Kenapa Pria dengan Gangguan Mental Lebih Sulit Mendapatkan Perawatan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Masalah mental (gangguan kejiwaan), seperti depresi atau gangguan kecemasan dapat terjadi pada siapa saja, baik pria ataupun wanita. Menurut National Institute of Health (NIH), pria dengan gangguan mental diketahui memiliki kemungkinan yang lebih kecil untuk mendapatkan perawatan ketimbang wanita. Apa sebabnya, ya?

Kenapa pria lebih sulit mendapatkan perawatan gangguan mental?

Salah satu sosok pria yang diketahui memiliki masalah mental adalah Zayn Malik. Mantan personel grup vokal One Direction ini memang telah diketahui memiliki masalah mental berupa gangguan kecemasan.

Berdasarkan laporan dari American Foundation for Suicide Prevention pada tahun 2017, pria dengan gangguan mental 3,54% lebih rentan melakukan bunuh diri ketimbang wanita. Begitu juga dengan penyalahgunaan alkohol dan narkoba.

Setelah diselidiki lebih jauh, baik itu bunuh diri, penyalahgunaan narkoba dan alkohol terjadi karena depresi dan gangguan mental lainnya. Mereka diketahui tidak mendapatkan perawatan untuk menyembuhkan kondisi tersebut dengan baik.

Dr. Raymond Hobbs, psikolog di Blue Cross Blue Shield of Michigan, menjelaskan pada Health Line, alasan kenapa pria lebih sulit mendapatkan perawatan gangguan mental. “Saya pikir, sebagian besar pria tidak mau mengakui kondisinya karena depresi dianggap menandakan kelemahan.”

Hal itu juga senada dengan apa yang diungkapkan Zayn Malik dalam wawancara dengan BBC, “Kecemasan adalah hal yang tidak ingin diperlihatkan seseorang, seperti halnya kelemahan.”

Tanpa Anda sadari, sebenarnya stigma “depresi adalah kelemahan” pada pria sudah berkembang luas di masyarakat. Belum lagi, citra yang melekat pada pria, yakni tanguh dan kuat.

Semua hal tersebut membawa tekanan, sehingga membuat pria semakin berat hati, malu, dan merasa bersalah untuk mengakui kondisinya dan meminta perawatan gangguan mental pada dokter.

Yang harus dilakukan jika teman/keluarga mengalami kondisi ini

andropause adalah

Banyak pria yang keliru dengan anggapan bahwa mereka harus menjadi sosok yang kuat dan tangguh untuk mengatasi semua masalah sendiri. Jika mereka meminta bantuan, itu artinya mereka menunjukkan kelemahannya.

Kekeliruan tersebut ternyata bisa menyebabkan mereka menyangkal adanya masalah yang dihadapi. Contohnya, sudah merasakan tanda dan gejala depresi, tapi berusaha untuk menutupi bahkan menyangkal memiliki kondisi tersebut.

Alasan ini jugalah yang akhirnya membuat kebanyakan pria dengan gangguan mental tidak menjalani perawatan yang seharusnya dan berujung dengan bunuh diri.

Satu-satunya cara untuk mengatasinya adalah membantu pria dengan kondisi ini, yaitu menghapus stigma dan meluruskan kekeliruan yang terjadi.

Kemudian, Anda sebagai teman maupun keluarga mendorong mereka untuk terus berusaha mencari informasi mengenai gangguan mental dan perawatannya.

Berikan juga pemahaman pada mereka mengenai kemungkinan buruk yang dapat terjadi jika kondisi tersebut tidak diobati. Contohnya bunuh diri, penyalahgunaan zat yang berujung pada penyakit jantung, sirosis, dan penyakit lain yang mengancam jiwa.

Dengan begitu, pria dengan gangguan mental akan lebih mudah untuk membuka diri dan mau menerima perawatan dokter. Jadi, langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah membicarakan hal ini dari hati ke hati dengan pasien dan mendorongnya untuk mencari pengobatan yang sesuai, tanpa menghakimi.

Kapan harus minta bantuan dokter?

dokter urologi

Penyakit apa pun tentu akan lebih mudah diobati jika lebih cepat ditangani, termasuk gangguan mental. Jika Anda melihat orang terdekat mengalami kesulitan atau bahkan mungkin Anda sendiri, jangan ragu untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

Perhatikan tanda dan gejala masalah mental berikut sebagai peringatan untuk segera melakukan pemeriksaan ke dokter, seperti:

  • Suasana hati (mood) mudah berubah, terutama perasaan sedih, kecewa, bersalah, dan tidak berdaya
  • Tidak dapat bekerja dengan baik karena tidak fokus dan mudah lelah
  • Merasa tidak tertarik dengan hal-hal yang tadinya disukai
  • Tidak nafsu makan sehingga berat badan menurun
  • Merasakan gejala insomnia, sakit kepala, dan masalah pencernaan lebih sering

Jangan pernah merasa ragu untuk meminta pertolongan apabila Anda merasa memiliki gangguan mental hanya karena stigma lelaki harus selalu kuat. Mengungkapkan apa yang Anda rasa dapat membantu Anda lebih cepat pulih dari masalah ini.

“Saya merasa benar-benar lega. Siapa pun itu ketika merasa menyimpan sesuatu masalah (gangguan mental), Anda harus membicarakan kondisi ini,” ungkap Zayn Malik pada sebuah wawancara di US Weekly.

Semoga itu bisa menjadikan motivasi bagi Anda, para pria, untuk berbagi kecemasan Anda dengan orang terdekat sehingga gangguan mental yang Anda alami bisa segera mendapatkan perawatan yang tepat.

Sumber foto: Pixabay.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kleptomania

Kleptomania atau klepto adalah kondisi gangguan perilaku yang dilakukan dengan mencuri atau mengutil. Apa saja Penyebab dan Gejalanya? Simak Selengkapnya di Hello Sehat

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 8 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Azoospermia (Air Mani Tidak Mengandung Sperma)

Sekiranya 15% pria yang tidak subur disebabkan oleh azoospermia. Jika Anda belum juga punya momongan setelah tahunan berusaha, bisa jadi ini penyebabnya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Masalah Kesuburan, Kesuburan, Kehamilan 4 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Pedofilia

Pedofil adalah gangguan seksual yang dialami pria. Simak info tentang apa itu pedofil, gejala, ciri, arti, penyebab, dan bagaimana cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 2 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Tips Memilih Sabun Pembersih Muka Terbaik Sesuai Jenis Kulit

Sabun muka banyak jenisnya. Akan tetapi, Anda perlu mencari tahu pembersih wajah yang cocok dengan tipe kulit Anda. Begini penjelasannya.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Kebersihan Diri, Hidup Sehat 27 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

fungsi testis

Mengenal Fungsi Testis, Anatomi, dan Risiko Penyakit yang Menyertainya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
mental illness atau gangguan mental

Mental Illness (Gangguan Mental)

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 17 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit
serangan panik atau panic attack

Mengenal Perbedaan Panic Attack dan Anxiety Attack

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
depresi pagi hari

Gejala Depresi Suka Muncul di Pagi Hari? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 13 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit