Apa Itu Miokarditis?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu miokarditis?

Miokarditis adalah kondisi peradangan yang terjadi di otot jantung atau miokardium. Peradangan umumnya disebabkan oleh infeksi virus yang mengakibatkan otot jantung menjadi meradang dan bengkak.

Miokarditis dapat memengaruhi sistem listrik jantung serta fungsi otot jantung, sehingga kemampuan jantung dalam memompa darah dapat terganggu. Hal ini berpotensi menyebabkan terjadinya percepatan atau detak jantung tak beraturan (aritmia).

Meskipun biasanya kondisi ini disebabkan oleh infeksi virus, tidak jarang pula miokarditis merupakan reaksi dari obat-obatan tertentu, atau penyakit peradangan lainnya di dalam tubuh. Gejala-gejala yang umumnya muncul adalah nyeri dada, sesak napas, dan aritmia.

Dalam kondisi yang cukup parah, jantung akan melemah dan tubuh tidak mendapat aliran darah yang cukup. Selain itu, darah dapat menggumpal dan memicu terjadinya serangan jantung atau bahkan stroke.

Seberapa umumkah miokarditis?

Miokarditis adalah penyakit yang tergolong langka. Namun, diperkirakan terdapat jutaan orang dewasa dan anak-anak yang menderita penyakit ini. Penyakit ini merupakan penyebab kematian terbanyak ketiga pada anak-anak dan orang dewasa.

Penyakit peradangan miokardium ini lebih banyak ditemukan pada pasien yang memasuki usia pubertas hingga 30-an awal.

Anda dapat mencegah dan mengatasi penyakit ini dengan cara mengendalikan faktor-faktor risiko yang ada. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai penyakit ini, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-­tanda dan gejala miokarditis?

Terkadang, miokarditis tidak menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang pasti. Bahkan, dalam kebanyakan kasus, penderita tidak melaporkan adanya gejala apapun.

Gejala yang umum terjadi sulit dibedakan dengan gejala infeksi virus lainnya. Gejala-gejala tersebut seperti:

  • Sakit dada
  • Jantung berdebar (palpitasi)
  • Sesak napas
  • Demam atau menggigil
  • Pembengkakan pada tangan, kaki, serta pergelangan kaki
  • Merasa lelah.
  • Iritasi pada otot jantung yang dapat menyebabkan aritmia jantung, gagal jantung, atau bahkan pingsan

Kemungkinan ada tanda-­tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda sebaiknya memeriksakan diri Anda ke dokter jika Anda memiliki gejala-gejala yang disebutkan di atas, terutama nyeri dada dan kesulitan bernapas.

Jika Anda memiliki infeksi, terutama infeksi yang berhubungan dengan gejala miokarditis, maka segera beritahukan dokter Anda.

Tubuh masing-masing penderita menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi. Untuk mendapatkan penanganan yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, periksakan apapun gejala yang Anda alami ke dokter atau pusat layanan kesehatan terdekat.

Penyebab

Apa penyebab miokarditis?

Sering kali penyebab pasti dari miokarditis tidak dapat diketahui. Namun, terdapat beberapa kondisi dan patogen yang mungkin dapat menjadi penyebab peradangan miokardium. Berikut penjelasannya:

1. Virus

Banyak virus yang dikaitkan dengan infeksi pada peradangan miokardium. Beberapa di antaranya adalah adenovirus, virus hepatitis B dan C, parvovirus, dan virus herpes simpleks.

Selain itu, virus infeksi saluran pencernaan, virus Epstein-Barr, dan rubella juga dapat menyebabkan penyakit ini. Dalam beberapa kasus, ditemukan juga virus HIV di dalam tubuh beberapa penderita.

2. Bakteri

Beberapa jenis bakteri dapat menyebabkan terjadinya peradangan, seperti Staphylococcus, Streptococcus, bakteri difteri, serta bakteri penyakit Lyme.

3. Parasit

Terdapat beberapa jenis parasit yang dapat menimbulkan peradangan pada miokardium, seperti Trypanosoma cruzi dan Toxoplasma gondii.

4. Fungi atau jamur

Infeksi jamur, seperti candida, aspergillus, dan histoplasma, berpotensi memicu terjadinya peradangan, terutama pada penderita dengan sistem kekebalan tubuh yang buruk.

Faktor-faktor risiko

Apa saja faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko saya untuk terkena miokarditis?

Miokarditis adalah kondisi yang dapat terjadi pada hampir setiap orang, terlepas dari apa kelompok ras dan berapa usia penderitanya. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk menderita penyakit ini.

Penting untuk Anda ketahui bahwa memiliki salah satu atau beberapa faktor risiko bukan berarti Anda pasti akan menderita suatu penyakit atau kondisi kesehatan.

Dalam beberapa kasus, tidak menutup kemungkinan seseorang dapat terkena penyakit atau kondisi kesehatan tertentu tanpa adanya satu pun faktor risiko.

Berikut adalah faktor-faktor risiko yang dapat memicu Anda mengalami miokarditis:

1. Usia

Meskipun kebanyakan masalah jantung lebih sering dijumpai pada pasien berusia lanjut, peradangan miokardium lebih banyak ditemukan pada pasien berusia remaja hingga awal 30-an.

2. Jenis kelamin

Penyakit ini lebih banyak terjadi pada pasien berjenis kelamin pria, 2 kali lebih banyak dibanding dengan pasien wanita.

3. Menjalani pengobatan atau mengonsumsi obat-obatan tertentu

Jika Anda menjalani pengobatan antibiotik seperti penicilin dan sulfonamida, pengobatan kanker seperti kemoterapi dan radioterapi, obat anti kejang, serta obat ilegal atau rekreasional seperti kokain, Anda memiliki risiko yang lebih tinggi untuk menderita penyakit ini.

4. Terpapar radiasi atau zat kimia tertentu

Apabila Anda pernah terpapar zat kimia tertentu, seperti karbon monoksida, atau radiasi, Anda memiliki peluang lebih besar untuk terkena penyakit ini.

5. Menderita penyakit tertentu

Penyakit infeksi virus, seperti pneumonia, HIV, lupus, atau arteritis, dapat memperbesar kesempatan Anda untuk terkena penyakit ini.

Tidak memiliki faktor risiko bukan berarti Anda tidak bisa mengalami penyakit ini. Tanda-tanda ini hanya untuk referensi saja. Anda harus konsultasi dokter spesialis untuk lebih jelasnya.

Komplikasi

Apa saja komplikasi yang diakibatkan oleh miokarditis?

Tanpa pengobatan atau penanganan medis lebih lanjut, miokarditis dapat mengakibatkan komplikasi pada jantung Anda, seperti:

1. Gagal jantung

Peradangan miokardium dapat merusak otot jantung, sehingga jantung tidak dapat memompa darah dengan baik. Pada kasus yang parah, jantung akan gagal berfungsi dan membutuhkan alat bantu, bahkan transplantasi.

2. Serangan jantung atau stroke

Jika jantung rusak dan tidak dapat memompa darah dengan sempurna, darah akan berpotensi menggumpal. Jika gumpalan darah tersebut menyumbat arteri jantung, Anda dapat terkena serangan jantung.

Apabila penggumpalan darah berpindah menuju arteri yang terdapat di otak Anda, kemungkinan stroke dapat terjadi.

3. Henti jantung

Penyakit ini dapat mengakibatkan detak jantung menjadi tidak beraturan atau aritmia. Jika aritmia tidak segera diatasi, jantung berisiko berhenti mendadak. Hal ini dapat memicu masalah kesehatan yang fatal, bahkan dapat berujung kematian.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk miokarditis?

Miokarditis sulit untuk didiagnosis karena gejala yang tidak spesifik dan muncul relatif terlambat setelah peradangan terjadi.

Dokter mendiagnosis penyakit ini dengan pemeriksaan fisik, tes darah, ekokardiogram, elektrokardiogram (EKG), MRI scan, dan biopsi otot jantung.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk miokarditis?

Pengobatan untuk penyakit ini meliputi:

  • Penggunaan antibiotik atau obat anti-inflamasi untuk mengurangi peradangan.
  • Gunakan diuretik untuk mengurangi kelebihan air dalam tubuh.
  • Kurangi makan makanan yang bergaram.
  • Batasi mobilisasi.

Jika Anda memiliki otot jantung yang lemah, dokter akan memberikan beberapa obat-obatan yang digunakan untuk mengobati gagal jantung.

Perangkat seperti alat pacu jantung juga dapat digunakan ketika detak jantung Anda menjadi tidak menentu. Selain itu, Anda akan diberikan obat pengencer darah jika Anda memiliki gumpalan darah yang tidak biasa muncul di jantung Anda.

Dalam kasus yang lebih parah, dokter akan melakukan operasi transplantasi jantung jika kontraksi jantung Anda terlalu lemah.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi miokarditis?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi miokarditis:

  • Istirahatlah yang cukup dan seimbangkan dengan olahraga ringan. Dokter Anda akan memberitahu Anda apa kegiatan fisik yang dapat Anda lakukan pada saat dan setelah proses pengobatan.
  • Kurangi konsumsi makanan dengan kandungan garam tinggi, batasi meminum minuman berkarbonasi dan hindarilah rokok. Dokter Anda akan memberitahu Anda apa jenis minuman yang harus Anda hindari serta berapa jumlah garam yang tepat untuk makanan Anda.
  • Selalu periksakan diri Anda ke dokter untuk mengetahui perkembangan penyakit serta kesehatan Anda.
  • Ikuti anjuran dokter, jangan mengonsumsi obat yang tidak diresepkan oleh dokter atau tidak menggunakan obat diresepkan untuk Anda

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: September 22, 2016 | Terakhir Diedit: Oktober 12, 2019

Yang juga perlu Anda baca