Definisi

Apa itu  hidrosefalus tekanan normal?

Hidrosefalus tekanan normal adalah kondisi menumpuknya cairan serebrospinal di dalam otak. Hal ini terjadi ketika sistem pengeluaran dan penyerapan cairan di otak tidak bekerja secara dengan benar.

Pada kondisi hidrosefalus tekanan normal ini, intraventikular di dalam kepala membesar untuk menampung cairan ekstra. Kemudian cairan ini menekan ke berbagai bagian otak. Kondisi ini akan menimbulkan sejumlah gejala. Terkadang beberapa bayi dilahirkan dengan kondisi ini, sementara yang lainnya berkembang seiring berjalannya waktu.

Apa bedanya dengan hidrosefalus biasa?

Kondisi hidrosefalus biasa dengan hidrosefalus tekanan normal umumnya sama. Pasalnya, kondisi ini sama-sama ditandai dengan adanya penumpukan cairan di toal. Hidrosefalus biasa, yang sering terjadi anak-anak, umumnya bersifat bawaan. Punya ciri-ciri bagian kepala yang membesar, tidak biasa dari ukuran kepala normal.

Hidrosefalus biasa ini umumnya dapat disebabkan oleh peristiwa atau pengaruh yang terjadi selama perkembangan janin, atau kelainan genetik. Hidrosefalus biasa pada anak-anak ini dapat  berkembang pada saat kelahiran atau pada titik tertentu sesudah bayi lahir.

Seberapa umumkah kondisi ni ?

Hidrosefalus tekanan normal tergolong jarang terjadi, perbandingannya bisa terjadi pada 1 dari 100.000 orang. Kondisi ini adalah jenis hidrosefalus yang biasanya terjadi pada orang dewasa yang lebih tua.

Usia rata-rata orang yang terkena kondisi ini adalah lebih dari 60 tahun. Hidrosefalus tekanan normal umumnya berkembang perlahan dari waktu ke waktu. Ketika cairan serebrospinal tersumbat, cairan nantinya akan menumpuk perlahan di dalam otak.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda­-tanda dan gejala hidrosefalus tekanan normal?

Gejala hidrosefalus tekanan normal biasanya mulai secara perlahan dan bertahap. Gejalanya meliputi:

  • Masalah pada cara jalan. Sebagian besar pasien memiliki gaya berjalan yang lambat, kaki gemetar dan langkah-langkah yang lebar.
  • Mulai mengalami hilang ingatan (demensia), selain itu kemampuan untuk berpikir menjadi lambat, pelupa, memiliki masalah dengan konsentrasi dan berkurangnya kemampuan untuk fokus ke suatu ahl
  • Inkontinensia merupakan gejala awal dari hidrosefalus tekanan normal, Anda akan merasakan dorongan untuk sering buang air kecil atau sering memiliki gejala tiba-tiba dan kemudian mengalami inkontinensia. Masalah inkontinensia seperti sering buang air kecil, namun beberapa orang mungkin mengalami inkontinensia pada usus.

Kemungkinan ada tanda­-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Gejala hidrosefalus pada anak-anak

Anak-anak, orang dewasa, dan orang lanjut usia mungkin mengalami gejala hidrosefalus  yang berbeda. Ini karena tengkorak mereka tidak dapat mengembang untuk mengakomodasi penumpukan cairan di dalam otak

Gejala hidrosefalus biasa pada anak-anak kemungkinan diikuti oleh muntah, mual, pandangan kabur atau ganda, masalah keseimbangan, koordinasi yang buruk, gangguan gaya berjalan, inkontinensia urin, lambatnya perkembangan tubuh anak, lesu, mengantuk, mudah marah, atau perubahan lainnya.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Hubungi dokter Anda atau periksalah ke rumah sakit jika Anda memiliki salah satu dari gejala berikut:

  • Apabila Anda mulai sulit dalam berjalan atau melangkah
  • Apabila Anda mengalami masalah dengan ingatan baik pada diri Anda maupun keluarga Anda;
  • Inkontinensia yang berlangsung cukup lama

Gejala di tubuh masing-­masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani dan mengetahui kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab hidrosefalus tekanan normal?

Kondisi hidrosefalus tekanan normal ini kemungkinan disebabkan karena kelebihan cairan di ventrikel otak. Kelebihan cairan ini juga bisa disebabkan karena cedera, perdarahan, infeksi, tumor otak, atau operasi pada otak.

Ketika kelebihan cairan menumpuk di ventrikel, mereka membesar dan menekan jaringan otak terdekat. Cairan dan tekanan ekstra ini dapat menyebabkan kerusakan otak.

Hidrosefalus tekanan normal dapat terjadi akibat stroke, meningitis (infeksi selaput sekitar jaringan otak), atau tumor otak.  Namun sebagian besar kondisi pembesaran pada kepala ini sering tidak diketahui. Dalam kebanyakan kasus, dokter belum mengetahui alasan mengapa situasi ini dapat menyebabkan penyakit.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk hidrosefalus tekanan normal?

