Apa itu post traumatic stress disorder (ptsd)?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu post traumatic stress disorder (ptsd)?

PTSD adalah kondisi mental di mana Anda mengalami serangan panik yang dipicu oleh trauma pengalaman masa lalu. Mengalami kejadian traumatis adalah hal yang berat bagi siapapun. Namun, sejumlah orang lanjut mengidap PTSD setelah mengalami peristiwa yang menyakitkan atau mengejutkan, seperti kecelakaan, insiden yang mengancam nyawa, atau perang. Ia mungkin memikirkan kejadian traumatis ini sepanjang waktu dan hal ini dapat mempengaruhi kehidupannya. Memang sulit untuk menyesuaikan diri dan menerima perubahan setelah kejadian traumatis, tapi selalu ada cara untuk membuat Anda merasa lebih baik.

Seberapa umumkah post traumatic stress disorder (ptsd)?

PTSD tergolong umum. PTSD umumnya lebih banyak mempengaruhi wanita daripada pria karena kebanyakan wanita lebih sensitif terhadap perubahan daripada pria, sehingga mereka mengalami emosi yang lebih intens. PTSD dapat mempengaruhi pasien dalam semua golongan usia, bahkan anak-anak. PTSD bisa diatasi dengan mengurangi faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala post traumatic stress disorder (ptsd)?

Tanda dan gejala PTSD adalah:

  • Anda tidak sanggup berhenti memikirkan kejadian spesifik yang menyebabkan trauma. Ketika Anda mengalami PTSD, Anda bisa berulang kali mengingat kembali pengalaman traumatis tersebut melalui kilas balik, halusinasi, dan mimpi buruk.
  • Anda menjauh dari kehidupan sosial. Dalam ketakutan yang Anda alami saat serangan panik datang, Anda tidak ingin menemui orang lain, atau menghindari orang, tempat, pikiran, atau situasi yang mungkin mengingatkan Anda akan trauma. Hasil penghindaran ini adalah perasaan menjauh dan isolasi dari keluarga dan teman-teman, serta kehilangan minat dalam aktivitas yang dulunya Anda senangi.
  • Anda akan mengalami emosi lebih intens lagi dari sebelumnya. Artinya, Anda mungkin lebih mudah marah atau depresi, atau mood Anda lebih cepat berubah.
  • Anda mungkin memiliki masalah yang terkait dengan hal lainnya, termasuk perasaan atau menunjukkan kasih sayang, atau merasa sangat cemas atau mudah terkejut.
  • Anda mungkin sulit tidur dan berkonsentrasi.
  • Secara fisik, Anda mungkin mengalami gejala macam peningkatan tekanan darah dan detak jantung, napas cepat, otot tegang, mual, dan diare.

Beberapa gejala atau tanda lainnya mungkin tidak tercantum di atas. Jika Anda merasa cemas tentang gejala tersebut, segera konsultasi ke dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Banyak orang dengan kondisi mental merasa malu dan ingin menunda kunjungan ke dokter. Namun, Anda harus ingat bahwa PTSD mampu disembuhkan. Semakin dini Anda mencari pengobatan, semakin cepat PTSD akan disembuhkan. Hubungi dokter jika:

  • Anda memiliki pikiran dan perasaan mengerikan tentang kejadian traumatis selama lebih dari sebulan
  • Pikiran dan perasaan negatif Anda parah
  • Anda bermasalah dalam berusaha menjaga hidup tetap terkontrol
  • Anda mungkin ingin melukai diri sendiri atau mengakhiri hidup

Penyebab

Apa penyebab post traumatic stress disorder (ptsd)?

Penyebab PTSD masih belum jelas. Namun, dipercaya bahwa fakta yang Anda alami, lihat, atau pelajari tentang suatu kejadian yang melibatkan kematian, ancaman kematian, luka parah, atau pelecehan seksual, dapat menyebabkan PTSD.

Di sisi lain, Anda bisa mengalami PTSD karena gabungan beberapa faktor berikut:

  • Anda memiliki risiko kesehatan mental seperti meningkatnya risiko kecemasan dan depresi
  • Anda mengalami sejumlah kejadian traumatis sejak masa kanak-kanak awal
  • Anda mewarisi aspek kepribadian atau temperamen tertentu
  • Cara otak mengontrol zat kimia dan hormon yang dilepaskan tubuh sebagai respon terhadap stres

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk post traumatic stress disorder (ptsd)?

Ada banyak faktor risiko PTSD, terlebih jika orang telah mengalami pengalaman yang sulit. Namun, beberapa faktor mungkin membuat Anda lebih mudah mengembangkan PTSD setelah kejadian traumatis, yaitu:

  • Mengalami trauma intens atau berkepanjangan
  • Telah mengalami trauma lain di masa kecil, termasuk penganiayaan atau ditelantarkan
  • Memiliki pekerjaan yang meningkatkan risiko terpapar kejadian traumatis, misalnya personel militer, tim SAR, dan petugas pertolongan darurat
  • Mengidap gangguan kesehatan mental lainnya, misalnya kecemasan atau depresi
  • Kurangnya sistem dukungan yang baik dari keluarga dan teman
  • Memiliki kerabat kandung yang mengalami gangguan kesehatan mental, termasuk PTSD atau depresi.

Semua orang menghadapi masa yang menyulitkan dalam hidup, tapi beberapa lebih rentan menderita PTSD. Kejadian paling umum yang memicu perkembangan PTSD meliputi:

  • Terlibat di medan perang
  • Keterlantaran dan kekerasan fisik di masa kecil
  • Pelecehan seksual
  • Serangan fisik
  • Diancam dengan senjata

Banyak kejadian traumatis lainnya juga dapat menyebabkan PTSD, misalnya dalam kebakaran, bencana alam, penjambretan, perampokan, kecelakaan mobil, kecelakaan pesawat, penyiksaan, penculikan, diagnosis medis yang mengancam nyawa, serangan teroris, dan kejadian ekstrem atau berbahaya lainnya.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk post traumatic stress disorder (ptsd)?

Mengobati PTSD berarti Anda harus kembali mengambil alih kehidupan Anda sendiri. Perawatan paling pertama adalah psikoterapi, yang sering digunakan dalam kombinasi dengan obat-obatan. Saat Anda menggabungkan perawatan ini, gejala Anda bisa membaik. Selain itu, Anda perlu mempelajari keahlian untuk mengenali gejala dan membantu Anda merasa lebih baik tentang diri Anda sendiri. Dokter akan mengajarkan cara untuk mengatasinya jika gejala kembali muncul. Ditambah lagi, perawatan ini akan membantu mengobati gangguan yang berhubungan dengan pengalaman traumatis, misalnya depresi, kecemasan, atau penyalahgunaan alkohol atau narkoba yang muncul.

Ada sejumlah metode psikologi yang dirancang untuk membantu Anda menemukan masalah dan mengenalinya dengan tepat, seperti terapi kognitif, terapi paparan, dan desensitisasi pergerakan mata.

Terapi kognitif membantu Anda mengenali apa yang terus tertanam di dalam ingatan. Terapi paparan membantu Anda menghadapi hal menakutkan dengan aman sehingga Anda mampu belajar mengatasinya secara efektif. Desensitisasi pergerakan mata dan proses ulang dengan serangkaian pergerakan mata yang terpandu membantu Anda memproses ingatan traumatis dan mengubah cara Anda bereaksi terhadap ingatan traumatis.

Anda mungkin memerlukan beberapa obat-obatan untuk mengobati gejala PTSD. Obat bisa berupa antidepresan untuk membantu mengurangi gejala depresi dan kecemasan; obat anticemas untuk menghilangkan perasaan cemas dan stres; dan prazosin jika gejala melibatkan insomnia atau mimpi buruk kambuhan.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk post traumatic stress disorder (ptsd)?

PTSD tidak terdiagnosis sampai setidaknya sebulan telah berlalu sejak adanya kejadian traumatis. Jika selama sebulan setelah kejadian Anda mengalami gejala-gejala di atas, Anda harus menemui dokter. Bila gejala PTSD muncul, dokter akan memulai penilaian dengan melakukan pemeriksaan riwayat medis dan fisik lengkap. Walaupun tidak ada tes laboratorium untuk mendiagnosis PTSD secara spesifik, dokter mungkin menggunakan beragam tes untuk mengesampingkan penyakit fisik sebagai penyebab gejala.

Jika tidak ditemukan penyakit fisik apapun, Anda mungkin dirujuk ke psikiatris, psikolog, atau ahli kesehatan mental profesional yang terlatih khusus untuk mendiagnosis dan mengobati penyakit kejiwaan. Psikiatris dan psikolog akan menggunakan interview dan alat penilaian untuk menilai seseorang terhadap kelainan kecemasan.

Dokter mendasari diagnosis PTSD berdasarkan gejala yang dilaporkan, termasuk masalah fungsi sehari-hari. Dokter kemudian menentukan apakah gejala dan tingkat disfungsi mengindikasikan PTSD.

PTSD terdiagnosis apabila orang mengalami gejala PTSD yang berlangsung lebih dari sebulan.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi post traumatic stress disorder (ptsd)?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan di bawah ini mungkin membantu mengatasi post-traumatic stress disorder (PTSD):

  • Mengikuti rencana pengobatan dan bersabar
  • Mempelajari PTSD, yang membantu Anda memahami perasaan Anda, dan lalu Anda bisa mempersiapkan strategi untuk membantu Anda merespon secara efektif
  • Cukup beristirahat, makan makanan sehat, berolahraga, dan meluangkan waktu untuk rileks
  • Jangan menyalahgunakan alkohol atau narkoba untuk mematikan perasaan, yang memberikan lebih banyak lagi masalah dan mencegah kesembuhan yang sebenarnya.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: September 22, 2016 | Terakhir Diedit: Desember 14, 2016

Yang juga perlu Anda baca