Apa Itu Hidrokel?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu hidrokel?

Hidrokel adalah kondisi di mana skrotum membengkak akibat adanya penumpukan cairan di dalamnya.

Cairan yang menumpuk di sekitar skrotum mungkin akibat adanya gangguan pada lapisan jaringan antara skrotum dengan organ perut (usus). Selain itu, penumpukan cairan juga bisa disebabkan oleh tidak seimbangnya produksi dan penyerapan cairan di dalam tubuh.

Hidrokel umumnya tidak berbahaya dan tidak menimbulkan rasa sakit. Namun, orang yang mengalami kondisi ini mungkin merasa tidak nyaman.

Hidrokel lebih banyak ditemukan pada bayi, bahkan saat bayi masih berada di dalam kandungan. Namun, tidak jarang pula kondisi ini dialami oleh laki-laki yang beranjak dewasa.

Hidrokel dapat dibagi menjadi 2 tipe, yaitu:

Nonkomunikan

Tipe nonkomunikan terjadi akibat berlebihannya produksi cairan dan tidak diimbangi dengan penyerapan cairan yang cukup.

Komunikan

Jenis komunikan adalah penumpukan cairan yang disebabkan oleh kantong sekitar testis tidak menutup dengan sempurna.

Seberapa umum hidrokel terjadi?

Hidrokel adalah kondisi yang cukup jarang terjadi. Kasus ini terjadi pada sekitar 10% kelahiran bayi laki-laki. Persentasenya pun semakin menurun pada laki-laki yang beranjak dewasa, yaitu 1 persen.

Kondisi ini umumnya akan hilang dengan sendirinya, terutama setelah bayi berusia 6 hingga 24 bulan. Namun, pada beberapa kasus, penumpukan cairan di sekitar skrotum masih akan menetap hingga bayi tumbuh besar.

Hidrokel pada bayi lebih banyak terjadi dalam kasus kelahiran prematur. Sementara itu, apabila kondisi ini ditemukan di usia dewasa, kemungkinan pemicunya adalah infeksi atau penyakit menular seksual.

Kelainan ini dapat diatasi dengan mengurangi faktor-faktor risiko yang ada. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala hidrokel?

Hidrokel adalah kondisi yang biasanya tidak menyebabkan rasa sakit dan menimbulkan tanda-tanda apapun. Satu-satunya gejala yang dapat dilihat dan dirasakan adalah adanya pembengkakan di bagian skrotum laki-laki.

Walaupun tidak menyakitkan, benjolan atau bengkak biasanya mengakibatkan rasa tidak nyaman dan mengganjal di area skrotum. Pada pria dewasa, mungkin bagian skrotum atau testis akan terasa lebih berat dari biasanya. Dalam beberapa kasus, bagian yang bengkak mungkin terasa lebih berat dan penuh di pagi hari dibanding malam hari.

Jika Anda mengalami hidrokel jenis nonkomunikan, ukuran area yang membengkak tidak akan berubah.

Sedangkan tipe komunikan, ukuran skrotum yang membengkak bisa mengecil dan membesar dalam satu hari. Hal ini terjadi jikla bagian yang bengkak ditekan, cairan dapat bergerak dan pindah ke bagian perut.

Gejala penyakit ini juga mungkin disertai dengan timbulnya rasa nyeri, muncul kemerahan di area skrotum, dan bagian bawah penis terasa tertekan.

Pembengkakan ini dapat terjadi di kedua testis. Untuk mengetahui lebih lanjut gejala dari penyakit ini, sebaiknya konsultasi ke dokter Anda.

Kapan harus pergi ke dokter?

Apabila Anda merasakan tanda-tanda atau gejala di bawah ini, Anda harus segera menghubungi dokter atau tenaga profesional medis terdekat:

1. Anda atau anak mengalami pembengkakan pada skrotum

Meskipun Anda tidak yakin apakah bengkak di area skrotum merupakan hidrokel atau bukan, Anda tetap harus memeriksakannya ke dokter. Penting untuk mengetahui apakah ada kemungkinan lain yang dapat menyebabkan selangkangan bengkak.

2. Hidrokel pada bayi tidak menghilang setelah 1 tahun

Jika pembengkakan di selangkangan bayi tidak menghilang setelah setahun berlalu, atau area yang bengkak terlihat membesar, Anda harus segera membawa bayi Anda ke dokter.

3. Skrotum terasa sakit

Umumnya, kondisi ini tidak menyebabkan rasa sakit. Jadi, apabila muncul nyeri di area yang bengkak, Anda harus waspada dan segera memeriksakan diri ke dokter. Rasa sakit bisa jadi diakibatkan oleh penyumbatan aliran darah di testis, atau terdapat masalah kesehatan lainnya.

Apa saja komplikasi yang disebabkan oleh hidrokel?

Sangat jarang ditemukan kasus di mana hidrokel membahayakan kesehatan dan memengaruhi kesuburan penderitanya.

Namun, dalam sedikit kasus, kondisi ini dapat dikaitkan dengan adanya masalah pada testis dan berpotensi mengakibatkan komplikasi yang cukup serius, seperti:

1. Infeksi atau tumor

Kemungkinan infeksi atau tumor dapat terjadi pada skrotum atau testis. Selain itu, kondisi ini juga mungkin dapat memengaruhi penurunan produksi atau fungsi sperma.

2. Hernia inguinal

Hernia inguinal adalah kondisi di mana sebagian kecil usus masuk ke dalam skrotum. Apabila tidak ditangani, kondisi ini mungkin dapat membahayakan nyawa penderitanya.

Penyebab

Apa penyebab hidrokel?

Hidrokel biasanya telah terbentuk sejak bayi belum lahir dan masih berada di dalam kandungan. Ketika hampir mendekati waktu kelahiran, testis bayi laki-laki akan turun dari perut menuju skrotum. Skrotum adalah kulit berupa kantung yang akan menahan testis saat turun.

Pada masa perkembangan bayi, setiap testis yang dibungkus oleh kulit skrotum akan memiliki cairan di sekitarnya. Umumnya, kantung ini akan menutup dengan sendirinya dan tubuh akan menyerap cairan tersebut pada tahun pertama setelah bayi lahir.

Namun, dalam beberapa kasus cairan tersebut tetap berada di dalam skrotum hingga akhirnya hidrokel terjadi.

Sampai saat ini, penyebab utama mengapa cairan tersebut tidak terserap belum juga diketahui. Pada orang dewasa, kondisi ini bisa jadi disebabkan oleh cedera atau operasi pada area selangkangan.

Kemungkinan lainnya adalah adanya radang atau infeksi epididimis atau testis. Dalam kasus yang langka terjadi, hidrokel kemungkinan terjadi bersamaan dengan kanker pada testis atau ginjal bagian kiri. Jenis hidrokel ini dapat terjadi pada semua umur tapi paling umum pada pria berumur lebih dari 40 tahun.

Berikut adalah beberapa penyebab yang mungkin dapat menyebabkan kemunculan hidrokel:

  • Cedera skrotum
  • Penyumbatan pada pembuluh darah atau sistem saraf
  • Infeksi pada skrotum atau testis
  • Penyakit atau infeksi menular seksual (IMS)

Faktor-faktor risiko

Apa saja yang meningkatkan risiko terkena hidrokel?

Hidrokel dapat terjadi pada setiap laki-laki dari semua golongan usia. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda menderita kondisi ini.

Beberapa faktor risiko yang dapat memicu terjadinya penumpukan cairan di skrotum adalah:

1. Lahir prematur

Bayi yang lahir prematur lebih berisiko mengalami kondisi ini karena penutupan kantung skrotum dan penyerapan cairan pada selangkangan belum terjadi secara sempurna.

2. Usia

Pada pria dewasa, kondisi ini paling banyak mempengaruhi berumur lebih dari 40 tahun.

3. Menderita infeksi pada skrotum

Infeksi seperti epididimitis dapat dikaitkan dengan munculnya penumpukan cairan pada skrotum.

4. Menderita penyakit menular seksual

Apabila Anda memiliki penyakit atau infeksi menular seksual, kemungkinan Anda mengalami penumpukan cairan pada area selangkangan akan lebih tinggi.

Obat & Pengobatan

Informasi yang dijabarkan bukan pengganti bagi nasihat medis. SELALU konsultasi ke dokter Anda.

Bagaimana cara dokter mendiagnosis hidrokel?

Apabila Anda diduga memiliki hidrokel, dokter akan mulai dengan melakukan pemeriksaan fisik, terutama di area selangkangan Anda. Pemeriksaan ini mungkin akan meliputi pengecekan kelunakan pada skrotum, menekan perut dan skrotum apabila ada potensi hernia inguinal, serta proses transiluminasi.

1. Tes hernia inguinal

Selain itu, dokter juga mungkin akan melakukan pengecekan mengenai adanya hernia inguinal. Biasanya, Anda akan diminta untuk batuk. Pada sedikit kasus, dokter juga mungkin akan mengecek jumlah sel darah putih Anda.

