Definisi

Apa itu stomatitis?

Stomatitis adalah peradangan (pembengkakan, kemerahan) yang umum terjadi pada bagian mulut. Penyakit ini meliputi bagian membrane lendir halus yang melapisi mulut (mucosa), bibir, lidah, dan indera perasa. Jika diakibatkan oleh virus herpes maka disebut dengan stomatitis herpes dan jika penyebabnya tidak diketahui maka disebut dengan stomatitis aftosa (luka sariawan)

Seberapa umumkah stomatitis?

Stomatitis dapat terjadi pada semua golongan usia. Anda dapat meminimalisir terkena penyakit ini dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Silakan konsultasikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala stomatitis?

Peradangan pada bagian mulut dapat menyebabkan rasa sakit, demam, kelelahan, sakit kepala, dan hilangnya nafsu makan. Biasanya, penderita memiliki satu atau lebih luka kecil pada bagian bibir, gusi, lidah bagian atas mulut, atau bagian di dalam pipi. Luka terlihat berwarna merah dan dapat terasa sakit, terbakar, atau gatal. Sakit ketika makan dan menelan. Terkadang, penderita juga memiliki napas yang tidak sedap (halitosis).

Kemungkinan ada tanda-­tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala­-gejala berikut ini:

  • Terdapat luka yang cukup besar di mulut
  • Luka biasanya terjadi beberapa kali pada area yang sama atau luka mengeluarkan nanah
  • Luka tidak sembuh dalam jangka waktu 2 minggu atau lebih lama
  • Luka menyebar ke bagian luar bibir
  • Tidak dapat makan dan minum dikarenakan rasa sakit yang dialami
  • Memiliki panas tinggi (di atas38 derajat Celcius)

Tubuh masing­-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab stomatitis?

Virus herpes merupakan penyebab paling utama. Selain itu, sebab lainnya seperti:

  • Reaksi terhadap alergi
  • Merokok
  • Penyakit gigi
  • Kekurangan vitamin
  • Penyakit yang sistemik
  • Obat-obatan
  • Infeksi bakteri lainnya

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk stomatitis?

Ada banyak faktor risiko untuk stomatitis, yaitu:

  • Terdapat luka kecil di bagian mulut, yang biasanya diakibatkan karena menggosok gigi terlalu keras, akibat aktivitas olahraga, atau secara tidak sengaja menggigit bagian dalam pipi
  • Pasta gigi atau obat kumur yang mengandung natrium sulfat (SLS)
  • Memakan makanan yang menyebabkan iritasi kaki dan mulut seperti cokelat, kopi, stroberi, telur, kacang-kacangan, keju, dan makanan yang asam dan pedas
  • Kekurangan gizi terutama vitamin B12, seng, zat besi atau asam folat
  • Infeksi pylori yang menyebabkan bisul perut
  • Perubahan hormon haid pada saat menstruasi
  • Stress

Jika Anda tidak memiliki faktor-faktor risiko diatas bukan berarti Anda tidak memiliki penyakit ini. Faktor-faktor ini hanya sekedar refrensi. Sebaiknya Anda konsultasikan dengan dokter Anda untuk penjelasan lebih detil.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk stomatitis?

Stomatitis yang disebabkan oleh iritasi yang berasal dari makanan, obat kumur, atau rokok, biasanya akan sembuh jika penggunaan produk tersebut dihentikan Antibiotik dapat diberikan untuk infeksi bakteri. Sering kali, obat yang diberikan berupa cairan yang dioleskan di sekitar mulut. Kemudian, beberapa obat juga harus dikonsumsi. Suplemen vitamin diberikan untuk penderita dengan masalah nutrisi. Untuk gejala yang lebih parah, corticosteroid dapat diberikan.

Luka sariawan dan luka herpes biasanya sembuh dalam jangka waktu 2 sampai 3 minggu. Sariawan dapat sembuh lebih cepat dengan mngonsumsi obat sariawan. Jenis-jenis stomatitis lainnya membutuhkan waktu beberapa minggu untuk sembuh. Anda dapat mengurangi rasa sakit yang disebabkan oleh bisul dengan mengonsumsi penawar rasa sakit yang mengandung parasetamol atau krim anestesi lainnya yang dijual di apotek. Dokter Anda akan menganjurkan beberapa krim yang cocok untuk Anda. Anda juga dapat membilas mulut dengan air hangat yang dicampur dengan soda kue untuk mengurangi pembengkakan dan mencegah infeksi di rumah.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk stomatitis?

Dokter akan mendiagnosis dengan memeriksa mulut. Dokter juga akan mengambil sampel dari mulut Anda untuk diperiksa dengan mikroskop. Tes ini akan menunjukkan infeksi jamur yang menyebabkan stomatitis. Jika penyebab tidak jelas atau pengobatan tidak bekerja, maka biopsi akan dilakukan. Biopsi dilakukan dengan mengambil sampel kecil dari luka untuk diteliti dengan mikroskop. Tes darah tidak terlalu diperlukan namun dapat dilakukan jika kasusnya semakin parah.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi stomatitis?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi stomatitis:

  • Gunakanlah produk pembersih mulut yang baik. Gosok gigi Anda, bersihkan dengan benang gigi (dental floss), dan bersihkan lidah sesudah makan. Gunakanlah sikat gigi yang halus
  • Hindarilah makanan dengan tekstur kasar seperti kacang-kacangan, popcorn, dan keripik kentang
  • Lepaskanlah gigi palsu Anda pada waktu malam hari. Sesuaikan gigi palsu Anda agar lebih cocok dengan bentuk mulut Anda
  • Hindarilah obat kumur yang terlalu kuat, namun cucilah mulut Anda dengan baik, terutama sebelum tidur
  • Jangan merokok
  • Jangan mengonsumsi makanan yang mengandung jeruk atau makanan yang pedas atau asam

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

BACA JUGA:

Sumber

Direview tanggal: Desember 14, 2016 | Terakhir Diedit: Desember 14, 2016

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan