensi di usia muda.

Kondisi penis yang sehat dan fungsi ereksi normal dapat dipengaruhi oleh masalah berkaitan dengan salah satu sistem berikut ini:

  • Gangguan yang membuat aliran darah lebih rendah atau kerusakan saraf di penis
  • Kerusakan saraf penis bisa diakibatkan dari operasi panggul atau perut
  • Gangguan hormon

Penyebab fisik

Cukup banyak kasus impotensi yang disebabkan oleh fisik, yaitu meliputi:

Penyebab psikologis

Otak mempunyai peran utama dalam memicu ereksi yang dimulai dari merasakan rangsangan seksual.

Namun, ada kondisi ketika perasaan seksual terganggu sehingga menimbulkan impotensi atau disfungsi ereksi.

Berikut hal-hal yang menjadi penyebab psikologis terjadinya impotensi, yaitu:

  • Merasa bersalah
  • Stres
  • Takut akan keintiman
  • Depresi
  • Kecemasan berat
  • Masalah hubungan dengan pasangan

Faktor risiko impotensi

Apa saja yang meningkatkan risiko disfungsi ereksi?

Bertambahnya usia bisa menjadi faktor lainnya yang membuat Anda sulit ereksi atau mengeluarkan air mani.

Beragam faktor risiko terjadinya disfungsi ereksi, termasuk:

  • Kondisi medis, terutama diabetes atau kondisi jantung.
  • Konsumsi tembakau, yang membatasi aliran darah ke pembuluh darah dan arteri.
  • Kelebihan berat badan atau obesitas.
  • Perawatan medis tertentu, seperti operasi prostat atau pengobatan radiasi untuk kanker.
  • Cedera, terutama jika merusak saraf atau pembuluh darah yang mengontrol ereksi.
  • Pengaruh obat-obatan, termasuk antidepresan, antihistamin, dan obat-obatan untuk mengobati kondisi tekanan darah tinggi, nyeri, atau prostat.
  • Kondisi psikologis, seperti stres, kecemasan, atau depresi.
  • Penggunaan narkoba dan alkohol.

Obat & pengobatan impotensi

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan untuk impotensi?

Secara umum, tidak ada perawatan atau obat utama yang khusus untuk impoten. Pengobatan dilakukan sesuai dengan penyebab yang dialami.

Dalam beberapa hal, kondisi ini pun tidak bisa disembuhkan tetapi masih bisa diatasi. Berikut adalah pilihan cara mengobati impotensi atau disfungsi ereksi.

1. Obat minum

Dokter mungkin dapat membuat resep obat-obatan untuk mengobati impoten. Obat umum meliputi sildenafil (viagra), vardenafil (levitra, staxyn), tadalafil (cialis), dan avanafil (stendra).

Jika kesehatan Anda secara umum masih baik, dokter mungkin meresepkan salah satu obat-obatan ini.

Semua pil yang direkomendasi bekerja dengan meningkatkan aliran darah ke penis.

Namun, hal ini tidak bisa membuat ereksi otomatis. Anda mungkin perlu bereksperimen untuk mengetahui seberapa cepat pil bereaksi.

2. Terapi hormon testosteron

Terapi hormon testosteron diklaim dapat meningkatkan energi, suasana hati, serta meningkatkan gairah seksual.

Namun, pengobatan ini tidak dianjurkan apabila kadar hormon tergolong normal, karena mempunyai efek samping lainnya.

3. Perangkat vakum

Cara lain untuk mengobati disfungsi ereksi adalah dengan menggunakan alat tabung vakum penis yang dirancang khusus.

Pengobatan ini dilakukan dengan menempatkan penis ke dalam tabung yang terhubung ke pompa.

Hal ini bisa membuat darah akan mengalir ke penis dan membuatnya lebih besar dan lebih kencang.

Perlu diketahui bahwa 75 dari 100 pria bisa mengalami ejakulasi normal setelah menggunakan alat ini.

4. Pengobatan lainnya

  • Terapi injeksi, perawatan ini menggunakan alprostadil ke sisi penis dengan menggunakan jarum yang sangat halus
  • Terapi intraurethral (IU), yakni melakukan injeksi ke badan penis serta saluran kencing yang berfungsi melebarkan pembuluh darah di penis.
  • Perawatan bedah, merupakan perawatan bedah dengan melakukan implan penis.

Di samping itu dokter juga bisa menggunakan terapi psikologis untuk memperbaiki faktor mental dan perasaan, jika hal tersebut merupakan penyebab disfungsi ereksi yang dialami.

Perawatan ini mungkin membutuhkan waktu yang lama untuk diperbaiki dan perlu menggunakan beberapa metode untuk mencapai kondisi yang diinginkan.

Apa saja tes yang umum dilakukan untuk diagnosis disfungsi ereksi?

Bagi kebanyakan pria, pemeriksaan fisik dan menjawab pertanyaan (sejarah medis) adalah hal yang diperlukan dokter untuk pertama kali mendiagnosis impotensi.

Selain itu, ada beberapa tes untuk mengetahui kondisi penyebab dari impoten, seperti:

  • Tes darah, dilakukan dengan mengambil sampel darah untuk memeriksa tanda-tanda penyakit jantung, diabetes, kadar testosteron yang rendah, dan kondisi kesehatan lainnya.
  • Tes urine, sama halnya seperti tes darah, tes urine digunakan untuk mencari tanda-tanda diabetes dan kondisi kesehatan lain yang mendasar.
  • Ultrasonografi (USG), tes ini biasanya menghasilkan gambar yang akan jadi petunjuk bagi dokter jika Anda memiliki masalah aliran darah.

Beberapa tes di atas kadang juga dilakukan dengan kombinasi suntikan obat ke dalam penis untuk merangsang aliran darah dan menghasilkan ereksi.

Uji ereksi semalam

Kebanyakan pria mengalami ereksi saat tidur tanpa mengingatnya. Tes sederhana ini melibatkan perangkat yang akan mengukur jumlah dan kekuatan ereksi yang dicapai dalam semalam.

Pengujian ini dapat membantu menentukan apakah impoten atau disfungsi ereksi Anda disebabkan oleh kondisi psikologis atau fisik.

Uji psikologis

Dokter mungkin bertanya beberapa pertanyaan untuk mendeteksi depresi dan faktor psikologis lainnya yang menjadi penyebab disfungsi ereksi.

Pengobatan di rumah untuk impotensi

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat membantu mengatasi impotensi?

Bagi kebanyakan pria, impotensi atau disfungsi ereksi dapat disebabkan atau diperburuk oleh pilihan gaya hidup.

Beberapa perubahan gaya hidup yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah disfungsi ereksi, di antaranya:

  • Berhenti merokok dan konsumsi tembakau.
  • Menurunkan berat badan, karena kelebihan berat badan dapat menyebabkan – atau memperburuk – impoten.
  • Olahraga teratur dapat mengurangi stres serta meningkatkan aliran darah dalam tubuh.
  • Menjalani terapi tertentu, dikarenakan konsumsi alkohol terlalu banyak atau menggunakan obat-obatan terlarang dapat memperburuk disfungsi ereksi.
  • Mengonsumsi makanan sehat, seperti sayuran hijau, biji-bijian, ikan, dan sumber makanan laut lainnya.
  • Selesaikan masalah hubungan dengan pasangan, misalnya dengan mempertimbangkan konseling pernikahan jika mengalami kesulitan meningkatkan komunikasi.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah lebih lanjut dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Hal yang Harus Langsung Dilakukan Wanita Setelah Seks

Tiap wanita mungkin punya kebiasaan yang berbeda. Namun, ada empat hal yang wajib wanita lakukan setelah seks, demi kesehatannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan Seksual, Tips Seks 14 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

5 Fakta Unik Viagra, Bukan Sekadar Obat Kuat Pria

Obat viagra kini dikenal sebagai obat kuat pria. Padahal, ada beragam fakta obat viagra yang mungkin tidak Anda sangka. Yuk, ketahui info lengkapnya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Sarmoko, Apt.
Kesehatan Pria, Impotensi 13 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Azoospermia (Air Mani Tidak Mengandung Sperma)

Sekiranya 15% pria yang tidak subur disebabkan oleh azoospermia. Jika Anda belum juga punya momongan setelah tahunan berusaha, bisa jadi ini penyebabnya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Masalah Kesuburan, Kesuburan, Kehamilan 4 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Endometriosis

Endometriosis adalah penyakit. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, obat, diet, serta cara mengontrol dan mencegah penyakit ini di Hello Sehat

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 3 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

buah zakar gatal

4 Penyebab Buah Zakar Anda Gatal dan Ingin Terus Digaruk

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
cara tahan lama

Berbagai Cara Agar Pria Tahan Lama Saat Berhubungan Seks

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
arti desahan wanita

Mengapa Wanita Lebih Sering Mendesah di Ranjang Dibanding Pria?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
cara merangsang istri

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit