Benarkah Minum Wine Sebelum Tidur Bisa Bikin Tidur Nyenyak?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 16 Januari 2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Minum wine diketahui memiliki beberapa manfaat untuk kesehatan, di antaranya adalah mengurangi risiko kanker paru, penyakit jantung, dan penyakit Alzheimer, Namun, wine digadang-gadang bisa membuat seseorang cepat mengantuk. Karena itu, minuman yang terbuat dari anggur dan mengandung alkohol ini kerap dikonsumsi beberapa orang yang memiliki gangguan tidur, contohnya insomnia.

Pasalnya, sebuah survei yang diterbitkan dalam jurnal Sleep menemukan bahwa 28 persen orang dengan insomnia minum alkohol untuk membantu mereka tidur. Sekitar 68 persen orang dengan insomnia mengatakan bahwa alkohol efektif untuk membantu mereka tertidur. Apa benar sebaik itu khasiat wine untuk membantu tidur lebih cepat dan nyenyak? Adakah bahayanya bagi kesehatan?

Manfaat minum wine untuk membantu Anda tidur

Sebuah penelitian di Milan, Italia menunjukkan bahwa wine yang terbuat dari anggur merah bisa membantu orang tertidur lebih mudah. Pasalnya, kulit anggur merah mengandung hormon melatonin, yang mengatur sinyal otak untuk merasa ngantuk dan memerintahkan Anda untuk jatuh tertidur. Melatonin juga merupakan antioksidan kuat yang memerangi penuaan dan penting untuk menaikkan libido seseorang.

Tubuh Anda pada umumnya sudah menghasilkan melatonin pada kelenjar pineal di otak. Sayangnya, pada beberapa orang kadar hormon melatonin dalam tubuh tidak cukup untuk membuat merasa ngantuk atau tertidur. Maka tak jarang, pada kondisi kesehatan tertentu, banyak orang yang merasa sulit untuk cepat tertidur dan minum wine untuk membantu masalah tidurnya.

Perlu diperhatikan juga, kalau hanya wine yang terbuat dari anggur merah saja yang mengandung tinggi melatonin. Tidak dengan wine yang terbuat dari anggur putih. Karena wine dari anggur putih tidak menggunakan kulit anggur, yang mana kulit anggur itulah yang mengandung banyak melatonin.

Bolehkah minum wine sebagai “obat” tidur?

Meskipun minum wine atau alkohol dapat membantu Anda cepat tertidur, wine juga bisa membuat tidur Anda jadi kurang nyenyak. Perlu diketahui, tubuh Anda berada melalui dua tahapan tidur yang berbeda di malam hari. Keadaan pertama disebut slow wave sleep (SWS). Di mana pada keadaan ini gelombang otak Anda pada gelombang otak yang lamban.

Setelah fase SWS ini, fase selanjutnya pergerakan mata yang cepat atau REM (rapid eye movement). Minum  wine yang megandung alkohol dalam waktu satu jam sebelum Anda tertidur, dapat mengganggu paruh kedua siklus tidur Anda. Di mana hal ini bisa menyebabkan Anda melewatkan masa REM Anda dan membuat jadi mudah bangun beberapa jam kemudian.

Kandungan tirosin pada wine juga bisa bikin Anda mimpi buruk dan bangun di tengah malam

Anggur merah yang difermentasi umumnya mengandung neurotransmiter yang disebut tirosin. Neurotransmiter ini berfungsi sebagai pembawa pesan kimiawi di otak. Mengonsumsi tirosin bisa membuat Anda terbangun di malam hari dan menimbulkan palpitasi jantung. Jenis wine anggur Chianti, misalnya, sangat kaya akan tirosin.

Tidak hanya wine, makanan dan minuman seperti teh, keju, daging fermentasi dan coklat, sebelum tidur dapat mengganggu tidur nyenyak. Tirosin juga bisa  meningkatkan otak Anda dan membuat Anda merasa lebih aktif bergerak.

Mengonsumsi makanan kaya tirosin bisa diimbangi dengan makanan yang mengandung karbohidrat, yang mana bisa menenangkan otak. Minum wine  dan jenis minuman beralkohol lainnya tidak hanya mengganggu bagian kedua waktu tidur Anda, tapi juga bisa menyebabkan Anda memiliki mimpi buruk. Anda tidak bisa mengalami kualitas tidur yang dalam sampai kandungan dan efek alkohol hilang tubuh Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

8 Kesalahan yang Tanpa Disadari Bisa Bikin Kondom Sobek

Kondom ampuh mencegah kehamilan dan penularan penyakit seksual jika digunakan dengan tepat. Tapi hati-hati, kesalahan kecil saja bisa bikin kondom sobek.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Seksual, Tips Seks 1 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

6 Trik Sederhana Agar Terbiasa Jalan Kaki Demi Tubuh yang Bugar

Jalan kaki adalah olahraga paling mudah, namun banyak yang malas melakukannya. Yuk, biasakan jalan kaki dengan tips berikut.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Olahraga Lainnya, Kebugaran 1 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Jangan Remehkan Bahaya Debu Polusi! Yuk, Lindungi Diri Dengan Cara Ini

Debu polusi yang tampak kecil dan tak berbahaya bisa jadi musuh besar kesehatan Anda. Ini berbagai bahaya polusi udara dan cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan, Informasi Kesehatan 1 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Mengenal Alat Reproduksi Wanita dan Fungsinya

Alat atau organ reproduksi wanita berfungsi untuk memungkinkan kehamilan dan melindungi bagian dalam tubuh lain dari infeksi. Apa saja organ yang terlibat?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 1 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

minyak daun basil

5 Khasiat Minyak Daun Basil untuk Kesehatan Tubuh

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
sakit perut karena gas dan karena penyakit lain

Tips Membedakan Sakit Perut Karena Gas dan Karena Penyakit Lain

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Monika Nanda
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
cara memilih multivitamin yang tepat

Begini Cara Memilih Multivitamin yang Aman dan Sesuai untuk Anda

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
kutu bulu mata

Sering Tidak Disadari, Bulu Mata Juga Bisa Kutuan! Apa Gejalanya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit