Definisi

Apa itu paraplegia?

Paraplegia adalah istilah yang berarti kehilangan kekuatan, sensasi, atau pergerakan akibat cedera pada saraf tulang belakang yang menyebabkan kelumpuhan pada kaki atau bagian tubuh lainnya. Tergantung pada tingkat cedera, tingkat kelumpuhan bervariasi.

Seberapa umumkah paraplegia?

Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapa pun. Paraplegia dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala paraplegia?

Gejala-gejala umum dari paraplegia adalah:

  • Kehilangan kemampuan untuk bergerak
  • Kehilangan sensasi, termasuk kemampuan untuk merasakan panas, dingin, dan sentuhan
  • Kehilangan kendali untuk buang air kecil
  • Kehilangan kendali untuk buang air besar
  • Kehilangan fungsi motor
  • Aktivitas refleks yang berlebihan atau kejang
  • Perubahan fungsi seksual, sensitivitas seksual dan kesuburan
  • Rasa sakit atau sensasi menyengat yang disebabkan kerusakan pada serabut saraf di tulang belakang
  • Kesulitan bernapas, batuk, atau membersihkan sekresi dari paru-paru
  • Masalah kulit.

Tergantung pada tingkat keparahan paraplegia, kondisi ini dapat digolongkan menjadi paraplegia lengkap atau tidak lengkap.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Kehilangan kendali untuk berkemih atau buang air besar
  • Gangguan pada keseimbangan dan berjalan
  • Gangguan pernapasan setelah mengalami cedera
  • Leher atau punggung dengan posisi yang aneh atau bengkok.

Cedera saraf tulang belakang mungkin tidak terlihat jelas, jika Anda menduga seseorang mengalami cedera saraf tulang belakang, jangan coba memindahkan orang tersebut dan segera hubungi penyedia layanan medis.

Penyebab

Apa penyebab paraplegia?

Paraplegia mungkin merupakan kerusakan pada tulang belakang, ligamen, atau cakram pada tulang belakang atau saraf tulang belakang. Paraplegia biasanya terjadi akibat cedera traumatis karena hantaman yang kencang dan tiba-tiba pada tulang belakang. Tulang belakang dapat patah, dislokasi, pecah, atau menekan saraf. Mungkin diperlukan waktu yang lama hingga cedera saraf tulang belakang pulih, terutama jika terjadi perdarahan, pembengkakan, peradangan dan akumulasi cairan pada tulang belakang.

Penyebab utama cedera saraf tulang belakang meliputi kecelakaan, jatuh, tindak kekerasan, olahraga, cedera dan kecelakaan akibat alkohol.

Jika paraplegia tidak disebabkan oleh cedera, beberapa kondisi medis dapat menyebabkan paraplegia, seperti artritis, kanker, peradangan, infeksi atau degenerasi cakram tulang belakang.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk paraplegia?

Ada banyak faktor risiko untuk paraplegia, yaitu:

  • Pria. Kebanyakan pasien paraplegia adalah laki-laki.
  • Berusia di antara 16-30 tahun. Anda lebih aktif secara fisik dan lebih terekspos dengan cedera tulang belakang.
  • Berusia di atas 65 tahun. Anda lebih mudah jatuh dan mengalami degenerasi tulang belakang.
  • Melakukan aktivitas berisiko seperti olahraga ekstrem, balapan, menyelam, dll.
  • Memiliki gangguan tulang atau sendi. Kelainan pada tulang dapat membuat tulang Anda rapuh dibanding dengan orang pada umumnya.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana paraplegia didiagnosis?

Paraplegia memerlukan keadaan darurat, di mana dokter akan memeriksa fungsi sensorik dan pergerakan kaki dengan seksama. Dokter akan menanyakan tentang trauma yang menyebabkan paraplegia untuk mengidentifikasi tingkat cedera. Pada banyak kasus, dokter akan melakukan beberapa tes untuk mengonfirmasi diagnosis dan memeriksa kerusakan pada saraf tulang belakang, seperti:

  • X-ray. Biasanya ini adalah tes yang pertama kali dilakukan oleh dokter. X-ray dapat menunjukkan masalah pada tulang belakang, tumor, parah atau perubahan degeneratif pada tulang belakang.
  • CT scan. Apabila cedera lebih kompleks seperti yang ditunjukkan oleh X-ray, CT scan dapat menunjukkan masalah tulang dengan lebih jernih.
  • MRI. Tes ini sangat membantu dalam melihat saraf tulang belakang dan melihat cakram yang hernia, pembekuan darah atau massa lainnya yang mungkin menekan saraf tulang belakang.

Setelah pembengkakan saraf tulang belakang mengecil, dokter akan melakukan pemeriksaan neurologis untuk melihat bagaimana otot dan tulang bereaksi ke stimulan.

Apa saja pengobatan untuk paraplegia?

Perawatan untuk paraplegia akan terfokus pada mengembalikan fungsi saraf tulang belakang sebisa mungkin. Karena paraplegia adalah kondisi yang darurat, perawatan segera dimulai begitu Anda sampai ke rumah sakit. Pada ruang gawat darurat, dokter akan terfokus pada tanda-tanda vital penting, seperti kemampuan bernapas, mencegah shock dan imobilisasi saraf tulang belakang dari leher ke punggung.

  • Perawatan jangka panjang akan terfokus pada mengkompensasi dengan ketidakmampuan dan mencegah komplikasi, seperti:
  • Pengobatan: untuk mengatasi efek dari paraplegia, serta meningkatkan fungsi tubuh
  • Perangkat medis inventif: seperti kursi roda dan perangkat stimulasi elektrik untuk membantu pergerakan
  • Rehabilitasi: untuk mengedukasi Anda dalam mengatasi kondisi dan menggunakan bantuan medis.

Uji klinis juga tersedia untuk penderita paraplegia. Biasanya pemulihan terjadi dalam 6 bulan pertama.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi paraplegia?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi paraplegia:

  • Memberi waktu untuk berduka akibat hilangnya mobilitas
  • Bergabung dengan komunitas untuk berbagi perasaan dan pengalaman
  • Mengedukasi diri tentang paraplegia
  • Belajar beradaptasi dengan kehidupan baru, seperti menetapkan tujuan-tujuan kecil
  • Berbicara dengan orang-orang terdekat tentang perasaan Anda, terutama dengan pasangan untuk masalah keintiman.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Maret 17, 2017 | Terakhir Diedit: Maret 17, 2017

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan