home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Jangan Disepelekan! Ini Berbagai Penyebab dan Faktor Risiko Emfisema yang Bisa Dihindari

Jangan Disepelekan! Ini Berbagai Penyebab dan Faktor Risiko Emfisema yang Bisa Dihindari

Merokok bukan hanya dapat mengakibatkan penyakit kanker di bagian tubuh mana pun, Anda juga bisa mengalami emfisema akibat kebiasaan yang satu ini. Ya, kondisi yang termasuk ke dalam penyakit paru-paru obstruktif kronis (PPOK) ini sangat mungkin terjadi jika Anda adalah seorang perokok. Agar tahu informasi selengkap mengenai penyebab dan faktor risiko penyakit emfisema, simak penjelasannya berikut ini.

Apa penyebab penyakit emfisema?

Emfisema terjadi ketika kantung udara di paru-paru (alveoli) mengalami kerusakan.

Seiring dengan berjalannya waktu, dinding bagian dalam kantung udara melemah dan pecah, kemudian menciptakan ruang udara yang lebih besar.

pernapasan paradoksal paradoxical breathing adalah penyebab sesak napas

Hal ini dapat mengurangi luas permukaan paru. Alhasilnya, jumlah oksigen yang mencapai aliran darah Anda juga menurun.

Kondisi inilah yang kemudian membuat Anda mengalami sesak napas.

Berikut ini adalah berbagai penyebab emfisema yang perlu Anda waspadai:

1. Merokok tembakau

Mengisap rokok merupakan penyebab utama emfisema. Situs National Center for Biotechnology Information menyebutkan bahwa sebanyak 80-90% pasien PPOK adalah seorang perokok.

Merokok tidak hanya berisiko merusak jaringan paru-paru, tetapi juga mengiritasi saluran udara.

Kondisi ini menyebabkan peradangan dan kerusakan silia yang melapisi saluran bronkial di paru-paru.

Alhasil, Anda akan mengalami pembengkakan saluran udara, peningkatan jumlah lendri, dan kesulitan dalam membersihkan saluran udara.

Semua perubahan tubuh tersebut dapat menyebabkan sesak napas. Meskipun begitu, gejala emfisema pada perokok tergantung pada beberapa hal berikut:

  • jumlah batang rokok yang Anda isap setiap hari,
  • lama waktu Anda menjalani kebiasaan merokok, dan
  • seberapa baik fungsi paru-paru Anda.

Tanda-tanda dan gejala emfisema kemungkinan mulai muncul setidaknya setelah Anda menghabiskan 20 bungkus tembakau per tahun.

2. Merokok ganja

Selain rokok tembakau, rokok ganja juga disebut dapat menjadi penyebab emfisema.

Namun, penelitian yang membahas tentang pengaruh rokok ganja terhadap emfisema masih terbatas.

Salah satu studi yang membahas topik tersebut ada di dalam jurnal Lung India.

Jurnal tersebut memaparkan kasus seorang pria yang mengisap 2-4 puntung rokok dan 2-3 batang ganja per hari selama delapan tahun terakhir.

Setelah sekian lama menjalani kebiasaan buruk tersebut, ia mengeluhkan sesak napas dan nyeri dada di sisi kanan.

Usai melalui rangkaian pemeriksaan, dapat disimpulkan bahwa pria tersebut mengalami gejala emfisema yang disebabkan oleh penyalahgunaan ganja.

3. Terpapar asap berbahaya

American Lung Association menyatakan bahwa PPOK dapat terjadi tergantung apa Anda hirup sehari-hari di rumah, tempat kerja, atau lingkungan sekitar.

Paparan polusi dalam jangka panjang, seperti debu, asap, dan bahan kimia (yang sering kali terkait dengan pekerjaan) juga dapat berperan menjadi penyebab emfisema.

Bahan bakar biomassa dan polutan lingkungan lainnya, seperti sulfur dioksida, menjadi salah satu penyebab utama emfisema pada perempuan dan anak-anak di negara berkembang.

4. Kekurangan alfa-1

Selain yang telah disebutkan di atas, emfisema juga dapat disebabkan oleh kondisi genetik kekurangan protein yang melindungi struktur elastis di paru-paru, yakni alfa-1-antitripsin.

Meskipun begitu, kondisi ini hanya menyebabkan 1-2% kasus PPOK secara keseluruhan.

Ketika mengalami defisiensi alfa-1, Anda mungkin juga mengalami gejala berupa batuk kronis, peningkatan jumlah dahak, dan mengi.

Apa saja faktor risiko emfisema?

sakit kepala setelah merokok

Di samping penyebab yang telah dipaparkan sebelumnya, ada pula beragam faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena emfisema, yaitu:

1. Merokok

Emfisema paling sering terjadi pada perokok tembakau.

Namun pada dasarnya, segala jenis rokok nyatanya berpengaruh terhadap munculnya penyakit ini, baik rokok kretek hingga rokok elektrik (vape).

Risiko mengalami emfisema untuk semua perokok jenis apa pun akan meningkat seiring dengan jumlah rokok yang diisap dan berapa lama sudah menjalani kebiasaan ini.

2. Perokok pasif

Bagi perokok pasif, asap rokok adalah asap yang Anda hirup secara tidak sengaja dari rokok yang diisap seseorang di dekat Anda.

Itu sebabnya, asap rokok juga dikenal sebagai asap tembakau pasif atau lingkungan.

Dengan kata lain, meski tidak merokok secara langsung, jangan beranggapan bahwa Anda tidak berisiko terkena emfisema karena tak memiliki penyebab secara langsung.

Nyatanya, berdekatan dengan perokok aktif juga dapat meningkatkan risiko Anda terkena emfisema.

3. Paparan asap atau debu di tempat kerja

Asap berbahaya adalah salah satu faktor risiko emfisema.

Jadi, jika menghirup asap atau debu dari bahan kimia, biji-bijian, kapas, kayu, atau produk pertambangan, Anda memiliki risiko lebih tinggi terkena emfisema.

Bahkan, risiko emfisema akan semakin tinggi jika Anda rutin mengisap rokok setiap hari.

4. Paparan polusi dalam dan luar ruangan

Polusi dari dalam ruangan, seperti asap dari bahan bakar pemanas, dapat menjadi faktor risiko emfisema selanjutnya.

Tak hanya itu, polusi di luar ruangan, misalnya knalpot mobil, juga bisa meningkatkan risiko Anda terkena emfisema.

5. Usia

Emfisema merupakan penyakit paru-paru yang berkembang secara bertahap.

Namun, kebanyakan orang yang mengalami emfisema terkait tembakau baru mengalami gejala pada usia antara 40-60 tahun.

Nah, setelah mengetahui penyebab dan faktor risiko emfisema, Anda tentu dapat mengambil langkah untuk mencegah penyakit ini.

Jangan ragu untuk menghubungi dokter atau petugas kesehatan jika Anda mengalami gejala emfisema.

Mendeteksi penyakit sejak dini dapat membantu Anda mendapatkan perawatan yang tepat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Pahal, P., Avula, A., & Sharma, S. (2021). Emphysema. Statpearls Publishing. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK482217/

Golwala, H. (2012). Marijuana abuse and bullous emphysema. Lung India, 29(1), 56. doi: 10.4103/0970-2113.92365

What Causes COPD. (2021). Retrieved 5 April 2021, from https://www.lung.org/lung-health-diseases/lung-disease-lookup/copd/what-causes-copd

Emphysema: Causes, Symptoms, Diagnosis & Treatments. (2021). Retrieved 5 April 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9370-emphysema

Emphysema – Symptoms and causes. (2021). Retrieved 5 April 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/emphysema/symptoms-causes/syc-20355555#

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fajarina Nurin Diperbarui 28/04/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.