Apa Itu Gangguan Kepribadian Paranoid?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu gangguan kepribadian paranoid?

Gangguan kepribadian paranoid (GKP) atau paranoia adalah salah satu jenis kelainan kepribadian yang memengaruhi pola pikir, fungsi, dan perilaku penderitanya. Penderita kondisi ini umumnya mengalami kesulitan memahami dan berhubungan dengan situasi tertentu dan orang lain.

Akibatnya, penderita memiliki rasa curiga dan tidak percaya berlebihan secara terus menerus terhadap orang lain. Tanda-tanda lain dari kondisi ini termasuk keengganan untuk bercerita pada orang lain, menyimpan dendam, dan meyakini bahwa semua orang atau peristiwa selalu “mengancam” atau “merendahkan” dirinya.

Karena pola pikir dan perilaku tersebut, penderita gangguan ini sering mudah marah dan tidak bersahabat dengan orang lain. Hal ini menyebabkan penderita sulit menjalani kegiatan sosial, kerja, dan sekolah dengan normal.

Gangguan ini dapat berkembang menjadi delusi jika pemikiran dan keyakinan yang tidak rasional tersebut dipertahankan secara terus menerus. Pada akhirnya, tidak ada yang dapat meyakinkan orang tersebut bahwa apa yang mereka pikirkan atau rasakan tidaklah benar.

Ketika seseorang memiliki paranoia atau delusi, tetapi tidak memiliki gejala lainnya (seperti mendengar atau melihat hal yang tidak nyata), kemungkinan mereka memiliki apa yang disebut dengan gangguan delusional.

Karena hanya pikiran yang terkena dampak, seseorang dengan gangguan delusional biasanya dapat bekerja dan berfungsi dalam kehidupan sehari-hari. Namun, kehidupan mereka mungkin terbatas dan terisolasi.

Seberapa umumkah gangguan kepribadian paranoid?

Gangguan kepribadian paranoid adalah kondisi kesehatan mental yang cukup umum terjadi. Menurut sebuah studi, paranoia merupakan salah satu jenis gangguan kejiwaan yang paling umum terjadi apabila dibandingkan dengan kondisi mental lainnya.

Angka perkiraan kejadian kondisi ini adalah sekitar 2,4% hingga 4,41%. Selain itu, kondisi ini lebih banyak ditemukan pada pasien berjenis kelamin pria dibanding dengan pasien wanita.

Gangguan kepribadian ini dapat mengenai pasien pada usia berapa saja. Namun, tanda-tanda dan gejalanya paling umum dimulai pada masa kecil atau remaja.

Paranoid adalah kondisi yang dapat diatasi dengan cara mengenali faktor-faktor risiko yang ada di dalam diri penderita. Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai kondisi kejiwaan ini, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter, psikolog, atau psikiater.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala gangguan kepribadian paranoid?

Pada umumnya, tanda-tanda dan gejala dari gangguan kepribadian paranoid hanya dapat dikenali oleh orang lain yang melihat tingkah laku sehari-hari penderitanya. Penderita gangguan kepribadian ini sering kali tidak menyadari bahwa perilaku-perilakunya tidak wajar.

Bagi kebanyakan penderita gangguan ini, selalu merasa curiga dengan orang lain adalah sikap yang wajar dimiliki. Namun, bagi beberapa orang di sekitarnya, sikap tersebut dinilai aneh dan menyinggung.

Penderita paranoid umumnya selalu menunjukkan sikap keras kepala dan tidak percaya dengan orang lain. Terkadang, perilaku tersebut diikuti dengan sikap sarkastik dan dapat memancing emosi lawan bicaranya, sehingga penderita gangguan ini akan merasa kecurigaannya tentang lawan bicaranya terbukti benar. Padahal, semua itu hanya terdapat di pikirannya saja.

Orang dengan gangguan kepribadian paranoia mungkin memiliki gangguan kesehatan jiwa lain yang dapat memengaruhi kondisi mereka. Contohnya, depresi dan kecemasan dapat mengubah suasana hati seseorang. Perubahan suasana hati dapat membuat penderita paranoid semakin merasa asing dan takut dengan sekelilingnya.

