Apa itu diabetes gestasional?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu diabetes gestasional?

Diabetes gestasional adalah jenis diabetes yang terjadi hanya pada masa kehamilan. Diabetes gestasional terjadi ketika tubuh ibu hamil tidak dapat menghasilkan cukup insulin selama 9 bulan kehamilan. Insulin merupakan hormon yang membantu mengendalikan kadar gula darah dalam tubuh.

Dalam banyak kasus, kenaikan gula darah sering dialami ketika kehamilan sudah memasuki trimester kedua. Tepatnya antara minggu ke 24 sampai ke 28 kehamilan. Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini dapat menyebabkan masalah kesehatan bagi ibu maupun janin.

Seorang wanita tidak perlu lebih dulu memiliki diabetes sebelumnya agar bisa mengidap diabetes saat hamil. Dalam kasus tertentu, ada beberapa wanita yang mungkin juga sudah punya diabetes sejak sebelum kehamilan tapi tidak mengetahuinya.

Diabetes gestasional dapat hilang setelah ibu melahirkan, tapi risiko untuk mengalami serangan diabetes di kemudian hari akan meningkat.

Seberapa umumkah diabetes gestasional?

Diabetes gestasional adalah salah satu kondisi yang umum. Mengutip dalam laman American Pregnancy, diketahui sekitar 2-5 persen wanita hamil mengalami diabetes gestasional.

Risiko Anda meningkat menjadi 7-9 persen apabila juga memiliki faktor risiko yang umum, seperti berat badan berlebih atau hamil di atas usia 30 tahun.

Penyakit ini dapat dicegah  dengan  mengurangi  risiko  Anda  terkena  penyakit  tersebut.  Silakan  diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala diabetes gestasional?

Sebagian besar wanita tidak tahu dirinya sakit diabetes saat hamil karena penyakit ini tidak memunculkan gejala berarti. Namun, ada beberapa tanda dan gejala khas diabetes gestasional yang bisa Anda cermati:

  • Merasa lelah, lemas, dan lesu
  • Sering kelaparan dan ingin makan terus
  • Sering kehausan
  • Sering buang air kecil

Dalam banyak kasus, wanita hamil  yang  tidak  mengidap  diabetes  gestasional  pun  bisa  saja mengalami gejala seperti yang disebutkan di atas. Oleh sebab itu, segera periksakan ke dokter apabila Anda mengalami hal tersebut dan sudah berlangsung lama.

Kemungkinan  ada  tanda‐tanda  serta  gejala  yang  tidak  tercantum  di  atas.  Jika Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, silakan konsultasikan dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Berhubung gejala diabetes saat hamil terbilang sulit terdeteksi, Anda dianjurkan untuk periksa kesehatan ke dokter dulu sebelum berencana ingin hamil. Hal ini bertujuan supaya dokter dapat memperkirakan seberapa besar risiko Anda bisa mengalami diabetes selama kehamilan.

Dokter kandungan Anda juga biasanya akan memantau kadar gula darah dan kondisi janin Anda lebih intensif pada saat trimester ketiga. Jika sebelumnya Anda sudah memiliki riwayat penyakit diabetes sebelum hamil, Anda mungkin memerlukan pemeriksaan lebih sering lagi selama kehamilan.

Penyebab

Apa penyebab diabetes gestasional?

Penyebab pasti diabetes gestasional sampai saat ini belum diketahui secara jelas. Namun, para ahli percaya bahwa diabetes gestasional terjadi ketika tubuh Anda tidak dapat membuat insulin yang cukup selama kehamilan. Insulin merupakan hormon yang dibuat di pankreas dan bertugas untuk mengubah glukosa menjadi energi sekaligus mengendalikan kadar gula darah dalam tubuh.

Selama kehamilan, plasenta ibu akan menghasilkan berbagai jenis hormon untuk membantu janin berkembang. Sayangnya, ada sejumlah hirmon yang dapat menghambat kerja insulin dalam tubuh ibu. akibatnya, sel-sel di tubuh ibu menjadi resisten terhadap insulin. Hal ini menyebabkan tingkat gula darah melonjak naik, dan risiko diabetes pun ikut meningkat.

Sebenarnya, semua wanita hamil akan mengalami resistensi insulin selama akhir kehamilan. Pada sejumlah wanita, sel beta yang ada di pankreas mungkin dapat menghasilkan insulin yang cukup untuk mengatasi resistensi tersebut. Sayangnya, beberapa wanita tidak dapat menghasilkan insulin yang cukup. Nah, wanita-wanita tersebutlah yang akan mengalami diabetes gestasional.

Jika sebelum kehamilan seorang wanita sudah mengalami obesitas atau kelebihan berat badan, maka risiko mereka mengalami penyakit gula selama kehamilan akan semakin besar. Tak hanya itu, faktor riwayat keluarga juga berperan dalam hal ini. Jadi, apabila nenek, ibu, atau saudara kandung perempuan Anda ada yang pernah mengalami kondisi ini, maka Anda berisiko mengalaminya juga di kemudian hari.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya terkena diabetes gestasional?

Pada dasarnya, kondisi ini bisa dialami pada setiap wanita. Namun, sejumlah wanita dengan kondisi tertentu memiliki risiko lebih tinggi.

Beberapa faktor risiko seseorang wanita mengalami diabetes gestasional adalah: ­

  • Riwayat penyakit diabetes. Risiko Anda terkena kondisi ini akan meningkat jika Anda mengalami prediabetes atau malah sudah memiliki penyakit diabetes sebelumnya.
  • Riwayat keluarga. Jika ada anggota keluarga, terutama nenek, ibu, atau saudara kandung Anda yang pernah mengalami penyakit ini, maka Anda berisiko tinggi untuk mengalaminya juga.
  • Riwayat kehamilan sebelumnya. Anda lebih mungkin untuk mengalami kondisi ini jika Anda pernah mengalaminya juga di kehamilan sebelumnya. Selain itu, jika pernah mengalami keguguran, bayi lahir mati (stillbirth) tanpa diketahui penyebab jelasnya, atau melahirkan bayi dengan berat lebih dari 4 kilogram, Anda juga berisiko tinggi terkena diabetes gestasional.
  • Kegemukan. Anda berpotensi tinggi mengalami kondisi ini jika memiliki berat badan berlebih (obesitas) dengan indeks masa tubuh 30 atau bahkan lebih.
  • Usia di atas 25 tahun. Seseorang yang hamil di atas usia 25 tahun berisiko lebih tinggi untuk mengalami kondisi ini.
  • Polycystic Ovary Syndrome (PCOS). Jika Anda punya riwayat penyakit PCOS atau kondisi kesehatan lainnya yang berhubungan dengan insulin, maka Anda berisiko tinggi mengalami penyakit gula selama kehamilan. Hal ini mungkin disebabkan oleh hubungan antara kelebihan insulin dengan hormon androgen yang menjadi salah satu faktor PCOS.
  • Hipertensi. Tekanan darah tinggi dapat memengaruhi sekresi insulin dari pankreas, yang menyebabkan kadar gula darah Anda lebih tinggi.
  • Memiliki kolesterol tinggi. Ternyata, kolesterol juga dipengaruhi oleh glukosa darah dan tekanan darah. Kolesterol yang tinggi merupakan faktor risiko diabetes dan penyakit jantung.
  • Pola makan tidak sehat. Jika selama kehamilan Anda menerapkan pola makan tidak sehat, seperti sering mengonsumsi makanan manis, berlemak, dan tinggi garam, maka risiko Anda mengalami kondisi ini semakin besar.
  • Malas gerak. Jika ibu hamil malas bergerak, berat badan akan bertambah naik dan fungsi insulin akan terganggu.

Komplikasi

Apa saja komplikasi yang mungkin terjadi akibat diabetes gestasional?

Diabetes gestasional tidak hanya memengaruhi kesehatan ibu hamil, tapi juga janin dalam kandungan. Jika kondisi ini tidak diatasi dengan tepat, ibu hamil berisiko mengalami berbagai komplikasi.

Berikut beberapa dampak diabetes gestasional yang bisa dialami oleh ibu hamil:

  • Preeklampsia
  • Melahirkan lewat operasi caesar. Hal ini karena biasanya bayi yang dilahirkan oleh ibu pengidap diabetes berukuran lebih besar dari normal.
  • Kelahiran prematur, untuk menghindari risiko komplikasi yang lebih serius
  • Keguguran
  • Mengalami diabetes lagi di kehamilan berikutnya
  • Mengalami diabetes mellitus tipe 2 setelah melahirkan

Sementara pada janin, berikut beberapa komplikasi yang mungkin terjadi jika ibu mengalami diabetes gestasional.

  • Bayi lahir dengan berat badan yang sangat besar (makrosomnia)
  • Kadar gula darah yang lebih rendah (hipoglikemia) saat lahir
  • Kelahiran prematur
  • Gangguan pernapasan sementara
  • Penyakit kuning (jaundice)

Selain itu, bayi dari ibu yang mengalami kondisi ini saat hamil juga berisiko mengalami obesitas dan diabetes ketika dewasa.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan untuk diabetes gestasional?

Tujuan  pengobatan diabetes gestasional adalah  untuk  mengontrol  kadar  gula  darah  dalam  batas  normal. Beberapa strategi pengobatan yang bisa dilakukan untuk membantu mengatasi diabetes gestasional adalah:

1. Rutin cek gula darah

Selama hamil, biasanya dokter akan meminta Anda untuk rutin mengecek gula darah sebanyak 4-5 kali per hari. Pemeriksaan gula pertama kali disarankan pada pagi saat bangun tidur dan setelah sarapan. Hal ini dilakukan untuk memastikan gula darah berada dalam batas yang normal.

Selain di rumah sakit atau laboratorium, Anda juga bisa melakukan pemeriksaan gula darah sendiri di rumah. Saat ini sudah banyak alat khusus untuk cek gula darah yang banyak dijual di pasaran. Sebelum pakai, pastikan Anda membaca panduannya dengan teliti.

Jangan ragu untuk bertanya langsung ke dokter atau tenaga medis lainnya jika Anda kebingungan untuk menggunakan alat cek gula darah tersebut.

2. Atur pola makan

Mengatur pola makan yang sehat merupakan kunci untuk mengelola kadar gula darah sekaligus mencegah penambahan berat badan, yang pada akhirnya justru memperburuk kondisi Anda. Hindari mengonsumsi makanan tinggi gula, lemak, dan garam.

Sebaliknya, pastikan makanan yang Anda makan kaya nutrisi dan tinggi serat dari sayur, buah, maupun biji-bijian. Selain itu, perhatikan pula porsi makan Anda. Lebih baik makan dengan porsi sedikit tapi sering ketimbang langsung banyak sekaligus.

Anda bisa berkonsultasi ke ahli gizi untuk membantu membuat rancangan menu diet yang sesuai dengan kondisi Anda. Nantinya, ahli gizi akan membuat rencana program diet yang disesuaikan dengan berat badan, kadar gula darah, aktivitas fisik, makanan kesukaan, hingga budget Anda.

3. Rajin olahraga

Selain memerhatikan asupan makanan, penting juga bagi ibu hamil untuk memperbanyak aktivitas fisik. Pada dasarnya, aktivitas fisik ini baik untuk kesehatan wanita, entah saat sedang hamil maupun tidak.

Hal ini karena olahraga dapat membantu menurunkan gula darah dengan merangsang tubuh untuk mengubah glukosa menjadi energi. Olahraga juga dapat membuat sel-sel tubuh lebih sensitif terhadap insulin dan membantu meredakan berbagai keluhan selama kehamilan, seperti sakit punggung, kram otot, sembelit, dan masalah tidur.

Tak hanya itu, olahraga juga dapat membantu memperlancar jalannya persalinan. Anda bisa mendapatkan semua manfaat tersebut dengan rutin olahraga setidaknya 3 kali dalam seminggu.

Tak ada aturan khusus olahraga jenis apa yang harus Anda lakukan, yang penting buatlah diri Anda aktif bergerak setiap hari. Anda bisa jalan kaki, berenang, berkebun, atau bahkan sekadar melakukan pekerjaan rumah tangga yang ringan.

Jika Anda memiliki riwayat medis tertentu, sebaiknya berkonsultasi dulu ke dokter sebelum memulai latihan olahraga. Dokter dapat memberikan rekomendasi olahraga atau aktvitas fisik yang cocok untuk Anda.

4. Minum obat tertentu

Jika mengatur pola makan dan rutin olahraga belum juga efektif untuk mengendalikan gula darah, biasanya dokter akan meresepkan beberapa obat-obatan tertentu. Sekitar 10-20 persen wanita dengan diabetes gestasional membutuhkan suntik insulin untuk mengendalikan gula darahnya.

Silakan konsultasi ke dokter untuk informasi lebih lanjut.

5. Periksa ke dokter secara berkala

Ingat, diabetes gestasional tak hanya memengaruhi ibu saja, tapi juga janin. Jenis diabetes satu ini memang tidak menyebabkan bayi cacat lahir, tapi jika tidak diobati dengan tepat, maka berisiko menyebabkan gangguan pernapasan dan obesitas pada anak.

Maka dari itu, penting bagi Anda untuk melakukan pemeriksaan kehamilan atau prenatal secara berkala. Biasanya dokter akan meminta Anda konsultasi secara berkala untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan bayi dengan tes ultrasound (USG).

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk diabetes gestasional?

Agak  sulit  untuk  mendeteksi  penyakit  ini  bila  hanya  berdasarkan  gejala  yang  muncul. Namun, jika Anda berisiko tinggi terkena diabetes gestasional, misalnya BMI sebelum hamil lebih dari 30, dan memiliki riwayat genetik diabetes, dokter akan meminta Anda melakukan pemeriksaan khusus sebelum berencana hamil.

Dokter mungkin akan meminta Anda untuk melakukan tes skrining selama trimester kedua, antara minggu ke 24 dan 28 kehamilan. Tes skrining ini meliputi cek gula darah dan tes toleransi glukosa.

Jika pada pemeriksaan pertama Anda positif berisiko tinggi mengalami diabetes gestasional, dokter mungkin akan meminta Anda untuk melakukan pemeriksaan yang lebih sering.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan untuk mengatasi diabetes gestasional?

Beberapa perubahan gaya hidup yang bisa Anda lakukan untuk membantu mengatasi diabetes gestasional adalah:

  • Rutin periksa ke dokter untuk  mengontrol perkembangan penyakit serta kesehatan Anda
  • Ikuti  instruksi  dari  dokter,  jangan  menggunakan  obat  tanpa  resep  atau menghentikan pengobatan di luar izin dokter
  • Hindari makanan berlemak atau yang tinggi gula
  • Batasi makanan bertepung seperti roti, mie, beras, dan kentang
  • Makan lebih banyak buah dan sayuran
  • Lakukan lebih banyak olahraga seperti senam hamil atau prenatal yoga

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Mei 2, 2019 | Terakhir Diedit: Mei 2, 2019

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca