Apa itu inkontinensia urin?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu inkontinensia urin?

Inkontinensia urin adalah kondisi di mana Anda tidak dapat mengontrol buang air kecil Anda. Pasien kehilangan kontrol kandung kemih. Akibatnya, urin keluar tiba-tiba dan mereka harus menggunakan popok ketika mereka mengalami penyakit ini. Keadaan ini memang memalukan, tetapi adalah hal yang wajar terjadi.

Gejala inkontinensia urin, penyebab inkontinensia urin, dan obat inkontinensia urin, akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.

Seberapa umumkah inkontinensia urin?

Inkontinensia urin merupakan hal yang sangat umum. Penyakit ini biasanya menyerang wanita daripada pria; dengan 60% penderita wanita.

Penyakit ini dapat menyerang pasien di segala umur. Namun, dapat dikontrol dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Silakan konsultasikan dengan dokter Anda untuk informasi selengkapnya.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala inkontinensia urin?

Untuk kasus yang sangat ringan, urin kadang menetes sedikit ketika batuk atau bersin, atau pada saat berjalan ke toilet. Untuk tingkat ringan hingga menengah, urin menetes setiap hari dan Anda memerlukan semacam popok. Untuk penyakit yang parah, urin dapat keluar hampir setiap jam per hari. Inkontinensia urin dapat membatasi aktivitas sehari-hari.

Terdapat kemungkinan beberapa tanda dan gejala yang tidak terdaftar di atas. Jika Anda merasa khawatir terhadap suatu gejala, silakan konsultasikan dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Pada beberapa kasus, penyakit ini dapat menghalangi aktivitas. Hubungi dokter Anda jika:

  • Terlalu sering buang air kecil
  • Mempengaruhi kualitas kehidupan

Hal-hal ini penting karena inkontinensia urin dapat mengakibatkan:

  • Gejala dari penyakit yang serius
  • Menghambat aktivitas sosial Anda
  • Meningkatkan risiko jatuh ketika terburu-buru ke toilet

Penyebab

Apa penyebab inkontinensia urin?

Tiga bentuk yang paling umum dari inkontinensia urin disebabkan oleh meningkatnya tekanan pada daerah perut, inkontinensia urin darurat, dan bocornya urin karena penuhnya kandung kemih.

  • Tekanan pada daerah perut terjadi ketika melakukan beberapa aktivitas seperti batuk, bersin, mengangkat barang, olahraga. Hal ini juga dapat disebabkan oleh kehamilan, melahirkan, atau penuaan
  • Inkontinensia urin membuat urin dikeluarkan secara darurat dan dengan frekuensi tinggi. Hal ini dapat disebabkan oleh merokok, kafein, alkohol, atau penuaan
  • Kandung kemih selalu penuh. Pasien merasa bahwa kandung kemih tidak kosong dan urin akan menetes sepanjang hari. Banyak masalah dengan kandung kemih yang memburuk setelah menopause

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk inkontinensia urin?

Ada banyak faktor risiko untuk penyakit ini:

  • Jenis kelamin: wanita memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit ini karena meningkatnya tekanan pada daerah perut yang disebabkan oleh kehamilan, melahirkan, menopause dan anatomi tubuh wanita. Namun, pria dengan masalah kelenjar prostat juga memiliki risiko inkontinensia urin saat pergi terburu-buru ke toilet atau kendung kemih yang terlalu penuh
  • Umur: semakin Anda tua, otot kandung kemih dan uretra akan semakin melemah. Hal-hal ini mempengaruhi jumlah urin yang dapat ditampung oleh kandung kemih dan meningkatkan risiko terkena penyakit
  • Kelebihan berat badan: situasi ini meningkatkan tekanan pada otot kandung kemih dan otot sekitarnya, menyebabkan otot melemah sehingga terjadi inkontinensia urin ketika batuk atau bersin
  • Penyakit lain seperti neuropati atau diabetes yang juga meningkatkan risiko dari inkontinensia urin

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk inkontinensia urin?

Penguatan otot panggul merupakan langkah pertama yang dilakukan untuk mengontrol inkontinensia urin yang disebabkan oleh peningkatan tekanan di daerah perut. Olahraga yang dapat membantu menguatkan otot yaitu olahraga kegel. Jika olahraga kegel tidak membantu, fisioterapi khusus dapat membantu memperbaiki kendali kandung kemih. Terapi-terapi ini termasuk biofeedback dan stimulus elektrik. Alat khusus yang disebut simpul pengangkat (lifting loop) tersedia untuk pengobatan inkontinensia urin yang disebabkan oleh tekanan pada daerah perut. Alat ini digunakan untuk menopang kandung kemih. Terkadang alat ini dapat berguna jika inkontinensia urin terjadi karena aktivitas seperti, jogging, aerobik, dan menunggang kuda.

Langkah pertama dari pengobatan inkontinensia urin darurat adalah membiasakan pergi ke toilet pada waktu tertentu. Anda dapat menyesuaikan ke toilet setiap 3 jam per hari tanpa inkontinensia urin. Terkadang obat-obatan dapat membantu menyokong otot kandung kemih. Obat-obat ini dapat menyebabkan mulut atau mata kering, tetapi umumnya dapat efektif mengobati penyakit. Pembedahan dapat dilakukan untuk mengobati inkontinensia urin karena tekanan pada daerah perut. Ahli yang akan melakukan pembedahan ini misalnya ginekologis atau urologis.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk inkontinensia urin

Diagnosis melibatkan catatan medis, X-ray, tes darah, urin dan tes lain untuk memeriksa kandung kemih. Tes-tes ini disebut urodinamik, manometry pada kandung kemih, aliran urin, dan urin yang tersisa di kandung kemih setelah buang air kecil.

Tes-tes yang akan direkomendasikan dokter adalah:

  • Analisis umum pada urin : memeriksa sampel urin untuk melihat infeksi, darah, atau kelainan lainnya
  • Pencatatan kandung kemih : dalam beberapa hari, Anda harus mencatat pemasukan air, waktu buang air kecil, urin yang keluar, rasa mendadak untuk buang air kecil,dan jumlah inkontinensia urin
  • Jumlah sisa urin setelah pembuangan urin. Anda akan diminta untuk buang air kecil dalam wadah pengukur volume. Kemudian dokter akan memeriksa jumlah urin yang tersisa di kandung kemih dengan catheter atau ultrasound. Jumlah residu urin juga menunjukan gangguan atau masalah pada otot atau saraf kandung kemih

Jika Anda membutuhkan informasi, dokter dapat menetapkan:

  • Tes urodinamik. Dokter atau perawat akan menempatkan kateter ke dalam uretra, kandung kemih, dan pompa air. Sementara, pengukur tekanan akan merekam tekanan di dalam kandung kemih. Tes ini akan membantu mengukur kekuatan otot kandung kemih dan uretra, yang merupakan hal penting untuk membedakan jenis inkontinensia urin
  • Sistokopi. Dokter akan memasukan pipa kecil dengan lensa ke dalam uretra. Dokter Anda akan memeriksa dan menghilangkan kelainan urin jika ada
  • Pindaian kandung kemih. Dokter akan menempatkan semacam pipa karton ke dalam uretra, kandung kemih yang dimasukkan ke dalamnya. Ketika Anda mengeluarkan urin dan mendorong volume total urin, obat ini akan keluar, X-ray pada kandung kemih akan membantu menemukan masalah pada jalur urin
  • Ultrasound pada panggul untuk memeriksa kelainan urin atau sistem reproduksi

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi inkontinensia urin?

Perubahan gaya hidup dan pengobatan rumah berikut dapat membantu Anda mengatasi inkontinensia urin:

  • Lakukan olahraga kegel dengan benar
  • Konsumsi obat-obatan sesuai arahan
  • Pengobatan untuk menghindari iritasi kulit
  • Gunakan handuk yang bersih
  • Keringkan kulit dengan alami
  • Hindari terlalu sering mencuci vagina dan berendam dalam air karena dapat mengurangi proteksi dari infeksi kandung kemih
  • Pertimbangkan penggunaan krim pelindung, seperti minyak petrolum atau pelembap kelapa, bila mengalami iritasi kulit terutama akibat popok.
  • Jika Anda harus segera buang air kecil khususnya saat malam, buat toilet lebih nyaman:
    • Pindahkan karpet atau furnitur yang dapat membuat Anda terpeleset atau tersandung saat dalam perjalanan ke toilet
    • Nyalakan lampu untuk menerangi jalan, mengurangi risiko jatuh

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Desember 14, 2016 | Terakhir Diedit: Desember 14, 2016

Yang juga perlu Anda baca