Apa Itu Trigliserida Tinggi (Hipertrigliseridemia)?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu trigliserida tinggi (hipertrigliseridemia)?

Trigliserida tinggi, atau yang juga dikenal dengan hipertrigliseridemia, adalah kondisi di mana salah satu jenis lemak dalam darah Anda berada di atas batas wajar. Trigliserida (TG) adalah jenis lemak yang terdapat di dalam darah Anda.

Fungsi dari trigliserida sendiri adalah untuk menyimpan energi. Setelah Anda makan, tubuh Anda akan mengubah kalori yang belum diperlukan menjadi trigliserida. Kemudian, zat ini akan tersimpan di dalam sel-sel lemak Anda untuk dipakai sebagai sumber energi di lain waktu.

Meskipun trigliserida memang penting untuk menyuplai tenaga tubuh Anda, terdapat beberapa efek samping yang akan terjadi apabila kadar trigliserida di dalam darah Anda terlalu tinggi. Salah satu risiko yang mungkin terjadi adalah penyakit jantung, pankreatitis, dan penyakit arteri koroner.

Biasanya, lemak trigliserida lebih banyak ditemukan pada daging, produk susu, minyak nabati, dan lemak hewani. Maka dari itu, kebanyakan orang yang mengalami hipertrigliseridemia juga menderita obesitas dan diabetes akibat pola makan yang kurang sehat.

Kadar lemak dalam darah dapat dikatakan normal apabila masih berada di bawah 150 mg/dL. Jika telah memasuki angka di atas 150 atau 200 mg/dL, itu artinya Anda harus waspada. Trigliserida tinggi adalah kondisi yang dapat dikategorikan menjadi dua jenis, yaitu primer dan sekunder.

Seberapa umumkah trigliserida tinggi (hipertrigliseridemia)?

Kondisi peningkatan kadar trigliserida paling banyak terjadi di negara-negara berkembang. Menurut sebuah penelitian, kebanyakan orang yang kelebihan berat badan atau obesitas, yang tidak berolahraga selama sekitar 150 menit per minggu atau perokok, dilaporkan memiliki tingkat trigliserida 200mg/dl atau lebih tinggi.

Orang-orang berusia di atas 50 tahun mungkin jauh lebih rentan mengalami kenaikan trigliserida. Selain itu, penyakit ini lebih banyak terjadi pada pasien berjelnis kelamin laki-laki dibanding dengan perempuan.

Hipertrigliseridemia dapat diatasi dan dikendalikan dengan cara mengurangi faktor-faktor risiko yang ada. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter Anda.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala dari trigliserida tinggi (hipertrigliseridemia)?

Trigliserida tinggi umumnya tidak akan menimbulkan gejala apapun hingga levelnya lebih dari 1.000 atau 2.000 mg/dL. Dalam beberapa kasus, penderita hipertrigliseridemia umumnya mengalami masalah pencernaan, mual, hingga masalah pada kulit.

1. Masalah pencernaan

Beberapa pasien mengeluhkan rasa sakit atau nyeri pada bagian perut atau punggung. Selain itu, pasien dengan kadar trigliserida lebih dari 2000 mg/dL menunjukkan gejala-gejala sebagai berikut:

  • Sakit perut
  • Mual
  • Muntah
  • Dispnea (sesak napas)
  • Muncul gejala pankreatitis

2. Masalah pada kulit

Selain itu, pada kasus hipertrigliseridemia yang parah, mungkin akan melihat timbunan lemak di bagian bawah kulit. Kondisi ini disebut dengan xanthoma. Terdapat beberapa jenis xanthoma yang terjadi pada pasien hipertrigliseridemia, yaitu:

  • Xanthoma striata palmaris
  • Xanthoma tuberoeruptif
  • Tuberous xanthoma
  • Xanthoma tendon
  • Xanthoma eruptif

Dalam kasus yang sangat jarang terjadi, beberapa pasien melaporkan adanya gangguan pada penglihatan. Gejala tersebut berupa munculnya corneal arcus, yaitu noda keputihan di bagian depan kornea.

Kemungkinan terdapat tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Apabila Anda memiliki kekhawatiran akan suatu gejala tertentu, segera periksakan diri ke dokter.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Tubuh masing-masing penderita menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi. Untuk mendapatkan penanganan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, selalu periksakan apapun gejala yang Anda alami ke dokter atau pusat layanan kesehatan terdekat.

Penyebab

Apa penyebab trigliserida tinggi (hipertrigliseridemia)?

Trigliserida tinggi biasanya disebabkan oleh kondisi lain, termasuk:

  • Kelebihan berat badan/obesitas
  • Diabetes tidak terkontrol
  • Tiroid kurang aktif (hipotiroid)
  • Penyakit ginjal
  • Asupan kalori melebihi jumlah yang terbakar dalam tubuh
  • Mengonsumsi banyak alkohol
  • Defisiensi lipoprotein lipase dan/atau CII apo (kelainan langka resesif autosomal di mana produksi lipoprotein lipase yang tidak memadai berdampak pada penurunan metabolisme kilomikron dan trigliserida)
  • Obat-obatan tertentu juga dapat meningkatkan kadar lemak dalam darah, seperti Tamoxifen, steroid, beta blockers, obat-obatan diuretik, obat terapi hormon estrogen, dan pil KB.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk mengalami kondisi trigliserida tinggi (hipertrigliseridemia)?

Trigliserida tinggi adalah kondisi yang dapat terjadi pada hampir setiap orang, tidak memandang kelompok usia maupun golongan rasnya. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami kondisi ini.

Perlu Anda ketahui bahwa memiliki salah satu atau beberapa faktor risiko bukan berarti Anda pasti memiliki penyakit atau kondisi kesehatan tertentu. Dalam kasus yang jarang terjadi, tidak menutup kemungkinan Anda mengalami suatu gangguan kesehatan tanpa adanya satu pun faktor risiko yang Anda miliki.

Berikut adalah faktor-faktor risiko dari hipertrigliseridemia:

1. Usia

Penyakit ini lebih banyak terjadi di usia lanjut, yaitu sekitar 50 hingga 60 tahun ke atas. Namun, dalam beberapa kasus, terdapat banyak pasien pria yang mengalami kondisi ini di awal usia 30-an.

2. Jenis kelamin

Peningkatan trigliserida ringan lebih umum ditemukan pada pasien berjenis kelamin pria dibanding dengan wanita. Namun, kasus kejadiannya pada pasien wanita mengalami kenaikan seiring dengan bertambahnya usia.

3. Kurangnya aktivitas fisik

Jika Anda kurang melakukan aktivitas fisik seperti olahraga, kadar lemak di dalam darah Anda berisiko mengalami kenaikan. Hal tersebut menyebabkan tubuh Anda lebih rentan mengalami hipertrigliseridemia.

4. Pola makan yang tidak sehat

Apabila Anda sering mengonsumsi makanan yang berlemak, kadar trigliserida dalam darah Anda akan meningkat dengan cepat.

5. Berat badan berlebih atau obesitas

Berat badan yang berlebihan atau obesitas juga berkaitan dengan tingginya kadar gula di dalam darah Anda.

6. Konsumsi alkohol berlebihan

Jika Anda minum minuman beralkohol secara berlebihan, besar kemungkinan Anda untuk mengalami peningkatan kadar lemak di dalam darah Anda.

7. Merokok

Perokok aktif cenderung lebih rentan mengalami masalah-masalah kesehatan, termasuk kondisi meningkatnya trigliserida di dalam darah.

8. Menderita penyakit dan menjalani pengobatan tertentu

Jika Anda minum obat-obatan diuretik, terapi hormon, beta blocker, atau obat steroid, risiko Anda untuk menderita peningkatan kadar lemak di dalam darah jauh lebih tinggi.

