Apa itu polip kandung empedu?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu polip kandung empedu?

Polip kandung empedu adalah pertumbuhan yang menonjol dari lapisan dalam kandung empedu. Polip kandung empedu umumnya terdeteksi melalui USG.

Mayoritas polip kandung empedu tidak berbahaya – terdiri dari penumpukkan kolestrol, bukan sel kanker. Namun, polip kandung empedu mungkin merupakan tumor kecil – beberapanya dapat bersifat kanker walau lainnya adalah pertumbuhan jinak. Pertumbuhan kecil ini dapat menonjol dari bagian dalam dinding kandung empedu.

Semakin besar ukuran polip, semakin besar risiko untuk kanker kandung empedu. Polip yang lebih besar dari 1 cm kemungkinan bersifat kanker, sehingga dokter sering menyarankan untuk mengangkat kandung empedu pada pasien dengan polip kandung empedu yang berukuran 1 cm ke atas. Polip yang lebih kecil biasanya bukanlah kanker atau tidak berubah menjadi kanker.

Seberapa umumkah polip kandung empedu?

Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun. Polip kandung empedu dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala polip kandung empedu?

Polip kandung empedu mungkin tidak menyebabkan gejala apapun, namun dapat menyebabkan kolik bilier (sakit perut yang berasal dari kandung empedu). Jenis sakit ini seringkali disebabkan oleh batu empedu, namun jika tidak terdapat batu empedu, kondisi ini mungkin disebabkan oleh polip kandung empedu.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab polip kandung empedu?

Penyebab pasti dari pertumbuhan ini masih tidak diketahui. Walau luka sering kali jinak, tidak selalu seperti itu, kadang terdapat beberapa bukti yang menunjukkan usia seseorang, adanya batu kandung empedu atau ukuran polip yang lebih besar yang dapat terkait dengan keganasan. Namun, karena polip biasanya tidak didiagnosis hingga USG pada perut atau operasi kandung empedu, penting untuk menyadari bahwa kondisi ini adalah isu yang serius.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk polip kandung empedu?

Polip kandung empedu seperti tumor pada kandung empedu. Sedikit diketahui tentang faktor yang terkait dengan munculnya polip kandung empedu. Terbentuknya polip kandung empedu terkait dengan metabolisme lemak. Keterkaitan antara polip kandung empedu dan riwayat keluarga terhadap beberapa penyakit tertentu menunjukkan diperlukannya studi genetik.

Pasien dengan gejala poliposis turunan seperti Peutz-Jeghers dan Gardner syndrome juga dapat mengalami polip kandung empedu. Analisis terhadap faktor risiko untuk polip kandung empedu pada populasi China menunjukkan bahwa hepatitis B merupakan faktor risiko.

Faktor risiko untuk polip kandung empedu yang ganas meliputi usia di atas 60 tahun, adanya batu kandung empedu dan sclerosing cholangitis primer. Karakteristik risiko polip meliputi ukuran yang lebih besar dari 6 mm, tunggal dan terfiksasi.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana polip kandung empedu didiagnosis?

Untuk melihat kandung empedu dengan jelas, USG biasanya dilakukan. Polip kandung empedu biasanya terlihat pada USG, dan ukuran (serta potensi bahaya) dapat diukur.

Positron emission tomography (PET) atau computed tomography (CT) scan dapat membantu mengevaluasi kemungkinan sel bersifat kanker pada polip kandung empedu yang lebih besar. Tes ini dapat digunakan untuk memonitor polip dalam beberapa waktu untuk melihat adanya perubahan yang mengindikasikan kanker kandung empedu.

Apa saja pengobatan untuk polip kandung empedu?

Jika polip kandung empedu tidak berbahaya, apa yang harus dilakukan?

Jawabannya tergantung pada ukuran polip dan kemungkinan untuk menjadi berbahaya. Ada 2 pilihan utama: lihat dan menunggu, atau melakukan operasi pengangkatan kandung empedu (kolekistektomi). Polip yang sangat kecil, kurang dari 1 cm (atau kurang dari 1.5 cm, menurut beberapa studi) mungkin tidak memerlukan operasi pengangkatan kandung empedu, dan dapat diawasi secara rutin dengan scanning dan mengevaluasi kembali perubahan yang dapat mengindikasikan kanker kandung empedu.

Polip yang lebih besar dari 1 cm lebih mungkin bersifat kanker, terutama yang berdiameter 1.5 cm atau lebih – polip ini memiliki 46% hingga 70% kemungkinan mengandung sel kanker.

Mengawasi polip kandung empedu yang kurang dari 1.5 cm harus dilakukan setiap 3-6 bulan hingga 2 tahun, setelahnya dapat dihentikan jika tidak terdapat perubahan pada polip. Tidak direkomendasikan untuk mengangkat kandung empedu untuk polip yang berukuran di bawah 0.5 cm. Pada polip kandung empedu yang sekecil itu, risiko kanker kandung empedu sangatlah jarang.

Polip kandung empedu yang diduga bersifat kanker dapat diatasi dengan operasi pengangkatan kandung empedu. Untuk polip kandung empedu yang lebih besar, kolekistektomi juga dapat direkomendasikan untuk mencegah perkembangan kanker kandung empedu.

Menentukan bagaimana mengatasi kanker kandung empedu memerlukan pertimbangan, menghitung potensi risiko operasi dibandingkan dengan risiko perkembangan kanker kandung empedu. Memperhatikan risiko keseluruhan dan mempertimbangkan pengawasan yang ketat pada polip kandung empedu dapat menjadi strategi perawatan yang efektif untuk melindungi kesehatan Anda.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi polip kandung empedu?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi polip kandung empedu:

Pola makan Anda memiliki peran. Konsumsi makanan yang kaya akan serat dan lemak sehat untuk mencegah batu kandung empedu. Gandum halus (terdapat pada sereal, nasi putih, roti dan pasta) serta gula terkait dengan meningkatnya risiko penyakit kandung empedu. Gandum utuh seperti beras merah dan roti gandum utuh, lemak dari ikan dan minyak zaitun direkomendasikan.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Maret 12, 2016 | Terakhir Diedit: Juli 13, 2017

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan