home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Benarkah Makanan dengan Kadar Indeks Glikemik Tinggi Bisa Picu Insomnia?

Benarkah Makanan dengan Kadar Indeks Glikemik Tinggi Bisa Picu Insomnia?

Pola makan yang baik dan mendapatkan tidur yang cukup adalah salah satu kunci utama menjalani hidup sehat. Dengan begitu, mungkin Anda mendapatkan kualitas istirahat yang lebih baik. Akan tetapi, temuan baru-baru ini mengungkapkan bahwa makanan dengan indeks glikemik tinggi dapat menyebabkan insomnia. Benarkah demikian?

Alasan makanan indeks glikemik tinggi dapat menyebabkan insomnia

penyakit graves adalah sakit kepala pusing tidur insomnia

Indeks glemik adalah sebuah metoda penilaian yang menunjukkan seberapa cepat smakanan sumber karbohidrat memengaruhi gula darah. Setiap makanan punya nilai indeks glemik yang berbeda. Semakin kecil, maka kenaikan kadar gula darah setelah memakan makanan tersebut akan semakin lambat..

Jika kadar gula terlalu tinggi (hiperglikemia), tentu dapat menyebabkan masalah kesehatan tertentu. Misalnya, sakit kepala, merasa terlalu lelah, mual dan muntah, hingga penglihatan kabur.

Nah, penelitian baru-baru ini dari American Journal of Clinical Nutrition mengungkapkan bahwa makanan dengan indeks glikemik yang tinggi bisa mengakibatkan insomnia.

Di dalam penelitian ini terdapat 50.000 wanita yang sudah mengalami menopause dan mengisi buku harian tentang pola makan mereka selama beberapa tahun belakangan.

Hasilnya, para peneliti menemukan bahwa wanita yang mengonsumsi makanan dengan kandungan karbohidrat yang tinggi lebih berisiko mengalami insomnia.

Tidak semua karbohidrat menyebabkan insomnia

manfaat karbohidrat

Ada beberapa jenis karbohidrat dalam jumlah tertentu yang dapat meningkatkan kadar gula dengan tingkat yang berbeda-beda.

Karbohidrat yang lebih halus, seperti gula tambahan, roti, nasi putih, dan soda mengandung indeks glikemik tinggi dan meningkatkan gula darah lebih cepat. Para peneliti menyimpulkan bahwa ketika gula darah melonjak tiba-tiba, tubuh akan bereaksi dan melepaskan insulin.

Akibatnya, penurunan gula darah pun terjadi, tetapi menyebabkan adanya pelepasan hormon seperti adrenalin dan kortisol yang dapat mengganggu tidur Anda.

Selain itu, makanan yang mengandung banyak karbohidrat termasuk dalam kadar indeks glikemik tinggi dan dapat menyebabkan insomnia ketika didukung dengan konsumsi gula dan biji-biji olahan.

Tidak hanya terjadi pada wanita pasca-menopause

insomnia kanker hati risiko kanker pria

Sisi baiknya, para wanita yang mengonsumsi lebih banyak sayuran dan buah-buahan yang belum diolah menjadi jus lebih kecil kemungkinannya mengalami insomnia

Hal ini mungkin dikarenakan buah memang mengandung gula, namun serat buah memperlambat proses penyerapan yang membantu mencegah lonjakan gula darah.

Makanan dengan indeks glikemik yang tinggi memang terbukti dapat menyebabkan insomia pada wanita yang sudah menopause.

Namun, karena hampir sebagian orang, tidak hanya wanita menopause, kadar gulanya meningkat drastis setelah mengonsumsi karbohidrat tinggi, kondisi ini juga terjadi pada hampir semua orang.

Kesimpulannya, penyebab insomnia akibat makanan dengan indeks glikemik tinggi tidak hanya disebabkan oleh karbohidrat, melainkan juga gula tambahan.

Makanan lainnya yang dapat menyebabkan insomnia

kuis kopi

Setelah mengetahui bahwa makanan dengan indeks glikemik tinggi risikonya cukup besar menjadi penyebab insomnia, kenali makanan lainnya yang membuat Anda susah tidur, yuk.

Penyebab insomnia ternyata bisa dipengaruhi oleh apa yang Anda makan. Selain makanan manis dan tinggi karbohidrat, ternyata ada makanan yang dihindari sebelum tidur, seperti:

  • dark chocolate karena mengandung kafein,
  • steak atau daging merah karena mengandung lemak yang tinggi,
  • alkohol,
  • makanan pedas membantu meningkatkan suhu tubuh dan mengganggu tidur,
  • satu porsi kentang goreng dapat menyebabkan heartburn.

Selain itu, sangat dianjurkan untuk menghindari beberapa jenis makanan di atas tiga jam sebelum tidur agar tidak mengganggu kualitas tidur Anda.

Makanan dengan indeks glikemik tinggi dan jenis makanan tertentu ternyata dapat menyebabkan insomnia. Maka itu, mulai dari sekarang memperhatikan pola makan ternyata penting untuk mendapatkan tidur lebih nyenyak dan terbangun lebih segar keesokan harinya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

America Diabetes Association. Hyperglycemia (high blood glucose). Retrieved 19 December 2019, from https://www.diabetes.org/diabetes/medication-management/blood-glucose-testing-and-control/hyperglycemia

Gangwisch, J., Hale, L., St-Onge, M., Choi, L., LeBlanc, E., & Malaspina, D. et al. (2019). High glycemic index and glycemic load diets as risk factors for insomnia: analyses from the Women’s Health Initiative. The American Journal Of Clinical Nutrition. doi: 10.1093/ajcn/nqz275 Retrieved 19 December 2019. 

Neglia, A. The 8 foods that disrupt your sleep. Retrieved 19 December 2019, from https://www.huffpost.com/entry/the-8-foods-that-disrupt-your-sleep_n_57e534f5e4b0e28b2b536696

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Nabila Azmi Diperbarui 02/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x