Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

5 Bahaya Tidur dengan Kipas Angin, Picu Alergi hingga Pegal Linu

Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa · General Practitioner · Klinik Chika Medika


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui seminggu yang lalu

    5 Bahaya Tidur dengan Kipas Angin, Picu Alergi hingga Pegal Linu

    Kipas angin memang membantu Anda agar tidak kepanasan dan keringatan saat tidur. Namun, banyak orang mengatakan bahwa kebiasaan ini berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Lalu, apakah benar begitu? Mari simak penjelasannya di bawah ini.

    Adakah efek buruk tidur pakai kipas angin?

    Salah satu manfaat nyata dari penggunaan kipas angin saat tidur yakni membuat istirahat Anda terasa lebih nyaman karena mengusir gerah dan panas.

    Bahkan, derau putih atau yang lebih dikenal sebagai white noise dari kipas angin nyatanya bisa menjadi melodi pengantar tidur sehingga membuat tidur jadi lebih nyenyak.

    Di sisi lain, keseringan tidur pakai kipas angin tidak selalu baik untuk kesehatan. Berikut ini ada beberapa bahaya kipas angin saat tidur yang perlu Anda waspadai.

    1. Memicu reaksi alergi

    reaksi alergi tungau debu

    Setelah tidur pakai kipas angin, Anda mungkin mengalami pilek atau bersin-bersin yang persis seperti gejala masuk angin. Padahal ini sebenarnya merupakan tanda-tanda reaksi alergi.

    Salah satu pemicu alergi akibat pemakaian kipas angin saat tidur adalah tungau debu. Putaran kencang dari kipas dapat mengumpulkan dan menerbangkan tungau debu ke udara.

    Jika kipas angin terus-menerus digunakan dan tidak dibersihkan secara rutin, maka debu yang menumpuk pada kipas akan beterbangan dan tanpa sadar terhirup oleh Anda.

    2. Merangsang produksi lendir berlebihan

    Sebagian orang terkadang tidur dengan kipas angin yang langsung menghadap ke wajah. Nah, embusan udara ini bisa menyebabkan mulut, hidung, dan tenggorokan kering.

    Untuk mencegah kekeringan tersebut, tubuh Anda akan merespons dengan cara memproduksi lendir pada jaringan selaput lendir (mukosa) secara berlebihan.

    Kelebihan lendir ini dapat menyebabkan hidung tersumbat, sinusitis, sakit kepala, tenggorokan sakit, sensasi terbakar dan gatal pada hidung, dan bahkan mimisan.

    3. Membuat mata dan kulit kering

    Efek buruk tidur pakai kipas angin lainnya yakni membuat mata dan kulit kering. Kondisi mata kering bisa menimbulkan iritasi, terlebih bila Anda jadi sering menguceknya.

    Sementara itu, kulit yang kering akibat penggunaan kipas angin bisa memperparah gangguan yang telah dialami sebelumnya, seperti eksim dan psoriasis.

    4. Menimbulkan nyeri otot dan pegal linu

    badan terasa pegal setelah tidur

    Meski membuat tubuh terasa lebih dingin, terkena paparan udara dari kipas angin juga berisiko membuat otot-otot tubuh jadi menegang dan kram.

    Gangguan ini sangat umum terjadi pada seseorang yang sering mengarahkan kipas anginnya, terutama ke area sekitar wajah dan leher.

    Alih-alih bikin badan segar saat bangun tidur, hal ini justru membuat Anda terbangun dengan leher kaku dan badan pegal linu pada pagi hari.

    5. Menyebabkan kebisingan

    Putaran bilah kipas angin bisa menimbulkan white noise yang bikin tidur lebih nyenyak. Namun, sebagian orang bisa merasa terganggu dengan suara ini sehingga memicu gangguan tidur.

    Dikutip dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), rata-rata air conditioner mampu menimbulkan tingkat kebisingan hingga 60 desibel (dB).

    Jika Anda terbangun berulang kali pada malam hari dan bangun pada pagi hari dengan kondisi kurang segar, hal ini mungkin menandakan bahwa suara kipas angin terlalu berisik.

    Hal-hal yang harus diperhatikan sebelum tidur dengan kipas angin

    Sebetulnya, tidur pakai kipas angin boleh saja dilakukan. Kuncinya adalah memastikan bahwa Anda rutin membersihkan kipas angin agar selalu bersih dan bebas dari debu.

    Selain itu, berikut ini ada beberapa tips penggunaan kipas angin yang aman ketika Anda tidur.

    • Pilihlah kipas angin portabel sehingga bisa dipindah-pindahkan sesuai kebutuhan Anda.
    • Pastikan model kipas angin yang digunakan memiliki suara hening agar tidak membuat terlalu banyak kebisingan selama waktu tidur.
    • Gunakan pengatur waktu untuk mencegah kipas angin tetap menyala sepanjang malam.
    • Nyalakan fitur osilasi kipas angin supaya embusan angin dapat berputar dari sisi ke sisi.
    • Tambahkan air purifier dan humidifier di dalam kamar tidur untuk membersihkan partikel debu dan kotoran sekaligus membuat udara tidak terlalu kering.

    Untuk menghindari bahaya kipas angin saat tidur, sebaiknya tidak mengarahkan kipas tepat ke tubuh Anda.

    Arahkan kipas angin ke dinding supaya embusan angin memantul ke dinding ruangan dan tetap mengenai tubuh. Dengan begitu, Anda tetap bisa tidur pakai kipas angin dengan nyaman.

    Kesimpulan

    • Sensasi dingin dari kipas angin membantu tidur terasa lebih nyaman dan bebas gerah.
    • Namun ada beberapa bahaya tidur dengan kipas angin yang perlu diperhatikan, seperti memicu alergi, menimbulkan kekakuan otot, hingga menyebabkan kebisingan.
    • Ada baiknya Anda membersihkan kipas secara rutin dan menghindari embusan udara langsung ke tubuh untuk mencegah bahaya tidur dengan kipas angin.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Ditinjau secara medis oleh

    dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa

    General Practitioner · Klinik Chika Medika


    Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui seminggu yang lalu

    Iklan

    Apakah artikel ini membantu?

    Iklan
    Iklan