Apa itu vagina kering?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu vagina kering?

Vagina kering adalah kondisi yang terjadi ketika organ intim ini kehilangan kelembapan atau pelumas alaminya. Hilangnya kelembapan membuat dinding vagina menipis dan teregang karena artinya hanya ada sedikit sel yang mengeluarkan uap air.

Kekeringan makin mungkin terjadi seiring dengan pertambahan usia akibat perubahan produksi hormon. 

Kondisi ini tidak selalu menjadi masalah bagi sebagian besar wanita. Namun, bisa mengganggu kehidupan seks. Hubungan seks akan terasa lebih sakit karena vagina tidak dibasahi oleh pelumas alaminya.

Seberapa umumkah vagina kering?

Vagina setiap wanita bisa kering sewaktu-waktu. Akan tetapi, kondisi ini lebih umum terjadi pada wanita yang sudah atau baru memasuki masa menopause.

Dilansir dari Journal of Ayub Medical College, sekitar 20 persen wanita mengalami vagina kering menjelang dan setelah menopause.

Kekeringan vagina yang dipengaruhi penuaan tidak dapat dicegah, tapi bisa dirawat dengan cara yang tepat.

Ada beberapa perawatan yang bisa dilakukan untuk membantu mengatasi masalah ini . Maka, konsultasikan ke dokter untuk mencari penyebab pastinya dan perawatannya yang tepat.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala vagina kering?

Vagina yang mengalami kekeringan akan mengalami berbagai gejala seperti:

  • Rasa sakit atau gatal di dalam dan area sekitar vagina
  • Sakit saat seks; Jaringan vagina yang kering akan jadi kurang elastis sehingga perdarahan setelah seks sangat mungkin terjadi.
  • Kencing lebih sering dari biasanya
  • Mengalami infeksi saluran kencing yang berulang
  • Vagina terasa panas

Kemungkinan ada beberapa tanda atau gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda khawatir dengan berbagai gejala lain yang muncul, silakan konsultasikan dengan dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Meski terjadi secara alamiah dan tidak membahayakan kesehatan, Anda tetap perlu waspada jika:

  • Mengalami keputihan yang tidak normal
  • Mengalami perdarahan  setelah berhubungan seks atau di luar siklus haid
  • Sudah melakukan berbagai pengobatan rumahan tetapi tak kunjung berhasil
  • Mengganggu aktivitas sehari-hari

Ketika berbagai gejala ini Anda rasakan, tak ada salahnya untuk memeriksakan diri ke dokter. Pasalnya, vagina yang kering juga bisa menjadi tanda masalah kesehatan yang lebih serius dan lebih dari sekadar gejala menopause.

Penyebab

Apa penyebab vagina kering?

Kekeringan pada vagina utamanya disebabkan oleh penurunan kadar estrogen. Padahal estrogen bertugas menjaga jaringan yang melapisi vagina tetap tebal, lembap, dan sehat. Ketika kadarnya menurun, otomatis lapisan vagina menjadi lebih tipis, kering, dan kurang elastis. Perubahan ini dikenal dengan istilah atrofi vagina.

Ada banyak hal yang membuat kadar estrogen berkurang drastis, yaitu:

  • Menopause
  • Saat melahirkan dan menyusui
  • Sedang menjalani perawatan kanker seperti kemoterapi atau radiasi
  • Minum obat anti-estrogen untuk mengobati kanker payudara atau endometriosis seperti Lupron atau Zoladex

Selain turunnya kadar estrogen, penyebab lain vagina kering yaitu:

Sindrom Sjogren

Sindrom Sjogren merupakan gangguan autoimun yang menyebabkan peradangan pada kelenjar ludah dan air mata. Sindrom ini juga bisa menyebabkan jaringan yang melapisi vagina meradang hingga menyebabkan kekeringan di area miss V.

Minum obat antihistamin atau antidepresan

Kedua obat ini memiliki satu efek samping yang serupa yaitu kekeringan pada vagina. Bahkan, antidepresan juga bisa menurunkan libido sehingga membuat orgasme menjadi lebih sulit dicapai.

Douching

Douching adalah proses membersihkan vagina dengan menggunakan cairan kimia khusus. Cairan umumnya mengandung kombinasi cuka, soda kue, atau yodium.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk vagina kering?

Daftar faktor yang meningkatkan risiko seorang wanita mengalami masalah ini antara lain:

  • Merokok
  • Baru saja operasi pengangkatan ovarium
  • Olahraga terlalu keras
  • Terlalu banyak pikiran atau stres

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis vagina kering?

Kemungkinan besar dokter akan melakukan pemeriksaan panggul dan mengecek riwayat kesehatan Anda. Dalam hal ini termasuk informasi mengenai perubahan yang belakangan dirasakan pada vagina dan perubahan pada siklus haid.

Pemeriksaan panggul membantu dokter mengetahui perubahan yang terjadi pada dinding vagina. Selain itu, hal ini juga dapat membantu dokter mengumpulkan sampel sel atau keputihan untuk menguji keberadaan infeksi.

Sejauh ini, tidak ada satu tes khusus untuk mendiagnosis atrofi dan kekeringan pada vagina. Maka dari itu dokter biasanya menggunakan gejala yang dirasakan sebagai dasar awal dalam mendiagnosis.

Jangan malu untuk menjelaskan secara detail gejala yang Anda rasakan pada vagina termasuk saat berhubungan seks. Pasalnya semakin lengkap informasi yang diberikan semakin mudah dokter menentukan penyebabnya.

Apa saja pilihan pengobatan untuk vagina kering?

Vagina yang kering akan dirawat sesuai dengan penyebabnya. Ketika kekeringan disebabkan oleh kadar estrogen rendah, terapi estrogen menjadi obat utamanya.

Estrogen oles menjadi pilihan dokter karena lebih cepat diserap dan minim efek samping ketimbang yang diminum. Estrogen minum hanya khusus diresepkan untuk mengatasi gejala menopause seperti hot flashes.

Terapi estrogen yang langsung dipakai ke kulit vagina dapat berupa:

  • Cincin vagina (Estring), dimasukkan langsung ke dalam vagina
  • Krim vagina (Estrace, Premarin), dioleskan ke dalam vagina menggunakan aplikator
  • Tablet vagina (Vagifem), dimasukkan ke dalam vagina melalui aplikator

Namun, estrogen oles ini biasanya tidak akan direkomendasikan untuk wanita yang:

  • Memiliki kanker payudara
  • Memiliki kanker endometrium
  • Mengalami perdarahan vagina tanpa tahu sebabnya
  • Sedang hamil atau menyusui

Setiap produk estrogen memiliki efek samping misalnya perdarahan vagina dan nyeri pada payudara.

Oleh sebab itu, konsultasikan ke dokter jika efek samping yang Anda rasakan berlanjut dan justru semakin parah.

Dokter biasanya akan mengganti produk estrogen yang digunakan dan mencari mana yang paling cocok untuk Anda.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi vagina kering?

Berikut berbagai perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang bisa membantu mengatasi vagina kering, yaitu:

  • Membersihkan vagina dengan air hangat dan sabun yang ringan dan tidak melakukan douching
  • Minum banyak air agar tubuh terhindar dari dehidrasi yang bisa mengeringkan kulit di area vagina
  • Menggunakan pelumas berbahan dasar air sebelum berhubungan seksual
  • Menggunakan pelembap khusus vagina
  • Menjauhkan diri dari produk perawatan vagina yang bisa membuatnya iritasi
  • Menikmati waktu foreplay dengan tidak terburu-buru agar vagina memiliki cukup pelumas saat penetrasi

Biasakan untuk melakukan pemeriksaan rutin guna melihat perkembangan gejala dan kondisi.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: September 22, 2016 | Terakhir Diedit: Juni 28, 2019

Yang juga perlu Anda baca