Faktor-faktor tertentu yang meningkatkan risiko Anda mengalami hidrosefalus tekanan normal, yaitu:

  • Adanya luka atau tumor otak atau di sumsum tulang belakang.
  • Adanya infeksi sistem saraf pusat, seperti meningitis karena bakteri atau gondok.
  • Adanya perdarahan di otak yang disebabkan oleh stroke atau cedera kepala.
  • Ada cedera otak lainnya.

Tidak ada faktor risiko bukan berarti Anda tidak bisa mengalami penyakit ini. Tanda-tanda ini hanya untuk referensi saja. Anda harus konsultasi ke dokter spesialis untuk lebih jelasnya.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya?

Saat ini tidak ada terapi obat untuk penyakit ini. Pengobatan biasanya dilakukan dengan operasi dan dirawat dengan terapi tertentu. Untuk masalah operasi, singkatnya dokter akan menempatkan kateter dari otak untuk mengalirkan cairan serebrospinal di otak.

Nantinya  shunt (tabung fleksibel) akan ditempatkan ke dalam sistem ventrikel otak yang mengalihkan aliran cairan serebrospinal (CSF) ke daerah lain dari tubuh, paling sering rongga perut, di mana ia dapat diserap.

Lalu, akan ada katup pada shunt untuk mempertahankan CSF pada tingkat normal dan tekanan di dalam ventrikel. Metode ini memungkinkan ventrikel kembali ke ukuran normal.

Dengan operasi ETV

Untuk mengobati hidrosefalus tekanan normal, dokter juga akan melakukan prosedur bedah yang disebut endoskopi ventrikulostomi ketiga (ETV). Operasi bedah ini juga dapat dianggap sebagai alternatif lain sesudah metode pemasangan shunt pada orang dengan hidrosefalus tekanan normal.

Pada proses operasi ini, ahli bedah saraf menggunakan endoskopi khusus untuk membuat jalur cairan serebrospinal alternatif yang dapat memotong hambatan di saluran cairan otak.

Penentuan stenosis saluran air dapat dilakukan lewat MRI. Selain itu, perlu diingat, bahwa keberhasilan metode ETV ini bervariasi. Ada yang perlu dilakukan pembedahan shunt ada juga yang tidak.  

Terapi kognitif

Terapi kognitif adalah terapi yang akan dilakukan tergantung dari jenis gejala, kondisi Anda, dan apakah terapi kognitif ini perlu dilakukan. Terapi kognitif akan dilakukan dengan bantuan latihan dan alat yang bisa membantu, merangsang dan memperkuat fisik dan pikiran Anda.

Pada sesi terapi kognitif ini, Anda akan dilatih dengan menghafal gambar-gambar kartu flash yang sederhana. Selain itu, pelatih terapi juga akan melatih Anda mengulang serangkaian empat, lima atau enam gambar secara berurutan.

Selain itu, dalam sesi terapi ini Anda juga akan dilatih dengan melihat gambar pemandangan yang kompleks dan ditantang mampu menjawab pertanyaan tentang gambar tersebut.  

Terapi hidrosefalus tekanan normal ini juga akan dilakukan dengan membaca artikel koran satu halaman dan kemudian menguji  Anda membuat rangkuman fakta yang terkandung dalam artikel. Pada awalnya, Anda mungkin dapat membuat rangkuman hanya beberapa fakta, tetapi saat Anda berlatih dan berhasil kekuatan ingatan Anda bisa tumbuh dengan baik.

Terapis mungkin juga akan meminta Anda untuk mendiskusikan masalah apa pun yang Anda hadapi sejak kunjungan terakhir Anda. Tidak hanya diskusi, terapis akan menawarkan strategi untuk menghindari dan mencegah rendahnya tingkat pemecahan masalah Anda.

Terapis juga akan menggunakan kecanggihan teknologi seperti kalender ponsel atau kalender di komputer sebagai pengingat. Fungsinya sebagai alat untuk mengingatkan Anda tentang janji atau tugas. Diharapkan metode  ini bisa menjadi praktik rutin untuk memeriksa kegiatan dan rutinitas setiap pagi, siang dan malam.

Apa saja tes yang bisa dilakukan untuk mendiagnosis hidrosefalus tekanan normal?

Diagnosis dapat sulit diperiksa apabila penyakit hidrosefalus tekanan normal ini tidak memiliki gejala khusus seperti yang dapat ditemukan pada penyakit misalnya Parkinson, penyakit Alzheimer, dan gangguan ingatan lainnya.

Maka dari itu, kemungkinan dokter akan melakukan metode seperti computed tomography (CT) atau magnetic resonance imaging (MRI). Kedua metode tersebut dapat membantu dokter mendiagnosis kondisi ini.  

Dalam beberapa kasus, dokter akan melakukan uji fungsi pinggang. Fungsinya untuk memeriksa kadar keseimbangan tubuh yang biasanya akan berpengaruh karena hidrosefalus tekanan normal.

Risiko dan Komplikasi

Apa saja risiko komplikasi pengobatan hidrosefalus tekanan normal?

1. Shunt rusak

Pada saat pemasangan shunt di otak, akan ada risiko kerusakan shunt. Risikonya aadalah penyumbatan shunt parsial atau lengkap yang menyebabkannya shunt sebentar-sebentar bisa berfungsi baik dan kadang bisa tidak berfungsi.

Ketika penyumbatan terjadi, cairan serebrospinal (CSF) menumpuk dan dapat mengakibatkan gejala hidrosefalus tekanan normal makin parah.Akan ada juga risiko penyumbatan di sel darah, jaringan, atau bakteri karena shunt yang dipasang rusak.

Selain itu, antara kateter ventrikel (bagian dari tubing yang ditempatkan di otak) dan bagian distal kateter (tubing yang mengalirkan cairan ke bagian lain dari tubuh) dapat tersumbat oleh jaringan dari pleksus koroid atau ventrikel.

Bagian distal kateter lebih sering tersumbat pada orang dewasa saat shunt di otak rusak. Sebetulnya shunt untuk kondisi hidrosefalus di otak bisa bertahan lama. Akan tetapi komponennya dapat terlepas atau retak karena aus atau seirin bertambahnya usia. Malah  terkadang shunt di otak bisa terlepas dari tempat semula ditempatkan.

2. Infeksi pada shunt

Infeksi shunt biasanya disebabkan karena adanya organisme bakteri seseorang. Ini toidak disebabkan karena penularan dari orang lain, ya.  Infeksi bakteri yang paling umum adalah karena Staphylococcus Epidermidis. Bakteri ini biasanya ditemukan di permukaan kulit seseorang, di kelenjar keringat dan di folikel rambut jauh di dalam kulit.

Jenis infeksi ini kemungkinan besar terlihat satu hingga tiga bulan setelah operasi shunt dipasang. Namun, infeksi sejak operasi shunt ini dapat terjadi hingga enam bulan setelahnya.

Orang dengan kondisi pirau ventrikuloperitoneal (VP) juga dapat berisiko mengalami infeksi pirau sekunder. Pasien yang diobati dengan shunt ventriculoatrial (VA) dapat mengalami infeksi menyeluruh, yang dapat fatal akibatnya bila tidak diobati

3. Hematoma subdural

Hematoma subdural adalah kondisi gumpalan darah yang merupakan salah satu komplikasi serius. Hematoma subdural ini dapat terjadi setelah pemasangan shunt. Risiko hematoma subdural pada orang dengan hidrosefalus tekanan normal dan shunt adalah sekitar lima hingga sepuluh persen.

Karena sebagian besar shunts mengalirkan cairan serebrospinal dari pusat otak atau ventrikel, ini juga dapat menyebabkan permukaan otak menarik diri dari tengkorak. Permukaan otak juga dapat meregang dan merobek pembuluh darah dari kulit kepala ke permukaan otak.

Inilah yang kadang-kadang terlihat pada CT scan sebagai ruang cairan antara otak dan tengkorak yang disebut hygroma. Meskipun hygroma mungkin tidak memiliki gejala tertentu, tapi kondisi ini dapat meningkatkan risiko hematoma.

Pengobatan di rumah

Apa saja ­perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi hidrosefalus tekanan normal?

Setelah didiagnosis dan dinyatakan mengalami hidrosefalus tekanan normal, orang  yang dan keluarga yang terkena dampaknya harus menyadari bahwa kondisi ini berisiko terhadap perkembangan kognitif dan fisik.

Namun baiknya jangan khawatir, banyak pasien yang didiagnosis dengan gangguan ini bisa beraktivitas normal kembali setelah mendapat terapi rehabilitasi dan training untuk menjalani kehidupan normal, meskipun dengan sedikit keterbatasan.

Nantinya, dokter dan perawat akan memberikan Anda saran, terapi mana yang paling baik. Terapi ini nanti juga disesuaikan dengan usia dan gejala penyakit yang menyerang.

Gejala hidrosefalus tekanan normal biasanya memburuk dari waktu ke waktu jika kondisi ini tidak diobati. Jika Anda menderita hidrosefalus tekanan normal, Anda harus mengunjungi dokter ahli saraf atau bedah saraf secara rutin. Kunjungan ini memungkinkan dokter untuk memantau gejala Anda. Perubahan gejala mungkin memerlukan penyesuaian dalam perawatan.

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi kondisi ini:

  • Periksakan kembali diri Anda ke dokter untuk pemantauan gejala serta kesehatan Anda.
  • Hindari merokok.
  • Jagalah berat badan agar tetap sehat.
  • Lakukan olahraga secara teratur.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: April 8, 2019 | Terakhir Diedit: April 8, 2019

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan