home

Artikel Bersponsor

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Community Acquired Pneumonia (Pneumonia Komunitas)

Pengertian community acquired pneumonia (CAP)|Gejala community acquired pneumonia|Penyebab pneumonia komunitas|Faktor risiko pneumonia komunitas|Diagnosis pneumonia komunitas|Pengobatan community acquired pneumonia|Pengobatan pneumonia komunitas di rumah
Community Acquired Pneumonia (Pneumonia Komunitas)

Pengertian community acquired pneumonia (CAP)

Apa itu community acquired pneumonia (CAP)?

Pengertian community acquired pneumonia (CAP) atau pneumonia komunitas adalah salah satu jenis pneumonia yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan dan berbagai gejala lainnya.

Anda bisa tertular pneumonia jenis ini dari lingkungan sekitar atau komunitas, yakni di luar rumah sakit atau pusat kesehatan.

Itu sebabnya, ciri khas dari kondisi ini adalah bisa ditularkan di luar lingkungan rumah sakit maupun pusat kesehatan.

Artinya, pneumonia jenis ini ditemukan pada orang yang tidak mengunjungi rumah sakit atau fasilitas kesehatan lain dalam waktu dekat.

Sementara itu, pneumonia yang menyerang orang di fasilitas kesehatan, seperti rumah sakit disebut hospital acquired pneumonia atau pneumonia terkait perawatan kesehatan.

Pneumonia sendiri adalah infeksi yang menyerang kantung udara di salah satu atau kedua paru-paru.

Kantung udara tersebut bisa berisi cairan atau nanah yang mengakibatkan berbagai gejala yang mengganggu.

Penyakit ini bisa berkisar dari kondisi yang ringan hingga mengancam jiwa.

Namun umumnya, keparahan pneumonia bisa dialami oleh bayi, lansia, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Gejala community acquired pneumonia

Apa saja gejala community acquired pneumonia?

Kondisi ini menimbulkan gejala pneumonia yang bisa berkembang dengan cepat.

Berbagai gejala community acquired pneumonia adalah sebagai berikut:

  • sesak napas,
  • batuk,
  • dahak yang kental,
  • demam dan menggigil,
  • nyeri dada yang semakin parah saat Anda bernapas atau batuk, serta
  • nyeri perut bagian atas (perut) disertai mual, muntah, atau diare.

Selain itu, situs U.S. National Library of Medicine menyebutkan ada beberapa gejala tambahan yang muncul jika Anda terkena pneumonia komunitas.

Gejala lain community acquired pneumonia adalah:

  • kebingungan, terutama pada orang tua,
  • kulit berkeringat berlebih dan lembap,
  • sakit kepala,
  • kehilangan nafsu makan, energi rendah, dan kelelahan,
  • malaise (tidak enak badan), hingga
  • sindrom kuku putih atau leukonychia.

Penyebab pneumonia komunitas

Apa penyebab pneumonia komunitas?

Ada banyak kuman yang dapat menyebabkan pneumonia CAP. Namun, beberapa jenis kuman lebih sering menjadi penyebab pneumonia.

Pada orang dewasa, bakteri Streptococcus pneumoniae merupakan kuman yang paling sering menyebabkan CAP.

Selain itu, berikut ini adalah kuman penyebab community acquired pneumonia lainnya:

  • Haemophilus influenzae
  • Mycoplasma pneumoniae
  • Chlamydia pneumoniae
  • Legionella
  • Basil gram negatif
  • Staphylococcus aureus

Virus flu (influenza) adalah virus yang paling sering mengakibatkan CAP.

Mengidap flu juga membuat Anda lebih berisiko terkena pneumonia bakteri.

Janis pneumonia ini sering kali lebih parah daripada pneumonia virus.

Sementara itu, virus lain yang juga dapat menyebabkan community acquired pneumonia adalah:

  • Parainfluenza,
  • Echovirus,
  • Adenovirus,
  • dan Coxsackievirus.

Tak hanya bakteri dan virus, jamur dan parasit juga bisa menjadi penyebab pneumonia komunitas.

Faktor risiko pneumonia komunitas

Apa saja faktor risiko CAP?

penyakit pneumonia

Ada banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko community acquired pneumonia, di antaranya adalah:

  • penyakit paru-paru kronis, seperti PPOK dan bronkiektasis,
  • merokok,
  • gangguan otak,
  • masalah sistem kekebalan tubuh,
  • penyakit serius lainnya, seperti penyakit jantung atau diabetes,
  • baru melakukan operasi atau mengalami trauma,
  • serta pernah melalui operasi atau perawatan kanker mulut, tenggorokan, dan leher.

Tak sampai di situ, Anda juga berisiko lebih tinggi terkena pneumonia komuniti jika melakukan kontak dengan orang yang mengidap pneumonia.

Diagnosis pneumonia komunitas

Bagaimana diagnosis pneumonia komunitas?

Dokter atau petugas kesehatan akan mendengarkan derak atau suara napas yang tidak normal di dada Anda dengan stetoskop.

Selanjutnya, dokter akan mengetuk dinding dada untuk membantu mendengarkan dan merasakan suara abnormal di dada Anda.

Selain itu, untuk diagnosis CAP, dokter mungkin akan meminta Anda melakukan serangkain tes, termasuk:

Pengobatan community acquired pneumonia

Bagaimana cara mengobati CAP?

Pertama-tama, dokter akan menentukan apakah Anda perlu mendapat perawatan pneumonia di rumah sakit atau tidak.

Jika perlu, Anda mungkin akan menerima pengobatan berupa:

  • cairan dan antibiotik melalui pembuluh vena,
  • terapi oksigen, dan
  • perawatan pernapasan.

Antibiotik hanya diberikan untuk mengatasi pneumonia akibat bakteri.

Jika Anda mengidap pneumonia virus, dokter mungkin akan memberikan Anda obat-obatan lain, seperti antivirus.

Anda cenderung akan dirawat di rumah sakit jika mengalami kondisi-kondisi, seperti:

  • mengalami gangguan kesehatan serius lainnya,
  • mendapatkan gejala yang parah,
  • tidak dapat merawat diri sendiri di rumah atau tidak bisa minum dan makan sendiri,
  • lebih tua dari 65 tahun,
  • sudah minum antibiotik, tetapi kondisi tak kunjung membaik.

Pengobatan pneumonia komunitas di rumah

Bagaimana cara mengobati pneumonia komunitas di rumah?

Jike gejala yang Anda rasakan tergolong ringan, pengobatan rumahan mungkin dapat membantu meringankan pneumonia komuniti.

Berikut ini adalah pengobatan community acquired pneumonia yang bisa Anda lakukan di rumah:

  • Minum antibiotik sesuai petunjuk dokter sampai habis.
  • Menghirup udara hangat dan lembap untuk membantu mengencerkan lendir atau dahak.
  • Minumlah air putih yang banyak dan jangan minum minuman beralkohol.
  • Istirahatlah yang cukup di siang maupun malam hari.

Banyak orang yang terkena pneumonia komunitas dapat sembuh sendiri dengan perawatan tepat di rumah.

Namun, jangan ragu untuk menghubungi dokter jika mengalami gejala mengkhawatirkan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Brown, J. (2012). Community-acquired pneumonia. Clinical Medicine, 12(6), 538-543. doi: 10.7861/clinmedicine.12-6-538

Kaysin, A., & Viera, A. (2016). Community-Acquired Pneumonia in Adults: Diagnosis and Management. American Family Physician, 94(9), 698-706. Retrieved from https://www.aafp.org/afp/2016/1101/p698.html#

Community-Acquired Pneumonia in Adults | Cedars-Sinai. (2021). Retrieved 8 April 2021, from https://www.cedars-sinai.org/health-library/diseases-and-conditions/c/community-acquired-pneumonia-in-adults.html

Pneumonia – Symptoms and causes. (2021). Retrieved 8 April 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/pneumonia/symptoms-causes/syc-20354204

Encyclopedia, M., & adults, C. (2021). Community-acquired pneumonia in adults: MedlinePlus Medical Encyclopedia. Retrieved 8 April 2021, from https://medlineplus.gov/ency/article/000145.htm

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fajarina Nurin Diperbarui 03/06/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.