2. Tes transiluminasi

Transiluminasi adalah proses pemancaran sinar melalui skrotum. Dengan pemeriksaan ini, dokter dapat mengetahui apakah ada cairan di dalam skrotum. Jika terdapat cairan, transiluminasi akan menandakan adanya cairan jernih yang mengelilingi testis.

Namun, jika cahaya transiluminasi tidak dapat menembus skrotum dan cairan terlihat kotor, kemungkinan pembengkakan skrotum disebabkan oleh kanker atau tumor.

3. Tes serum alfa-fetoprotein dan hCG

Tes ini mungkin akan dilakukan apabila dokter mencurigai adanya potensi kanker dan tumor pada testis. Sebanyak 10% pasien penderita tumor testis akan menunjukkan gejala pembengkakan yang menyerupai hidrokel. Oleh karena itu, pemeriksaan lebih lanjut mengenai adanya potensi ini perlu dilakukan.

4. Tes untuk mengecek adanya infeksi

Terkadang, hidrokel muncul akibat adanya infeksi yang terdapat di testis. Dokter akan merekomendasikan Anda untuk menjalani tes urinalisis dan kultur urin.

5. Tes pencitraan

Walaupun tes foto atau pencitraan dinilai kurang diperlukan untuk mendiagnosis kondisi ini, terkadang tes ini dapat menunjukkan adanya penyebab atau kondisi kesehatan lain dari hidrokel, seperti tumor, atau kondisi seperti hidrokel jenis nonkomunikan.

Beberapa tes pencitraan yang mungkin dilakukan meliputi:

  • Tes USG

Tes ini dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai adanya potensi gangguan pada testis, seperti spermatokel atau kista pada testis. Tes USG juga dapat membantu membedakan hidrokel dengan hernia, tumor testis, atau penyebab pembengkakan skrotum lainnya.

  • Tes USG duplex

Tes USG tipe duplex dapat menunjukkan bagaimana peredaran darah di dalam testis. Tes ini dapat mendeteksi adanya infeksi yang berhubungan dengan hidrokel, seperti epididimitis. Selain ini, tes USG duplex juga dapat mendiagnosis kemungkinan adanya varikokel.

  • Radiografi perut

Tes ini berfungsi untuk membedakan hidrokel akut dengan hernia. Apabila terdapat gas di area selangkangan atau pangkal paha, kemungkinan pembengkakan terjadi akibat adanya hernia.

Cara mengobati hidrokel

Untuk bayi laki-laki, hidrokel umumnya menghilang sendiri dalam setahun. Jika hidrokel tidak hilang setelah setahun atau terus membesar, kondisi ini mungkin harus dihilangkan melalui operasi.

Untuk pria dewasa, hidrokel sering hilang sendiri dalam 6 bulan. Kondisi ini membutuhkan perawatan hanya jika membesar sampai menyebabkan ketidaknyamanan atau kelainan bentuk. Kemudian, mungkin harus dihilangkan melalui operasi.

Pada prosedur operasi, Anda akan diberikan obat bius terlebih dahulu. Pembedahan dimulai dengan menyayat bagian perut atau skrotum, tergantung di mana pembengkakan terjadi. Kemudian, dokter akan melakukan pengangkatan pada hidrokel Anda. Tergantung pada seberapa besar ukuran pembengkakan dan lokasinya, dokter mungkin akan memasangkan selang pembuangan di bagian yang telah dioperasi selama beberapa hari.

Setelah menjalani operasi pengangkatan kelainan ini, kemungkinan Anda akan merasa sedikit tidak nyaman atau nyeri di area yang dioperasi. Dokter akan menganjurkan Anda untuk tidak mandi selama 5 hingga 7 hari. Aktivitas fisik yang berat pun sebisa mungkin dikurangi.

Selain itu, dokter juga akan meminta Anda kembali untuk melakukan follow-up setelah operasi. Untuk bayi, pasien dengan hidrokel kronis, atau pasien dengan penyebab lain penumpukan cairan pada skrotum harus menjalani evaluasi secara rutin.

Biasanya, dokter akan menjadwalkan check-up rutin setiap minggu, bulan atau setiap 2 sampai 3 bulan. Hal ini dilakukan untuk memastikan apakah pembengkakan tidak muncul kembali, serta ukuran dan struktur testis telah kembali seperti sedia kala.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikan ke dokter Anda untuk dapat lebih mengerti solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat kesehatan, diagnosis atau pengobatan.

Direview tanggal: Juli 23, 2019 | Terakhir Diedit: Juli 23, 2019

Yang juga perlu Anda baca