home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

4 Penyakit yang Membuat Anda Sering Sesak Napas Setelah Makan

4 Penyakit yang Membuat Anda Sering Sesak Napas Setelah Makan

Pernahkah Anda merasa tiba-tiba mengalami napas pendek atau sesak napas setelah makan? Gejala napas pendek dalam bahasa medis disebut dengan dyspnea. Napas pendek setelah makan bisa saja menandakan Anda mengalami suatu penyakit atau kondisi medis tertentu, seperti masalah fungsi jantung atau gangguan pencernaan.

Kondisi yang bisa menyebabkan napas pendek setelah makan

Jika Anda pernah mengalami sesak napas atau tidak bisa bernapas setelah makan, jangan acuhkan gejala tersebut. Sebab bisa jadi hal itu adalah tanda bahwa Anda mengalami gangguan kesehatan tertentu. Berikut adalah kondisi medis yang dapat menimbulkan gejala napas pendek setelah makan:

1. Penyakit asam lambung atau gastroesophageal reflux (GERD)

GERD adalah kondisi di mana asam lambung naik ke saluran yang menghubungkan mulut dengan lambung. Jika Anda mengalami kenaikan asam lambung yang terjadi satu atau dua kali setiap minggu bisa dibilang Anda memiliki GERD. Walaupun GERD bisa terjadi kapan pun, namun hal ini bisa dipicu oleh kebiasaan makan Anda sesak.

2. Aritmia

Aritmia adalah masalah yang terjadi pada jantung yang ditandai oleh detak atau ritme jantung tidak normal. Bisa jadi detak jantung terlalu cepat, pelan, atau bahkan tidak teratur sama sekali. Menurut American Heart Association, kondisi medis ini sering kali menimbulkan gejala napas pendek sesaat setelah makan. Jika Anda mengalami hal ini, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan medis.

Orang yang mengalami aritmia bisa jadi harus melakukan pengobatan lebih lanjut, tapi tidak jarang yang tidak memerlukan pengobatan medis. Yang jelas, pengobatan yang dilakukan bertujuan untuk mencegah gangguan fungsi jantung yang lebih parah.

3. Gangguan kecemasan

Gangguan kecemasan merupakan gangguan kesehatan mental yang ditandai dengan timbulnya rasa takut, paranoid, atau panik yang berlebihan. Sesak adalah salah satu gejala yang sering dialami oleh orang yang memiliki gangguan ini. Gangguan kecemasan ini bisa memengaruhi cara dan pola makan.

Seseorang yang merasa cemas berlebihan, biasanya mencari pelarian untuk menenangkan dirinya. Jika ia menjadikan makanan sebagai pelariannya, maka bukan tidak mungkin ia akan mengalami perubahan pola makan dan kemudian menyebabkan ia susah bernapas.

4. Alergi makanan

Sering kali Anda tidak menyadari bahwa Anda memiliki alergi terhadap suatu makanan. Alergi yang terjadi pada seseorang akan menyebabkan beberapa gejala seperti tenggorokan bengkak, jantung berdebar-debar, pusing, permukaan kulit gatal dan kemerahan, serta penyempitan saluran udara sehingga napas pendek. Oleh karena itu, jika Anda mengalami gejala tersebut setelah Anda makan sesuatu makanan, sebaiknya Anda segera pergi ke dokter untuk memeriksakan kondisi kesehatan Anda.

Beberapa hal yang mungkin membuat Anda berisiko mengalami alergi makanan yaitu riwayat keluarga, usia (kebanyakan terjadi pada anak-anak), dan memiliki alergi terhadap hal lain.

Bagaimana cara mencegah napas pendek setelah makan?

Kebiasaan makan Anda bisa jadi memperparah kondisi kesehatan Anda. Oleh karena itu, berikut adalah beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah timbulnya gejala sesak napas setelah Anda makan:

  • Makan dan kunyah makanan dengan perlahan. Mungkin banyak orang yang sering kali mengacuhkan cara mengunyah makanan, termasuk Anda. Padahal, semakin cepat Anda mengunyah dan menelan makanan, maka akan semakin susah Anda bernapas. Cobalah untuk makan dengan pelan-pelan dan atur napas Anda dengan baik selama mengonsumsi makanan.
  • Memilih makanan yang mudah untuk dikunyah. Makanan yang keras membuat Anda susah untuk mengunyah. Hal ini juga meningkatkan risiko sesak napas.
  • Makan dengan sikap duduk yang tegak. Posisi tubuh saat makan tentu akan memengaruhi pernapasan Anda ketika makan. Coba untuk duduk dengan posisi tubuh yang tegak agar terhindar dari gejala sesak napas.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Marks, D. (2011). Indigestion & Shortness of Breath While Eating. [online] LIVESTRONG.COM. Available at: http://www.livestrong.com/article/471000-indigestion-shortness-of-breath-while-eating/  [Accessed 19 Apr. 2017].

McLaughlin, A. (2010). What Are the Causes of Shortness of Breath After Eating?. [online] LIVESTRONG.COM. Available at: http://www.livestrong.com/article/247582-what-are-the-causes-of-shortness-of-breath-after-eating/  [Accessed 19 Apr. 2017].

Medlineplus. (2017). Gastroesophageal reflux disease: MedlinePlus Medical Encyclopedia. [online] Medlineplus.gov. Available at: https://medlineplus.gov/ency/article/000265.htm  [Accessed 19 Apr. 2017].

Verywell. (2017). What Are Some Ways to Avoid Shortness of Breath When Eating?. [online] Available at: https://www.verywell.com/avoid-shortness-of-breath-when-eating-915000  [Accessed 19 Apr. 2017].

 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M
Tanggal diperbarui 19/02/2021
x