Dampak Kurang Tidur Pada Kondisi Kejiwaan Anda: Dari Cepat Pikun Sampai Depresi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Berpapasan dengan anak sekolah dan pekerja kantoran yang tampak kurang tidur bukan lagi sebuah fenomena baru di jalanan. Bahkan mungkin Anda sendiri juga habis begadang semalam. Tapi awas. Akibat kurang tidur tidak hanya membuat Anda jadi lesu dan mengantuk sepanjang hari, fungsi otak juga ikut merosot tajam sehingga dapat memicu munculnya beragam masalah kesehatan mental. Waduh!

Berbagai masalah kejiwaan yang mungkin terjadi akibat kurang tidur

1. Otak jadi lemot

Para peneliti telah menemukan bahwa akibat kurang tidur dapat menyebabkan kewaspadaan dan konsentrasi otak menurun. Tak heran jika setelah berjam-jam (atau bahkan berhari-hari) tidak tidur nyenyak, Anda jadi suka bingung sendiri, gampang lupa, dan sulit berpikir jernih. Dalam dunia medis, kondisi gangguan berpikir akibat otak yang kelelahan ini sering disebut sebagai brain fog. Tapi Anda mungkin lebih familiar dengan istilah lemot. Otak yang lemot membuat Anda kesulitan mengambil keputusan penting.

Meski terkesan sepele, brain fog ini tidak boleh disepelekan. Brain fog bisa jadi merupakan gejala awal dari penyakit demensia.

2. Gampang lupa

Ketika Anda mengantuk, Anda cenderung gampang lupa. Selain karena konsentrasi dan fokus otak yang memburuk, akibat kurang tidur, ingatan juga perlahan memburuk.

Pasalnya selama Anda tidur, saraf-saraf dalam otak yang menyimpan ingatan semakin diperkuat. Seorang ahli dari Fakultas Kedokteran Universitas Maryland di Amerika Serikat (AS), dr. Avelino Verceles, mengatakan, “Saat tidur, otak merekam berbagai hal yang telah kita pelajari dan alami seharian ke dalam ingatan jangka pendek.” (Itu sebabnya Anda juga tidak boleh pergi tidur dalam keadaaan murka)

3. Sulit menerima informasi baru

Kurang tidur bisa memengaruhi kemampuan Anda untuk memahami informasi baru lewat dua cara. Pertama, Anda akan menjadi tidak fokus sehingga sulit untuk menerima informasi baru. Dengan begitu, Anda tidak dapat belajar dengan efisien.

Kedua, seperti yang telah disebutkan di atas, kurang tidur berdampak pada kemampuan mengingat. Daya ingat yang lemah akan mempersulit Anda untuk menyimpan informasi baru yang Anda pelajari ke dalam ingatan.

penyakit akibat kurang tidur

4. Memicu penyakit mental

Kurang tidur memang bukan penyebab langsung dari gangguan kejiwaan. Meskipun begitu, beragam penelitian menemukan adanya potensi besar kemunculan beberapa penyakit mental, seperti depresi, ADHD, gangguan kecemasan, dan gangguan bipolar sebagai akibat kurang tidur.

Sebuah penelitian di Michigan, AS, mengamati seribu orang berusia 21 hingga 30 tahun. Hasilnya, mereka yang mengidap insomnia pada wawancara pertama memiliki risiko empat kali lebih besar menderita depresi ketika diwawancara lagi tiga tahun setelahnya. Studi lain menemukan bahwa masalah gangguan tidur terjadi sebelum munculnya depresi. Selain itu, penderita depresi yang mengalami insomnia akan lebih sulit disembuhkan dibandingkan dengan mereka yang tidak mengalami insomnia.

Pada sebuah penelitian, para ahli menemukan bahwa insomnia dan gangguan tidur lainnya mungkin memperparah episode mania (manic) atau depresi (depressive) pada pasien dengan gangguan bipolar. Kurang tidur itu sendiri dipercaya dapat memicu episode mania, yaitu fase ledakan emosi atau perilaku yang tak terkendali.

Akibat kurang tidur juga dapat memicu gangguan kecemasan. Satu studi melaporkan bahwa sekitar 27 persen pasien dengan gangguan kecemasan diawali dengan insomnia yang membuat seseorang susah tidur.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

7 Manfaat Kesehatan yang Bisa Anda Dapat dari Buah Mangga

Kandungan mangga yang manis dan asam menyegarkan menjadikan buah musiman ini bintangnya rujak. Apa saja manfaat mangga untuk kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Fakta Gizi, Nutrisi 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

9 Bahaya yang Bisa Terjadi Jika Nekat Bikin Tato di Mata

Tertarik ingin mata Anda berwarna tidak hanya warna putih saja? Tato mata bisa jadi jawabannya. Sebelum lakukan, cari tahu dulu bahayanya di sini!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kesehatan Mata, Penyakit Mata 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

5 Langkah untuk Berhenti Merokok

Berhenti merokok memang bukan perkara mudah. Mulailah dengan 5 langkah berikut.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Berhenti Merokok, Hidup Sehat 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Apakah Produk Pembersih di Rumah Anda Sebabkan Masalah Pernapasan?

Kandungan dalam berbagai produk pembersih rumah bisa menimbulkan masalah kesehatan. Bagaimana cara memilih dan mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 3 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

berhenti minum pil kb

7 Hal yang Bisa Terjadi Pada Tubuh Jika Anda Berhenti Minum Pil KB

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
gaya pengasuhan

Kenali Tanda dan Cara Mengatasi Anak Hiperaktif

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
stockholm syndrome adalah

Stockholm Syndrome: Ketika Sandera Justru Bersimpati Pada Penculiknya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
mudah dihipnotis

Mengapa Sebagian Orang Mudah Dihipnotis, Sementara yang Lain Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit