Definisi

Apa itu fisura ani?

Fisura ani adalah robekan kecil pada lapisan lubang anus, yang menyebabkan rasa sakit dan perdarahan parah selama dan setelah buang air besar. Fisura ani akut terlihat seperti robekan baru. Fisura ani kronis terlihat seperti robekan dan disertai dua benjolan terpisah pada kulit, satu internal (sentinel pile) dan satu eksternal (hypertrophied papilla).

Fisura ani biasanya tidak menyebabkan kondisi yang serius. Pada kebanyakan kasus, robekan akan pulih dengan sendirinya dalam 4-6 minggu (fisura ani akut). Kebanyakan fisura ani membaik dengan perawatan sederhana, seperti peningkatan asupan serat atau sitz bath.

Apabila kondisi tidak membaik dengan perawatan ini dan Anda memiliki fisura ani yang tidak pulih setelah 8 – 12 minggu, kondisi ini termasuk fisura jangka panjang (kronis). Fisura kronis dapat memerlukan pengobatan atau bahkan operasi untuk pencegahan terjadinya kondisi ini kembali atau kerusakan di otot sekitar.

Seberapa umumkah fisura ani?

Fisura ani sangat umum terjadi dan umumnya menyerang bayi. Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun. Fisura ani dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala fisura ani?

Gejala umum dari fisura ani adalah:

  • Bercak darah merah pada tisu setelah buang air besar atau tetesan di WC. Darah merah segar dari fisura terpisah dari feses.
  • Nyeri, kadang parah, selama buang air besar
  • Nyeri setelah buang air besar yang dapat berlangsung hingga beberapa jam
  • Gatal atau iritasi di sekitar anus
  • Terlihat retak pada kulit di sekitar anus
  • Benjolan kecil atau skin tag pada kulit di sekitar fisura ani

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab fisura ani?

Berikut ini hal-hal yang dapat memicu atau memperparah kondisi Anda:

  • Feses yang besar atau keras
  • Konstipasi dan mengedan saat buang air besar
  • Diare kronis
  • Inflamasi pada area anorektal
  • Penyakit Chron’s atau penyakit inflamasi usus lainnya
  • Menurunnya aliran darah ke area anorektal
  • Persalinan dapat menyebabkan trauma pada kanal anal.

Pada kasus yang langka, fisura ani dapat berkembang menjadi:

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk fisura ani?

Ada banyak faktor risiko untuk fisura ani, yaitu:

  • Bayi
  • Penuaan
  • Sembelit
  • Persalinan
  • Penyakit Chron
  • Hubungan seks melalui anus.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana fisura ani didiagnosis?

Dokter akan menanyakan tentang gejala Anda dan melakukan pemeriksaan fisik dengan melihat fissure, dengan memisahkan pantat secara lembut untuk mendiagnosis fisura ani. Pada beberapa kasus, dokter dapat melakukan pemeriksaan rektum digital, dengan memasukkan jari yang menggunakan sarung tangan ke dalam kanal anal, atau menggunakan tabung pendek dengan cahaya (anoskop) untuk melihat kanal anal Anda. Namun, jika terasa terlalu sakit bagi Anda, dokter dapat menunggu hingga fissure membaik sebelum melakukan pemeriksaan rektum atau anoskopi.

Selama pemeriksaan, dokter juga dapat mencari tahu apakah kondisi lain mempengaruhi robekan, seperti penyakit Chron atau penyakit inflamasi usus lainnya. Dokter dapat merekomendasi tes lebih lanjut, seperti:

  • Fleksibel sigmoidoskopi. Tes ini dapat dilakukan jika Anda berusia di bawah 50 dan tidak memiliki faktor risiko untuk penyakit usus atau kanker usus besar.
  • Kolonoskopi. Tes ini dapat dilakukan jika Anda berusia di atas 50 tahun atau memiliki faktor risiko untuk kanker usus besar, tanda-tanda dari kondisi lain atau gejala lain seperti sakit perut atau diare.

Apa saja pengobatan untuk fisura ani?

Fisura ani akut sering kali pulih dalam beberapa minggu dengan mengubah pola makan Anda, seperti meningkatkan asupan serat dan cairan. Hal ini membantu melembutkan feses. Apabila gejala tidak kunjung membaik, Anda akan memerlukan perawatan lebih lanjut:

  • Nitrogliserin yang digunakan secara eksternal (Rectiv)
  • Krim anestesi topikal seperti lidocaine hydrochloride (Xylocaine)
  • Suntikan Botulinum toxin tipe A (Botox)
  • Obat untuk tekanan darah, seperti nifedipine oral (Procardia) atau diltiazem (Cardizem)
  • Operasi. Perawatan ini sangat direkomendasikan untuk kasus fisura ani kronis.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi fisura ani?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi fisura ani:

  • Tambahkan serat pada pola makan. Konsumsi makanan kaya serat pada pola makan setiap hari, seperti buah-buahan, sayur-sayuran, kacang-kacangan dan gandum utuh.
  • Minum banyak cairan. Cairan dapat membantu mencegah konstipasi.
  • Olahraga dengan rutin. Berolahraga membantu buang air besar dan meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh, yang dapat mempercepat pemulihan fisura ani.
  • Hindari mengejan (ngeden) saat buang air besar. Ngeden menyebabkan tekanan, yang dapat membuka robekan yang sedang dalam pemulihan atau menyebabkan robekan baru. Atur jadwal untuk buang air besar setiap harinya.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: April 28, 2017 | Terakhir Diedit: April 28, 2017