home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Tidur Sambil Duduk, Baik atau Buruk Ya untuk Kesehatan?

Tidur Sambil Duduk, Baik atau Buruk Ya untuk Kesehatan?

Anda pasti pernah berada dalam kondisi yang mengharuskan untuk tidur sambil duduk. Contohnya, saat berada di pesawat atau melakukan perjalanan jauh dengan mengendarai mobil. Umumnya, posisi tidur yang tepat adalah berbaring. Namun, bukan berarti Anda tidak bisa tidur sambil duduk. Untuk itu, Anda perlu mengetahui apa saja manfaat dan risiko jika tidur dalam posisi tersebut. Simak penjelasannya berikut ini, yuk!

Manfaat tidur dalam posisi duduk

Sebenarnya, tidur sambil duduk bukan suatu masalah kesehatan yang perlu Anda pikirkan. Pasalnya, ini hanyalah fenomena yang mungkin terjadi, baik sengaja maupun tidak.

Ini artinya, para ahli tidak menyarankan Anda untuk tidur dalam posisi tersebut, tetapi tidak juga melarangnya. Selama Anda bisa tidur dengan nyenyak dan mendapatkan tidur cukup, boleh saja tidur dalam posisi ini.

Apalagi, bisa jadi tidur dalam posisi duduk merupakan posisi tidur yang paling nyaman untuk Anda. Ya, orang dengan masalah kesehatan tertentu bisa saja merasa lebih nyaman dan bisa tidur terlelap jika dalam posisi duduk.

Beberapa kondisi yang mungkin menyebabkan Anda lebih nyaman tidur sambil duduk adalah penyakit paru obstruktif kronis dan obesitas morbid.

Tak sedikit pula orang yang lebih nyaman untuk tidur di atas kursi setelah menjalani prosedur kesehatan tertentu. Contohnya, pasien yang baru menjalani operasi bahu biasanya lebih memilih untuk tidur dalam posisi ini.

Pasalnya, tidur sambil duduk dapat membantu pasien untuk membuat pasien menjadi tidak leluasa untuk bergerak. Hal tersebut sangat membantu pasien menjaga tubuhnya agar melakukan pergerakan yang tak ia sadari saat tidur.

Biasanya, saat tidur sambil berbaring, pasien cenderung melakukan banyak pergerakan dalam tidurnya. Alhasil, timbul rasa sakit pada bahu yang masih dalam proses pemulihan pasca operasi.

Meski demikian, kondisi ini biasanya hanya bertahan untuk sementara waktu, hingga pasien siap untuk kembali ke dalam posisi tidurnya seperti biasa dengan nyaman.

Risiko kesehatan jika tidur sambil duduk

Tidur dalam posisi tersebut memang memiliki manfaat bagi sebagian orang, tetapi bukan berarti hal ini tidak memiliki risiko yang perlu Anda waspadai.

Biasanya, saat tidur, Anda akan melewati beberapa siklus tidur yang masing-masing terdiri atas empat tahapan tidur yang berbeda. Saat memasuki tahapan terakhir dalam setiap siklus, yaitu tahapan tidur Rapid Eye Movement (REM), Anda akan merasa seolah otot kekuatannya.

Alhasil, pada saat itu, Anda akan merasa seperti sedang mengalami kelumpuhan. Hal ini terjadi demi mencegah Anda melakukan banyak pergerakan selama sedang bermimpi. Pasalnya, mimpi biasanya terjadi pada tahapan ini.

Nah, kelumpuhan sementara yang terjadi saat Anda tidur ini membuat posisi tidur sambil duduk terasa tak nyaman daripada saat tidur dalam posisi telentang, menyamping, maupun tengkurap.

Tak hanya itu, menurut Sleep Foundation, tidur dalam posisi tersebut meningkatkan risiko Anda mengalami deep vein thrombosis (DVT). Ini adalah kondisi yang memiliki gejala adanya penggumpalan darah pada pembuluh darah.

Biasanya, gumpalan darah terdapat pada paha atau betis Anda setelah duduk berjam-jam atau dalam waktu yang cukup lama. Masalahnya, tanpa penanganan segera, DVT dapat menimbulkan penyakit yang lebih serius.

Ya, jika gumpalan darah bergerak dan berpindah menuju ke paru-paru, risiko Anda mengalami emboli paru pun meningkat. Risiko ini tak hanya meningkat karena tidur sambil duduk, tetapi juga bisa terjadi pada wanita hamil atau orang yang memiliki kebiasaan merokok.

Nah, untuk mencegah kondisi ini terjadi, pastikan untuk bangkit berdiri dan menggerakkan tubuh jika terpaksa harus tidur dalam posisi duduk berjam-jam dalam pesawat atau mobil selama melakukan perjalanan jauh.

Tak hanya itu, mengonsumsi banyak air juga dapat membantu Anda untuk tetap terhidrasi, sehingga kemungkinan mengalami DVT juga menurun.

Cara lain yang juga patut Anda coba adalah menyandarkan kursi duduk ke belakang. Tentu saja, sebelumnya Anda perlu memastikan bahwa penumpang yang ada di belakang tidak terganggu.

Lalu, setidaknya, sandarkan tempat duduk hingga 40 derajat ke belakang agar posisi kursi mendekati posisi berbaring. Hal ini sangat membantu untuk mencegah DVT saat berada dalam pesawat.

Posisi tidur yang dianjurkan

Alih-alih tidur sambil duduk, ada beberapa posisi tidur yang lebih baik untuk meningkatkan kualitas tidur Anda, seperti berikut:

1. Tidur telentang

Tidur dalam posisi telentang adalah salah satu posisi yang lebih umum. Anda mungkin termasuk salah satu dari sekian banyak orang yang selalu tidur dalam posisi ini setiap malam.

Nah, posisi tidur yang satu ini baik untuk kesehatan tulang belakang. Selama Anda menggunakan bantal yang tepat, leher tidak akan mudah terasa sakit saat tidur dalam posisi ini.

Biasanya, dokter akan merekomendasikan posisi tidur yang satu ini untuk sebagian penderita sleep apnea. Jika Anda merasa sakit punggung dan kesulitan untuk tidur dalam posisi favorit banyak orang ini, letakkan bantal di bawah lutut.

2. Tidur menyamping

Tidak hanya tidur telentang, tidur dalam posisi menyamping juga sering direkomendasikan dokter untuk mengatasi beberapa kondisi kesehatan tertentu.

Contohnya, posisi tidur ini biasanya cocok dan baik untuk ibu hamil. Pasalnya, tidur menyamping ke arah kiri dapat memberikan pengaruh baik terhadap aliran darah kepada janin.

Tak hanya itu, posisi tidur ini juga baik untuk penderita gangguan pencernaan seperti GERD dan heartburn. Meski begitu, para ahli masih belum dapat memastikan alasan pasti mengenai hal ini.

3. Tidur tengkurap

Meski tidur tengkurap terlihat tak begitu nyaman, ada saja orang yang lebih suka tidur dalam posisi ini daripada tidur sambil duduk. Nah, para ahli memang tidak menganjurkan posisi tidur ini bagi yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Namun, jika Anda memang tidak memiliki masalah kesehatan dan bisa tidur nyenyak dalam posisi tidur ini, tidak masalah untuk melakukannya. Apalagi, tidur dalam posisi ini sebenarnya juga memiliki manfaat kesehatan.

Ya, bagi Anda yang sering mendengkur saat tidur, mungkin posisi tidur ini adalah posisi tidur yang tepat. Mengapa? Pasalnya, tidur tengkurap dapat mengurangi atau mencegah Anda untuk mendengkur saat tidur.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Back, Side, or Stomach: Which Sleep Position is Best for You? Retrieved 6 May 2021, from https://health.clevelandclinic.org/back-side-stomach-sleep-position-best/

What is The Best Sleeping Position for Restful Sleep? Retrieved 6 May 2021, from https://www.sleep.org/best-sleep-position/

Sleeping Upright. Retrieved 6 May 2021, from https://www.sleepfoundation.org/sleep-hygiene/sleeping-upright

Is it dangerous to sleep sitting up? Retrieved 6 May 2021, from https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/is-it-dangerous-to-sleep-sitting-up

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Annisa Hapsari
Tanggal diperbarui 12/02/2017
x