9. Memiliki kelainan genetik

Hipertrigliseridemia dapat Anda alami apabila Anda memiliki anggota keluarga atau orang tua dengan kondisi yang sam

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana trigliserida tinggi didiagnosis?

Kadar trigliserida yang tinggi dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular, terutama pada orang dengan tingkat tinggi kolesterol jahat, dan pada orang dengan diabetes tipe 2.

Sebuah tes darah sederhana setelah puasa semalam (lebih dari 12 jam) dapat menunjukkan apakah tingkat trigliserida berada di rentang yang sehat.

  • Normal – Kurang dari 150 miligram per desiliter (mg / dL), atau kurang dari 1,7 milimol per liter (mmol / L)
  • Batas tinggi – 150-199 mg / dL (1,8-2,2 mmol / L)
  • Tinggi – 200-499 mg / dL (2,3-5,6 mmol / L) yang sangat tinggi – 500 mg / dL atau di atas (5,7 mmol / L atau di atas). Individu yang jatuh ke dalam kategori ini mungkin lebih sering terkait dengan pankreatitis.

Sebagai bagian dari tes kolesterol, dokter akan memeriksa trigliserida tinggi. Anda sementara harus berhenti mengkonsumsi makanan selama sembilan sampai 12 jam sebelum darah dapat diambil untuk pengukuran trigliserida yang akurat.

Bagaimana trigliserida tinggi diobati?

Tergantung pada tingkat trigliserida, dokter Anda akan memiliki pendekatan yang berbeda.

Asupan gizi dan langkah-langkah perubahan gaya hidup dianggap sebagai pengobatan utama untuk trigliserida tinggi. Pasien dengan kondisi ringan atau sedang harus membatasi lemak, karbohidrat dan asupan alkohol.

Pasien dalam kondisi parah harus mengikuti diet bebas lemak dengan suplemen vitamin larut lemak (vitamin A, D, E, K). Intervensi obat dibutuhkan ketika langkah-langkah ini gagal.

Bagi sebagian orang dengan trigliserida sangat tinggi, dokter mungkin meresepkan beberapa obat tertentu untuk menurunkan tingkat TG dengan cepat dan untuk mencegah pankreatitis. Beberapa obat dapat menurunkan tingkat trigliserida termasuk:

  • Fibrat, seperti Lopid, Fibricor, dan Tricor (obat lini pertama untuk menurunkan TG terkait dengan pankreatitis)
  • Asam nikotinat, juga disebut Niaspan
  • Dosis tinggi omega 3 dibutuhkan untuk trigliserida lebih rendah dan harus digunakan hanya di bawah pengawasan dokter. Epanova, Lovaza, dan Vascepa adalah bentuk resep dari omega 3.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi trigliserida tinggi (hipertrigliseridemia)?

Cara utama untuk menangani tingkat trigliserida tinggi adalah dengan makan makanan sehat dan berolahraga lebih banyak. Berikut gaya hidup dan pengobatan rumah yang dapat membantu Anda mengatasi trigliserida:

1. Menurunkan berat badan

Ketika Anda mengonsumsi kalori lebih dari yang tubuh Anda butuhkan, tubuh Anda akan mengubah kalori tersebut menjadi trigliserida dan menyimpan di sel-sel lemak.

Maka dari itu, menurunkan berat badan adalah cara paling efektif untuk mengurangi kadar lemak di dalam darah Anda.

Selain itu, efek yang akan terasa pada tubuh pun bersifat jangka panjang. Tubuh Anda akan memiliki kadar lemak dalam darah yang stabil walaupun Anda mengalami kenaikan berat badan lagi.

Jika Anda kelebihan berat badan, menurunkan 2,5- 4,5 kilogram dapat membantu menurunkan trigliserida Anda. Memotivasi diri dengan berfokus pada manfaat dari menurunkan berat badan, seperti lebih banyak energi, penampilan yang baik, dan meningkatkan kesehatan.

2. Mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis

Gula yang berada di minuman bersoda, camilan, dan jus buah dalam kemasan melebihi kebutuhan harian gula di dalam tubuh kita. Gula yang berlebih di dalam tubuh akan diubah menjadi trigliserida, sehingga peluang Anda untuk mengidap hipertrigliseridemia pun jauh lebih besar.

Maka dari itu, mulailah mengurangi asupan gula yang berlebih, terutama dari makanan dan minuman olahan. Mengganti minuman manis dengan air putih sehari-hari dapat menurunkan kadar trigliserida hingga 29 mg/dL.

3. Menjalani diet rendah karbo

Sama dengan gula dan kalori, karbohidrat yang berlebih pada tubuh Anda akan diubah menjadi trigliserida yang disimpan pada sel-sel lemak. Maka dari itu, Anda dianjurkan untuk mengurangi asupan karbohidrat dalam makanan Anda sehari-hari.

Dalam sebuah studi tahun 2003, sekelompok responden yang melakukan diet rendah lemak dibandingkan dengan kelompok yang menjalankan diet rendah karbo.

Setelah 6 bulan, hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar trigliserida pada kelompok diet rendah karbo menurun sebanyak 38 mg/dL. Hal ini berbanding jauh dengan kelompok diet rendah lemak yang hanya menurun sebanyak 7 mg/dL.

4. Konsumsi lebih banyak serat

Serat sangat mudah ditemukan di buah-buahan, sayuran, dan gandum utuh. Selain itu, Anda juga dapat mengonsumsi serat dari kacang-kacangan dan sereal.

Menambahkan serat pada menu makanan Anda sehari-hari dapat membantu mengurangi penyerapan lemak dan gula pada usus halus Anda. Hal ini dapat menurunkan kadar trigliserida secara signifikan.

5. Menghindari lemak trans

Lemak trans adalah jenis lemak yang ditambahkan pada produk makanan olahan agar makanan bertahan lebih lama saat disimpan. Lemak ini umumnya ditemukan pada makanan yang diolah dengan minyak terhidrogenasi.

Karena zat-zatnya yang dapat memicu inflamasi, lemak trans dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan, termasuk meningkatkan kadar LDL kolesterol dan risiko penyakit jantung.

6. Rutin berolahraga

Selain mengganti makanan Anda dengan menu yang bergizi dan bernutrisi, Anda juga tidak boleh melewatkan aktivitas fisik. Trigliserida dalam tubuh akan bereaksi secara berlawanan dengan kolesterol HDL. Apabila kadar kolesterol HDL di dalam tubuh lebih tinggi, trigliserida dalam tubuh Anda akan menurun.

Salah satu cara untuk meningkatkan kadar kolesterol HDL adalah dengan melakukan olahraga seperti aerobik. Kegiatan ini diyakini sangat efektif dalam mengurangi kadar trigliserida di dalam tubuh.

Beberapa contoh kegiatan olahraga lainnya yang dapat Anda coba adalah berjalan, jogging, bersepeda, dan berenang. Anda disarankan untuk setidaknya berolahraga selama 30 menit dan lima kali dalam seminggu.

7. Konsumsi minyak ikan dua kali seminggu

Selain bermanfaat untuk kesehatan jantung, minyak ikan dipercaya dapat membantu menurunkan kadar trigliserida dalam darah. Kandungan asam lemak omega 3 yang terdapat di minyak ikan adalah asam lemak tak jenuh yang penting untuk kesehatan jantung dan pembuluh darah Anda.

Anda dianjurkan untuk mengonsumsi dua takaran minyak ikan per minggu. Selain dari minyak ikan, Anda dapat mengonsumsi salmon, sarden, tuna, dan makarel untuk mendapatkan manfaat asam lemak omega 3.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Maret 12, 2016 | Terakhir Diedit: September 11, 2019

Yang juga perlu Anda baca