Berikut adalah tanda-tanda dan gejala yang umum ditunjukkan oleh penderita gangguan kepribadian ini:

  • kekhawatiran bahwa orang lain memiliki motif tersembunyi
  • meyakini bahwa mereka akan dieksploitasi (digunakan) oleh orang lain
  • meragukan komitmen, kesetiaan atau kepercayaan orang lain, yakin bahwa orang lain menggunakan atau menipu mereka
  • enggan untuk bercerita pada orang lain atau mengungkapkan informasi pribadi dikarenakan oleh rasa takut bahwa informasi tersebut akan digunakan untuk melawan mereka
  • tidak dapat memaafkan dan menyimpan dendam
  • hipersensitif dan menerima kritikan dengan buruk
  • tidak mampu untuk bekerja dengan orang lain
  • membaca makna tersembunyi dari pernyataan sederhana atau pandangan biasa dari orang lain
  • menangkap adanya serangan pada karakter mereka yang tidak tampak bagi orang lain; mereka umumnya bereaksi dengan kemarahan dan cepat untuk membalas
  • memiliki kecurigaan yang berulang, tanpa alasan, bahwa pasangan atau kekasih mereka tidak setia
  • terisolasi secara sosial
  • umumnya bersikap dingin dan jauh dalam hubungan dengan orang lain, dan mungkin menjadi tukang atur dan pencemburu
  • tidak merasakan kelekatan
  • tidak bersahabat, keras kepala, dan argumentatif

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah pada dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Periksakan ke dokter atau ahli kesehatan mental profesional jika rasa curiga mengganggu hubungan atau pekerjaan Anda.

Tubuh masing-masing penderita menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi. Untuk mengetahui penanganan apa yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan Anda. pastikan Anda selalu memeriksakan apapun gejala yang Anda alami ke dokter umum atau psikolog terdekat.

Penyebab

Apa penyebab gangguan kepribadian paranoid?

Hingga saat ini penyebab pasti dari gangguan kepribadian paranoid masih belum sepenuhnya dapat dipahami. Namun, para ahli meyakini bahwa penyebab kelainan mental ini meliputi kombinasi dari faktor biologis dan lingkungan. Ini artinya, kondisi ini dapat terjadi akibat pengaruh internal dan eksternal.

1. Faktor biologis

Kondisi ini sebenarnya masih menjadi perdebatan karena tidak ada gen atau DNA tertentu yang dapat menyebabkan gangguan paranoia. Namun, para ahli meyakini bahwa sejumlah orang terlahir dengan kondisi neurokimia tertentu di dalam tubuhnya, sehingga mereka lebih rentan mengalami gangguan ini.

Beberapa kondisi tersebut meliputi kadar dopamin atau glutamat yang tidak wajar, atau masalah tertentu pada jaringan otak. Kondisi-kondisi tersebut berpotensi diturunkan, meskipun kemungkinan pastinya masih belum diketahui.

2. Faktor lingkungan

Faktor lingkungan juga memiliki pengaruh yang cukup rumit, seperti halnya faktor biologis. Seseorang dengan kondisi biologis tertentu akan lebih rentan terpengaruh oleh faktor lingkungan.

Berikut adalah beberapa kondisi eksternal yang dapat memicu kemunculan gangguan ini:

  • Malnutrisi sejak di dalam kandungan
  • Infeksi yang diturunkan dari ibu saat di dalam kandungan
  • Kehilangan orang terdekat, seperti orang tua
  • Masa kecil hidup dalam kemiskinan
  • Mengalami kekerasan fisik, emosional, atau seksual
  • Pengabaian atau penelantaran emosional
  • Trauma
  • Konsumsi obat-obatan terlarang (ganja, amfetamin, atau halusinogen)

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko seseorang terkena gangguan kepribadian paranoid?

Paranoid adalah gangguan kepribadian yang dapat terjadi hampir pada siapa saja, terlepas dari apa kelompok usia dan golongan rasnya. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami gangguan ini.

Penting untuk Anda ketahui bahwa memiliki salah satu atau beberapa faktor risiko bukan berarti Anda pasti akan mengalami suatu gangguan atau kondisi kesehatan. Dalam beberapa kasus, tidak menutup kemungkinan seseorang dapat mengidap gangguan tertentu tanpa adanya satu pun faktor risiko.

Ada banyak faktor yang membuat seseorang berisiko mengidap gangguan kepribadian paranoid, antara lain:

1. Jenis kelamin

Meskipun tidak diketahui secara pasti apa penyebabnya, gangguan kepribadian ini lebih banyak ditemukan pada pasien berjenis kelamin pria apabila dibandingkan dengan pasien wanita.

Maka dari itu, jika Anda berjenis kelamin pria, Anda memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami gangguan ini.

2. Riwayat kesehatan mental keluarga

Gangguan kepribadian paranoia berpotensi diturunkan apabila terdapat anggota keluarga yang memiliki masalah mental, seperti skizofrenia dan kecemasan. Jika terdapat anggota keluarga Anda yang mengidap kondisi-kondisi tersebut, risiko Anda untuk menderita paranoid lebih tinggi.

3. Faktor lingkungan

Trauma fisik dan emosional pada pengalaman masa awal kanak-kanak, serta riwayat kecemasan sosial juga berpengaruh pada kerentanan seseorang menderita gangguan ini.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Bagaimana gangguan kepribadian paranoid didiagnosis?

Apabila Anda mulai menyadari adanya tanda-tanda gangguan ini di dalam diri Anda sendiri atau orang terdekat Anda, segera konsultasikan masalah tersebut ke dokter, psikolog, atau psikiater terdekat.

Setiap gangguan kejiwaan memiliki standar atau kriteria untuk didiagnosis. Namun, pada umumnya, diagnosis gangguan kejiwaan dapat dilihat dari perilaku penderita yang menyimpang dari norma-norma sosial dan terjadi dalam jangka panjang.

Kriteria yang menentukan apakah perilaku menyimpang tersebut dapat dikategorikan sebagai gangguan kepribadian meliputi:

  • Bagaimana seseorang memahami atau menggambarkan diri sendiri, orang lain, dan peristiwa-peristiwa tertentu
  • Respons emosional seseorang terhadap suatu kejadian
  • Bagaimana seseorang menghadapi orang lain, terutama dalam hubungan
  • Bagaimana seseorang dapat mengontrol dorongan-dorongan atau keinginan dalam dirinya sendiri.

Terkadang, mendiagnosis suatu jenis gangguan kepribadian memang cukup sulit, mengingat beberapa gangguan kejiwaan menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang tidak jauh berbeda.

Gangguan kepribadian paranoid didiagnosis berdasarkan evaluasi fisik dan psikologis. Dokter akan memulai evaluasi dengan melakukan riwayat medis dan psikiatris lengkap, dan jika terindikasi, pemeriksaan fisik akan dilakukan.

1. Pemeriksaan fisik

Dokter akan memberikan pertanyaan-pertanyaan mendalam seputar kondisi kesehatan Anda. Dalam beberapa kasus, gejala-gejala yang Anda rasakan mungkin berhubungan dengan masalah kesehatan fisik lain.

Pemeriksaan fisik umumnya juga meliputi tes laboratorium dan screening alkohol atau obat-obatan terlarang.

Meskipun tidak ada tes laboratorium untuk mendiagnosis gangguan kepribadian secara spesifik, dokter bisa menggunakan berbagai tes diagnostik untuk menyingkirkan penyakit fisik sebagai penyebab dari gejala.

Jika tidak ditemukan masalah fisik, dokter akan merujuk pasien ke psikolog atau psikiater untuk menilai gangguan kepribadian tersebut, serta mempertimbangkan berapa lama dan seberapa parah gejala orang tersebut.

2. Tes psikiatrik

Ahli kesehatan mental akan melakukan penilaian mental yang lebih komprehensif. Pemeriksaan umumnya meliputi diskusi mengenai bagaimana masa kanak-kanak Anda, sekolah, pekerjaan, serta hubungan dengan orang-orang di sekitar Anda.

Mereka juga akan menanyakan bagaimana Anda akan merespon terhadap situasi atau kasus tertentu. Hal ini penting untuk mengetahui bagaimana Anda bereaksi terhadap suatu kondisi atau peristiwa, serta pola pikir yang Anda miliki.

Sebagai contoh, mereka bisa menanyakan apa yang akan Anda lakukan jika Anda menemukan dompet seseorang di trotoar, atau ketika Anda berada di tempat keramaian dan melihat ada seseorang yang menatap Anda terus menerus. Ahli kesehatan mental tersebut kemudian akan membuat diagnosis dan menyusun rencana pengobatan.

Apa saja pengobatan untuk gangguan kepribadian paranoid?

Pengobatan kondisi ini merupakan hal yang cukup sulit. Hal ini disebabkan karena penderita sering kali merasa curiga berlebihan terhadap orang lain, tidak terkecuali dokter dan psikiater.

Agar proses pengobatan lancar, pasien harus dapat menerima keadaannya dan pengobatan yang ditawarkan. Jika pasien dapat menerima prosedur pengobatan, tingkat keberhasilan pengobatan pun akan lebih tinggi. Hal terpenting yang harus diingat oleh pasien adalah menemukan dokter atau psikiater yang tepat.

Dokter dapat membantu pasien agar lebih terbuka dengan terapi konseling serta meresepkan obat-obatan tertentu. Berikut adalah beberapa jenis pengobatan dan penanganan gangguan kepribadian paranoia:

1. Terapi berbicara

Terapi berbicara dapat membantu Anda memahami pengalaman-pengalaman yang Anda pernah rasakan, serta bagaimana cara Anda menghadapinya.

  • Cognitive behavioral therapy (CBT)

Terapi CBT merupakan terapi yang paling umum direkomendasikan dokter. Selama CBT, dokter atau ahli mental profesional akan mencari tahu pola pikir, kepercayaan, serta pemahaman Anda mengenai banyak hal.

  • Terapi berbicara lainnya

Selain CBT, dokter juga akan menyarankan Anda melakukan beberapa terapi berikut;

– Art therapies

– Terapi psikodinamik

– Konseling

– Terapi sistemik dengan anggota keluarga

2. Obat-obatan

Obat umumnya bukanlah fokus utama dalam pengobatan. Namun, obat-obatan seperti obat anti kecemasan, antidepresan, atau antipsikotik, dapat diresepkan jika gejala yang dialami cukup parah, atau jika ia juga menderita masalah psikologis lain yang terkait, seperti kecemasan atau depresi.

Individu yang menerima pengobatan dapat mempertahankan pekerjaan dan menjaga hubungan yang sehat. Namun, mereka harus meneruskan pengobatan sepanjang hidup mereka karena tidak ada obat penyembuh untuk kondisi ini. Gejala paranoia akan berlanjut, tetapi dapat dikendalikan dengan perhatian dan dukungan.

Orang dengan gangguan kejiwaan yang menolak pengobatan mungkin akan menjalani kehidupan yang kurang fungsional. Kondisi ini dapat mengganggu kemampuan mereka untuk mempertahankan pekerjaan atau memiliki interaksi sosial yang positif.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan di rumah yang dapat dilakukan untuk mengatasi gangguan kepribadian paranoid?

Masih belum ada tips diri yang dapat membantu pasien mengendalikan gangguan ini, karena penderita paranoia cendrung untuk tidak percaya dan curiga terhadap orang lain dan motivasi mereka, membuat bantuan dan dinamika kelompok berpeluang rendah untuk memberikan solusi dan mungkin malah membahayakan.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter untuk memahami solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: Maret 12, 2016 | Terakhir Diedit: September 19, 2019

Sumber