Manfaat dan Panduan Melakukan Pernapasan Perut?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18/06/2020 . 5 menit baca
Bagikan sekarang

Teknik pernapasan yang tepat dapat membuat tubuh serta pikiran Anda jadi lebih rileks dan bebas stres. Selain untuk mengurangi stres, orang-orang yang mengidap masalah sesak napas pun dapat mencoba teknik pernapasan tertentu agar terhindar dari gangguan pernapasan. Nah cara yang paling efektif untuk mendapatkan manfaat tersebut adalah melalui pernapasan perut.

Apa itu pernapasan perut?

Pernapasan perut adalah teknik latihan pernapasan yang dilakukan dengan mengencangkan otot-otot diafragma. Diafragma sendiri adalah otot rangka berbentuk kubah yang membentang secara horizontal antara rongga dada dan rongga perut. Maka dari itu, teknik pernapasan ini sering disebut juga dengan pernapasan diafragma atau pernapasan dalam.

Diafragma memegang peranan penting dalam proses pernapasan. Ketika Anda mengambil napas lewat teknik ini, otot diafragma akan mengencang agar ruang rongga dada mengembang lebih besar sehingga oksigen lebih mudah mengalir masuk ke paru-paru.

Selama mengambil napas, dada tidak naik tapi perutlah yang mengembang. Sementara ketika Anda mengembuskan napas, otot-otot diafragma akan mengendur kembali seperti semula untuk mendorong udara keluar dari paru-paru.

Apa saja manfaat pernapasan perut?

Teknik pernapasan perut memiliki banyak manfaat untuk tubuh dalam berbagai aspek. Manfaat yang paling utama adalah membantu memperlancar proses pernapasan, terutama pada pasien penderita penyakit yang menyebabkan sesak napas.

Manfaat pernapasan perut untuk PPOK

Salah satu penyakit yang memicu gejala sesak napas adalah penyakit paru obstruktif kronis atau PPOK. Pada penderita PPOK, udara dapat terjebak di dalam paru-paru, sehingga menyebabkan diafragma tertekan ke bawah. Hal ini membuat diafragma melemah dan tidak dapat bekerja dengan baik seiring berjalannya waktu.

Dengan melakukan teknik pernapasan ini, orang-orang dengan PPOK dapat melatih kekuatan diafragma, sehingga pada akhirnya mereka dapat bernapas lebih lega tanpa memerlukan tenaga lebih.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pernapasan diafragma dapat membantu orang dengan PPOK bernapas lebih baik. Salah satunya ada dalam studi yang dimuat di jurnal Chest.

Studi tersebut meneliti bagaimana efek pernapasan diafragma atau pernapasan perut pada pasien PPOK, terutama ketika gejala sesak napas muncul dan seberapa lama ketahanan mereka berolahraga. Hasilnya, pernapasan perut efektif mengatasi gejala-gejala sesak napas serta rasa lelah saat berolahraga.

Manfaat pernapasan perut untuk asma

Tidak hanya untuk penderita PPOK, pernapasan perut juga merupakan teknik yang dianjurkan untuk penderita asma. Penyakit yang juga sangat berkaitan dengan gejala kesulitan bernapas ini juga memerlukan teknik pernapasan perut agar dapat bernapas lebih baik.

Tidak berbeda jauh dengan penderita PPOK, teknik pernapasan ini juga membantu penderita asma agar memiliki diafragma yang lebih kuat. Dengan membaiknya fungsi diafragma, pernapasan pun menjadi lebih tenang dan tubuh tidak memerlukan oksigen sebanyak biasanya.

Keuntungan pernapasan perut untuk penyakit asma telah dibahas dalam penelitian yang terdapat di Physiotherapy Theory and Practice. Dalam penelitian tersebut, dinyatakan bahwa rutin melakukan teknik pernapasan ini dapat membantu memperlambat pernapasan pada penderita asma, serta mengurangi timbulnya gejala-gejala seperti mengi.

Manfaat lain dari pernapasan perut

Selain untuk memperbaiki kualitas pernapasan pada pengidap masalah sesak napas, teknik pernapasan ini juga bermanfaat untuk mengurangi stres. Seperti yang kita tahu, stres akan membuat sistem kekebalan tubuh tidak bekerja secara optimal.

Hal ini membuat Anda lebih berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan, mulai dari cemas berlebih hingga depresi. Nah, dengan rutin melakukan teknik pernapasan ini, maka Anda dapat mengurangi efek stres dalam tubuh sehingga badan dan pikiran pun jadi lebih tenang.

Pernapasan diafragma juga dapat membantu menurunkan tekanan darah, meningkatkan stabilitas otot inti tubuh, serta memperlambat laju pernapasan sehingga Anda tidak perlu mengeluarkan banyak energi untuk bernapas.

Bagaimana cara melakukan teknik pernapasan ini?

Sebelum mencoba, hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah mencari tempat nyaman dan tenang untuk duduk atau berbaring.

Anda bisa duduk di kursi, duduk bersila, atau berbaring telentang di tempat yang datar, seperti di atas lantai, tempat tidur, atau lain sebagainya.

Bila memilih duduk, pastikan lutut Anda ditekuk dan telapak kaki Anda menjejak tanah dengan sempurna. Duduklah dengan posisi yang rileks, yaitu tidak terlalu tegap tapi juga tidak terlalu bungkuk.

Sementara bila ingin berbaring, Anda bisa selipkan bantal di bawah kaki untuk menyangga agar lutut tetap tertekuk.

Setelah itu, ikuti panduan dasar melakukan pernapasan perut di bawah ini.

  • Letakkan satu tangan di dada dan dan satu tangan lainnya di atas pusar.
  • Ambil napas perlahan melalui hidung selama dua detik. Rasakan udara yang Anda hirup dari hidung bergerak mengisi perut sehingga menyebabkan perut membesar. Pastikan tangan yang diletakkan di dada tidak bergerak sementara tangan yang ada di perut bergerak ke depan ketika Anda mengambil napas.
  • Kerucutkan bibir Anda layaknya sedang minum dari sedotan, lalu tekan dengan lembut perut Anda dan buang napas perlahan selama dua detik. Tangan yang ada di dada harus tetap diam dan rasakan tangan yang menyentuh perut mundur ke belakang.

Ulangi langkah di atas beberapa kali sampai Anda bisa bernapas lebih teratur.

Awalnya Anda mungkin akan merasa kikuk melakukan teknik ini karena lebih sering bernapas lewat dada. Namun, teruslah berlatih sehingga Anda lebih terbiasa melakukan pernapasan perut tanpa diminta.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

6 Ragam Teknik Pernapasan yang Patut Dicoba Agar Tidur Lebih Cepat dan Lelap

Tampaknya memang mudah, tapi tidak semua orang bisa cepat tidur bahkan sampai lelap. Jangan kehabisan akal, yuk coba beberapa teknik pernapasan untuk tidur!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 05/06/2019 . 5 menit baca

Teknik Pernapasan yang Tepat Saat Lari Agar Tidak Terengah-engah

Menggunakan teknik pernapasan saat lari yang tepat membantu Anda tak mudah kehabisan napas. Cobalah teknik berikut dan rasakan bedanya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Olahraga Lari, Hidup Sehat 17/02/2019 . 4 menit baca

Mengintip Anatomi dan Fungsi Diafragma Dalam Tubuh Manusia

Tahukah Anda kalau cegukan itu disebabkan oleh otot diafragma yang kejang? Memang, apa itu diafragma dan fungsinya? Intip di sini!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Hidup Sehat, Fakta Unik 30/11/2018 . 6 menit baca

Jangan Lupa Atur Napas! Itu Kunci Persalinan Lancar Tanpa Hambatan

Menjelang persalinan, kontraksi hebat semakin terasa. Nah, agar persalinan lancar, daripada takut berlebihan, Anda sebaiknya atur napas dengan baik.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Melahirkan, Kehamilan 28/09/2018 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

teknik pernapasan coronavirus

Teknik Pernapasan Tertentu Bisa Meredakan Gejala Coronavirus?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 14/04/2020 . 6 menit baca
menghela napas saat stres dan lelah

Kenapa Kita Suka Tanpa Sadar Menghela Napas Saat Merasa Stres?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 26/12/2019 . 4 menit baca
manuver valsalva

Mengenal Manuver Valsava, Cara Cepat Meringankan Telinga yang Berdenging

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 11/12/2019 . 4 menit baca
bernapas dengan hidung

Strategi Jitu Agar Lebih Terbiasa Bernapas Lewat Hidung

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 11/10/2019 . 4 menit baca