Berbagai Penyebab Mengi (Napas Berbunyi) dan Cara Jitu Mengatasinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 5 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Pernahkah Anda mendengar istilah mengi? Mengi, atau disebut juga wheezing, adalah suara khas yang dihasilkan ketika udara mengalir melalui saluran napas yang menyempit. Suara mengi (napas berbunyi), yang terdengar seperti siulan yang sangat lirih, akan jadi semakin keras saat Anda mengembuskan atau menghirup napas.

Tanpa Anda sadari, munculnya kondisi ini bisa menjadi tanda bahwa Anda mengalami masalah pernapasan, seperti alergi, asma, bronkitis, dan pneumonia. Pelajari berbagai cara mengatasi mengi dalam ulasan berikut ini.

Apa penyebab terjadinya mengi?

Umumnya, suara mengi terjadi ketika ada penyumbatan atau penyempitan pada saluran pernapasan. Selain itu, penyempitan pada pita suara juga bisa memicu terdengarnya mengi. Suaranya bisa saja bervariasi, tergantung pada bagian sistem pernapasan mana yang tersumbat atau menyempit.

Jika masalahnya terletak pada sistem pernapasan bagian atas, suara yang muncul mungkin akan terdengar lebih serak atau kasar. Sementara itu, bila sistem pernapasan bagian bawah yang terdampak, Anda akan mendengar suara mengi yang lebih menyerupai siulan.

Lantas, apa penyebab dari tersumbatnya saluran pernapasan sehingga menyebabkan napas berbunyi? Biasanya, penyebab paling umum dari mengi berulang adalah penyakit sesak napas yang bersifat kronis, seperti asma dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

Penyakit-penyakit tersebut menyebabkan penyempitan dan kejang otot (bronkospasme) di saluran udara kecil paru-paru Anda.

Beberapa kondisi kronis lainnya yang bisa jadi pemicu sesak napas penyebab mengi, antara lain:

  • emfisema
  • refluks asam lambung (GERD)
  • penyakit jantung
  • penyakit paru-paru
  • sleep apnea

Mengi juga bisa disebabkan oleh penyakit akut lain, meliputi:

Untuk mengetahui penyebab mengi, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui seberapa sering dan penyebab terjadinya.

Siapa saja yang lebih berisiko mengalami kondisi ini?

Siapa saja, mulai dari bayi hingga lansia, bisa mengalami kondisi ini. Namun, tentunya ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko penyebab mengi pada seseorang.

Kondisi ini sering kali ditemukan pada anak-anak yang menderita asma. Selain itu, mengi juga cukup umum terjadi pada bayi. Menurut Cleveland Clinic, sekitar 25-30 persen bayi mengalami mengi pada 1 tahun pertama hidupnya.

Salah satu alasan bayi sering mengalami napas berbunyi adalah karena saluran pernapasannya yang lebih kecil. Ditambah lagi, anak-anak berusia di bawah 2 tahun lebih rentan terkena kondisi yang disebut dengan bronkiolitis. Kondisi ini disebabkan oleh infeksi virus pada saluran pernapasan, sehingga anak Anda mungkin mengalami mengi.

Pada usia dewasa, orang-orang yang aktif merokok serta menderita penyakit kronis akan lebih mudah mengalami kondisi napas berbunyi.

Cara mengatasi mengi (napas berbunyi) tanpa obat

Napas berbunyi yang muncul tiba-tiba tentu membuat Anda merasa terganggu. Namun, tidak perlu khawatir karena Anda bisa mencegah dan mengatasi mengi dengan cara-cara di bawah ini.

1. Oleskan minyak esensial di dada

minyak esensial untuk flu

Beberapa minyak esensial (essential oil) diketahui dapat dijadikan obat alami sesak napas, sehingga dapat mencegah timbulnya mengi. Namun, perlu diingat bahwa penggunaannya akan ampuh justru saat mengi belum kambuh.

Beberapa minyak esensial yang diketahui bermanfaat untuk mengatasi mengi adalah minyak daun mint, minyak kayu putih, minyak bunga lavender, dan minyak cengkeh.

Berikut adalah tips memakai minyak esensial untuk mengatasi napas berbunyi:

  • Campurkan dua tetes minyak essensial ke dalam seperempat cangkir takar carrier oil yang akan mengencerkan essential oil.
  • Balurkan di dada dan hirup selama 15-20 menit, kemudian lap hingga bersih dari dada Anda. Khusus minyak lavender dan minyak kayu putih, campurkan 2-3 tetes minyak ke dalam baskom berisi air panas.
  • Posisikan wajah Anda di atas air (dengan mata terpejam supaya tidak iritasi) tanpa menyentuh air. Kemudian tutup kepala Anda dengan handuk sehingga seluruh uap masuk ke dalam saluran pernapasan Anda.

Beberapa orang mungkin saja terlalu sensitif pada bau-bau tertentu dan justru dapat memicu mengi. Jadi gunakan dengan hati-hati dan hentikan pemakaian apabila gejala bertambah parah.

2. Mandi air hangat

ablutophobia adalah

Anda juga bisa meletakkan handuk hangat di dada Anda selama sekitar 30 menit lalu mandi air hangat selama 15 menit. Panas dan uap dari air hangat yang Anda gunakan dapat membantu melegakan pernapasan.

Selain itu, hal ini juga akan membuat tubuh Anda rileks dan lebih nyaman, terutama kalau Anda mandi air hangat sebelum tidur. Anda jadi bisa tidur lebih nyenyak tanpa bunyi napas yang mengganggu.

3. Menggunakan humidifier

minyak esensial untuk bayi

Cara lain yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi mengi adalah menggunakan humidifier. Alat ini berguna untuk memperlancar pernapasan Anda, terutama jika Anda berada di ruangan atau lingkungan yang terlalu kering.

Anda juga bisa menambahkan beberapa tetes minyak esensial ke dalam alat humidifier untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Namun, pastikan Anda cek terlebih dahulu apakah humidifier yang Anda miliki dapat digabungkan dengan minyak esensial atau tidak.

4. Minum minuman hangat

minum kopi saat sahur

Mengi juga bisa Anda redakan dengan minum minuman hangat. Menyesap minuman hangat membuat saluran pernapasan Anda lebih rileks dan suara mengi pun dapat berkurang.

Anda bisa menambahkan berbagai macam bahan ke dalam minuman Anda, mulai dari teh hijau, madu, hingga susu. Sebuah penelitian pada tahun 2017 yang dilansir dalam National Journal of Physiology, Pharmacy and Pharmacology menunjukkan bahwa mengonsumsi madu 2 kali sehari dapat membantu meringankan penyumbatan pada tenggorokan.

5. Melakukan latihan pernapasan

bernapas berlebihan hiperventilasi

Orang-orang yang menderita PPOK, bronkitis, asma, atau penyakit pernapasan lainnya tentu sudah tidak asing dengan gejala napas berbunyi ini. Maka itu, latihan pernapasan sangat dianjurkan, terutama bagi mereka yang mengidap penyakit-penyakit di atas.

Umumnya, teknik pernapasan terdiri dari menarik napas dalam-dalam, bernapas seperti biasa, kemudian mengembuskan napas. Dokter Anda bisa membantu memberikan pilihan teknik pernapasan yang sesuai dengan kondisi Anda.

6. Hindari asap rokok

perokok pasif wanita mandul

Merokok dapat memicu terjadinya masalah pernapasan. Salah satu efek samping dari merokok—atau menghirup asap rokok sebagai perokok pasif—adalah mengi. Jika Anda telah mengalami masalah napas berbunyi sejak lama, gejalanya mungkin akan bertambah parah ketika Anda menghirup asap rokok.

Jika Anda tidak mengetahui mengapa napas Anda berbunyi, terjadi berulang, dan berat, segeralah berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

7. Minum obat-obatan

obat sakit jantung pengobatan penyakit jantung

Cara-cara di atas tentunya kurang efektif apabila tidak dibarengi dengan konsumsi obat-obatan yang dapat mengatasi sesak napas. Tergantung dari apa penyakit atau kondisi kesehatan yang Anda derita, obat-obatan dapat membantu meringankan penyempitan saluran pernapasan.

Jika mengi yang timbul diakibatkan oleh alergi, Anda mungkin diresepkan oleh dokter obat-obatan dekongestan, kortikosteroid, serta antihistamin. Lain halnya dengan Anda yang menderita asma atau PPOK. Obat-obatan yang perlu Anda konsumsi agar napas berbunyi tak lagi mengganggu bisa berupa bronkodilator.

Hal yang paling penting adalah pastikan Anda selalu minum obat sesuai dengan dosis dan aturan yang diberikan oleh dokter. Dengan demikian, kemungkinan mengi untuk kambuh di lain waktu pun lebih kecil.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

Meski tampaknya selalu bersemangat soal urusan di ranjang, ada banyak juga masalah seks yang dapat mengganggu pria. Yuk, ketahui apa saja!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Meski sedang hamil, ibu tetap direpotkan untuk melakukan pekerjaan rumah. Namun, apakah semua pekerjaan rumah tangga saat hamil aman untuk dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

6 Cara Praktis Membuat Kopi Anda Lebih Sehat dan Nikmat

Kenikmatan kopi sudah tidak diragukan. Namun, tahukan Anda ada beberapa cara membuat kopi yang dapat menjadikan manfaatnya lebih baik untuk kesehatan.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Kenapa Ada Orang yang Mengalami Alergi Bawang Putih dan Bisakah Diobati?

Selain alergi susu dan kacang, ada juga alergi bawang putih. Apa penyebabnya dan adakah cara mengatasinya? Simak penjelasan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Alergi, Alergi Makanan 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara mengobati sengatan lebah

Pertolongan Pertama untuk Mengobati Sengatan Lebah

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 23 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
KDRT konflik rumah tangga

Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
tips menghindari perceraian

7 Rahasia Menghindari Perceraian dalam Rumah Tangga

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
gejala leptospirosis

Cara Mengatasi Gejala Leptospirosis, Penyakit Khas di Musim Hujan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit