Definisi

Apa itu dermatitis kontak?

Dermatitis kontak adalah kondisi umum dari iritasi kulit. Dermatitis kontak adalah kondisi yang tidak berbahaya bagi kesehatan tetapi dapat mengganggu. Penyakit ini disebabkan oleh paparan kulit terhadap penyebab iritasi (iritan), seperti bahan kimia pada kosmetik, atau tanaman beracun. Penyakit ini tidak menular dan penyebab iritasi akan berbeda dari orang ke orang.

Seberapa umumkah dermatitis kontak?

Kondisi ini dapat terjadi pada segala golongan usia dan jenis kelamin. Lebih dari 50% dari orang dewasa di Amerika setidaknya pernah terinfeksi. Di Indonesia sendiri, dermatitis kontak adalah salah satu penyakit kulit yang umum di Indonesia.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala dermatitis kontak?

Dermatitis kontak adalah kondisi yang menimbulkan gejala. Gejala dermatitis kontak adalah kulit merah atau melepuh, kulit kering, gatal, dan terasa tidak nyaman. Rasa gatal dan iritasi terjadi dalam jangka waktu 24-48 jam setelah paparan. Iritasi dapat berupa kemerahan, bengkak, bentol, atau lenting.

Pada kasus di mana iritasi telah terjadi berulang-ulang dalam waktu lama (kronis), maka iritasi dapat berupa kulit yang kehitaman disertai adanya kulit yang mengeras dan mengelupas. Kadang lenting juga terbentuk, namun cairan dari lenting tidak menginfeksi orang lain. Hindarilah menggaruk kulit karena dapat menyebabkan infeksi. Menghirup atau menelan penyebab iritasi dapat menyebabkan bengek atau mual.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Pada kebanyakan kasus, dermatitis kontak  ini tidak akan memengaruhi kesehatan dan akan hilang sendiri setelah beberapa saat. Namun, masih ada risiko kondisi semakin memburuk. Silakan konsultasi dengan dokter jika:

  • Adanya bercak-bercak merah yang membuat Anda tidak bisa tidur atau melakukan kegiatan sehari-hari.
  • Bercak merah terasa sakit dan meluas.
  • Bercak merah pada kulit membuat Anda tidak percaya diri.
  • Bercak merah tidak membaik dalam beberapa minggu.
  • Bercak merah mengganggu wajah atau alat kelamin Anda.
  • Penghentian penggunaan steroid dapat menyebabkan peradangan kulit lebih buruk.
  • Penggunaan krim atau lotion antihistamin yang tidak mengikuti saran dari dokter Anda sehingga dapat menyebabkan kulit menjadi merah dengan sendirinya.

Penyebab

Apa penyebab dermatitis kontak?

Dermatitis kontak adalah kondisi yangbisa terjadi dan disebabkan karena Anda bersentuhan langsung dengan pemicu alergi. Bila Anda menyentuh getah yang dihasilkan leh poison ivy, poison oak (tanaman beracun adalah penyebab yang umum), ini bisa membuat kulit jadi iritasi.

Selain itu, beberapa penyebab lain termasuk memakai pakaian berbulu (wol), terkena bahan pembersih peralatan rumah tangga (seperti deterjen), pembersih (seperti sabun, shampoo), logam alkali, pewarna, obat-obatan, pestisida dan bahan kimia lainnya juga bisa menyebabkan dermatitis kontak.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk dermatitis kontak?

Anda memiliki risiko terkena dermatitis kontak bila melakukan kontak langsung dengan iritan kimia seperti cairan asam (zat alkalin), cairan basa (natrium hidroksida), pemutih, antibiotik. Beberapa bahan kimia meskipun tidak ada peringatan dapat menyebabkan peradangan kulit, tetapi ketika Anda gunakan secara teratur akan menyebabkan iritasi seperti cat kuku, cairan lensa kontak, anting atau jam tangan dengan kawat logam.

Tidak memiliki faktor risiko bukan berarti Anda tidak bisa mengalami penyakit ini. Faktor-faktor ini hanya untuk referensi saja. Anda harus konsultasi ke dokter spesialis untuk lebih jelasnya..

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana cara mengobati dermatitis kontak?

Pengobatan terbaik yang bisa dilakukan adalah menghindari kontak dengan penyebab iritasi. Misalnya, menghindari membeli mainan atau selimut jika Anda sensitif terhadap produk wol, dan mengetahui bagaimana mengidentifikasi tanaman poison ivy. Menggunakan sarung tangan, memakai baju lengan panjang dan celana panjang untuk menghindari kontak dengan pohon-pohon dan apa pun yang telah menyentuh tanaman tersebut.

Pengobatan dapat diberikan seperti obat anti-inflamasi (steroid) atau obat oles, antihistamin (untuk gatal-gatal) dan terapi kekebalan tubuh untuk meminimalisir reaksi. Steroid (seperti prednisone) dapat digunakan dalam bentuk tablet, suntikan atau krim dan salep.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk dermatitis kontak

Dokter Anda akan mendiagnosis dermatitis dengan memeriksa kulit Anda dan menanyakan apakah Anda memiliki kontak fisik dengan yang zat yang berpotensi menyebabkan peradangan. Dokter Anda juga dapat menguji alergi kulit Anda dengan menggunakan sedikit zat yang dapat mengiritasi kulit, dan melakukan pemantauan bercak dalam waktu satu sampai dua hari.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi dermatitis kontak?

Beberapa gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu mengatasi dermatitis kontak adalah:

  • Gunakan obat steroid sesuai yang diinstruksikan dokter. Antihistamin juga dapat digunakan jika diperlukan dan hentikan  penggunaan jika mengalami gatal.
  • Gunakan lotion pengobatan jika diperlukan tapi jangan digaruk pada 1 jam pertama setelah penggunaan krim steroid oles atau salep, untuk membiarkannya meresap.
  • Konsumsilah makanan dengan gizi yang memadai.
  • Saat olahraga, kulit yang panas dan berkeringat akan menyebabkan gatal. Bersihkanlah kulit dan dinginkan tubuh setelah olahraga.
  • Gunakan sabun atau deterjen ringan untuk membersihkan kulit. Hindari iritasi kulit yang disebabkan oleh deodoran atau parfum dalam sabun.
  • Bilas kulit segera dengan sabun dan air jika terkena penyebab iritasi dermatitis.
  • Hubungi dokter jika Anda mengalami demam, batuk, bengek, muntah atau diare; jika bercak semakin parah meskipun telah melakukan pengobatan, atau jika bercak merah baru berkembang lebih banyak.
  • Gunakan pelindung saat akan kontak dengan iritan, misalnya menggunakan sepatu boots dan sarung tangan bila akan menggunakan pembersih rumah tangga yang mengiritasi, atau gunakan pakaian lengan panjang dan celana panjang saat melakukan aktivitas di sekitar poison ivy.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Maret 21, 2018 | Terakhir Diedit: Maret 21, 2018