Emfisema

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19 Juni 2020 . Waktu baca 11 menit
Bagikan sekarang

Pengertian

Apa itu emfisema?

Emfisema adalah penyakit paru-paru yang menyebabkan sesak napas sehingga seseorang sulit untuk bernapas. Penyakit ini adalah salah satu bentuk paling umum dari penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).

Emfisema adalah kondisi yang tidak terjadi secara mendadak. Artinya, kerusakan paru yang ada telah terjadi selama bertahun-tahun, perlahan-lahan. Orang dengan emfisema mengalami kerusakan pada dinding kantung-kantung udara (alveoli). Bagian paru yang telah rusak tidak dapat kembali ke kondisi sehat seperti sebelumnya.

Alveoli merupakan kantung kecil berisi udara yang terletak di ujung saluran bronkial (percabangan kecil saluran napas). Fungsinya adalah tempat pertukaran karbon dioksida dan oksigen. Bagian ini memiliki dinding yang sangat tipis sehingga sangat mudah rapuh.

Orang sehat memiliki sekitar 300 juta alveoli dalam paru. Sayangnya, ketika Anda memiliki emfisema, jaringan alveoli akan hancur secara perlahan. Kerusakan ini dapat menyebabkan penyumbatan (obstruksi). Penyumbatan itu berupa udara yang banyak terperangkap di paru.

Jumlah alveoli sehat terus berkurang, oksigen yang dialirkan ke dalam darah juga sangat sedikit dan tidak mencukupi.

Sampai saat ini, belum ada obat untuk menyembuhkan rusaknya alveoli ini. Namun, Anda dapat mencegahnya agar kerusakan yang terjadi tidak semakin parah.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Emfisema adalah penyakit sangat umum terjadi pada orang-orang yang punya kebiasaan merokok. Biasanya pada orang dengan usia 50-70 tahun.

Jika Anda memiliki kebiasaan merokok dan faktor risiko dengan penyakit ini, diskusikan pada dokter mengenai kesehatan paru Anda.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala emfisema?

Gejala dari penyakit ini sangat beragam. Gejala yang Anda rasakan mungkin berbeda dengan orang lain.

Beberapa gejala emfisema yang umum terjadi, adalah:

1. Napas pendek

Dalam dunia medis, napas pendek dikenal juga dengan sebutan dispnea. Selain dikenal sebagai ciri PPOK, napas pendek juga merupakan gejala yang khas dari emfisema. Kondisi ini lebih mengacu pada sensasi sesak napas. Ini menyebabkan seseorang memiliki laju pernapasan lebih lambat atau lebih dalam, namun dangkal.

2. Bernapas cepat

Kondisi ini berbeda dengan dispnea. Bernapas cepat dikenal dalam istilah medis sebagai takipnea.

Ini terjadi akibat tingkat oksigen dalam darah terlalu rendah, sehingga merangsang seseorang untuk bernapas lebih cepat untuk memenuhi kebutuhan oksigen.

3. Batuk terus dan mengi

Salah satu gejala yang muncul saat Anda memiliki emfisema adalah mengalami batuk dalam jangka panjang. Batuk yang dialami bisa berdahak ataupun tidak.

Kondisi ini merupakan gejala awal dari kerusakan alveoli karena produksi lendir meningkat. Itu sebabnya, tubuh mengeluarkan refleks alaminya dengan batuk.

Selain itu, orang dengan kondisi ini juga mengalami mengi. Mengi adalah bunyi yang keluar saat bernapas, kadang seperti siulan lirih. Mengi terjadi akibat menyempitnya saluran napas yang mengalirkan udara.

4. Lemah

Kebanyakan orang dengan penyakit ini akan merasakan tubuhnya lemah. Ini lantaran asupan oksigen tidak terpenuhi. Akibatnya, mereka akan cenderung mengurangi aktivitasnya sedikit demi sedikit dari hari ke hari lantaran energi yang terus menurun.

5. Nafsu makan menurun

Orang dengan emfisema biasanya juga mengalami penurunan nafsu makan. Saat mengunyah atau menelan, mereka akan mudah tersedak. Hal ini menyebabkan seseorang jadi tidak nafsu untuk makan dan berat badannya akan terus menurun.

6. Memiliki barrel chest

Selain gejala yang dirasakan pasien, jenis penyakit PPOK ini juga mengubah penampilan tubuh Anda, khususnya bagian dada. Orang dengan kondisi ini biasanya memiliki barrel chest, yaitu dada terlihat menonjol dan bundar. Ini merupakan gejala emfisema tahap lanjutan.

7. Tidur terganggu

Semua gejala yang telah disebutkan, terutama sesak napas sangat mengganggu tidur.Untuk bernapas lebih lega ketika tidur, Anda mungkin akan membutuhkan lebih banyak bantal sebagai penyangga.

Jika gangguan tidur ini terus terjadi, waktu tidur akan berkurang. Akibatnya, mereka bangun dengan kondisi kelelahan dan kadang merasa pusing.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Masalah pada paru-paru haruslah mendapatkan perawatan dokter. Pasalnya, organ ini merupakan alat utama Anda untuk bernapas. Kunjungi dokter dalam waktu kurang lebih 24 jam, jika Anda memiliki masalah kesehatan, seperti:

  • Napas tersengal terus memburuk
  • Anda perlu banyak bantal saat tidur supaya dapat bernapas dengan lega
  • Bernapas terasa sangat berat dan membuat Anda kelelahan
  • Bangun dengan napas pendek lebih dari sekali dalam semalam
  • Sering batuk atau mengi dan merasa pusing di pagi hari

Anda harus mendapatkan perawatan rumah sakit, bila mengalami kondisi di bawah ini.

  • Anda mengalami sesak napas selama beberapa bulan dan kondisi memburuk, menghambat Anda dari kegiatan sehari-hari
  • Terdapat area berwarna kebiruan atau keabuan pada kulit bibir atau kuku
  • Anda mudah kehilangan fokus atau tidak dapat tetap waspada secara mental

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab emfisema?

Sama dengan penyebab PPOK, salah satu sebab seseorang dapat terkena emfisema adalah paparan berlebihan terhadap iritan kimia, seperti asap rokok. Selain itu, paparan jangka panjang polusi udara serta bahaya yang ada di lingkungan kerja juga dapat memicu kondisi ini.

Pada mulanya, paru-paru Anda mungkin akan meradang akibat paparan yang terlalu sering. Akibatnya, paru-paru akan kehilangan elastisitasnya sehingga mempersempit saluran napas dan menghambat aliran udara yang masuk. Saat itulah emfisema terjadi.

Dikutip dari Mayo Clinic, merokok adalah penyebab utama hampir untuk semua penyakit paru, termasuk emfisema. Faktor lainnya yang mungkin juga menjadi penyebab penyakit ini adalah unsur genetik, meskipun sebenarnya cukup jarang terjadi.

Faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk emfisema?

Biasanya, penyakit ini dialami oleh orang yang telah merokok dalam jangka waktu yang lama. Itu sebabnya, penyakit ini biasanya baru berhasil didiagnosis atau ditemui pada usia paruh baya atau usia lanjut. Tak hanya lelaki, perempuan juga berpotensi memiliki penyakit ini.

Beberapa faktor risiko yang bisa menjadi penyebab emfisema, antara lain:

  • Merokok.
    Menurut laporan dari Surgeon General’s Office of the Department of Health and Human Services, para perokok meningkatkan risiko mereka untuk terkena emfisema sebanyak 13 kali lebih besar. Bahkan, perokok pasif juga berisiko terhadap kondisi ini.
  • Usia.
    Seiring bertambahnya usia, semua organ dalam tubuh akan mengalami penurunan fungsi, termasuk paru. Itu sebabnya, kondisi ini banyak ditemukan pada orang berusia 40 tahun ke atas.
  • Paparan asap dan bahan kimia industri.
    Sama seperti asap rokok, polusi dan asap serta bahan kimia industri yang terhirup terus-menerus dapat mengiritasi paru.

Komplikasi

Apa saja komplikasi emfisema?

Orang dengan penyakit paru ini harus mendapatkan perawatan lebih cepat untuk mencegah kerusakan paru lebih jauh. Bila tidak, beberapa komplikasi bisa terjadi, meliputi:

  • Pneumotoraks. Pneumotoraks ditandai dengan adanya udara di antara paru dengan dinding dada. Udara tersebut dapat menekan paru sehingga membuat ukurannya menjadi mengecil.
  • Masalah jantung. Kerusakan pada paru ini dapat meningkatkan tekanan pada arteri yang menghubungkan jantung dengan paru. Akibatnya, area tertentu pada jantung akan menjadi lebih lemah.
  • Lubang besar di paru (bula). Terbentuknya ruang kosong di paru yang disebut bula. Mereka bisa sebesar setengah paru. Selain mengurangi jumlah ruang yang tersedia untuk mengembang, bula raksasa dapat meningkatkan risiko pneumotoraks Anda.

Diagnosis dan Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan untuk emfisema?

Penyakit emfisema bersifat progresif. Itu artinya, akan terus memburuk seiring waktu jika tidak diobati dan dicegah komplikasinya. 

Jika kerusakan paru terjadi, maka yang bisa dilakukan adalah mencegah kerusakan semakin membesar. Anda tak bisa menyembuhkannya secara total.

Pengobatan emfisema akan ditentukan oleh dokter bergantung seberapa parah penyakit yang Anda miliki. Beberapa pengobatan emfisema yang mungkin dilakukan, antara lain:

1. Berhenti merokok

Seperti halnya pengobatan PPOK, berhenti merokok merupakan bagian dari mengobati emfisema. Bukan lagi sekadar gaya hidup. Pasalnya jika kebiasaan buruk ini terus dilakukan, paru yang mengalami iritasi akan semakin parah dan terus menyebar.

Meskipun tidak mudah, kebiasaan ini harus Anda hentikan dengan segera. Berhenti merokok juga bisa menjadi langkah pencegahan PPOK dan emfisema. Minta bantuan dokter jika Anda kesulitan untuk menghilangkan kebiasaan buruk ini.

2. Minum obat

Obat yang biasanya diberikan oleh dokter untuk mengobati penyakit paru ini meliputi obat bronkodilator, steroid, dan antibiotik. Obat-obatan tersebut bekerja dengan mengendurkan otot di sekitar saluran udara, meringankan gejala batuk dan sesak napas, serta mencegah terjadinya infeksi bakteri pada bagian paru-paru yang iritasi.

3. Terapi oksigen

Terapi oksigen biasanya direkomendasikan untuk pasien yang paru-parunya tidak mendapatkan cukup oksigen dalam darah (hipoksemia). Pasien dengan kondisi ini tidak mampu mendapatkan udara secara normal, sehingga perlu mendapatkan udara tambahan melalui mesin berupa kateter hidung atau masker.

4. Operasi pengurangan volume paru

Operasi ini bertujuan untuk mengangkat sebagian jaringan paru yang sudah rusak. Pemotongannya kemudian digabungkan dengan jaringan lain yang tersisa dan masih sehat.

Dengan begitu, tekanan pada otot paru-paru akan berkurang dan elastisitas paru akan meningkat. Operasi sangat efektif, hanya saja tidak semua pasien direkomendasikan melakukan prosedur ini.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk kondisi ini?

Dokter mungkin ingin menanyakan riwayat medis Anda, apakah Anda pernah merokok, atau apabila Anda tinggal atau bekerja di lingkungan yang berpolusi.

Selain itu, beberapa tes kesehatan akan dilakukan untuk mendiagnosis emfisema, meliputi:

  • Tes oksimetri
  • Tes fungsi paru
  • Tes pencitraan (rontgent dada/thoraz atau CT scan)
  • Tes darah lengkap

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi emfisema?

Sekalipun tak bisa disembuhkan, Anda tetap bisa hidup sehat. Beberapa perubahan gaya hidup yang bisa membantu meningkatkan kualitas hidup orang dengan emfisema, antara lain:

1. Rutin minum obat

Kunci untuk meringankan gejala dan mencegah komplikasi dan emfisema selain merokok adalah mengikuti pengobatan. Buat jadwal berkunjung secara rutin, catat perkembangan kesehatan selama melakukan pengobatan, dan konsultasikan efektivitas obat tertentu pada kesehatan tubuh Anda.

2. Vaksinasi

Bagian paru yang telah iritasi sangat rentan dengan infeksi dari bakteri. Untuk mencegah terjadinya infeksi bakteri, dokter mungkin akan merekomendasikan Anda untuk mendapatkan vaksin influenza dan pneumokokus. Ini memberi perlindungan ganda pada paru Anda.

3. Olahraga

Meski aktivitas yang Anda lakukan cukup terbatas, Anda tetap perlu melakukan olahraga. Hanya saja, pilihan jenis olahraga dan intensitasnya harus ringan, seperti berenang atau brisk walking.

Tak hanya meningkatkan kebugaran, cara ini juga membantu meningkatkan fungsi paru. Sebelum melakukan latihan, konsultasikan lebih dahulu pada dokter.

4. Makan makanan bergizi

Sekalipun penyakit ini membuat Anda lebih malas makan, Anda tetap harus memaksakan diri Anda. Nutrisi sehat dari makan, bukan hanya membantu menjaga kesehatan paru Anda, tapi juga sebagai sumber energi.

5. Atasi kecemasan dan depresi

Kondisi ini kerap kali membuat pasien mengalami kecemasan dan depresi. Bergabung dengan kelompok yang memiliki masalah sejenis juga dapat membantu mengatasi kondisi ini.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Cara Mudah dan Efektif untuk Membersihkan Paru-Paru Perokok

Asap rokok yang dihirup penuh dengan racun yang bisa merusak paru. Oleh karena itu, yuk cari tahu berbagai cara untuk membersihkan paru-paru perokok.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Hidup Sehat, Tips Sehat 24 Januari 2020 . Waktu baca 5 menit

5 Prinsip Pola Hidup Sehat yang Harus Dijalani Penderita Asma

Selain pakai obat, penderita asma juga disarankan untuk menjalani pola hidup yang lebih sehat guna mencegah gejala sering kambuh. Bagaimana memulainya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kebugaran, Tips Sehat 8 Desember 2019 . Waktu baca 6 menit

11 Cara Berhenti Merokok yang Terbukti Ampuh dan Bebas Risiko “Sakau”

Selain kanker paru, ada banyak penyakit yang mengintai perokok aktif. Segera cari cara berhenti merokok yang paling pas agar tak menyesal di kemudian hari.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Berhenti Merokok, Hidup Sehat 4 Desember 2019 . Waktu baca 12 menit

Mengenal Jenis-Jenis Inhaler Asma Beserta Efek Samping dan Cara Pakai yang Benar

Tidak semua pengidap asma perlu pakai inhaler. Anda mungkin juga membutuhkan jenis obat semprot asma yang berbeda dengan pengidap asma lain.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Asma, Kesehatan Pernapasan 4 Desember 2019 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

sesak napas dispnea

Sesak Napas

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 24 Juli 2020 . Waktu baca 9 menit
arti kedutan

Otot Sering Kedutan, Bahaya atau Tidak?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit
social smoker

Menjadi Social Smoker Ternyata Sama Bahayanya dengan Perokok Aktif

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 13 April 2020 . Waktu baca 4 menit
rokok kretek

Rokok Kretek: Kandungan dan Bahayanya untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2020 . Waktu baca 12 menit