Apa Itu Leptospirosis?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu leptospirosis?

Leptospirosis adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri berbentuk spiral yang disebut dengan Leptospira interrogans. Bakteri ini terkandung di dalam air kencing, darah, atau jaringan dari hewan pengerat.

Apabila Anda melakukan kontak langsung dengan sumber-sumber atau hewan yang terinfeksi, kemungkinan besar Anda dapat terkena penyakit ini. Anda juga dapat terkena penyakit ini karena menyentuh tanah atau air, tanah basah, atau tanaman yang terkontaminasi oleh urin binatang yang terinfeksi.

Berikut adalah beberapa jenis hewan yang dapat menularkan penyakit ini:

  • sapi
  • babi
  • anjing
  • reptil dan hewan amfibi
  • tikus dan hewan pengerat lainnya, yang merupakan sumber bakteri paling penting

Bakteri Leptospira interrogans dapat dibawa oleh binatang-binatang yang telah disebutkan di atas dan berpindah melalui urin atau darah hewan. Penyakit ini sangat jarang menular antarmanusia.

Beberapa gejala dan tanda-tanda awal penyakit ini ditunjukkan dengan demam tinggi, sakit kepala, sakit otot, serta muncul ruam.

Tanpa pengobatan atau penanganan sesegera mungkin, penyakit ini dapat menyebabkan munculnya masalah-masalah kesehatan lainnya. Beberapa di antaranya adalah penyakit ginjal, meningitis (peradangan otak), gagal hati, gangguan pernapasan, serta kematian.

Seberapa umumkah leptospirosis?

Leptospirosis adalah penyakit yang sangat umum terjadi dan dapat ditemukan di berbagai belahan dunia. Penyakit ini lebih banyak ditemukan di negara-negara beriklim sedang dan tropis, seperti Kepulauan Karibia, Kepulauan Pasifik, Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan Asia Tenggara.

Meskipun sulit untuk diprediksi, kemungkinan penyakit ini terjadi pada 1 dari 100.000 orang yang tinggal di daerah beriklim sedang, dan 10 dari 100.000 orang yang berdomisili di daerah beriklim tropis. Penyakit ini umumnya akan mewabah apabila terjadi perubahan lingkungan yang ekstrim, misalnya banjir bandang.

Selain itu, penyakit ini lebih banyak ditemukan di area dengan pemukiman kumuh, atau daerah dengan saluran air dan sanitasi yang kurang baik. Beraktivitas di luar ruangan, tempat yang basah dan lembap, atau sering melakukan kontak dengan binatang juga meningkatkan risiko tertular penyakit ini.

Leptospirosis dapat mengenai pasien pada usia berapapun. Penyakit ini dapat dikendalikan dan diatasi dengan cara mengurangi faktor risiko yang ada. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai penyakit ini, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter Anda.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala leptospirosis?

Tanda-tanda dan gejala dari leptospirosis bervariasi antara masing-masing penderita. Namun, gejala-gejala tersebut umumnya dibagi dalam 2 fase.

1. Fase pertama

Pada fase pertama, tanda-tanda dan gejala akan muncul selama 5 hingga 7 hari. Fase ini akan dimulai secara mendadak dengan gejala-gejala yang meliputi:

  • demam tinggi
  • muntah
  • diare
  • mata merah
  • nyeri otot (terutama otot paha dan betis)
  • ruam
  • panas-dingin
  • sakit kepala

2. Fase kedua

Setelah melewati fase pertama, fase kedua dari penyakit ini (fase imun) akan muncul 1 atau 2 minggu kemudian. Gejala dan tanda-tanda yang terjadi di fase ini meliputi:

  • demam kuning (menguning di kulit dan mata)
  • gagal ginjal
  • detak jantung tak teratur
  • masalah paru-paru
  • meningitis (peradangan selaput otak)
  • mata merah

Pada kasus yang langka, Anda mungkin akan menderita penyakit Weil, salah satu jenis leptospirosis yang tergolong parah. Gejala-gejala penyakit Weil biasanya berkembang satu hingga tiga hari setelah gejala leptospirosis mereda.

Namun, gejala-gejala yang ditunjukkan mungkin akan berbeda-beda, tergantung pada organ tubuh mana yang terdampak.

Hati, ginjal, dan jantung

Apabila hati, ginjal, atau jantung Anda terinfeksi bakteri Leptospira, Anda mungkin akan merasakan tanda-tanda berikut:

  • mual
  • kehilangan nafsu makan
  • berat badan menurun
  • kelelahan
  • pembengkakan pada kaki atau tangan
  • pembengkakan hati
  • urin berkurang
  • kesulitan bernapas
  • jantung berdebar kencang
  • kulit dan mata menjadi kuning

Otak

Jika otak Anda terinfeksi bakteri Leptospira, tanda-tanda dan gejala yang mungkin akan muncul adalah:

  • demam tinggi
  • mual dan muntah
  • nyeri dan kaku di bagian leher
  • kelelahan
  • kebingungan
  • lebih agresif
  • kejang
  • kesulitan mengontrol gerakan tubuh
  • kesulitan berbicara
  • sensitif terhadap cahaya

Paru-paru

Tanda-tanda dan gejala yang akan muncul jika penyakit ini menyerang paru-paru Anda adalah:

  • demam tinggi
  • napas memendek
  • batuk disertai darah

Kemungkinan ada beberapa tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah pada dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda mengalami satupun tanda atau gejala yang disebutkan di atas, atau memiliki pertanyaan apapun, konsultasikanlah pada dokter Anda.

Terdapat pula tanda-tanda dan gejala serius yang mengharuskan Anda pergi ke dokter sesegera mungkin, yaitu:

  • kulit dan mata menguning (jaundice)
  • kaki dan tangan membengkak
  • nyeri dada
  • napas memendek
  • batuk dengan darah

Tubuh masing-masing penderita menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi. Untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan sesuai dengan kondisi Anda, selalu konsultasikan permasalahan Anda dengan dokter.

Apa saja komplikasi yang diakibatkan oleh leptospirosis?

Jika penyakit ini tidak ditangani atau diobati secepat mungkin, kemungkinan akan terjadi beberapa komplikasi pada penderitanya.

1. Masalah pada otak

Penyakit ini berpotensi menyebabkan masalah pada otak, yang melibatkan korteks serebral dan meningo-ensefalitis. Hal ini berisiko menyebabkan perubahan pada kondisi mental penderitanya, bahkan dapat berujung pada kematian.

2. Diffuse alveolar hemorrhage

Infeksi bakteri Leptospira kemungkinan dapat mengakibatkan terjadinya masalah pada paru-paru, salah satunya adalah diffuse alveolar hemorrhage. Penyakit ini menyebabkan paru-paru tidak berfungsi dengan baik, serta berisiko mengakibatkan sulit bernapas.

Komplikasi lain yang mungkin muncul meliputi:

  • miokarditis
  • uveitis
  • pankreatitis
  • kolesistitis

Penyebab

Apa penyebab leptospirosis?

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, leptospirosis disebabkan oleh infeksi bakteri bernama Leptospira. Bakteri ini adalah organisme yang biasa ditemukan di air, tanah basah atau lembap, hutan hujan, atau lumpur. Kondisi banjir umumnya dapat menyebarkan bakteri ini.

Hewan pengerat seperti tikus adalah sumber utama infeksi penyakit ini. Namun, bakteri juga biasanya dapat ditemukan pada hewan-hewan seperti anjing, sapi, babi, dan binatang liar lainnya.

Binatang yang terinfeksi akan membawa bakteri ini di dalam ginjalnya, bahkan tanpa menyebabkan gejala apapun pada binatang tersebut. Bakteri biasanya akan keluar melalui urin binatang yang terinfeksi.

Umumnya, bakteri dapat bertahan di lingkungan luar jika tetap berada di area yang lembap dan hangat selama beberapa bulan. Anda dapat terinfeksi bakteri jika mata, mulut, hidung, atau luka terbuka pada kulit Anda bersinggungan dengan:

  • urin, darah, atau jaringan dari binatang yang membawa bakteri
  • air yang terkontaminasi oleh bakteri
  • tanah yang terkontaminasi oleh bakteri
  • Anda juga dapat terkena leptospirosis jika tergigit binatang yang terinfeksi oleh penyakit tersebut.

Ada dua periode dari pertumbuhan leptospirosis: periode inkubasi dan infeksi.

  • Periode inkubasi

Ini adalah waktu di antara terkena infeksi dan saat munculnya gejala. Ini terjadi dalam 10 hari, dengan kisaran 2 sampai 26 hari.

  • Periode infeksi

Ini adalah waktu di mana orang yang terinfeksi dapat menginfeksi orang lain. Infeksi adalah akibat dari kontak dengan urin binatang yang terinfeksi. Penularan dari orang ke orang sangat jarang terjadi.

Bakteri Leptospira dapat masuk ke tubuh melalui kulit yang rusak, kulit yang lunak karena air, selaput lendir (lapisan lembap dan tipis dari banyak bagian tubuh seperti hidung, mulut, tenggorokan, dan alat kelamin) atau dengan menelan atau menghirup air yang terkontaminasi. Penularan dari orang ke orang sangat jarang terjadi.

Faktor-faktor risiko

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Bagaimana leptospirosis didiagnosis?

Dalam mendiagnosis penyakit ini, kemungkinan tanda-tanda dan gejala yang muncul sulit dibedakan dengan penyakit lain, terutama jenis-jenis infeksi yang sering terjadi di negara-negara tropis.

Dokter akan mengajukan pertanyaan mengenai riwayat kesehatan dan faktor risiko yang Anda miliki. Beri tahu dokter jika Anda:

  • belakangan ini pernah melakukan perjalanan
  • pernah berpartisipasi dalam olahraga air
  • pernah bersinggungan dengan sumber air tawar
  • memiliki pekerjaan yang melibatkan binatang atau produk hewan

Jika dokter menduga bahwa Anda terkena leptospirosis atau infeksi bakteri lainnya, Anda akan diminta melakukan tes darah, tes urin, atau keduanya.

Dalam kasus penyakit Weil, dokter juga akan melakukan scan pencitraan, seperti X-ray dada, dan lebih banyak tes darah untuk memeriksa fungsi hati dan ginjal Anda. Selain itu, scan dan tes juga dapat membantu dokter mempelajari organ apa milik Anda yang telah terinfeksi.

Apa saja pengobatan untuk leptospirosis?

Kebanyakan kasus penyakit ini tergolong ringan dan dapat sembuh dengan sendirinya, tanpa memerlukan adanya penanganan lebih lanjut.

Namun, untuk kasus infeksi yang cukup parah hingga pasien menderita penyakit Weil, dokter mungkin akan memberikan pengobatan seperti:

1. Antibiotik

Obat-obatan antibiotik seperti amoxicillin, ampicillin, penicillin, doxycycline, atau cephalosporin umumnya diberikan oleh dokter untuk menangani penyakit ini.

Meskipun efektivitas pengobatan dengan antibiotik masih diperdebatkan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa antibiotik mungkin dapat mengurangi durasi gejala dan tanda-tanda sebanyak 2 hingga 4 hari.

Antibiotik dapat diberikan selama 48 jam setelah Anda terinfeksi, dengan cara disuntik atau diminum.

2. Pengobatan lainnya

Dokter juga mungkin akan memberikan perawatan dan penanganan lainnya apabila penyakit ini memengaruhi organ tubuh lainnya, misalnya muncul penyakit seperti hipotensi, cedera ginjal akut, atau gagal hati.

Sebagai contoh, jika Anda mengalami kesulitan bernapas, Anda akan dihubungkan dengan alat bantu napas atau ventilator. Apabila ginjal Anda telah terinfeksi dan mengalami kerusakan, Anda mungkin harus menjalani prosedur dialisis.

Dalam kasus munculnya hipoprotrombinemia, dokter akan memberikan Anda vitamin K tambahan. Selain itu, terdapat pula beberapa laporan yang mengatakan bahwa obat-obatan steroid seperti glukokortikoid dapat mengatasi masalah ginjal dan pendarahan paru. Namun, hal ini masih kontroversial dan membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan di rumah yang dapat dilakukan untuk mengatasi leptospirosis?

Perubahan gaya hidup dan pengobatan di rumah berikut dapat membantu Anda mengatasi leptospirosis:

  • Vaksin untuk binatang. Namun, vaksin ini hanya dapat melindungi dari beberapa bentuk bakteri Leptospira tertentu, dan tidak memberikan kekebalan jangka panjang.
  • Lindungi diri Anda sendiri dari risiko infeksi dengan mengenakan alat pelindung: sepatu tahan air, kacamata goggles, sarung tangan.
  • Hindari genangan air dan air dari aliran air pertanian, dan meminimalkan kontaminasi binatang pada makanan atau sampah.
  • Siapkan sanitasi dan cara mengendalikan tikus yang benar untuk membantu mencegah penyebaran bakteri Leptospira.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter untuk memahami solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Maret 12, 2016 | Terakhir Diedit: September 2, 2019

Yang juga perlu Anda baca